<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042</id><updated>2012-02-12T00:09:37.324+07:00</updated><title type='text'>Pondok Baca Qi Falah</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>202</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-4996370872389247283</id><published>2012-02-12T00:08:00.001+07:00</published><updated>2012-02-12T00:09:37.333+07:00</updated><title type='text'>Program Siaran Radio Qi FM Terus Dimatangkan</title><content type='html'>Ditemani rekan-rekan “brutal” dari Jakarta dan Bandung, Suraji (SFCG), Adi (JRK Jabar), Dani (Radio PASS Bandung) dan Roni (Radio Cibangkong Bandung), kru Radio Qi FM tampak serius memusyawarahkan program siaran Radio Komunitas Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten. Bertempat di Pondok Baca Qi Falah, Rabu (8/2/2012) sore, rapat berlangsung semangat, karena seluruh kru menyambut positif agenda ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam uraiannya yang panjang sebelum musyawarah program, Mas Adi banyak mengulas perihal etika dan persiapan bagi seorang penyiar radio. Dari soal pernafasan, mental, cara bicara, diksi, dan sebagainya. “Mental harus kuat. Saya melihat, SDM rekan-rekan di sini cukup baik. Tinggal ditingkatkan terus, hingga maksimal,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai gambaran Mas Adi, dinotulensi Agus F. Awaluddin, musyawarah mulai menukik pada pemetaan wilayah jangkauan penyiaran, stratifikasi sosial dan aktivitas masyarakat, kebutuhan informasi, dan kesukaan lagu-lagu mereka. Lantas dilanjut dengan penentuan program yang pas untuk mereka, dengan iringan lagu yang juga sesuai kondisinya, plus waktu penyiarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pokoknya kita diajarain banyak hal. Penentuan program menjadi lebih mudah, setelah dilakukakn pemetaan sedemikian rupa,” ujar Kang Agus, sapaan akrabnya sebagai penyiar tampak sumringah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan, dengan pemetaan segala hal yang terkait dengan kebutuhan masyarakat, maka keberadaan Radio Qi FM akan kian terasakan manfaatnya, yakni bersiaran sesuai kebutuhan riil yang ada. “Ini yang penting dicapai. Jangan sampai siaran tapi sepi manfaat,” ujar Ahmad Turmudzi, pengurus lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bimbingan Mas Adi dkk belum tuntas, masih perlu pematangan kembali, maka gambaran pemetaan itu akan dimatangkan secara internal oleh pengurus Radio Qi FM. Insya Allah, dalam minggu-minggu ini, program-program itu telah matang dan siap disajikan secara lebih gurih kepada masyarakat. “Siaran saat ini masih sporadis, karena masih terus dilakukan pematangan program siaran,” ujar Ketua Radio Qi FM, Eneng Atikoh yang biasa dipanggil Miss Neng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke kawan, semoga keberadaan radio kebanggaan warga Pondok Pesantren Qothrotul Falah ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Yuk, kita bangun bersama radio ini.[enha]   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-4996370872389247283?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/4996370872389247283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=4996370872389247283&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4996370872389247283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4996370872389247283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2012/02/program-siaran-radio-qi-fm-terus.html' title='Program Siaran Radio Qi FM Terus Dimatangkan'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-2491288483500151676</id><published>2012-02-12T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-02-12T00:03:07.924+07:00</updated><title type='text'>Berawal dari Mimpi, Qi FM Hadir Menebar Keramahan</title><content type='html'>Radio Komunitas (Rakom) Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, yang diberi nama Qi FM, berawal dari mimpi. Radio kebanggan santri dan masyarkat Cikulur yang mengudara perdana pada Selasa (7/2/2012) ini menempati frekuensi 107.70. Tujuan dasarnya tiada lain untuk menyebarkan kerahmatan dan kemanfaatan bagi para pendengar yang tersebar di wilayah Kec. Cikulur, Kec. Warunggunung, Kec. Cibadak, Kec. Pandeglang, dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana proses berdirinya Radio Qi FM, berikut petikan wawancara penyiar Radio Qi FM Agus F. Awaluddin (AFA) dengan Nurul H. Maarif (NHM, biasa disapa Enha), yang turut membidani lahirnya radio ini, dalam talkshow yang disiarkan langsung oleh Radio Qi FM, Kamis (9/2/2012) menjelang magrib:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AFA : Salam. Sehat Kang Enha?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Wasalam, Kang Agus. al-Hamdulillah, berkat doa semua, saya sehat-sehat saja. Semoga seluruh kru Radio Qi FM juga sehat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AFA : Kang Enha, bisa diceritakan kepada para pendengar perihal awal mula munculnya Radio Qi FM yang menjadi kebanggaan warga Pondok Pesantren Qothrotul Falah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Radio ini berawal dari mimpi. Tentu bukan mimpi di siang bolong, melainkan mimpi yang diiringi ikhtiar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AFA : Maksudnya bagaimana Kang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Ini tidak jauh-jauh dari misi dakwah pesantren kita. Ketika awal 2009 saya mulai mengabdikan diri di sini (Ponpes Qothrotul Falah, red), saya melihat media dakwahnya masih terbatas mimbar saja. Dari ceramah ke ceramah. Dari kelas ke kelas. Segmen pendengar dan waktunya sangat terbatas. Padahal ada media lain yang bisa dimanfaatkan, semisal lembar (penerbitan), dunia maya (internet), udara (radio), dan sebagainya. Saya memimpikan, kenapa tidak pesantren ini berdakwah melalui seluruh lini ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AFA : Benar, Kang. Lantas bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Lalu saya dan kawan-kawan yang konsen dengan penyebaran misi pesantren, merancang Pondok Baca Qi Falah, Buletin Qi Falah, www.qothrotulfalah.com, dan yang baru Radio Qi FM. Dengan demikian, kita telah mengisi ruang mimbar, lembar, maya dan udara. Mimpi yang sudah lama itu ternyata sedikit demi sedikit menjadi kenyataan juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AFA : Kalau bisa diceritakan, mimpi radio ini bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Ya, itu tadi, saya membayangkan dakwah pesantren juga melalui udara, sehingga bisa menyapa masyarakat hingga pelosok desa di sekitar pesantren. Itu sebabnya, saya suka ceritakan mimpi ini pada kawan-kawan. Bahkan suatu saat, saya menulis di status face book saya, “Andaikan saja QF punya radio....”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AFA : Sampai segitunya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Benar, Kang Agus. Kan mimpi itu harus diceritakan kepada semua orang. Harapannya, yang mendengar akan turut mendoakan terwujudnya mimpi ini. Dan al-Hamdulillah, kalau pinjem bahasa Kang Iwan Fals, ini bukan “mimpi yang terbeli”. Ini mimpi yang benar-benar nyata. Allah menjawab doa di hati saya dan yang saya tuliskan di status face book saya, entah berapa bulan yang lalu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AFA : Bagaimana Allah menjawabnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Allah Maha Kuasa. Ia menggerakkan hamba-hamba-Nya yang peduli dan punya keinginan sama untuk membantu kita. Lalu “diutus”-lah Search for Common Ground (SFCG) Jakarta, bekerjasama dengan the WAHID Institute dan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), untuk merealisasikan mimpi itu. Inilah hikmah silaturahim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AFA : Bagaimana cerita silaturahim itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Itu panjang. Nggak perlu diceritakan lah. Pada intinya, pihak SFCG memiliki program pendirian radio komunitas untuk pesantren. Mereka akan menyediakan segala perlengkapan siarannya, termasuk juga konsultan radionya. Atas rekomendasi kawan-kawan dari TWI dan P3M itulah Ponpes Qothrotul Falah ditunjuk sebagai mitra (satu-satunya dari Banten). Dan inilah hasil dari komunikasi itu. Karenanya kita harus berterima kasih kepada mereka, yang telah memberikan kepercayaan pada kita semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AFA : Apa sesungguhnya misi yang diemban radio ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Misinya sangat pesantren. Ingin menyampaikan Islam yang rahmat bagi alam atau ramah lingkungan. Ibarat orang makan, kita ini kan makannya satu meja, yaitu buminya Allah. Jamuan dan racikan makanannya pun sama-sama dihidangkan oleh Allah. Kenapa sih, meja makannya sama dan lauknya juga sama kok berantem? Ribut? Bawa pentungan? Melalui radio ini, kita ingin bahagia dan tertawa bersama, tanpa ada ganjalan di hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AFA : Apa lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Kita ingin menyebarkan tradisi pesantren. Ada tahlil, maulid, ziarah, dan sebagainya. Juga kita ingin memyampaikan Islam yang ramah, bukan Islam yang marah. Ini yang harus diruwat dan dirawat oleh pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AFA : Tujuan yang mulia Kang. Kalau soal nama Qi FM, itu filosofinya apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Awalnya kita mau kasih nama QF FM. Tapi orang Sunda susah mengucapkannya. He.. Ada lagi usulan Q Falah FM, tapi kepanjangan. Lalu kita ringkas menjadi Q FM. Ternyata nama ini sudah sangat populer di berbagai belahan dunia. Di Zimbabwe, ada Radio Q FM, demikian juga di Dominika. Di Indonesia sendiri, tepatnya di Tasikmalaya ada Radio Q FM, yang sahamnya milik Yayasan Pendidikan Telkomsel (99 %) dan Koperasi Sumur Bandung (Kosumba, 1%). Ini singkatan dari Quantum FM. Karena alasan itu, lantas Q FM milik pesantren ini kita tambah hurufnya menjadi Qi FM, dengan singkatan Qothrotul Falah FM. Biar mudah diingat dan menancap di hati pendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AFA : Oh begitu... Harapan Kang Enha sendiri pada radio ini apa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Tentu saja saya berharap, radio ini bisa menyebarkan misi pesantren dengan sebaik-baiknya, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Kepada para kru radio, saya berharap bekerjalah untuk umat dengan sebaik-baiknya. Karena radio ini mengemban misi “berkhidmat untuk umat”. Kepada masyarakat, berilah masukan-masukan positif untuk kelangsungan radio ini. Dan pada SFCG, saya berharap supportnya. Ibarat bayi yang baru lahir, tak mungkin bayi ini ditinggalin begitu saja. Perlu diajarin merangkak, jalan, dan lari. Haa... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AFA : Kalau teknik penyiarannya sendiri, apa pihak pesantren sudah menguasainya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : al-Hamdulillah, SFCG memberikan fasilitas pelatihan dengan mendatangkan kawan-kawan aktivis Radio Komunitas Jawa Barat. Ada Kang Adi, Kang Dani, dan Kang Roni. Thank banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AFA : Kalau harapan lain terkait pesantren ini ke depan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Ada satu harapan yang sangat kuat dalam diri saya, yang terus-menerus terbayang, yaitu mendirikan penerbitan. Namanya kita sudah punya, Qi Falah Pustaka atau Qi Pustaka. Naskah-naskahnya sedang kita godok, termasuk hasil tanya jawab agama dengan pengasuh yang dimuat secara berkala di www.qothrotulfalah.com. Nah, untuk yang satu ini, niatannya supaya ketika saya dan kawan-kawan meninggalkan dunia ini, masih tersisa kemanfaatan yang bisa diberikan kepada masyarakat. Al-khaththu yabqa zamanan ba’da shahibih wa katibul khaththi taht al-ardhi madfunun. Teks akan kekal sepanjang zaman, sementara penulisnya hancur lebur terkubur di kolong tanah. Ini cita-cita saya paling dasar yang belum terlaksana. Semoga ada rekan-rekan yang peduli dan berkenan turut membantu muwujudkannya. Tidak mustahil, Allah memberikan kejutan-kejutan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AFA : Mantap Kang. Semoga lekas terlaksana. Kita turut mendoakannya. Mungkin sampai di sini dulu, Kang, ngobrol-ngobrol kita, mengingat waktunya yang sempit. Terima kasih atas kehadirannya di Studio Qi FM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Terima kasih kembali.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-2491288483500151676?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/2491288483500151676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=2491288483500151676&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/2491288483500151676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/2491288483500151676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2012/02/berawal-dari-mimpi-qi-fm-hadir-menebar.html' title='Berawal dari Mimpi, Qi FM Hadir Menebar Keramahan'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-1878487959329232860</id><published>2012-02-11T23:57:00.000+07:00</published><updated>2012-02-12T00:00:41.914+07:00</updated><title type='text'>Muhadharah Akbar On Air di Radio Qi FM</title><content type='html'>Muhadharah (latihan pidato) akbar santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten tahun 2012 ini sangat istimewa dan mengesankan. Tidak hanya penataan panggung dan program acaranya yang menarik karena ditata sebaik mungkin oleh para mudabbir, namun juga karena acara tahunan ini disiarkan langsung di Radio Qi FM, dengan frekuensi 107.70 FM. Ini lantaran permintaan pendengar yang ingin menyimak kegiatan muhadharah santri dari jauh.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Ini baru pertama diselanggarakan sepanjang sejarah muhadharah. Ini berkat dukungan Mang Udong yang paham soal teknik. Tidak hanya itu, informasinya juga disharing lewat face book secara langsung dan dipantau di group Keluarga Pondok Pesantren Qothrotul Falah oleh para alumni,” ujar Ustadz Ahmad Turmudzi, saat berlangsungnya kegiatan ini, di Aula Serbaguna, Kamis (9/2/2012) malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihadiri seluruh santri dan dewan guru, keberlangsungan agenda muhadharah ini diawali dengan pembukaan, lalu disambung pembacaan ayat suci al-Qur’an, shalawat, dan kasidah oleh Tim Kasidah Qothrotul Falah yang baru saja menyabet Juara Pertama Gebyar Maulid tingkat SMP/MTs se-Kec. Cikulur, Cileles dan Cimarga pada Sabtu (4/2/2012) di SMA N 1 Cikulur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agenda lantas disambung sambutan oleh Ustadz Aang Abdurohman, SE atas nama Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Dalam sambutan singkatnya, Putera Pertama Pengasuh ini menyatakan, muhadharah akbar kali ini diselenggarakan bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. “Kita sudah selayaknya mencintai Nabi Muhammad Saw, sebagai junjungan kita. Apalagi saat ini bertepatan dengan bulan maulud,” ujar alumni Ponpes Tebu Ireng Jombang dan Ponpes Lirboyo Kediri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya, siapapun yang tidak mencintainya, bukanlah termasuk golongan umat Nabi Muhammad SAW. “Akhir Februari 2012 ini kita insya Allah juga akan mengadakan kegiatan Maulid Nabi. Nanti para santri wajib mengenakan sarung, peci, dan koko,” ujarnya disambut tawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa Maulid Nabi itu penting?” tanyanya. “Ini karena Nabi Muhammad SAW adalah pemungkas para nabi. Maka kelahirannya penting untuk dimuliakan, karena kelahirannya dinanti-nantikan oleh makhluk seluruh alam raya ini,” jawabnya menimpali dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Sarjana Ekonomi jebolan Universitas Tribakti Kediri ini juga menyinggung Radio Qi FM, yang baru dua hari mengudara. “Jarang pondok pesantren punya radio,” katanya disambut tawa hadirin. “Radio ini bisa menjadi media untuk berdakwah kepada masyarakat. Bisa ngaji kitab lewat radio, belajar Bahasa Inggris juga lewat radio. Kita harus bersyukur atas hadiah dari Allah SWT ini,” ungkapnya senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai sambutan Ustadz Gaban – sapaan akrabnya – acara dilanjutkan ceramah dai cilik Tb. Ahmad Munawir (siswa kelas VIII MTs Qothrotul Falah) yang membawakan tema “Menghormati Orang Tua”. Lantas dilanjutkan public speaker, dengan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Diawali oleh Siti Muflihah (siswi Kelas XI SMA Qothrotul Falah, asal Tenjo Lebak) dengan Bahasa Inggris yang membawakan tema “Islam between Peace and War”, disambung oleh Moh. Rofki dalam Bahasa Arab, dan seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemani snack dan minuman penghangat, malam yang dinginpun tak terasa cepat larut. Para santripun tampak semangat mengikuti jalannya acara ini dari awal hinggal usai. Goooodddd![enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-1878487959329232860?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/1878487959329232860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=1878487959329232860&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1878487959329232860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1878487959329232860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2012/02/muhadharah-akbar-on-air-di-radio-qi-fm.html' title='Muhadharah Akbar On Air di Radio Qi FM'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-346597205208099003</id><published>2012-02-09T13:03:00.000+07:00</published><updated>2012-02-09T13:05:35.894+07:00</updated><title type='text'>Tim Kasidah Sabet Juara Pertama Gebyar Maulid</title><content type='html'>Beberapa hari terakhir, kabar yang muncul dari Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten adalah kabar kesedihan. Dari pohon tumbang yang menghancurkan atap ruang guru sampai ambruknya jembatan penyeberangan balong santri. Kali ini, kabar gemberi hadir dari Tim Kasidah Santri, yang berhasil menyabet Juara Pertama Gebyar Maulid tingkat MTs/SMA se-Cikulur yang diselenggarakan oleh SMAN 1 Cikulur Lebak Banten, Jum’at (3/2/2012).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dibiduani Elis Nur Fadhilah, tim kasidah yang terdiri dari siswi kelas VIII dan IX MTs Qothrotul Falah ini tampil percaya diri. Mengenakan seragam ala daerah, mereka tampil mengesankan dewan juri dan karenanya berhasil menyingkirkan kontestan lainnya. Inilah keberhasilan yang ke sekian kalinya diraih oleh tim kasidah binaan Ustadz Udong Khudori ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas kemenangan ini, mereka berhak menggondol piala dan sejumlah uang pembinaan. Tak hanya itu, sanjungan dari Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hanbali pun didapatkan. “Sukur ya, kalian bisa menang. Insya Allah nanti akan kita pikirkan untuk membeli alat-alat dan seragam lagi biar lebih semangat,” ujarnya tatkala menemui mereka di pesantren usai perlombaan.&lt;br /&gt;\&lt;br /&gt;Sebagai keharusan juara pertama, mereka diwajibkan tampil pada Peringatan Maulid Nabi SAW yang diselenggarakan oleh pihak SMAN 1 Cikulur, Sabtu (4/2/2012). Dalam kesempatan tampil pagi itu, ada kejadian yang unik, yang tak biasanya mereka dapati. Apa gerangan? SAWERAN penonton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Awalnya saya maju, lalu buka dompet, dan nyawer Rp. 50 ribu. Eh, lalu Pak Camat Cikulurpun ikut nyawer Rp. 100 ribu. Lantas Pembina OSIS SMAN 1 Cikulur pun tak mau kalah nyawer Rp. 20 ribu. Ini jarang terjadi dan bisa menjadi motivasi mereka. Yang penting jangan menjadikan saweran sebagai tujuan,” ujar Kepala MTs Qothrotul Falah, Tanto Haryanto, sembari tertawa saat menemui Pengasuh di lapangan Pondok Pesantren Qothrotul Falah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang saweran yang terkumpul, lantas mereka belikan bakso ramai-ramai ke Rangkasbitung, diantar oleh Ustadz Ahmad Amrullah. Lumayan, perut padat, prestasi didapat. Tak hanya itu, Siva Siva Rizki, siswa kelas IX MTs Qothrotul Falah juga berhasil menyabet dua juara, Juara Ketiga Azan dan Juara Ketiga Qiraah. “Kalau digabung, juara Siva ya jadi enam,” gurau Asep, kawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke anak-anak, terus berkreasi dan senantiasalah berprestasi. Lumayan, bisa makan bakso tanpa mengeluarkan fulus. He..[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-346597205208099003?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/346597205208099003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=346597205208099003&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/346597205208099003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/346597205208099003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2012/02/tim-kasidah-sabet-juara-pertama-gebyar.html' title='Tim Kasidah Sabet Juara Pertama Gebyar Maulid'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-6203631630610054401</id><published>2012-02-09T13:00:00.000+07:00</published><updated>2012-02-09T13:03:08.266+07:00</updated><title type='text'>Menempati Frekuensi 107.70, Q FM Mulai Mengudara</title><content type='html'>Radio Komunitas Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, yang bernama Q FM, mulai mengudara  sejak Selasa (7/2/2012) malam. Radio Komunitas hasil kerja bareng dengan Search for Common Ground (SFCG) Indonesia ini menempati frekuensi 107.70 FM dan menjangkau wilayah Kecamatan Cikulur, Kecamatan Warunggunung, Kecamatan Cibadak dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengudara, tim dari SFCG beserta konsultan Radio Komunitas, terlebih dahulu melakukan instalasi radio (meliputi pemasangan pemancar, alat-alat siaran, dan sebagainya). Terdiri dari Suraji (SFCG), Adi (Ketua Jaringan Radio Komunitas Jawa Barat), Dani (Penyiar Radio Pass Bandung), dan Roni (Penyiar Radio Cibangkong), mereka berkerja keras untuk mengudarakan Radio Komunitas kebanggaan Pondok Pesantren Qothrotul Falah ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, selama tiga hari, sejak Senin-Rabu (6-8/2/2012) mereka juga melakukan pelatihan penyiaran, pembuatan berita, jinggel dan sebagainya. Orang-orang “gila” radio ini tampak semangat bekerja siang malam demi kelangsungan Q FM. “Terima kasih akang-akang yang bekerja keras untuk Q FM. Dahsyat pokoknya,” ujar Eneng Atikoh, Ketua Radio Komunitas Q FM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai pelatihan dasar teknik-teknik keradioan, siaranpun dilangsungkan sebagai uji coba. Yang menjadi penyiar perdana, Selasa malam, adalah Eneng Atikoh yang akbrab disapa Miss Neng dan Agus F. Awaluddin yang akrab disapa Kang Agus. Keduanya guru-guru di Pondok Pesantren Qothrotul Falah, yang memiliki skill jurnalistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respon pendengarpun tampak ramai masuk ke meja redaksi. Ada yang memuji, mengirim salam, kangen-kangenan, dan sebagainya. Mereka berasal dari seputar Tajur, Cibuah, Muncang Kopong, bahkan Mandala, dan sebagainya. “al-Hamdulillah, mulai siaran sudah ada respon dari pendengar. Ini menyenangkan,” ujar Kang Agus, penyiar perdana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, ramai juga ya. Ini bisa menjadi tali silaturahim antara pesantren dengan alumni dan warga masyarakat. Dan yang penting kemanfaatannya bisa dirasa,” ujar Miss Neng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui kerjasama dengan SFCG ini, Q FM berupaya menyebarkan informasi publik yang bermanfaat buat masyarakat, baik kesehatan, pertanian, agama, dan sebagainya. Bahkan diantara yang menjadi konsen Q FM adalah menyebarkan ajaran agama yang ramah lingkungan dan menjunjung tinggi penghargaan pada kebhinekaan. Termasuk juga sebagai ajang curhat positif bagi muda-muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tujuan itu, maka beragam acara dikemas. Ada info pagi, diskusi tokoh, bedah buku, info kesehatan, dan banyak lagi. “Semoga ke depan, acara-acara lain bisa terus kita kembangkan sehingga keberadaan radio ini kian bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Miss Neng, yang pernah magang di Prambors FM ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, semoga Q FM yang mengampanyekan diri sebagai Green Radio (radio peduli lingkungan) ini kian menyemarakkan syiar Pondok Pesantren Qothrotul Falah dan kemanfaatan pesantren inipun lebih terasakan oleh masyarakat. Semoga![enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-6203631630610054401?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/6203631630610054401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=6203631630610054401&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6203631630610054401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6203631630610054401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2012/02/menempati-frekuensi-10770-q-fm-mulai.html' title='Menempati Frekuensi 107.70, Q FM Mulai Mengudara'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-2415323194397412374</id><published>2012-01-29T10:27:00.001+07:00</published><updated>2012-01-29T10:29:20.966+07:00</updated><title type='text'>Pudarnya Ke-wara’-an Pemimpin Kita</title><content type='html'>Oleh Nurul H. Maarif*&lt;br /&gt;Seorang sufi, Abu Ishaq al-Syairazi, suatu hari, hadir di sebuah masjid untuk turut serta menyantap hidangan, sebagai bagian dari tradisi yang berkembang di masyarakat kala itu. Usai menyantap makanan, iapun undur diri pulang ke rumah. Tanpa sadar, ia telah meninggalkan dinarnya di masjid. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan pulang, ia teringat dinarnya yang tidak lagi berada di kantongnya. Iapun memutar arah balik lagi ke masjid untuk mencarinya. Di masjid, ia melihat dinar yang tergeletak di atas lantai, tepat di bekas tempat duduknya. Ketika hendak memungutnya, tiba-tiba ia mengurungkan niatnya dan bahkan tak menyentuhnya sedikitpun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rubama waqa’a min ghairi wa la yakunu dinari/Boleh jadi, dinar itu jatuh bukan dari kantongku. Dan boleh jadi, itu bukan dinarku,” batinnya hati-hati sembari melangkah pulang meninggalkan dinar yang tergeletak itu. Ia takut, kalau-kalau ternyata ia memungut dinar yang bukan haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah yang diriwayatkan Imam Nawawi dalam Tahdzib al-Asma’ (I/173) dan dinukil kembali oleh Ahmad Farid dalam Tazkiyah al-Nufus (hal. 30), ini sungguh menggetarkan jiwa orang-orang beriman. Bagi lumrahnya orang seperti kita, apalagi dinar (barang) yang kita duga milik kita, yang nyata-nyata temuan atau bahkan jelas-jelas bukan milik kita saja, kita dengan tenang dan tiada perasaan berdosa berani mengambilnya. Tak jarang keberanian ini dilakukan berkali-kali dan terus menyandu, hingga akhirnya menggumpal menjadi kebiasaan korupsi. Lantas mendarah daging dan mengurat nadi. Pun menjadi kangker yang sulit terobati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, nyatanya, itulah kehati-hatian seorang arif besar bernama Abu Ishak al-Syairazi, yang lebih mementingkan status makanan yang masuk ke dalam kerongkongannya, ketimbang memenangkan nafsu duniawinya yang sesaat. Bagi seorang arif, sebagaimana dijelaskan ‘Abdullah bin ‘Alawi al-Haddad (Risalah al-Mu’awanah, hal. 34), makanan diyakini akan menghadirkan kekuatan, kekuatan akan memunculkan gerak dan gerak akan melahirkan ibadah. Jika yang disantap makanan haram (baik haram karena materinya maupun karena cara memperolehnya), maka kekuatan, gerak dan aneka rupa ibadah yang timbul darinya juga haram. Konsekuensinya, Allah SWT akan menolaknya mentah-mentah. Kondisi ibadah yang demikian ibarat membangun rumah di atas buih lautan, menurut Ibn Ruslan dalam al-Zubad-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan saking hati-hatinya, seorang bijak bestari bernama al-Harits al-Muhasibi (w. 243 H) memiliki kisah yang lebih unik lagi. Tatkala tangannya memegang barang syubhat (tak jelas status halal atau haramnya), urat tangan dan jemarinya bergetar, berkeringat dan tak berfungsi. Makanan yang dipegangnya pun sontak jatuh ke tanah. Bila memakan barang yang tak halal, tenggorokannya tak bisa menelannya, sehingga ia memuntahkannya. (Tulus Tanpa Batas, hal. 8). Inilah proteksi yang dikaruniakan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang bijak bestari, yang teguh memegang ke-wara’-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Pemimpin Kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman modern yang serba permisif dan hedonis ini, perilaku wara’ – menghindari makanan yang haram dan syubhat (Syeikh Nawai Banten, al-Futuhat al-Madaniyyah fi al-Syu’ab al-Imaniyyah, hal. 15) – seperti yang ditunjukkan para bijak bestari itu, mungkin hanya dianggap dongeng pengantar tidur belaka; untuk menyeyakkan tidur anak-anak kecil. Atau, bahkan dinilai sebagai utopia belaka. Kenyataannya, kearifan seperti ini memang sudah demikian sulitnya ditemui di tengah kehidupan modern ini. Jika Rasulullah SAW menyatakan “cinta dunia adalah pangkal kerusakan”, maka kita malah menggandrunginya, bukan menjauhinya. Dan inilah yang nampak nyata kini, terutama di kalangan para pemimpin kita yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, tak heran, pada zaman ini banyak yang bilang, apalagi yang halal, yang haram saja susah diraih. Alasan yang mengada-ada ini lantas menjadi dasar untuk berbuat semaunya; yang tak jarang merugikan banyak kalangan. Benar belaka kata Rasulullah SAW; akan datang suatu zaman, orang tidak lagi peduli dari mana mendapatkan rizkinya, baik dari jalan halal maupun haram. (HR Abu ‘Isa al-Tirmidzi). Hari kian hari, kehati-hatian dalam mencari rizki kian pudar saja dari diri kita. Yang penting perut kenyang, apapun akan dilakukan. Persetan dengan aturan agama!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran pula, jika karenanya, Mahatma Gandhi menyatakan: “Bumi dan isinya cukup untuk memberi makan seluruh makhluk yang hidup di dalamnya, tapi tidak cukup untuk memberi makan satu orang yang rakus.” (Paku Bumi, dari Lebak untuk Ibu Pertiwi, hal. 143). Kerakusan inilah yang akan menggiring dunia ini pada kerusakan dan kebangkrutan akut dalam berbagai sendinya. Jika satu orang rakus saja sudah cukup merusak seluruh isi alam raya, apa jadinya kalau di atas muka bumi ini terdapat ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang yang rakus?  Tentu saja kehancuran dunia akan kian cepat terwujud. Potensi “sunami kebangkrutan” ini yang semestinya ditanggulangi oleh semua pihak dengan penuh kearifan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ironis dan mirisnya, jujur saja, suka tidak suka, tidak sedikit pemimpin kita yang justru menjadi bagian dari kerusakan ini. Keteladanan yang sejatinya harus melekat dalam diri mereka, malah tak lagi menampak. Ke-wara’-an pun telah lama pudar, atau bahkan memang tidak ada sama sekali sedari awal dalam diri mereka. Orientasi duniawi pun menjadi target utama kepemimpinannya. Kepentingan rakyat diletakkan dalam urutan kesekian setelah hajat nafsunya terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, lantas muncul berbagai tindak korupsi, semisal kasus Bank Century, Wisma Atlet, Wisma Hambalang, hura-hura renovasi ruang rapat miliaran rupiah, dan sangat banyak lagi. Pengorupsian dan penghamburan dana besar yang terjadi karena tidak adanya skala prioritas kebutuhan, dan lantaran adanya nafsu hedonis tanpa peduli pihak lain inilah tanda-tanda telah memudarnya ke-wara’-an itu. Bisa dipastikan, jika ke-wara’-an memudar, kebangkrutan negeri ini benar-benar telah diambang pintu. Kekayaan alam akan habis dihisap kerakusan mereka. Dan itu baru yang terjadi di pusat, belum lagi yang terjadi di lingkungan pemerintah daerah di seluruh penjuru negeri tercinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya, aliran darah, pikiran, dan hati pemimpin – siapapun dia – selalu bersuara: rakyat, rakyat, dan rakyat. Mereka tidak bisa tertidur pulas jika rakyatnya sengsara. Pun, tidak bisa bersenang-senang kala rakyatnya menderita. Sebab, kepemimpinan sesungguhnya diukur dari dampak kesejahteraan yang timbul bagi rakyatnya. “Pemimpin adalah pelayan rakyat,” pesan Rasulullah SAW. Fungsi pemimpin adalah melayani rakyat, bukan dilayani apalagi membangkrutkan mereka dengan tindak korupsi dan kejahatannya. Namun, apa yang kita saksikan selam ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip Syeikh Nawawi Banten dalam karyanya Kasyifah al-Saja (hal. 6), Ibnu Atoillah al-Sakandari, arif besar penulis Kitab al-Hikam, menyatakan: “Diantara tanda-tanda hati yang mati adalah tiadanya kesedihan tatkala melanggar ketaatan dan tiadanya penyesalan tatkala mengerjakan pelanggaran.”  Dengan uraian yang lebih luas, jika kehidupan para pemimpin kita saat ini tidak lagi beredar pada garis orbitnya untuk mensejahterakan rakyat, maka sejatinya mereka telah melakukan pelanggaran etika sebagai pemimpin. Jika pelanggaran ini tidak membuatnya bersalah atau menyesal, berarti hatinya telah beku dan bahkan mati. Hati yang mati, terang saja, tidak akan mampu membuat dunia ini terang benderang. Rakyatpun tidak akan beraih kemaslahatan apapun dari hati yang gelap gulita. Inilah kunci pokok kerusakan bangsa ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, masihkah tersisa ke-wara’-an di hati para pemimpin kita, sehingga mereka lebih memikirkan kesejahteraan rakyat ketimbang mengejar hajat duniawinya? Bukankah Rasulullah SAW menyatakan; “sebaik-baik agama kalian adalah wara’” dan “tiada kebaikan bagi manusia, jika tiada wara’ dalam dirinya”? Semoga, Allah SWT segera menghadirkan buat kita pemimpin yang acuh pada kepentingan duniawi sesaat dan sungguh peduli pada kesejahteraan rakyat. Pemimpin yang lebih siap sengsara dan menderita, ketimbang lebih siap hidup senang dan bahagia. Pemimpin yang tidak bisa tidur lantaran memikirkan nasib dan masa depan rakyatnya. Wa Allah a’lam.[] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Radar Banten&lt;/span&gt;, 27 Januari 2012)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-2415323194397412374?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/2415323194397412374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=2415323194397412374&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/2415323194397412374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/2415323194397412374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2012/01/pudarnya-ke-wara-pemimpin-kita.html' title='Pudarnya Ke-wara’-an Pemimpin Kita'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-1462828182033198699</id><published>2012-01-22T08:08:00.000+07:00</published><updated>2012-01-22T08:09:19.199+07:00</updated><title type='text'>Aku, Engkau, Kita, Adalah Keluarga</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh Nurul H. Maarif*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;DIKISAHKAN, paskawafat Sufi Besar Abu Bakar al-Syibli (w. 334 H), konon beliau hadir dalam mimpi sahabatnya. Dalam mimpi itu, al-Syibli yang dijuluki majnun atau Si Gila, ditanya perihal kehidupannya setelah meninggal. Ia lantas menuturkan dialognya dengan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Abu Bakar al-Syibli, tahukah engkau, atas dasar apa Aku mengampuni dosa-dosamu?” tanya Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena kesalehan amalku,” jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena ketulusan ibadahku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena hajiku, puasaku dan shalatku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena hijrahku bersama orang-orang saleh/suci dan karena pencarian ilmu yang aku jalani”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Syibli pun gamang. Ia telah berusaha menjawab atas dasar apa Allah SWT mengampuninya, namun segala amalan terbaik yang telah dipersembahkannya, ternyata tidak menyebabkannya diampuni. Dalam penasarannya, ia menghiba untuk mendapatkan jawaban dari-Nya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuhanku, lantas karena apa?” tanya al-Syibli tak mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingatkah engkau, tatkala tengah berjalan di pedusunan Baghdad, engkau mendapati seekor kucing kecil yang lemah karena kedinginan. Ia meringkuk sangking dinginnya. Lantas engkau menaruhnya di kantong yang engkau bawa, karena kasih sayangmu dan untuk melindunginya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar, wahai Tuhanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena belas kasihmu pada kucing kecil itulah, aku mengasihimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah yang menggetarkan iman ini tercantum dalam Kitab Syarah Nashaih al-‘Ibad (hal. 8), karya Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi (lebih populer dengan Syeikh Nawawi Banten). Kisah serupa terjadi pada Imam Muhammad al-Ghazali (w. 505 H) dengan lalatnya, yang juga diterangkan dalam kitab yang sama. Jalur transmisi kisah-kisah ini sangat spiritual, yang karenanya tidak bisa diukur secara akademik. Itu sebabnya, kebenaran kisah-kisah ini masih membuka ruang diskusi. Tak heran, jika sebagian menolak dan sebagian lain menerima, bahkan mengaguminya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Saya sendiri tidak terlalu peduli benar tidaknya kisah itu. Saya lebih memilih tenggelam untuk men-tadabburi atau merenungi makna luhur yang terselip di baliknya, ketimbang sibuk mendiskusikan statusnya, untuk kemudian saya amalkan dalam keseharian. Toh, yang jelas, kisah itu dicatat oleh Syeikh Nawawi Banten – ulama Nusantara asal Tanara Banten yang representatif dan diakui keagungannya oleh kalangan muslim baik di dalam maupun luar negeri. Jika beliau saja menerimanya, kenapa saya yang hina dan dangkal keilmuannya ini menolaknya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kisah kasih sayang al-Syibli pada kucing kecil di atas juga sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Ahmad bin Hanbal dalam karyanya, Musnad Ahmad bin Hanbal. Beliau bersabda: “Orang-orang yang menyayangi akan disayangi Tuhan Yang Maha Penyayang. Sayangilah penduduk bumi, maka kalian akan disayangi penduduk langit.” Sabda ini menunjukkan, kasih sayang Allah SWT akan diberikan kepada siapapun yang menyanyangi, mengasihi dan melindungi makhluk-Nya; baik tetumbuhan, hewan maupun (terlebih) manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, makna tersirat apa yang bisa kita petik dari kisah heroik al-Syibli dengan kucing kecil itu? Pertama, tidak seharusnya kita menyombongkan diri sebagai yang terbaik hanya karena ibadah-ibadah yang telah kita tunaikan. Dalam kisah di atas, ternyata ibadah-ibadah atau ritual-ritual yang dijalani al-Syibli tidak lantas bisa menghadirkan cinta Allah SWT. Sebaliknya, Yang Maha Kasih lebih melirik kepedulian dan ketulusan al-Syibli menolong kucing kecil yang terancam mati kedinginan. Itu sebabnya, Islam mengajarkan “berlombalah dalam kebaikan”, baik dalam ritual, sosial-kemasyarakatan maupun yang lain. Pasalnya, kita tidak pernah tahu, perilaku bagian mana yang membuat Allah SWT mengasihi dan mengampuni kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,  sebagai manusia, tidak semestinya kita hanya peduli dan perhatian pada manusia, apalagi hanya pada yang seagama. Pada makhluk Allah SWT selain manusia, kita juga harus peduli, apalagi kepada manusia. Kepedulian sosial memang selayaknya tidak boleh pandang latar belakang; baik agama, status sosial, suku, maupun yang lain. Islam sendiri memandang, kelebihan manusia bukan terletak pada sisi lahiriahnya, melainkan hati dan perilakunya. Nabi Muhammad SAW bersabda: Tuhan tidak melihat tampang dan fisik kalian, melainkan melihat hati dan perilaku kalian. Itu sebabnya, beliau mengajarkan, tidak ada kelebihan orang Arab dibanding orang ‘ajam (non-Arab), orang kulit putih dibanding orang kulit hitam, lelaki dibanding perempuan, tuan dibanding budak, dan begitu seterusnya. Kelebihan terjadi hanya karena ketakwaan dan kemanfaatannya bagi makhluk Allah SWT lainnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Quran Surah al-Hujurat ayat 13, Allah SWT berfirman: “Hai manusia, Aku ciptakan kalian dari golongan laki-laki dan perempuan, dan Aku jadikan kalian bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar kalian saling mengenal. Sesungghnya yang paling mulia diantara kalian adalah yang paling bertakwa.” Ayat ini dengan tegas menunjukkan, kemulian tidak hadir karena kelelakian atau keperempuanan, kesukuan atau kebangsaan, melainkan karena ketakwaan dan implikasi sosialnya. Syeikh Abdul Kadir Jailani menyatakan, “Kalian mengaku beriman, namun keimanan kalian tidak sah selama kalian memiliki makanan berlebih. Lalu, saat ada pengemis di depan pintu rumah kalian, kalian mengusirnya karena takut rugi.” (al-Fath al-Rabbani, hal. 140). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketiga, ibadah indivual (ritual keagamaan yang manfaatnya dirasakan diri sendiri) itu kalah luhur dibanding ibadah sosial (ritual keagamaan yang manfaatkan dirasakan makhluk lain, semisal yang dilakuan al-Syibli pada kucing kecil). Dalam Islam, dikenal adagium: al-muta’addi afdhal min al-qashir (ibadah yang manfaatnya dirasakan makhluk lain, itu lebih utama ketimbang ibadah yang manfaatnya dirasakan diri sendiri). Ibadah ritual setiap hari, namun tetangganya yang miskin, melarat atau sakit diacuhkan, maka ibadah itu tidak lagi memiliki nilai luhur.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan besarnya; kenapa pada makhluk Allah SWT – apapun bentuknya, manusia, binatang yang dihormati maupun yang dihina atau tetumbuhan – kita harus mengasihi? Jawabannya, antara lain, ditemukan dalam sabda Nabi Muhammad SAW. Dikutip Abdullah bin ‘Alawi al-Haddad dalam Kitab Risalah al-Mu’awanah, beliau bersabda; al-khalqu kulluhum ‘iyalullah wa ahabbuhum ila Allah anfa’uhum li’iyalihi (seluruh makhluk adalah keluarga Allah SWT; dan yang paling dicintai-Nya adalah yang paling bermanfaat untuk keluarganya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, aku, engkau, dan kita, adalah keluarga besar, yang sama-sama “lahir” dari rahim dan kerahiman Tuhan. “Orang tua” kita adalah Dia. Rumah kita adalah dunia. Dan tempat kembali kita setelah tuntas menjalani kehidupan ini adalah pangkuan-Nya. Jika demikian, sebagai keluarga besar, pantaskah kita bermusuhan, sementara kita memiliki orang tua yang sama dan rumah yang satu? Pantaskah dan tegakah kita membunuh saudara kandung kita sendiri, hanya karena alasan berbeda? Hanya orang picik, kerdil dan telah sirna kasih sayangnya saja yang tega melakukannya. Dan ini tidak layak disebut orang beragama yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku, engkau, dan kita, adalah keluarga, sudah selayaknya kita saling bahu-membahu membangun keutuhan dan kerukunan keluarga besar kita, sehingga “orang tua” kita bangga. Jangan sampai “orang tua” kita murka dan menghukum kita, karena perteruan tak berujung antara kita dengan saudara-saudara kita. Pun, jika ada saudara kita yang lemah dan membutuhkan uluran tangan; aku, engkau, dan kita, karena keluarga, juga sudah semestinya saling bahu-membahu membantu. Tidak seharusnya, karena saudara kandung kita berbeda status sosial atau aktivitasnya, kita lantas memusuhinya dan seakan-seakan tiada lagi  ikatan kekeluargaan. Tidakkah kita malu dengan Abu Bakar al-Syibli yang begitu peduli pada kucing kecil yang terancam mati kedinginan, padahal ia hanyalah seekor hewan? Bukankah aku, engkau, dan kita, adalah keluarga? Wa Allah a’lam.[] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Santri Ponpes Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten&lt;br /&gt;(Radar Banten, 20 Januari 2012)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-1462828182033198699?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/1462828182033198699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=1462828182033198699&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1462828182033198699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1462828182033198699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2012/01/aku-engkau-kita-adalah-keluarga_22.html' title='Aku, Engkau, Kita, Adalah Keluarga'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-6168220654027706556</id><published>2012-01-22T07:55:00.000+07:00</published><updated>2012-01-22T07:57:00.967+07:00</updated><title type='text'>Fauzul dan Siti Muflihah Nahkodai Dewan Kerja</title><content type='html'>Dewan Kerja (DK) Bantara SMA Qothrotul Falah Ambalan Umar bin Abdul Aziz dan Siti Khadijah kini memiliki nahkoda baru. Fauzul Iman Muzayid (santri asal Ciputat Tangerang) dan Siti Muflihah (santri asal Tenjo Bogor) terpilih sebagai Ketua DK laki-laki dan perempuan, dalam pemilihan yang berlangsung demokratis, Sabtu (21/01/2012) malam, di Majelis Puteri Pondok Pesanten Qothrotul Falah. Hadir jajaran dewan guru baik MTs maupun SMA Qothrotul Falah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan ketua yang dibimbing Ustadz Agus F. Awaluddin ini menghadirkan empat calon; Fauzul Iman Muzayid, TB Didin Saiful Ali, Siti Muflihah dan Siti Komariah. Dengan tema “Pemimpin, Siap Memimpin dan Siap Dipimpin”, pemilihan yang berlangsung seru ini diawali sambutan Mabigus SMA Qothrotul Falah, Nuru H. Maarif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya, ia berharap pemilihan Ketua DK ini dijadikan sebagai ajang berlatih mengemban amanah. “Yang menang berarti mendapat limpahan amanah dari rekan-rekannya, untuk mengelola aktivitas kepramukaan di pesantren ini dengan sebaik-baiknya. Karenanya, ingatlah, kepempimpinan itu ada tanggungjawab moral-spiritualnya. Dengan kebersamaan, insya Allah semuanya bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurul H. Maarif lantas menceritkan teladan-teladan kepemimpinan pada zaman Nabi Muhammad dan para shahabat. “Pada intinya, pemimpin itu harus paling siap sengsara, merana, nestapa, dan paling terakhir bahagia. Itulah keteladanan kepemimpinan Nabi Muhammad dan para shahabat. Jika kita siap seperti itu, insya Allah pintu kesuksesan tinggal menunggu dibukanya saja,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ustadz Agus F. Awaluddin, dalam sambutannya menyatakan, pemimpin haruslah dipilih dari sosok yang paling dipercaya. “Karenanya, pemilihan harus melibatkan hati nurani. Jangan ada money politic seperti pemimpin-pemimpin kita di atas,” katanya menyindir, disambut tepuk tangan hadirin. “Juga, harus yang serius dan dapat dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Agus juga berharap, calon yang terpilih ikhlas dan yang tidak terpilih legowo. Lantas, jalinlah kerja sama sebaik-baiknya. “Jangan ada ungkapan; saya tidak memilih dia kok. Ini yang akan bikin rusak sistem kepemimpinan,” ujarnya berharap. “Mudah-mudahan pemilihan ini lebih baik lagi dan pramuka Qothrotul Falah lebih bagus lagi,” sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai prakata Ketua KPU, agenda dilanjutkan dengan penyampaian visi dan misi calon ketua. Secara bergiliran, Fauzul, Didin, Siti Muflihah, dan Siti Komariah, menyampaikan rencana-rencana dan target-target kepemimpinannya jika terpilih. Barulah setelahnya diselenggarakan pemungutan suara, dengan konstituen anggota Bantara dan para dewan guru. Terpilihlah Fauzul Iman Muzayid dan Siti Muflihah dengan selisih suara cukup tinggi, mengalahkan lawan-lawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutan perdananya, Ketua DK laki-laki, Fauzul berharap, semoga visi dan misinya bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya. “Thank buat kawan-kawan semua. Semoga, sesuai Dasadarma Pramuka, saya bisa bertanggungjawab dan dapat dipercaya,” pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang Ketua DK perempuan, Siti Muflihah, berharap dirinya bisa mengemban amanah yang dibebankan oleh para anggota, untuk tujuan memajukan pesantren. Tak ketinggalan pula, ia berharap dirinya selalu dirangkul jika melakukan kekeliruan atau menjalankan roda kepemimpinan tidak sesuai orbitnya. “Ingatkan saya, kalau saya salah,” pintanya, layaknya pidato kekhalifahan Abu Bakar al-Shiddiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon yang tidak terpilih, Didin dan Siti Komariah, dalam sambutannya menyatakan dirinya legowo dan akan mendukung penuh ketua terpilih. “Kalau lawannya bukan saya, mungkin Fauzul nggak akan menang,” ujarnya disambut tawa. “Walaupun saya kalah, inilah pengalaman terbaik saya. Di luar pesantren, belum tentu saya dicalonkan,” katanya. “Semoga yang jadi pemimpin, itulah yang terbaik buat kita,” ujar Siti Komariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sip lah. Semoga seluruh harapan kalian dan kita semuanya terkabul, sehingga kemajuan bisa kita unduh.[enha] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-6168220654027706556?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/6168220654027706556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=6168220654027706556&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6168220654027706556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6168220654027706556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2012/01/fauzul-dan-siti-muflihah-nahkodai-dewan.html' title='Fauzul dan Siti Muflihah Nahkodai Dewan Kerja'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-1904930412281097457</id><published>2012-01-17T11:38:00.000+07:00</published><updated>2012-01-17T11:40:30.543+07:00</updated><title type='text'>Penjaga Tradisi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh Fauzul Iman Muzayid*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari apa yang paling panjang nan indah? Tentu jawabannya hari Jum’at. Kalau tidak percaya, tanya saja sama Arju dan Asep. Kalau masih tidak percaya lagi, tanya saja sama santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah (QF) Cikulur Lebak Banten.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hari Jum’at adalah weekend bagi para santri. Surat izin keluarpun mudah didapatkan. Bisa dipastikan, pondok bakalan sepi kayak kuburan pada hari Jum’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rutinitas keluar pondok tiap hari Jum’at sudah seperti kewajiban bagi para santri. Maklum, setiap hari mereka bergelut dengan hafalan-hafalan pelajaran dan peraturan pondok yang ketatnya minta ampun. Jadi, wajarlah otak mereka membutuhkan refreshing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arju al-Farizi dan Asep Saifuddin adalah santri Pondok QF yang berniat izin keluar untuk bersilaturahim ke rumah kakak alumni mereka yang bernama Mang Irul. Di mata mereka berdua, silaturahim adalah media yang tepat untuk menyalurkan hasrat keluar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bernilai sunnah, silaturahim sama artinya dengan penghematan. Mereka cukup sedia uang buat transport. Sementara keperluan makan dan minum, tuan rumah dijamin bakal kasih geratisan. Soal geratisan mereka jagonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arju dan Asep sudah berdiri di halte bis depan pondok. Seperti biasa, mereka mengenakan atribut kebesaran; kopiah hitam, baju muslim dan sarungan. Mereka berdua memang sedang menjaga tradisi pesantren. Ke manapun mereka pergi selalu mengenakan identitas resmi mereka, yaitu menjadi seorang santri tulen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ju, ada bis tuh. Ayo kita cegat,” ucap Asep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo cepetan. Bisnya sudah dekat,” jawab Arju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bis semakin mendekat dengan mereka. Tapi apa yang terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wrooonnggg.... wrooonnngggg.... wrooonnngggggg..... Bis itu bukannya mengurangi kecepatan, malah melaju semakin cepat. Wuuuzzzzz.... Bis terus melaju dengan kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan menghentikan bis, dulu tak pernah mereka alami. Semenjak mereka berikrar untuk menjaga tradisi lama kaum santri salafi (tradisional), sopir dan kenek bis tidak mau berhenti, hanya karena risih melihat dandanan mereka yang nyentrik; sarungan dan kopiahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, banyak santri yang sudah tidak pede pakai kopiah, baju muslim dan sarungan saat keluar pondok. Mereka lebih suka mengganti sarung dengan celana jeans. Baju muslim dengan t-shirt. Dan kopiah dengan topi kayak rapper. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan santri di pondok ini sebenarnya karena pengaruh trend yang harus berubah. Dulu, pondok QF terletak di sudut kampung. Sekelilingnya hamparan sawah yang luas. Kini, sawah-sawah itu telah berubah menjadi kompeks perumahan, pusat hiburan dan perbelanjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan itulah yang membuat citra santri yang sederhana dan apa adanya mulai hilang. Itulah yang menyebabkan mereka berdua nekad untuk menjaga tradisi santri. Misalnya, mereka lebih memilih tinggal di gubug yang reot, daripada tinggal di bangunan lantai tiga, mengganti lampu listrik dengan lampu teplok dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjam-jam mereka menunggu bis. Tidak terasa, hari beranjak sore. Mereka belum juga mendapatkan bis, sampai akhirnya mereka mengurungkan niatnya untuk bersilaturahim ke rumah Mang Irul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mereka tak pernah menyerah untuk menjaga tradisi santri yang terkesan sederhana; bersarung dan berkopiah. Sabar, sabar dan sabar. Itulah kata yang selalu mereka ucapkan, yang selalu bersemangat untuk menjaga tradisi dan tidak akan pernah menyerah. Semangat terus Arju dan Asep![] &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;*Siswa Kelas XI IPA SMA Qothrotul Falah, asal Ciputat Tangerang Banten&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-1904930412281097457?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/1904930412281097457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=1904930412281097457&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1904930412281097457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1904930412281097457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2012/01/penjaga-tradisi.html' title='Penjaga Tradisi'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-7967746448031763322</id><published>2012-01-17T11:29:00.002+07:00</published><updated>2012-01-17T11:47:36.949+07:00</updated><title type='text'>Jeritan Kematian</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh Muhammad Bahri*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakaratul maut merupakan masa-masa terakhir menjelang ajal. Masa di mana orang bisa tenang jika mempunyai perbekalan akhirat  yang cukup. Tetapi menjadi menakutkan manakala tak secuilpun kebajikan ditunaikan. Sakaratul maut adalah kejadian yang sangat berat, menakutkan serta mengerikan. Firman Allah Swt dalam Qs. ke-50 : 19, yang artinya: “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah apa yang selalu kamu hindari dan kamu lari menjauhinya.”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Syaikh al-Kulayani meriwayatkan Hadis dari Imam Ja’far Ash-Shadiq yang berkata; “Suatu hari Rasululllah Saw mengunjungi Imam Ali yang sedang sakit mata, dan ia merintih kesakitan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bertanya; “Apakah jeritan itu disebabkan engkau tidak tahan atau lantaran rasa sakit yang luar biasa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ali menjawab; “Saya belum pernah merasakan sakit seperti ini.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda; “Ketika malaikat maut datang mencabut nyawa seorang kafir, dibawanya besi runcing seperti penusuk daging yang terbuat dari api. Malaikat kemudian mengeluarkan nyawanya dengan besi runcing tersebut, hingga orang kafir itu pun menjerit kesakitan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Imam Ali mendengar cerita tersebut, ia bangun, duduk lalu berkata; “Ya Rasulullah, ulangilah cerita tersebut agar aku melupakan kesakitanku.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ali terus bertanya; “Apakah ada diantara umatmu yang nyawanya dicabut seperti itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul bersabda; “Ya, ada. Nyawa para penguasa yang zalim, orang-orang yang memakan harta anak yatim dan orang-orang yang memberikan kesaksian palsu, semuanya akan direnggut nyawanya dengan cara demikian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun menurut beberapa keterangan, jika hendak mencabut nyawa seorang mukmin yang saleh, malaikat akan menjelma dengan wajah yang menyenangkan, pakaian yang indah lagi wangi, tutur kata yang lembut, penampilan yang ramah dan selalu didahului dengan ucapan salam, sehingga sang mukmin tetap tenang dan tak menampakkan ketakutan. Namun sebaliknya, malaikat maut akan datang dengan wajah yang seram, kata-kata dan perilaku yang kasar, jika yang meninggal adalah seorang yang bukan mukmin, sehingga nyawanya dicabut dengan paksa dan ia merasakan sakit yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah beberapa hal yang menyertai sakaratul maut. Menjelang ajal ada yang meronta-ronta kesakitan, karena mempunyai banyak dosa yang belum tertebus di waktu taubat yang sudah tertutup. Sebaliknya, ada yang menjelang ajalnya tampak tenang dan pasrah serta lancar mengucapkan istighfar karena siap mengahadap Yang Maha Kuasa dengan bekal iman, taqwa dan amal saleh yang dilakukannya sewaktu di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat, Rasulullah Saw pernah mengunjungi seorang anak muda yang sekarat. Rasul mengajarkan kepadanya agar ia mengucapkan kalimat syahadat. Namun, mulut pemuda itu tetap bungkam dan tak dapat mengucapkannya. Kemudian Rasul bertanya kepada seorang wanita yang berada di dekat pemuda tersebut; “Apakah pemuda ini masih memiliki ibu?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu berkata; “Ya, akulah ibunya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul bertanya: “Apakah kamu murka kepadanya?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjawab: “Ya, sampai sekarang, sudah enam tahun aku tak berbicara dengannya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul berkata: “Relakanlah dia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu berkata; “Semoga Allah meridhainya demi ridhamu, wahai Rasulullah Saw.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengucapkan kalimat yang menunjukkan kerelaannya, maka terbukalah mulut pemuda tersebut. Rasul bersabda; “Ucapkanlah Laa Ilaaha Illa Allah (Tiada tuhan selain Allah). Pemuda itupun mengucapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul bersabda; ”Apakah yang engkau lihat?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata; “Seorang laki-laki berkulit hitam, berwajah seram dan pakaian yang menjijikkan serta berbau busuk mencekik leher pernafasanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul bersabda; “Ucapkanlah Yaa Man yaqbalul yasiira wa ya’fu ‘anil katsiiri aqbil minnii al-yasiira wa’fu’ ‘annii al-katsiira. Innaka Anta al-Ghafuru ar-Rahiim (Duhai dzat yang menerima amal yang sedikit, dan yang memaafkan dosaku yang sangat banyak, terimalah amal salehku yang sedikit, dan ampunilah dosaku yang sangat banyak. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pemuda itu membaca doa yang diajarkan Rasul dan Rasul bersabda; “Lihatlah! Apa yang tampak sekarang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu berkata; “Saya melihat seorang berkulit putih, berwajah tampan dan berbau harum serta mengenakan pakaian yang baik datang menghampiriku. Sementara itu, orang yang berwajah hitam tadi membelakangiku dan hendak pergi.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul berkata; “Ulanglah doa itu!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu membacanya lagi. Rasul bertanya; “Apa yang kau lihat sekarang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pemuda menjawab; “Aku tidak melihat lagi orang yang berwajah hitam itu, dan orang yang berwajah putih itu berada di sisiku.” Tak lama kemudian pemuda itu wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah di atas, secara jelas meski Rasul membacakan talqin untuknya, tetap saja ia tak dapat mengucapkan kalimat tauhid. Setelah ibunya memaafkan kesalahannya, barulah pemuda itu dapat membuka mulutnya dan mengucapkan kalimat syahadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah riwayat yang menjelaskan bagaimana caranya agar peristiwa yang dikhawatirkan tidak terjadi seperti dalam cerita tersebut. Syaikh Ash-Shaduq meriwayatkan dari Imam As-Shadiq bahwa beliau berkata; “Barangsiapa ingin agar Allah memudahkan sakaratul mautnya, maka hendaklah ia menyambung tali silatuhrahim dan berbuat baik terhadap kedua orang tuanya. Jika ia berbuat demikian, Allah akan memudahkan segala kesulitan di saat nyawanya direnggut dari badan serta rezkinya dimudahkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengetahui sakaratul maut dan berbagai kejadian yang menyertainya, semoga menjadikan kita tetap ingat bahwa dunia bukan ajang untuk menumpuk kekayaan, merebut kekuasaan serta gagah-gagahan, tetapi media kita untuk mempersiapkan diri bagaimana menghadapi kematian, selanjutnya menuju kehidupan yang abadi.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Santri Kelas XII IPS SMA Qothrotul Falah asal Koncang Cikulur Lebak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-7967746448031763322?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/7967746448031763322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=7967746448031763322&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7967746448031763322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7967746448031763322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2012/01/jeritan-kematian.html' title='Jeritan Kematian'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-8613743222630217817</id><published>2012-01-02T10:02:00.000+07:00</published><updated>2012-01-02T10:04:43.568+07:00</updated><title type='text'>Kabut Dingin Pulo Sari Iringi Kemah Santri</title><content type='html'>Kemah Akbar santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, sebagai pananda akhir tahun 2011 dan awal tahun 2012, kali ini dilaksanakan di lereng Gunung Pulo Sari Pandeglang Banten. Kemah yang diselenggarakan selama tiga hari, Sabtu-Senin (31 Desember 2011 s.d. 2 Januari 2012) ini sengaja disetting berbeda dari yang sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Ini kemah terjauh dan tertinggi, karena diselenggarakan di lereng gunung. Cuacanya dingin, terutama ketika malam hari dan hujan turun. Kabut seringkali datang tanpa diduga. Semoga kegiatan ini lancar dan anak-anak mendapatkan pengalaman terbaik bersentuhan dengan alam pegunungan yang liar,” ujar penanggungjawab Kemah Akbar, Ustadz Ahmad Amrullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Ustadz Amrullah, tampak hadir di sana Kepala SMA Qothrotul Falah, Kepala MTs Qothrotul Falah, Koordinator MPS Aang Abdurohman, Ustadz Ahmad Hudaedy, Ustadz Udong Khudori, Ustadz Moh. Subhan, Ustadzah Nur Jannah, Ustadzah Dwi, Ustadz Sofiyan Sadeli, dan banyak lagi lainnya. Juga tampak para alumni, yang turut menginap di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar, lokasi kemah kali ini terjauh dan tertinggi. Dari lokasi itu misalnya, kita bisa melihat Pantai Carita yang indah menghampar luas dengan kapal-kapalnya yang berlayar, pegunungan-pegunungan lain yang menjulang tinggi, dan aneka persawahan yang menghijau terhampar. Di malam hari, tampak juga kelap kelip lampu di berbagai belahan wilayah Banten. “Tapi kalau kabut sedang hadir, pemandangan menjadi putih semua. Jarak pandang terbatas dan udara dingin menyelimuti kita semua,” ujar pendambing lainnya, Ustadz Ahmad Turmudzi. “Ini yang perlu diwaspadai,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, perjalanan dari bawah menuju lokasi yang berada di tubir jurang itu juga harus ditempuh dengan kerja keras, mengingat terjalnya jalan yang berbatu. “Capek sekali naik ke lokasi. Jalannya berbatu dan licin, karena diguyur hujan. Tapi ini momen yang menyenangkan nan penuh perjuangan,” ujar Ustadzah Idoh Mardhotillah, yang datang ke lokasi sore hari diiringi guyuran hujan lebat. Bahkan Ustadzah Idoh yang ditemani Ustadzah Dwi sempat tersesat jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya Ustadzah Idoh, Ustadz Sofiyan Sadeli alias Engkong Pasar Minggu, bahkan tersesat lebih jauh lagi, namun akhirnya sampai ke lokasi dengan tak kuarang suatu apapun. “Ini bukti uniknya kemah akbar kali ini. Penuh perjuangan dan petualangan. Tak hanya bagi santri, pun bagi para gurunya,” ujar Ustadz Turmudzi. “Di malam hari, diiringi hujan, cuaca sangat dingin. Tapi al-hamdulillah, anak-anak tidak mendapatkan masalah, kendati resiko itu sangat tinggi,” ujar Ustadz Agus F. Awaluddin, yang turut bermalam di lokasi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para santri sendiri tampak ceria dan riang gembira menjalani kemah yang penuh tantangan ini. Pada hari pertama, mereka tampak bersenda gurau dengan kakak pembina guna mengadakan game-game. Sesekali mereka tertawa riuh, saling kejar-kejaran, dorong-dorongan, dan tak jarang berjatuhan di ladang sawah yang mengering itu sembari kotor-kotoran. “Mereka sedang bermain game ular-ularan,” ujar Amalil Wahid, kakak Bantara SMA Qothrotul Falah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ustadz Amrullah, pihaknya akan terus memantau perkembangan cuaca dan suasana di lokasi perkemahan. “Jika di atas begitu dingin dan membahayan santri, kita akan pindahkan lokasinya ke bawah untuk keselamatan santri. Kemah kali ini memang penuh tantangan,” ujarnya. Namun hingga hari kedua, lokasi kemah akbar belum dipindahkan dan tetap sesuai rencana semula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perkemahan kali ini, banyak agenda yang diselenggarakan, baik yang terkait dengan perlombaan maupun materi ilmiah kepramukaan/perenungan kealaman. Untuk hiking sendiri, yang diselenggarakan di hari kedua, para peserta akan diarahkan ke Curug Puteri dan Kawah Pulo Sari yang lokasinya masih di gunung yang sama, naik ke arah puncak gunung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Gunung Pulo Sari memang banyak arena wisata. Itu sebabnya, hampir tiap hari ada saja rombongan para pecinta alam yang menyambanginya. “Kalau tahun baru, bahkan di atas bisa didatangi ribuan orang dari berbagai daerah dan dari berbagai jalur pendakian. Di atas juga ada keramat peziarahan segala,” ujar Pemilik Penginapan yang disewa oleh para guru Pondok Pesantren Qothrotul Falah saat berbincang santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah anak-anak, nikmati kebersatuan kalian dengan alam, yang merupakan “sumber kehidupan” kalian. Ambillah pelajaran sebanyak-banyaknya dan jadikanlah ia sebagai bahan kearifan dalam mengarungi kehidupan dunia ini.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-8613743222630217817?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/8613743222630217817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=8613743222630217817&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8613743222630217817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8613743222630217817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2012/01/kabut-dingin-pulo-sari-iringi-kemah.html' title='Kabut Dingin Pulo Sari Iringi Kemah Santri'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-6612611913741801624</id><published>2011-12-28T11:14:00.001+07:00</published><updated>2011-12-28T11:26:01.729+07:00</updated><title type='text'>Kelas XII SMA Sabet Medali Emas Terbanyak</title><content type='html'>Class meeting Pondok Pesantren Qothrotul Falah Tahun 2011 resmi ditutup oleh Kepala SMA Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, Senin (26/12/2011) malam, di Lapangan Futsal Gelora Bung Ibing (GBI). Dalam sambutannya, ia menyatakan apresiasinya yang mendalam atas penyelanggaraan class meeting kali ini, yang menurutnya lain dari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Class meeting kali ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Perlombaannya kian beragam. Ada mancing mania, lomba penulisan cerpen, puisi, boy-boyan, ninja warior, kasti, qiraatul kutub, lomba tahfidz surat-surat pendek dan sebagainya, yang sebelumnya belum pernah kita selenggarakan,” ujarnya. “Dan ini sukses karena kita semua, anak-anak, panitia dan dewan guru,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus perlombaan pembuatan cerpen, ini dimenangkan oleh Siti Muflihah (kelas XI SMA, asal Tenjo) dengan judul “Pengabdian yang Sunyi”, diikuti oleh Nadia Amalia (kelas VIII MTs, asal Tangerang), dengan judul “Cinta Terhalang MPS”. “Ke depan, class meeting kita semoga lebih menunjukkan nuansa intelektual-akademisnya secara lebih masif lagi,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk pembacaan puisi putera, dimenangkan oleh Ahmad Syahruddin (Kelas VIII MTs, asal Sarian) dan puteri oleh Siti Muflihah (Kelas XI SMA). “Puisi-puisi yang dibacakan malam itu sungguh menggugah hati dan memaksa kita merenungkan kehidupan ini dengan lebih serius lagi. Lihat misalnya, puisi Bayang-bayang Nabi (karya Kang Jez), Dawai Sang Sufi (karya al-Futuhat) dan Puisi Kehidupan (karya Khairil Anwar), itu indah dan religius sekali,” ujarnya dilanjutkan penutupan secara resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penutupan class meeting kali ini, selain dilakukan pembagian hadiah, juga ditampilkan beberapa pentas seni. Misalnya, pembacaan puisi Bayang-bayang Nabi oleh Siti Muflihah dan pidato oleh kiai cilik, Tb. Ahmad Munawir (Kelas VIII MTs). “Munawir luar biasa. Dia sudah sangat dewasa membawakan pidatonya. Sama sekali saya tidak menyangka,” respon Ustadz Agus F. Awaluddin, melihat pidato Munawir yang berisi, berbobot dan banyak diselingi humor ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai pidato menawan hati ini, penutupan lantas dilanjutkan dengan pengumuman pemenang class meeting. Secara berurutan, peraih medali emas terbanyak adalah Kelas XII SMA (7 emas), Kelas XI SMA (7 emas), Kelas VIII MTs (4 emas), Kelas IX MTS (3 emas), Kelas VII MTs (2 emas) dan IX SMA (0 emas). “Dengan demikian, juara umumnya diraih Kelas XII SMA, karena memperoleh 7 emas dan perak terbanyak,” ujar Ketua Panitia Pelaksana, Ahmad Turmudzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, semoga ke depan, class meeting kian kreatif dan menawan hati.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-6612611913741801624?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/6612611913741801624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=6612611913741801624&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6612611913741801624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6612611913741801624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/12/kelas-xii-sma-sabet-medali-emas.html' title='Kelas XII SMA Sabet Medali Emas Terbanyak'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-7232023808074287448</id><published>2011-12-19T08:19:00.000+07:00</published><updated>2011-12-19T08:22:15.734+07:00</updated><title type='text'>Futsal Putri Jadi Pembuka Class Meeting</title><content type='html'>Seperti biasanya, usai prosesi Ujian Akhir Smester (UAS), Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten senantiasa menyelenggarakan class meeting atau perlombaan antar kelas. Paska UAS Ganjil 2011 ini, class meeting diselenggarakan pada 17-24 Desember 2011, sekaligus menunggu pembagian raport.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Secara resmi, class meting yang diikuti siswa-siswi MTs dan SMA Qothrotul Falah ini dibuka oleh Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS), Ustadz Aang Abdurohman, SE. Dibuka di lapangan upacara Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Sabtu (17/12/2011) pagi, tampak hadir seluruh santri dan sejumlah guru laki-laki maupun perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutan pembukaannya, Ustadz Gaban – sapaan akrab Aang Abdurohman – menyatakan, class meeting ini bagian dari tradisi pondok yang senantiasa digelar setiap tahunnya. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi hiburan usai menjalani ujian selama dua pekan. “Semoga ini menjadi pengusir penat. Apalagi setelah ini kita akan mengadakan kemah akbar dan banyak agenda lainnya,” ujar Putera Pertama Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Gaban berharap, para santri menikmati kegiatan tahunan ini sebagai sarana refreshing. “Namun ingat, harus tetap menjunjung tinggi sportifitas dalam perlombaan, sehingga perlombaan berjalan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada class meeting ini, ujar Ketua Pelaksana Ustadz Ahmad Turmudzi (UT), akan diselenggarakan berbagai lomba. Misalnya, futsal, bulu tangkis, volly, kaligrafi, pidato mirip tokoh, cerdas cermat, baca kitab, baca puisi, menulis cerpen, mancing mania dan sebagainya. “Tahun ini kita khusus mengadakan lomba mancing mania, supaya class meeting kali ini lebih hidup dan ramai,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai even pembuka, digelarlah pertandingan futsal santri puteri yang mempertemukan Kelas X dan Kelas XII SMA Qothrotul Falah, di lapangan futsal Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Dipimpin wasit asal Jakarta, Engkong Sufyan Sadeli, pertandingan yang diiringi gerimis  ini berjalan seru. Hingga tulisan ini dimuat, pertandingan masih berjalan panas dengan skor 4-1 untuk Kelas XII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja, ajang tahunan ini bisa kian menambah semangat belajar anak dan merilekkan otot pikiran mereka. “Selain itu, semoga ia bisa menjadi tali keakraban di antara para santri,” ujar UT, yang baru resmi menjadi sarjana pendidikan Islam ini.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-7232023808074287448?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/7232023808074287448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=7232023808074287448&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7232023808074287448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7232023808074287448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/12/futsal-putri-jadi-pembuka-class-meeting.html' title='Futsal Putri Jadi Pembuka Class Meeting'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-8028992026052537195</id><published>2011-12-12T21:24:00.003+07:00</published><updated>2011-12-12T21:41:45.984+07:00</updated><title type='text'>Santri Jalani Ujian Smester Ganjil</title><content type='html'>Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, baik MTs maupun SMA, tengah menjalani Ujian Akhir Smester (UAS) Ganjil Tahun Pelajaran 2011/2012. Ujian tengah tahunan ini diselenggarakan pada 10 s.d. 17 Desmeber 2011.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Semoga UAS Ganjil kali ini berjalan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan. Siapkan semuanya dan jadikan ujian sebagai ajang mengukur diri untuk meraih yang terbaik,” ujar Ketua Pelaksana UAS Ganjil, Ahmad Turmudzi, saat membuka pelaksanaan UAS di lapangan pesantren.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebelum diselenggarakan UAS Ganjil, para santri juga menjalani ujian lisan selama tiga hari. “Ujian lisan meliputi Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Praktik Ibadah. Hasil ujian lisan menentukan keikutsertaan pada UAS. Karenanya, yang nilainya di bawah standar diharuskan mengikuti remedial,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Para santri sendiri tampak siap melaksanakan ujian ini. Pada setiap malamnya, dengan diatur oleh pengurus, mereka belajar bersama di majelis-majelis, baik majelis puteri maupun putera. Ada yang terlihat menghafalkan, merenung dan sebagainya. “Semua santri harus tetap diarahkan,” kata UT, sapaan akrabnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Kami harus belajar serius, karena nilai kami kan tergantung keseriusan kami dalam proses belajar,” ujar Iis, salah satu peserta UAS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semoga, kegiatan UAS Ganjil 2011/2012 berjalan lancar tanpa halangan. Selamat berperang![enha]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-8028992026052537195?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/8028992026052537195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=8028992026052537195&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8028992026052537195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8028992026052537195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/12/santri-jalani-ujian-smester-ganjil_12.html' title='Santri Jalani Ujian Smester Ganjil'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-2434208967385368232</id><published>2011-12-12T21:13:00.005+07:00</published><updated>2011-12-12T21:29:11.654+07:00</updated><title type='text'>Wawancara dengan Ahmad Turmudzi“Perpustakaan Menumbuhkan Ruh Intelektualisme Santri”</title><content type='html'>Ustadz Ahmad Turmudzi (UT), yang juga Ketua Pondok Baca Qi Falah, telah menyelesaikan tugas skripsinya untuk kelengkapan meraih gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I.), dari STAI La Tansa Mashiro Rangkasbitung. Ujian munaqasah yang diselenggarakan Jum’at, 9 Desember 2011 di STAI La Tansa ini berjalan lancar. Diuji oleh DR. Khudori, KA dan Acep Tata Djuanda, M.Pd., alumni Ponpes Qothrotul Falah ini meraih yudisium sangat memuaskan. Wisudapun tinggal menunggu hari.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-LmtNiocmEVY/TuYNn484MaI/AAAAAAAAAig/jpw8izuEK7Y/s1600/ut.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 151px; height: 202px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-LmtNiocmEVY/TuYNn484MaI/AAAAAAAAAig/jpw8izuEK7Y/s400/ut.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685246558555615650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan judul Pengaruh Pondok Baca Qi Falah Terhadap Peningkatan Minat Baca Siswa di SMA Qothrotul Falah Cikulur, UT – sapaan akrabnya – ingin menunjukkan peran penting Pondok Baca Qi Falah dalam meningkatkan minat baca para santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Bagaimana perasaannya setelah dinyatakan lulus oleh tim penguji dan apa inti skripsinya, berikut petikan wawancara dengan www.qothrotulfalah.com, Ahad, 11 Desember 2011, usai dilantik sebagai Pengurus KNPI Kec. Warunggunung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anda telah dimunaqasah dengan hasil memuaskan. Bagaimana perasaan Anda?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT atas terselesaikannya skripsi ini. Kurang lebih sebulan, saya berkonsentrasi penuh mengerjakan skripsi ini selesai pada waktunya. Al-hamdulilah, inilah hasilnya, skripsi dimunaqasah dengan hasil memuaskan, walaupun itu masih belum sesuai harapan saya. Saya ingin lebih dari itu sebetulnya. Tapi inilah usaha maksimal yang bisa saya lakukan.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagaimana prosesi jalannya munaqasah?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sidang munaqasah saya diuji oleh penguji-penguji senior, berbeda dengan yang lainnya. Awalnya saya agak gemetaran juga. He... Oleh penguji pertama, saya diberi waktu lima menit untuk berbicara mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, kerangka berpikir, metode penelitian, sampai pemilihan judul. Lantas penguji melontarkan pertanyaan dari apa yang saya sampaikan lewat skripsi ini. Al-hamdulilah pertanyaan itu bisa saya jawab sebaik mungkin yang saya bisa.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa harapan Anda setelah menjadi S.Pd.I.?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Satu tangga proses pendewasaan diri telah terlewati dengan meraih gelar S.Pd.I. Harapannya, mudah-mudahan hal ini manfaat, sesuai trilogi perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Pengabdian ini yang akan membawa kemanfaatan bagi masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Inti skripsi yang Anda angkat apa?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam skripsi yang saya tulis, saya mengangkat masalah rendahnya minat baca siswa, yang disebabkan beberapa faktor. Makanya, perlu ada terobosan baru bagi sekolah. Salah satunya melalui pemberdayaan perpustakaan. Nah, perpustakaan yang saya jadikan obyek penelitian adalah perpustakaan sekolah Pondok Pesantren Qothrotul Falah yang bernama Pondok Baca Qi Falah. Saya meneliti, sejauh mana pengaruh keberadaan Pondok Baca ini, kaitannya dengan peningkatan minat baca siswa Pondok Pesantren Qothrotul Falah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hasilnya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari penelitian skripsi ini, Pondok Baca Qi Falah mempunyai pengaruh sebesar 34,81% untuk meningkatkan minat baca siswa dan sisanya 61,19 % berhubungan dengan faktor lain yang perlu diteliti lebih jauh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa harapan Anda pada para santri, kaitannya dengan Pondok Baca Qi Falah dan tradisi membaca mereka&lt;/span&gt;?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Harapan saya, supaya para siswa terus menggunakan Pondok Baca ini, tidak sebatas untuk kegiatan membaca, tetapi untuk kegiatan-kegiatan lainnya. Sehingga Pondok Baca ini bisa menjadi pusat kajian para santri. Ruh intelektualisme santri diharapkan tumbuh dari ruang baca ini.[] &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-2434208967385368232?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/2434208967385368232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=2434208967385368232&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/2434208967385368232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/2434208967385368232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/12/wawancara-dengan-ahmad-turmudzi.html' title='Wawancara dengan Ahmad Turmudzi&lt;br&gt;“Perpustakaan Menumbuhkan Ruh Intelektualisme Santri”'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-LmtNiocmEVY/TuYNn484MaI/AAAAAAAAAig/jpw8izuEK7Y/s72-c/ut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-1686976275039176155</id><published>2011-11-25T08:59:00.000+07:00</published><updated>2011-11-25T09:01:43.917+07:00</updated><title type='text'>Pemantapan Pendirian Radio Komunitas Pesantren</title><content type='html'>Selama tiga hari, 23-25 November 2011, mewakili Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, Nurul H. Maarif dan Dede Saadah, menghadiri Stakeholder Meeting bertema “Menguatkan Peran Pesantren dalam Mencegah dan Menangkal Radikalisme Agama” di Hotel Gran Mahakam, Jalan Mahakam I No 6, Blok M, Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai agenda lanjutan rencana pendirian Radio Komunitas Pesantren yang diprakarsai oleh Common Ground Indonesia (CGI) bermitra dengan the WAHID Institute (TWI) dan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain dari CGI, tWI dan P3M, hadir stakeholder sepuluh pesantren yang terpilih sebagai mitra program, yaitu Ponpes al-Mu’ayyad (Surakarta Jawa Tengah), Ponpes Tasikmalaya (Jawa Barat), Ponpes Babakan Ciwaringin (Cirebon Jawa Barat), Ponpes Al Ghozali (Bogor), Ponpes Qothtrotul Falah (Lebak Banten), Ponpes Sabilul Hasan (Palembang), Ponpes Ash-Shiddiqiyah (Tangerang Banten), Ponpes Darul Ma’arif (Lamongan Jawa Timur), Ponpes Nahdlatul Ulum (Makassar) dan Ponpes al-Ihya Ulumaddin (Cilacap Jawa Tengah).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara lebih khusus, tujuan kegiatan lanjutan ini, adalah; pertama, penyamaan pemahaman dan persepsi tentang paham radikal dan ekstrim, organisasi dan gerakan mereka yang perlu direspon dan disikapi dalam program. Kedua, sosialisasi program pendirian radio, mencakup tujuan, capaian dan ragam kegiatan program. Ketiga, mendapatkan masukan (input) tentang strategi pencapaian program secara efektif, terutama pengembangan program radio. Dan keempat, membangun kesepakatan tentang bentuk kerjasama, pola komunikasi dan koordinasi, pemantauan dan evaluasi program. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun rangkaian kegiatan yang diselenggarakan, antara lain, ramah tamah (makan malam bersama, perkenalan, dan silaturahmi antar peserta) dan  seminar dengan nara sumber KH. Masdar Farid Mas’udi (Rais Syuriah PBNU PBNU), KH. Moh. Dian Nafi (Pimpinan Ponpes al-Muayyad Surakarta) dan Heru Hendratmoko (KBR 68 H). Tema yang diusung seputar upaya penangkalan terhadap paham radikal agama. Juga diselenggarakan diskusi tentang rencana program, sosialisasi, target pencapaian program dan diskusi perihal kesepakatan kerjasama, bentuk kerjasama, pola komunikasi, kordinasi, monitoring dan evaluasi program.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari meeting ini, pihak CGI dan mitra akan segera memasang instalasi radio, meliputi pemasangan pemancar, komputer, alat siaran, dan sebagainya. Direncanakan, pemasangan di sepuluh pesantren ini telah terselesaikan pada Januari 2012. Pihak CGI juga akan membantu pengurusan pembuatan notaris pendirian radio komunitas ini selekasnya, sehingga perizinan ke KPID bisa segera dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak pesantren sendiri diharapkan mulai menyiapkan nama radio, kepengurusan, rencana program, ruangan yang memadai, termasuk juga mulai memikirkan penyiar plus reporternya. Untuk menunjang keberhasilan program ini, pihak CGI dan mitra juga akan memberikan pelatihan-pelatihan berkala kepada pihak pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan, keberhasilan program radio ini akan membantu dakwah pesantren di bidang penyebaran ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Pesantren, sudah saatnya kian getol menyuarakan nilai damai melalui berbagai jalur: darat, laut dan udara, termasuk melalui radio, sehingga paham-paham keras bisa kian terpinggirkan.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-1686976275039176155?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/1686976275039176155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=1686976275039176155&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1686976275039176155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1686976275039176155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/11/pemantapan-pendirian-radio-komunitas.html' title='Pemantapan Pendirian Radio Komunitas Pesantren'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-854323489098843749</id><published>2011-11-25T08:57:00.001+07:00</published><updated>2011-11-25T08:59:13.788+07:00</updated><title type='text'>Siapkan UAS dengan “Mengemil”!</title><content type='html'>Kepala SMA Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, Nurul H. Maarif, mengingatkan kepada siswa-siswi MTS dan SMA Qothrotul Falah untuk mempersiapkan diri menghadapi Ujian AKhir Smester (UAS) Ganjil Tahun Pelajaran 2011/2012, yang akan delenggarakan 5 s.d. 11 Desember 2011, semaksimal mungkin. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Pelajari seluruh materi yang telah diajarkan sejak hari pertama masuk sekolah dengan mengemil,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa maksudnya? NHM menjelaskan, istilah mengemil kaitannya dengan belajar, tertera dalam buku Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza karya Hernowo, terbitan Mizan Bandung. Pada intinya, belajar itu hendaknya dilakukan sebagaimana kita “ngemil” makanan kecil. “Dikit-dikit, santai, rileks, lama-lama juga akan banyak yang kita dapatkan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat makan, kata NHM, kita tidak bisa menghabiskan makanan satu piring dalam sekali telan. Karena mulut, tenggorokan dan kerongkonan kita tidak memungkinkan melakukannya. Jika ini dilakukan, kebahayaan yang akan kita dapatkan. “Makanya, makan itu sesuap, sesuap, lalu sesuap lagi, sehinggga makanan sepiring bisa dihabiskan. Bahkan bisa nambah. Nggak bisa sekali telan selesai,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya dengan belajar. Materi yang telah diajarkan begitu banyak, sehingga tidak mungkin dihabiskan dalam waktu semalam. “Memahami materi yang banyak itu juga harus diemil. Tidak bisa sekali telan,” harapnya. “Dengan begitu, kita bisa maksimal mempersiapkan UAS,” imbuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, NHM berharap, hendaknya para siswa-siswi menggantungkan keberhasilannya pada upayanya yang dilakukan. “Jangan gantungkan keberhasilan kalian pada guru, wali kelas, atau yang lain. Kalian sendiri yang bisa menentukan, karena yang lain hanya membantu saja,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM lantas mengutip salah satu ayat al-Qur’an yang menyatakan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sehingga mereka sendiri yang mengubahnya. “Ayat ini menunjukkan, kadar keberhasilan banyak tergantung di tangan kita, kendati puncak penentuannya ada di tangan Allah SWT,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja, UAS yang diniatkan untuk mengukur kadar keterserapan materi oleh para siswa ini bisa berjalan lancar dan sesuai target yang dicanangkan.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-854323489098843749?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/854323489098843749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=854323489098843749&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/854323489098843749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/854323489098843749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/11/siapkan-uas-dengan-mengemil_25.html' title='Siapkan UAS dengan “Mengemil”!'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-2031119754397860527</id><published>2011-10-30T23:13:00.001+07:00</published><updated>2011-10-30T23:17:04.530+07:00</updated><title type='text'>Cari Angin Ke Pasir Putih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-hVHTlNrbuOU/Tq14QHXDDdI/AAAAAAAAAiU/E7l4-K7uIA8/s1600/carita1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 337px; height: 255px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-hVHTlNrbuOU/Tq14QHXDDdI/AAAAAAAAAiU/E7l4-K7uIA8/s400/carita1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669319724178279890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mesin, jika terus dihidupkan, maka akan mudah panas. Jika telah panas dan tetap dipaksakan bekerja, tanpa dilakukan upaya pendinginan, maka tak mustahil mesin itu akan segera rusak. Demikian halnya peserta didik. Jika mereka terus dipaksakan belajar tiada henti, maka mesin penggeraknya akan mudah rusak. Jika hal ini terjadi, maka selesailah harapan untuk mencipta peserta didik yang unggul.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, baik putera maupun puteri, termasuk seluruh dewan guru, beramai-ramai menjalani refreshing atau cari angin ke Pasir Putih Carita, Ahad (30/10/2011), guna mendinginkan mesin ini. Menggunakan dua mobil besar dan dua mobil kecil, mereka berangkat dari pesantren sekira pukul 08.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara dewan guru yang turut mendampingi mereka, adalah Aang Abdurrahman (Koord. MPS), Ahmad Turmudzi (Koord. PB Qi Falah), Tanto Haryanto, S.Si. (Kepsek MTs-QF), Nurul H. Maarif (Kepsek SMA-QF), Dede Saadah (Bendahara Pesantren), Drs. Herdiana (Guru Geografi), Nur Jannah, S.Pd.I. (Koord. Bahasa Arab), Neng Atikoh (Koord. Bahasa Inggris), Udong Khudori (Koord. Seni), Moh. Subhan (Koord. Kaligrafi), dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati sifatnya refreshing, namun ada dua tujuan utama yang hendak dicapai oleh program cari angin ini. Pertama, ziarah batin. Misalnya, para santri diajak berziarah ke makam Kiai Asnawi Caringin, murid Syeikh Nawawi Banten, yang berlokasi di bibir pantai Caringin Labuan Banten. Di sana, mereka melantunkan tahli berjamaah. “Tujuan ziarah batin ini, ya untuk merilekkan dan merefresh daya spiritualitas santri, yang barangkali saja sudah mulai mengendur. Ini kan bagian dari tradisi kesantrian kita,” ujar Ustadz Ahmad Turmudzi, yang menemani para santri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ziarah lahir. Para santri diajak “berhura-hura” secara lahir dengan bermain-main di pinggir pantai Pasir Putih Carita. Ada yang main bola, futsal, volley, berenang, main pasir, naik banana boat yang menantang, kapal motor, atau sekedar ngobrol ringan sembari menikmati pemandangan yang ada. “Setelah refreshing ini, diharapkan para santri rileks kembali menjalani kegiatan belajar mengajar di pesantren,” ujar Bunda Dede Saadah, pengasuhan puteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diiringi hujan ringan, perjalanan ke Pasir Putih memakan waktu 3 jam-an, termasuk berziarah ke makam Kiai Asnawi Caringin. Setiba di lokasi, para santri mendapat arahan dari Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS), Ustadz Aang Abdurrahman SE. “Sekarang sudah jam 11.30. Kita makan dulu, lalu shalat dhuhur, baru main-main di pantai,” ujarnya disambut sorak sorai santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai makan siang dan shalat dhuhur, para santri tampak menikmati kegiatan refreshing ini di pinggiran pantai, kendati diiringi hujan besar. Inilah momen-momen mereka menghilangkan sejenak kepenatan yang dialaminya di lingkungan pesantren, sekaitan kegiatan KBM yang padat. Harapannya, paska kegiatan cari angin ini, semangat dan motivasi para santri untuk menekuni kegiatan belajar mengajar kian bangkit. Karena bagaimanapun, kegiatan pokok mereka tak lain adalah belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refreshing ini merupakan implementasi atau pengjewantahan satu dari “trilogi santri”; yaitu studi, organisasi dan rekreasi. Ketiganya harus berjalan seimbang. Tidak baik, salah satunya dikedepankan dengan mengesampingkan yang lainnya. “Apalagi yang ditekuni refreshing saja, sementara studi dan organisasi diabaikan,” ujar Bunda.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-2031119754397860527?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/2031119754397860527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=2031119754397860527&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/2031119754397860527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/2031119754397860527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/10/cari-angin-ke-pasir-putih.html' title='Cari Angin Ke Pasir Putih'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-hVHTlNrbuOU/Tq14QHXDDdI/AAAAAAAAAiU/E7l4-K7uIA8/s72-c/carita1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-3700732498242484502</id><published>2011-10-17T12:31:00.001+07:00</published><updated>2011-10-17T12:33:09.201+07:00</updated><title type='text'>Manfaatkan Jam Istirahat untuk Membaca</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-I3nhPVoslSc/Tpu-BJ3NHcI/AAAAAAAAAiI/aQIo6Z_jWAc/s1600/baca1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 316px; height: 190px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-I3nhPVoslSc/Tpu-BJ3NHcI/AAAAAAAAAiI/aQIo6Z_jWAc/s400/baca1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664329883385142722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Para siswa-siswi MTs/SMA Qothrotul Falah memanfaatkan waktu istirahatnya untuk menambah wawasan, dengan membaca buku-buku informatif yang ada di Pondok Baca Qi Falah. Senin (17/10/2011) misalnya, sekira pukul 10.20, sesaat setalah bel istirahat dibunyikan, mereka beramai-ramai ke ruang perpustakaan Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Labak Banten itu. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Untuk menambah wawasan. Biar kita nggak kuper,” ujar Siswa Kelas XI IPA SMA Qothrotul Falah dari Pandeglang Banten, Mahaluddin, yang biasa disapa Bucek, di depan Pondok Baca Qi Falah sembari memegang buku bertema remaja. “Di buku ini, saya mendapatkan informasi tentang tahap-tahap perkembangan remaja,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa-siswi lainnya, di dalam ruangan yang berkipas angin sembari ditemani alunan musik dari komputer ini, tampak sibuk membolak-balik lembaran buku. Ada yang membaca buku-buku ilmu pengetahuan, akhlak, sejarah, pelajaran, dan yang terbanyak membaca novel. “Saya membaca novel My First Love,” ujar Aisyah, siswi Kelas XI IPA SMA Qothrotul Falah. “Saya sendiri membaca buku Khutbah Anti Korupsi,” ujar Eva, rekan sekelas Aisyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa-siswi yang haus pengetahuan ini, tampak senang dan nyaman berada di ruangan perpustakaan pesantren ini. Sebagian tampak membacanya sambil tidur-tiduran. Sebagian lagi ngumpet di pojokan rak buku. “Siapapun bebas menggunakan perpustakaan ini. Boleh sambil tidur-tiduran. Tapi kalau di ruang perpustakaan tidak membaca, mendingan tidak usah masuk perpustakaan,” kata Ketua Pondok Baca Qi Falah, Ahmad Turmudzi, garang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan UT – inisial Ahmad Turmudzi – pihaknya memang ingin menciptakan perpustakaan yang nyaman bagi peserta didik. “Nyaman dalam segala hal tentunya. Ruangan dan buku-buku yang cukup lengkap, akan membuat mereka betah berlama-lama di perpustakaan. Harapannya, jika mereka luang waktu, yang ada dalam benaknya adalah ke perpustakaan, baca buku, dapat informasi, lalu tidak menjadi kuper,” sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, kata UT, pihaknya akan terus mengembangkan perpustakaan kebanggaan pesantren ini dengan berbagai agenda. “Program akan terus kita tingkatkan. Jumlah buku dan ragam tema, insya Allah juga akan kita kembangkan semaksimalnya,” kata pria asal Citundun ini. “Pokoknya, yang ada dalam pikiran kami adalah anak-anak membaca, membaca dan membaca,” ujarnya bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga, upaya-upaya perpustakaan ini untuk mengembangkan minat baca siswa-siswi bisa menuai hasil. Sehingga motto perpustakaan “baca, baca, baca, lalu jadilah orang yang berperadaban” bisa terwujud, melalui kaderisasi di pesantren ini. “Ini harapan terbesar pesantren. Semoga, dari pesantren ini muncul nuansa intelektualisme dan akademisne yang kental,” ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah, berkat dukungan dan bimbingan semua, niatan ini akan terwujud sebaik-baiknya. Keep harakah. Amin![enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-3700732498242484502?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/3700732498242484502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=3700732498242484502&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/3700732498242484502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/3700732498242484502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/10/manfaatkan-jam-istirahat-untuk-membaca.html' title='Manfaatkan Jam Istirahat untuk Membaca'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-I3nhPVoslSc/Tpu-BJ3NHcI/AAAAAAAAAiI/aQIo6Z_jWAc/s72-c/baca1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-8577471053075360218</id><published>2011-10-16T17:15:00.002+07:00</published><updated>2011-10-16T17:31:34.297+07:00</updated><title type='text'>Setuju Poligami, Namun Emoh Melakukannya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ku7G5EvG40s/TpqybCrbgtI/AAAAAAAAAh8/CivsrHLpnBU/s1600/diskusinikah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 308px; height: 88px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ku7G5EvG40s/TpqybCrbgtI/AAAAAAAAAh8/CivsrHLpnBU/s400/diskusinikah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664035659017061074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tentang ajaran beristri lebih dari satu yang tercantum dalam Qs. an-Nisa: 3, mayoritas umat Islam mengakuinya, termasuk siswa-siswi Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten. Hanya saja, untuk menjalaninya, tidak semuanya sepakat dan bahkan tidak sedikit yang menentangnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Agama memang membolehkan. Tapi saya sendiri tidak mau dipoligami. Sakit hati,” kata Helti, siswa Kelas XI IPA SMA Qothrotul Falah asal Tenjo Lebak Banten berpendapat, tatkala ditanyai perihal poligami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian terungkap dalam diskusi mingguan Mata Pelajaran Dakwah yang bertemakan pernikahan, Ahad (16 Oktober 2011) di Majelis Puteri Qothrotul Falah. Sebagai pemateri, adalah Fauzul Iman Muzayyid (siswa asal Pondok Cabe Ciputat Tangerang) dan Megawati (siswi asal Sampay Lebak Banten).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada dinyatakan siswi lainnya, Eva Nur Khofifah. “Secara doktrin, poligami memang dibolehkan asalkan si lelaki mampu berlaku adil. Namun sebagai wanita, tentu saja perasaan kita tidak ikhlas menerimanya,” ujarnya. “Saya harus memikirkannya berkali-kali. Kalaupun iya, maka niatnya harus benar-benar untuk menolong perempuan,” ujar Ulinnuha, siswa asal Warunggunung Lebak Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah persoalan yang pelik dihadapi umat Islam dan tak mudah dicari jawabnya; secara doktriner poligami dilegalkan, namun secara kemanusiaan acapkali menyakiti pihak perempuan. “Bagaimana kita menjelaskan ‘sisi paradok’ ajaran agama dengan sisi kewanitaan ini?” tanya Nurul H. Maarif, pembimbing Mata Pelajaran Dakwah, memancing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Doktrin agama memang acapkali hitam putih. Tegas! Namun jika kita melihat kelengkapan ayatnya, Allah SWT menyatakan, jika kalian takut tidak mampu berbuat adil, maka menikahlah dengan satu perempuan. Penggalan terakhir ayat inilah yang seharusnya menjadi fokus umat Islam untuk menikah, bukan sepenggal yang awal. Persoalannya, banyak umat Islam yang lebih memilih mengamalkan sepenggal ayat yang pertama dengan mengabaikan sepenggal yang kedua,” kata NHM. “Berarti pemahaman ini tidak utuh, sebab mencapai keadilan itu susahnya luar biasa,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Namun bagaimana kita menjelaskan poligami Nabi Muhammad SAW,” pancing NHM lagi. “Poligami beliau tidak seperti poligami umatnya. Beliau memiliki kekhususan dan poligami yang dilakukannya untuk mengangkat derajat kaum perempuan, ada budak, janda, kulit hitam, yang saat itu menjadi hinaan atau cemoohan masyarakat. Istrinya yang masih perawan juga cuma satu, Aisyah, selainnya janda-janda tua,” timpal Ulin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM mengingatkan, sesungguhnya ajaran poligami ada dalam setiap tradisi umat beragama, tidak hanya Islam. “Di semua tradisi umat beragama, apapun agamanya, ada tradisi ini. Karenanya, salah besar jika poligami diidentikkan semata dengan Islam,” ujar NHM mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengulas poligami, diskusi siang itu juga membahas definisi, hukum, hikmah, serta tujuan nikah. Diantara tujuan nikah, adalah untuk memalingkan pandangan, menjaga kemaluan, melestarikan keturunan, membersihkan hati, serta meluruskan ibadah.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-8577471053075360218?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/8577471053075360218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=8577471053075360218&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8577471053075360218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8577471053075360218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/10/setuju-poligami-namun-emoh-melakukannya.html' title='Setuju Poligami, Namun Emoh Melakukannya'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ku7G5EvG40s/TpqybCrbgtI/AAAAAAAAAh8/CivsrHLpnBU/s72-c/diskusinikah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-8054397526298462264</id><published>2011-10-16T17:05:00.002+07:00</published><updated>2011-10-16T17:12:44.716+07:00</updated><title type='text'>Gandeng QF, Kemensos Berikan Jaminan Kesehatan Sosial</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-YLO7tpkMETs/Tpqs07dO_4I/AAAAAAAAAhw/S7pOkmk1j0U/s1600/askes1.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 290px; height: 144px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-YLO7tpkMETs/Tpqs07dO_4I/AAAAAAAAAhw/S7pOkmk1j0U/s400/askes1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664029506685304706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) bekerja sama dengan Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten menyelenggarakan kegiatan sosial berupa Asuransi Kesehatan Sosial (Askesos) bagi warga pesantren yang berekonomi lemah. Kegiatan peduli sosial ini disosialisasikan secara resmi pada Sabtu (15/10/2011) pagi, di Majelis Puteri Ponpes Qothrotul Falah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam sosialisasi ini, tampak hadir perwakilan Kemensos Pusat, Propinsi dan Kabupaten. Dari pihak pesantren, tampak hadir Wakil Pengasuh Ustadz Aang Abdurrahman SE, Ketua Askesos Qothrotul Falah Dede Saadah, sejumlah guru, dan ratusan warga masyarakat sekitar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Asuransi kesehatan sosial ini berupa pemberian bantuan pengobatan geratis untuk masyarakat kalangan bawah, seperti mereka yang bekerja sebagai tukang sayur, ojek, buruh, maupuan pekerja kasar lainnya,” ujar Ketua Askesos Qothrotul Falah, Dede Saadah, menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda – sapaan akrab Dede Saadah – berharap, melalui program kerja sama yang akan berjalan selama tiga tahun ini, pihaknya bisa turut membantu memikirkan kesehatan warga sekitar pesantren. “Pesantren sendiri tentu saja tidak memiliki dana yang cukup untuk membantu kesehtan masyarakat sekitar. Namun setidaknya, kami bisa turut memfasilitasi kegiatan seperti ini, sehingga masyarakat tetap bisa terbantu,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inipun bentuk bantuannya masih sangat terbatas. Tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan kesehatan masyarakat. Paling-paling juga yang dibantu sakit-sakit yang ringan, yang bisa dijangkau keuangan yang ada,” imbuhnya. “Yang sakit serius, ya sekedarnya saja akan dibantu. Lagi-lagi, alasannya karena pendanaan yang serba terbatas. Namanya juga bantuan, sifatnya hanya membantu, tidak menanggung seluruhnya,” urainya menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait program ke depan yang akan diselenggarakan, Bunda mengatakan, selain kegiatan bantuan pembiayaan kesehatan, juga akan diselenggarakan tabungan senilai Rp. 5000 perbulan. “Tabungan ini akan berjalan tiga tahun ke depan. Ya, ini semacam pembayaran wajib, yang nantinya akan diambil pada akhir tahun ketiga oleh masing-masing peserta,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta yang berhak mendapatkan keanggotaan Askesos, adalah mereka yang mendaftarkan diri ke pengelola program dan warga sekitar yang memiliki taraf ekonomi lemah (biasanya pekerja kasar). “Prinsipnya kami ingin memberikan pelayanan kepada sebanyak-banyak warga yang membutuhkan. Namun karena keterbatasan dana, maka untuk program kali ini, sesuai ketentuan dari Kemensos, maka kami baru bisa menampung 200 peserta saja,” katanya menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya, dirinya hanya berharap, program ini benar-benar bisa bermanfaat bagi warga sekitar yang membutuhkan, utamanya wali santri. “Kemanfaatan inilah harapan kami di pesantren. Jika ke depan ada kekurangan di sana sini, mohon diberikan masukan yang membangun,” harapnya.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-8054397526298462264?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/8054397526298462264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=8054397526298462264&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8054397526298462264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8054397526298462264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/10/gandeng-qf-kemensos-berikan-jaminan.html' title='Gandeng QF, Kemensos Berikan Jaminan Kesehatan Sosial'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-YLO7tpkMETs/Tpqs07dO_4I/AAAAAAAAAhw/S7pOkmk1j0U/s72-c/askes1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-5685186651514986689</id><published>2011-10-14T05:05:00.002+07:00</published><updated>2011-10-14T05:09:30.064+07:00</updated><title type='text'>Kunjungi Pesantren, Dua Bule Disambut Hangat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-3Lo39PMQcQM/TpdhTBmZ_xI/AAAAAAAAAhk/5D82H6NXLyk/s1600/3.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 307px; height: 211px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-3Lo39PMQcQM/TpdhTBmZ_xI/AAAAAAAAAhk/5D82H6NXLyk/s400/3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663102035916619538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten mendapat kehormatan dikunjungi dua bule wanita. Mereka adalah Sarah McLaughlin (Asia Program Manager Search for Common Ground) dan Vanessa Corlazzoli (Design, Monitoring &amp;amp; Evaluation Specialist Search for Common Ground), Kamis (13/10/2011). Bule asal AS dan Kanada itu ditemani Suraji, Yunita (Common Ground Indonesia), Gamal Ferdhi (the WAHID Institute Jakarta) dan Veri Verdiansyah (P3M Jakarta).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan mereka di pesantren sekira pukul 09.40 WIB itu, disambut hangat oleh sejumlah dewan guru dan para santri. Tampak misalnya, Ahmad Turmudzi (Ketua Pondok Baca Qi Falah), Agus F. Awaluddin (Guru Matematika), Neng Atikoh (Guru Bahasa Inggris), Nurul H. Maarif (Kepala SMA Qothrotul Falah), Dede Saadah (Bendahara Pesantren), Mulyanis (Pembina PMR) dan lainnya. Para santri juga tak kalah hangat menyambut mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan mereka atas nama Search for Common Ground (lembaga perdamaian yang berpusat di Washington DC) ini guna melakukan survey awal terkait rencana pendirian Radio Komunitas Berbasis Pesantren di Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Untuk kepentingan program ini, mereka menggandeng the WAHID Institute dan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengakuan Vanessa, sesaat setiba di pesantren, ini adalah kunjungan pertamanya ke Indonesia. “Pesantren ini kunjangan saya pertama kalinya,” ujarnya dalam Bahasa Inggris. “Kalau saya, ke Indonesia dua kali. Ke pesantren baru kali ini,” sambung Sarah, juga dalam Bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Pondok Baca Qi Falah, tim dari tiga lembaga itu lantas saling beramah-tamah dengan pihak pesantren. Dalam sambutannya, Suraji menyatakan, kehadiran pihaknya ke pesantren ini selain untuk menjalin tali silarahim, juga untuk membicarakan rencana pendirian Radio Komunitas. Radio yang niatannya untuk menangkal paham radikal, termasuk yang menolak tahlil, maulid, ziarah, kekerasan, juga menyebarkan ajaran yang tasamuh, tawasuth, tawazun dan ‘adalah, diharapkan bisa berdiri di pesantren ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya, pihak pesantren yang diwakili Nurul H. Maarif (NHM) menyatakan, pihaknya menghaturkan banyak terima kasih atas kepercayaan ini. “Tujuan pendirian radio komunitas ini sesuai tradisi pesantren. Karenanya, kami selaku pihak pesantren menyambutnya dengan senang hati. Semoga kegiatan ini bisa menjadi tali pengikat antara kita yang cinta perdamaian,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengucapkan rasa terima kasihnya, NHM juga mengungkapkan keheranannya pada tamu bulenya, Sarah dan Vanessa, yang mengenakan kerudung ala santri. “Gimana rasanya mengenakan kerudung?,” tanya NHM, iseng. “Panas sekali,” ujarnya sembari tertawa riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi NHM, tidak semestinya orang yang datang ke pesantren ini harus mengenakan kerudung. “Kenapa harus mengenakan kerudung? Pesantren ini terbuka untuk siapa saja. Yang pasti, ini bukan kententuan yang kami syaratkan bagi tamu-tamu kami,” katanya. “Belum tentu kami yang berkerudung lebih baik dari yang tidak berkerudung. Karena itu, datang saja ke pesantren ini sesuai keaslian kalian. Kami khawatir dikira melakukan pemaksaan pada tamu-tamu untuk berkerudung,” imbuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai beramah-tamah, agenda lantas dilanjutkan FGD bersama para santri. Kegiatan ini dibimbing Suraji dan Yunita, keduanya dari Search for Common Ground. Tim lalinnya, Gamal dan Very bertugas melakukan survey pada para santri terkait isu-isu agama yang berkembang di sekitar pesantren. Sedangkan kedua bule berjalan-jalan keliling pesantren ditemani Andika, Neng dan Agus. Rencananya mereka akan melakukan kegiatan ini selama tiga hari, hingga Sabtu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merespon kunjungan bule-bule ini, para santri tampak antusias. Selain berkesempatan melatih Bahasa Inggrisnya, mereka bisa mengenal lebih dekat kepribadian mereka. “Bule itu ramah-ramah ya. Mereka baik-baik sekali,” ujar Yessi Yusrina. “Mereka juga peduli kebersihan. Sampah-sampah bekas makanan dibuang sendiri ke tempatnya,” lanjut Ima H. Najiah heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buang sampah sendiri saja kok heran? “Itu sindiran buat kita. Kita yang punya dalilnya, kebersihan itu sebagian dari iman, tapi mereka yang mengamalkan. Belajarlah dari mereka. Kita biasanya memusuhi orang lain, karena kita tidak tahu siapa mereka sesungguhnya. Dengan mengenal mereka, kita akan bisa berbaur,” timpal NHM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga, kunjungan mereka kali ini, yang bak artis, membawa berkah, baik buat pesantren maupun masyarakat. Pun, tujuan menolak kelompok pengharam tahlil, ziarah, maulid, dan berhaluan ahlu radikal dan kekerasan melalui pendirian radio komunitas berbasis pesantren bisa tergapai.[enha]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-5685186651514986689?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/5685186651514986689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=5685186651514986689&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/5685186651514986689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/5685186651514986689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/10/kunjungi-pesantren-dua-bule-disambut.html' title='Kunjungi Pesantren, Dua Bule Disambut Hangat'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-3Lo39PMQcQM/TpdhTBmZ_xI/AAAAAAAAAhk/5D82H6NXLyk/s72-c/3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-918168826588448540</id><published>2011-10-10T11:04:00.002+07:00</published><updated>2011-10-10T11:16:14.880+07:00</updated><title type='text'>Kakak Kelas Harus Ayomi Adik-adiknya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-g2p95NYjySQ/TpJxbwGae9I/AAAAAAAAAhc/JbIAKJoffho/s1600/benderatanto.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 317px; height: 161px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-g2p95NYjySQ/TpJxbwGae9I/AAAAAAAAAhc/JbIAKJoffho/s400/benderatanto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5661712403140344786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pembina Upacara Bendera, Tanto Haryanto S.Si, meminta kakak-kakak senior baik SMA maupun MTs Qothrotul Falah untuk mengayomi sekaligus membimbing adik-adiknya yang lebih muda menuju kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Kakak kelas sebagai yang lebih tua, harus belajar mengayomi adik-adik kelasnya. Kelas 3 mengayomi kelas 2, kelas 2 mengayomi kelas 1. Kakak kelas juga harus sabar,” kata Kepala MTs Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten ini saat menyampaikan amanatnya, Senin (10/10/2011) pagi. Tampak hadir para dewan guru, baik MTs maupun SMA Qothrotul Falah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan lelaki asal Arjawinangun Cirebon ini, setiap adik kelas memiliki karakter yang beragam, juga keinginan yang berbeda-beda. “Di sinilah kakak kelas dilatih menghilangkan egonya,” pesannya. “Misalnya, ketika adik kelasnya main tenis meja, bulu tangkis, atau futsal, maka yang lain harus ngantri, termasuk kakak kelasnya,” imbuhnya menyindir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai, katanya, mentang-mentang kakak kelas itu usianya lebih dewasa, lantas tidak menghargai adik-adik kelasnya. “Di sini yang berlaku bukan hukum rimba. Kita ini diikat secara kekeluargaan,” ujarnya. “Sebaliknya, adik-adik kelas juga harus nurut aturan dan jangan ngeyel. Ini namanya timbal balik,” sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menyinggung soal ayom-mengayomi, Pak Tanto juga meminta kepada guru dan para siswa untuk saling belajar. “Yuk kita sama-sama belajar untuk mencapai kesuksesan. Caranya, siswa menerima ilmu, guru membimbing.,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya, untuk mencapai kesuksesan, maka kita harus mengerti dan memahami siapa diri kita. “Kalau ingin bahagia, kenalilah diri kita. Misalnya, di sini kita sebagai siswa, maka ikutilah ketentuan yang berlaku di lembaga ini,” ujarnya. “Yang pasti, pembelajaran itu tidak harus di ruang kelas, tapi juga dengan mengenal siapa diri kita,” sambungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tinggal di lembaga boarding school, menurutnya, maka peluang menuju kesuksesan itu lebih terjamin lagi, karena keteraturan dan kontinuitas bimbingan yang berlangsung.[enha] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-918168826588448540?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/918168826588448540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=918168826588448540&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/918168826588448540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/918168826588448540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/10/kakak-kelas-harus-ayomi-adik-adiknya_8583.html' title='Kakak Kelas Harus Ayomi Adik-adiknya'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-g2p95NYjySQ/TpJxbwGae9I/AAAAAAAAAhc/JbIAKJoffho/s72-c/benderatanto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-402835990513597239</id><published>2011-10-03T09:55:00.002+07:00</published><updated>2011-10-03T10:02:36.847+07:00</updated><title type='text'>Prihatin Minimnya Sosialisasi Sejarah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-0vN52KJVvzE/ToklreBnO9I/AAAAAAAAAhM/ug8ESeCaQOs/s1600/upacaragaban.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 254px; height: 174px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-0vN52KJVvzE/ToklreBnO9I/AAAAAAAAAhM/ug8ESeCaQOs/s400/upacaragaban.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659095835492170706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten diharapkan lebih mencintai sejarah dan banyak belajar darinya, sehingga bisa menata dan mengisi nikmat kemerdekaan negeri ini dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang ini kita tidak banyak tahu sejarah. Apalagi banyak pengaburan di sana-sini. Padahal sejarah diperingati biar peristiwa yang negatif tidak terulang lagi,” demikian dinyatakan Ustadz Aang Abdurrahman, S.E. dalam tausiahnya sebagai Pembina Upacara, Senin (3/10/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diselenggarakan di Lapangan Qothrotul Falah, bertindak sebagai petugas upacara adalah siswa-siswi Kelas IX MTs Qothrotul Falah, dengan pembinaan Ustadz Agus Faiz Awaluddin. Seperti biasanya, usai upacara dilakukan sidak kedisiplinan oleh Ustadz Ahmad Turmudzi, Ustadz Ahmad Amrullah, Ustadz Nurhasan, dan Ustadz Abdurohman DMG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam tausiahnya, Ustadz Gaban – sapaan akrab Aang Abdurrahman – mengingatkan peristiwa sejarah yang terjadi pada 1 Oktober, yakni Hari Kesaktian Pancasila. “Saat itu terjadi revolusi Indonesia, terkait pemberontakan G 30 S PKI yang nyaris menelan korban 1,5 juta jiwa,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, Ustadz Gaban yang mengenakan batik bermotif bunga-bunga ini melanjutkan, upara bendera sangat penting diselenggarakan sebagai bentuk kecintaan bangsa ini pada negara dan perenungan pada sejarahnya. “Nabi Muhammad mengingatkan, cinta tanah air sebagian dari iman. Inilah peringatan nikmatnya kemerdekaan,” ujar putera pertama Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alumni Ponpes Tebuireng Jombang dan Ponpes Lirboyo Kediri ini lantas menyentil pemerintah yang menurutnya kurang serius melakukan sosialisasi sejarah kepada para siswa. “Selaku guru sejarah, saya prihatin karena kurangnya sosialisasi pelajaran sejarah dari pemerintah pada para siswa,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai penyelenggaraan upacara, seperti biasanya, dewan guru lantas bersantap nasi goreng bersama hasil kreasi Bunda dan Teh Dwi. Kali ini ditemani bakwan hasil gorengan Kepala SMA Qothrotul Falah. Krupuk juga tak mau ketinggalan meramaikan menu santap pagi ini, kendati tetap saja sederhana. Maklum, belum mampu yang mewah-mewah. Hi..[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-402835990513597239?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/402835990513597239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=402835990513597239&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/402835990513597239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/402835990513597239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/10/prihatin-minimnya-sosialisasi-sejarah.html' title='Prihatin Minimnya Sosialisasi Sejarah'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-0vN52KJVvzE/ToklreBnO9I/AAAAAAAAAhM/ug8ESeCaQOs/s72-c/upacaragaban.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-2702895035293310243</id><published>2011-10-01T23:38:00.001+07:00</published><updated>2011-10-01T23:41:57.420+07:00</updated><title type='text'>Mau Berilmu? Jangan Banyak Tidur!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-MntxBOPizNc/TodCu9bcVCI/AAAAAAAAAg8/eBgKbmnjkQM/s1600/naklim.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 270px; height: 203px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-MntxBOPizNc/TodCu9bcVCI/AAAAAAAAAg8/eBgKbmnjkQM/s400/naklim.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5658564831345398818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Burung bisa terbang karena sayapnya. Ayam bisa mencari makan karena cekernya. Dan manusia bisa hidup karena ilmunya. Dengan ilmu, di manapun dia tinggal, dia akan bisa mempertahankan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Makanya, tuntutlah ilmu sebanyak-banyaknya,” demikian disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah CIkulur Lebak Banten, KH. Achmad Syatibi Hambali saat memberikan pengajian Kitab Ta’lim al-Muta’allim, di Majelis Qothrotul Falah, Sabtu (1/10/2011) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ilmu, kata Kiai Ibing – sapaan akrab Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Lebak ini – kita bisa menjadi PNS, pengusaha, pejabat, pegawai kantoran, staff perusahaan atau yang lainnya. “Kalau punya ilmu, kita akan disejajarkan dengan yang lain,” ujar kakek dua cucu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Kiai Ibing, jika ingin mendapatkan kelayakan hidup di dunia, maka diantara yang harus dihindari adalah berbohong dan kebiasaan tidur setelah subuh. “Tidur setelah subuh itu enak. Tapi akibatnya bisa melarat harta dan ilmu,” katanya. “Jangan tidak percaya. Ini keterangan ulama,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tidur, katanya, juga bisa membawa susah. “Tidur itu perlu diatur, karena kebutuhan. Tapi jangan kebanyakan. Cukup 6 jam lah. Sebab, akibatnya, kalau kebanyakan tidur, susah ilmu dan melarat,” katanya. “Makanya, kalau di pesantren dibangunkan malam-malam, jangan marah. Harusnya bersyukur,” sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai Ibing berharap, santri sering-sering bangun malam untuk shalat tahajjud, mendaras al-Qur’an dan belajar atau muthalaah. Beliau lantas menceritakan pengalamannya memiliki teman yang sudah bergelar akademik sarjana muda yang mondok sekamar dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia tiap malam pukul 03.00 bangun untuk tahajjud. Wiridnya cuma baca al-Qur’an sampai subuh. Subhanallah, sekarang dia ilmunya banyak. Punya pesantren di Cimone Tangerang, di tengah kota. Walau bangun malam, dia sehat-sehat saja. Jadi nggak usah kuatir kesehatan. Umur itu milik Allah SWT,” ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai Ibing lantas mengutip syair yang tercantum dalam kitab yang dibacanya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Alaisa min al-khusrani anna layaliya # tamurru bila naf’in wa tuhsabu min al-‘umri&lt;/span&gt; (bukankah kerugian, malam-malam terus # berjalan tanpa manfaat, sementara malam terus dihitung sebagai bagian umur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rugi kalau malam berlalu tanpa manfaat, sedang usia terus dihisab. Apalagi usia nggak dipakai belajar, muthalaah, ngaji, atau berbuat baik. Makanya, jika guru tidak ada, belajar tetap harus dijalani sendiri,” pesannya.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-2702895035293310243?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/2702895035293310243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=2702895035293310243&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/2702895035293310243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/2702895035293310243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/10/mau-berilmu-jangan-banyak-tidur.html' title='Mau Berilmu? Jangan Banyak Tidur!'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-MntxBOPizNc/TodCu9bcVCI/AAAAAAAAAg8/eBgKbmnjkQM/s72-c/naklim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-997123423758452742</id><published>2011-09-30T23:03:00.001+07:00</published><updated>2011-09-30T23:05:32.860+07:00</updated><title type='text'>Kiai Dahlan Temui Santri Kiai Ibing</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-XVlSVFFsdys/ToXor6aUvwI/AAAAAAAAAgs/y95eJtvOfOE/s1600/sangpencerah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 290px; height: 181px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-XVlSVFFsdys/ToXor6aUvwI/AAAAAAAAAgs/y95eJtvOfOE/s400/sangpencerah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5658184347972583170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk merilekkan mental-spititual santri usai menjalani Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) harian, Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten menggelar nobar alias nonton bareng film “Sang Pencerah” besutan Hanung Bramantyo, Kamis (29/9/2011) malam, di lapangan pesantren.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Kegiatan santri itu padat. Makanya butuh refreshing. Diantaranya dengan memutar film, baik film pendidikan maupun hiburan yang positif,” ujar Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS), Ustadz Aang Abdurrahman S.E.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nobar dengan media layar lebar menggunakan infokus ini, diselenggarakan usai kegiatan rutin muhadharah (latihan berpidato santri). “Malam Jum’at santri menyelenggarakan kegiatan. Paginya kan kosong. Karena itu, kita manfaatkan untuk hiburan,” ujar putera pertama Pengasuh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri-santri terlihat antusias menyaksikan film sejarah tokoh Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan ini. Banyak diantara mereka yang respek dan mengaku mendapat pelajaran dari film ini. “Film ini membuat kita semakin tertantang untuk maju. Menarik sekali. Mungkin harus sering diputar film-film yang mendidik seperti ini,” ujar TB Munawir, santri Kelas VIII MTs Qothrotul Falah, asal Pandeglang Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa film “Sang Pencerah” yang identik dengan Ormas Muhammadiyah yang disuguhkan? Ustadz Ahmad Turmudzi, penanggungjawab lapangan pemutaran film ini, menyatakan, pihaknya tidak pernah membedakan ormas manapun di hadapan santri. “Kita tidak melihat Muhammadiyah-nya, tapi hikmah dari film itu; perjuangan itu butuh pengorbanan, apalagi di tengah masyarakat yang kolot budayanya,” katanya, dalam pesan singkat yang dikirimkan ke redaksi www.qothrotulfalah.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kisah Ahmad Dahlan dalam “Sang Pencerah” itu seru. Tapi masih penasaran saja nih. Kudu cari cerita aslinya di buku. Santri-santri juga tampak seru nontonnya,” imbuhnya. “Tapi, begitulah cara Kiai Ahmad Dahlan menemui santri-santri Kiai Ibing di Pondok Pesantren Qothrotul Falah untuk mengajarinya kearifan hidup,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Atur – sapaan akrabnya – soal ke-Muhammadiyah-an film ini, pihaknya enjoy-enjoy saja. Tidak perlu ada sekat antara kita dengan pihak lain. Semuanya sama, cuma beda kebiasaan saja. “Santri-santri juga berhak memilih jalan masing-masing; Muhammadiyah atau Nahdhatul Ulama. Tapi itu nanti saja urusannya,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya, ke depan, kegiatan nonton bersama ini akan terus diselenggarakan. Niatannya, selain untuk media relaksasi santri, juga untuk menginjeksikan nilai-nilai pendidikan yang positif pada para santri. “Kita sudah menyiapkan banyak judul film, untuk diputar selanjutnya,” ujar Atur.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-997123423758452742?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/997123423758452742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=997123423758452742&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/997123423758452742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/997123423758452742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/09/kiai-dahlan-temui-santri-kiai-ibing.html' title='Kiai Dahlan Temui Santri Kiai Ibing'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-XVlSVFFsdys/ToXor6aUvwI/AAAAAAAAAgs/y95eJtvOfOE/s72-c/sangpencerah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-1797822575207492486</id><published>2011-09-28T07:49:00.003+07:00</published><updated>2011-09-28T07:57:08.932+07:00</updated><title type='text'>Mang Udong Ajari Santri “Berkicau”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-2i_1DE__Zt8/ToJvwnV7HjI/AAAAAAAAAgk/94ffBsBSKAY/s1600/ajarnagham.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 315px; height: 228px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-2i_1DE__Zt8/ToJvwnV7HjI/AAAAAAAAAgk/94ffBsBSKAY/s400/ajarnagham.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657206962916105778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu ketika, Rasulullah Saw mendengar bacaan al-Qur’an yang sangat merdu dari sahabat Abu Musa al-Asy'ari r.a. Beliaupun Saw pun lantas memujinya. “Sungguh engkau telah diberi seruling (suara merdu) di antara seruling-seruling keluarga Dawud,” pujinya. (HR Muhammad bin Ismail al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pujian ini menunjukkan apresiasi yang mendalam dari Rasulullah SAW atas para pelantun ayat-ayat al-Qur’an dengan suara yang indah nan merdu.  Dalam sabdanya yang lain, beliau menganjurkan kita untuk menghiasai bacaan al-Qur’an dengan suara kita. “Hiasilah al-Quran dengan suara kalian,” sabdanya. (HR An Nasa`i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, lebih tegas lagi, Rasulullah SAW bersabda: laisa minna man la yataghanna bi al-Qur’an (Bukanlah golongan kami, orang yang tidak melagukan al-Qur’an). (HR Abu Dawud). Sabda ini dimaksudkan agar ayat-ayat al-Qur’an dilantunkan semerdu dan seindah mungkin, sehingga bisa menggetarkan hati setiap pendengarnya. Atau setidaknya, membuat pendengarnya – baik yang muslim maupun non-muslim – tertarik dengan roman seni al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya pengamalan Hadis ini, pulalah yang diterapkan di Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten. Setiap Senin malam di Majelis Putera Qothrotul Falah, oleh Ustadz Udong Khudori dan Ustadz Ahmad Hudaedy, para santri diajari cara “berkicau” yang baik, sehingga ayat-ayat al-Qur’an dilantunkan dengan merdu. Cara berkicau ini biasanya disebut taghanni atau qira’ah dalam tradisi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mang Udong – sapaan akrabnya – pelantun ayat-ayat al-Qur’an dari Cipasung Cikulur Lebak ini, ditemani Mang Dedy – sapaan akrab Ustadz Dedy Huadedy – biasanya mengajari model-model pembacaan al-Qur’an, dari bayati, syikkah, shaba, hijaz, jawabul jawab dan sebagainya. Dengan model pembacaan ini, diharapkan santri kian terbiasa melantunkan al-Qur’an dengan merdu dan indah, seperti yang biasa dilakukan Muammar ZA dan Haji Humaidi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Senin malam lalu (26/9/2011) santripun tampak antusias mengikuti kegiatan taghanni ini, dengan suaranya masing-masing yang beraneka ragam sesuai kekhasannya. Barangkali saja, di dalam hati mereka, mereka ingin menjadi pelantun ayat-ayat al-Qur’an yang ulung dan menawan. Semoga saja, apa yang mereka lakukan menjadi bagian dari pelestarian al-Qur’an dan pengamalan Hadis Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hayooo para santri, teruslah latihan “berkicau”, sehingga al-Qu’ran kian diminati masyarakat di berbagai kalangan. Semoga, ada diantara kalian yang berhasil menjadi pelantun al-Qur’an ulung, sebagai generasi Mang Udong dan Ustadz Dedy.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-1797822575207492486?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/1797822575207492486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=1797822575207492486&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1797822575207492486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1797822575207492486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/09/mang-udong-ajari-santri-berkicau.html' title='Mang Udong Ajari Santri “Berkicau”'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-2i_1DE__Zt8/ToJvwnV7HjI/AAAAAAAAAgk/94ffBsBSKAY/s72-c/ajarnagham.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-6726726398413300405</id><published>2011-09-26T09:00:00.001+07:00</published><updated>2011-09-26T09:04:47.438+07:00</updated><title type='text'>Ngaji Ta’lim, Dosa, Bohong dan Kantuk Sebabkan Kemelaratan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-89SEj9YjhN4/Tn_dkJcWtgI/AAAAAAAAAgc/kmVlcIJCXvM/s1600/pengajian.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 296px; height: 236px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-89SEj9YjhN4/Tn_dkJcWtgI/AAAAAAAAAgc/kmVlcIJCXvM/s400/pengajian.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656483270080509442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pengajian Ta’lim al-Muta’allim, Sabtu (24/9/2011) malam kali ini mengulas Bab Tentang Apa-apa Yang Mendatangkan dan Mencegah Rizki. Bertempat di Majelis Putera Qothrotul Falah, bertindak sebagai pembaca kitab adalah Ustadz Sufiyan Sadeli, guru asal Kota Jakarta, yang juga alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengajiannya yang menggunakan logat jawa dengan sisten “nyoret” ala pesantren klasik/salafi ini, dijelaskan bahwa diantara penyebab terhalangnya rizki adalah perbuatan dosa, berbohong dan kebiasaan tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seseorang bisa terhalang rizkinya, sebab dosa yang dilakukan. Kalau kita sering berdosa, yang mau dapat rizki, akhirnya nggak dapat. Yang harusnya kiriman datang tanggal 23, karena berdosa melanggar aturan pesantren, datangnya jadi tanggal 1,” ujar mahasiswa sekolah tinggi Islam di Rangkasbitung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkong – sapaan Ustadz muda berkaca mata ini – lantas mengutip Hadis yang ada di dalam kitab yang tengah dibacanya; inna irtikaba al-dzanbi sababu hirman al-rizki (melakukan dosa menjadi sebab terhalangnya rizki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makanya kalau melakukan satu dosa, kita harus benar-benar minta ampun. Dengan istighfar, dosa-dosa yang ringan akan rontok. Kalau perlu istighfar kita didawamkan (dibaca secara rutin). Misalnya, sehari minimal 100 kali. Nabi Muhammad SAW, setiap menjelang tidur membaca istighfar 70 kali. Apalagi kita umatnya, yang menjadi tempatnya salah,” ujarnya berpesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dosa, yang menyebabkan kemelaratan adalah berbohong. Dikatakan di sana; al-kadzibu yuritsu al-faqra (kebohongan itu menyebabkan kemelaratan). “Berbohong itu banyak bahayanya. Bahkan ini menjadi tanda-tanda orang munafiq,” katanya mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkiat dengan kebiasaan tertidur, di dalam kitab karya Syeikh al-Zarnuji ini dikatakan; katsratu al-naum turitsu al-faqra wa faqr al-‘ilm (kebiasaan tidur menyebabkan kemelaratan harta dan kemelaratan ilmu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau ngantuk, wudhu lagi. Sebab ngantuk membuat terhalangnya rizki dan ilmu. Yang sering tidur, ilmunya sedikit, soalnya jarang belajar. Di kelas tidur. Setelah sekolah tidur. Ngaji tidur lagi. Kapan belajarnya? Kecuali kalian bisa belajar dalam mimpi,” katanya disambut tawa. “Tapi tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT,” sambungnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula kebiasaan tidur, akan menghambat rizki. “Yang lain bekerja mencari rizki, kita malah tertidur. Pasti rizki kita akan terhambat,” katanya menjelaskan.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-6726726398413300405?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/6726726398413300405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=6726726398413300405&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6726726398413300405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6726726398413300405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/09/ngaji-talim-dosa-bohong-dan-kantuk.html' title='Ngaji Ta’lim, Dosa, Bohong dan Kantuk Sebabkan Kemelaratan'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-89SEj9YjhN4/Tn_dkJcWtgI/AAAAAAAAAgc/kmVlcIJCXvM/s72-c/pengajian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-8267339269477080877</id><published>2011-09-26T08:52:00.002+07:00</published><updated>2011-09-26T08:57:16.936+07:00</updated><title type='text'>Tausiah Pembina, Jangan Minta Dilayani Terus!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-hp0DRd81DGc/Tn_b36HftVI/AAAAAAAAAgM/Jsn5ClXOlwo/s1600/pembina.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 336px; height: 189px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-hp0DRd81DGc/Tn_b36HftVI/AAAAAAAAAgM/Jsn5ClXOlwo/s400/pembina.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656481410540614994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah, tanpa terkecuali, adalah manusia-manusia pilihan yang diberi amanat untuk menuntut ilmu agama, baik oleh keluarga maupun masyarakatnya. Karenanya, carilah ilmu sebanyak-banyaknya dan jangan minta dilayani terus-menerus.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Jangan sampai, kalian ingin mendapatkan ilmu, namun maunya dilayani saja. Carilah terus, jangan menunggu!” kata Dede Saadah, S.Th.I., saat menjadi pembina upacara bendera, Senin (26/9/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Bendahara Pondok Pesantren Qothrotul Falah sekaligus Wali Kelas X SMA Qothrotul Falah ini, misalnya ada guru yang berhalangan hadir, maka siswa hendaknya melakukan diskusi terkait tema yang diajarkan. “Diskusilah dengan teman-teman sekelas. Ini namanya melayani ilmu,” ujar Bunda – sapaan akrabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda juga berharap, para siswa berkonsentrasi dalam belajar. “Jangan suka ngantuk apalagi sampai tertidur. Guru mengajar malah “mestol” (istilah ngantuk di Sunda, red),” pesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda lantas mengutip bait syair dalam Kitab Ta’lim al-Muta’allim; sururunnasi fi lubsillibas # wa jam’ul ‘ilmi fi tarkinnu’as (Kegemaran manusia itu mengoleksi pakaian # dan mengoleksi ilmu caranya dengan meninggalkan kebiasaan tidur). “Mudah-mudahan mulai hari ini, kita lebih semangat lagi belajar,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan belajar, imbuhnya, setidaknya para siswa akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya. “Berkah itu sulit didapatkan, baik dari guru maupun dari pondok. Cara mendapatkannya, antara lain, dengan menjadi siswa yang baik. Ikutilah aturan yang berlaku di lembaga,” ujarnya. “Kalau kita ngikuti ketentuan yang ada, semuanya akan mudah,” sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menyinggung soal pentingnya belajar, Bunda juga berpesan perihal urgensi menguasai teknologi. “Kita sudah punya website. Segala kegiatan kita diupload di sana. Silahkan bisa dilihat,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguasai Face Book, untuk jejaring sosial juga tidak kalah perlunya. Apalagi saat ini komunikasi telah menggunakan teknologi sepenuhnya. “Saya saja sekarang punya face book. Saya liburan ke Jawa belum lama ini, selalu dipantau oleh siswa-siswi sendiri, karena kita terus bisa berhubungan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Bunda mengingatkan, santri haruslah lebih mengutamakan mencari ilmu ketimbang focus pada face book. “Face book itu sekedar sampingan. Hiburan lah. Belajar itulah pokok kegiatan yang harus kalian lakukan,” katanya mengingatkan.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-8267339269477080877?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/8267339269477080877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=8267339269477080877&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8267339269477080877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8267339269477080877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/09/tausiah-pembina-jangan-minta-dilayani.html' title='Tausiah Pembina, Jangan Minta Dilayani Terus!'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-hp0DRd81DGc/Tn_b36HftVI/AAAAAAAAAgM/Jsn5ClXOlwo/s72-c/pembina.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-8249225154330202729</id><published>2011-09-26T08:44:00.001+07:00</published><updated>2011-09-26T08:48:41.451+07:00</updated><title type='text'>Diskusi Siswa, Teroris Salah Memaknai Jihad Fi Sabilillah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-BekVCXqg2jo/Tn_Z1kGY9PI/AAAAAAAAAgE/Caly8sFdojc/s1600/diskusi%2Bjihad.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 343px; height: 207px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-BekVCXqg2jo/Tn_Z1kGY9PI/AAAAAAAAAgE/Caly8sFdojc/s400/diskusi%2Bjihad.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656479171247404274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Para pelaku terorisme telah salah memaknai doktrin luhur jihad fi sabilillah, karena mereka tidak melihat situasi dan kondisi sosial yang terjadi, sehingga efek terorisme malah menimbulkan kerusakan dan kerapkali mematikan banyak korban tak berdosa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikian kesimpulan yang muncul pada diskusi mingguan bertema Memaknai Jihad Fi Sabilillah Secara Proporsional, yang diselenggarakan Kelas XI IPA SMA Qothrotul Falah, Ahad (25/9/2011) pagi. Dihelat di lapangan Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten ini, bertindak sebagai Pemateri adalah Diani dan Saiful Ricky, keduanya santri asal Koncang Cikulur Lebak. Wahyuddin menjadi moderatornya dan Nurul H. Maarif, guru Mata Pelajaran Dakwah, berlaku sebagai peneman diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam makalahnya, kedua pemateri mula-mula menyampaikan makna jihad, bentuk-bentuk jihad (memerangi musuh, melawan setan, dan mengendalikan diri), latar belakang pentingnya berjihad, tujuan berjihad, juga argumen-argumen tekstual dan rasional perihal jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah diskusi yang menyenangkan itu, muncul banyak pertanyaan menggelitik. Misalnya, antara lain, yang dilontarkan Siti Komariah, santri asal Serang Banten. “Apakah jihad fi sabilillah itu identik dengan terorisme?” tanyanya. Pertanyaan ini merupakan respon terhadap situasi sosial saat ini, ketika Islam diidentikkan dengan terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merespon pertanyaan ini, para peserta diskusi berpandangan beragam. Saiful Ricky misalnya, sebagai pemateri menyatakan, diakui atau tidak, terorisme memang seringkali diidentikkan dengan jihad fi sabilillah. “Namun, terorisme itu harus dibasmi, karena membahayakan banyak orang yang tidak bersalah,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faiz Apipi, santri asal Cicandang Cikulur Lebak menyatakan, terorisme bukanlah bagian dari jihad fi sabilillah. “Dalam kenyataannya, seringkali terorisme itu merugikan banyak orang. Non-muslim juga berhak hidup di atas bumi ini,” katanya tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terorisme itu tindakan yang keliru, karena mengebom di hotel. Yang muslim seringkali kena dan non-muslim juga kena. Terkadang korbannya juga orang Islam sendiri. Ini bukan jihad fi sabilillah. Mereka salah mengartikan jihad,” tegas Fauzul Iman Muzayid, santri asal Pondok Cabe Ciputat Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Athoillah, santri asal Cikulur Lebak ini memiliki pandangan yang juga berbeda. Baginya, terorisme identik dengan jihad atau tidak, itu tergantung situasi dan tempatnya. “Di Indonesia, kaum muslim dan kafir itu bersahabat. Islam sendiri agama pengampun dan pengasih. Karenanya, salah kalau melakukan jihadnya di Indonesia. Kalau mau jihad yang sesungguhnya, itu di Israel sana,” kata santri yang ngaji ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusipun berjalan ramai. Pada intinya, jihad itu maknanya luas. Salah satunya bermakna peperangan, namun bukan terorisme. Sebab, jihad itu arahnya jelas, terorisme itu abstrak dan seringkali merugikan banyak pihak. Itu sebabnya, menyamakan jihad dengan tindakan anarkisme alias terorisme, sungguhlah tidak tepat. Lebih-lebih menyamakan terorisme dengan Islam.[enha] (www.qothrotulfalah.com, Ahad, 25/9/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-8249225154330202729?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/8249225154330202729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=8249225154330202729&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8249225154330202729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8249225154330202729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/09/diskusi-siswa-teroris-salah-memaknai.html' title='Diskusi Siswa, Teroris Salah Memaknai Jihad Fi Sabilillah'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-BekVCXqg2jo/Tn_Z1kGY9PI/AAAAAAAAAgE/Caly8sFdojc/s72-c/diskusi%2Bjihad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-754698394380804583</id><published>2011-09-22T20:32:00.002+07:00</published><updated>2011-09-22T20:34:55.414+07:00</updated><title type='text'>Santri Harus Kuasai Tiga Strategi Dakwah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-nViC86N9678/Tns5WKm4ezI/AAAAAAAAAf8/CyJTJQbf3Yo/s1600/biyah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-nViC86N9678/Tns5WKm4ezI/AAAAAAAAAf8/CyJTJQbf3Yo/s400/biyah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5655176810061134642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Model pengajaran Mata Pelajaran Dakwah SMA Qothrotul Falah dibedakan sesuai jenjang kelasnya masing-masing. Untuk Kelas X misalnya, para siswa diajarkan perihal teori dakwah tekstual; dari pengertian dakwah, tujuan, metodologi, dan sebagainya. Kelas XI lebih menitikberatkan pada model dakwah mujadalah atau dialog/diskusi/perdebatan. Sedang Kelas XII dititikberatkan pada latihan ceramah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut guru Mata Pelajaran Dakwah, Nurul H. Maarif, pembedaan model pengajaran ini berdasarkan kebutuhan riil di tengah masyarakat dan sesuai panduan ayat al-Qur’an. “Ini sesuai Qs. al-Nahl ayat 125. Di sana, metode dakwah dibedakan menjadi tiga; hikmah, mauidhah hasanah dan mujadalah. Inilah target kami. Kelas X teori saja, kelas XI berlatih diskusi, dan kelas XII berceramah. Sepanjang smester ya itu saja yang dilakukan,” ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa targetnya? Menurut pria asal Jawa Tengah ini, tiada lain untuk menyiapkan kemampuan santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah ketika kelak terjun di tengah masyakat. “Masyarakat itu beragam jenisnya dan banyak pula kepentingannya. Sehingga, selain memahami teori, kita juga harus memahami strategi berdebat dan metode berceramah, untuk mengambil hati mereka,” katanya. “Banyak orang berilmu, tapi kurang bisa berdiskusi dan minus berbicara yang memukau,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Kamis, 21/09/2011 misalnya, di Majelis Puteri Qothrotul Falah, Kelas XI IPA menjalani pelatihan metode dakwah mauidhah hasanah dengan berceramah. Kali ini, yang mendapat giliran pertama adalah Siti Nur Anbiyah, siswa asal Pandeglang. Dengan percaya diri dan suara lantang, dalam ceramahnya yang disaksikan rekan-rekan sekelasnya, ia menyampaikan materi “Mensucikan Diri di Bulan Suci.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita banyak mendapatkan pengalaman hidup dari paparan penceramah. Namun ada beberapa hal yang juga perlu diperbaiki, termasuk singkronitas antara mukaddimah, judul dan materi,” ujar Abdurrohin menanggapi penceramah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah aktivitas latihan dakwah yang diselenggarakan Kelas XII. Ada dua langkah yang dilakukan; ceramah dan responsi. Setelah ceramah disampaikan, maka akan diberikan catatan baik yang positif maupun yang negative oleh rekan-rekannya sendiri. “Secara bergiliran, siswa-siswi memang diminta memberikan tanggapan baik yang positif maupun kurang positif. Tujuannya untuk menjadi acuan, mana ceramah yang harus diikuti dan mana yang harus diperbaiki. Juga untuk melatih daya kritis dan kejelian mereka tatkala mendengarkan ceramah orang lain,” ujar Guru Mata Pelajaran Dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara bergiliran, mereka juga akan diundi untuk menyampaikan materi ceramahnya, sesuai tema yang dipilihnya. “Hari ini dikritik, minggu depan giliran mengkritik yang lain. Begitu seterusnya, sehingga tercipta keseimbangan satu sama lain. Harapannya, kita siap dikritik dengan lapang dan kita mampu meluruskan kekeliruan orang lain,” ujarnya.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-754698394380804583?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/754698394380804583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=754698394380804583&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/754698394380804583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/754698394380804583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/09/santri-harus-kuasai-tiga-strategi.html' title='Santri Harus Kuasai Tiga Strategi Dakwah'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-nViC86N9678/Tns5WKm4ezI/AAAAAAAAAf8/CyJTJQbf3Yo/s72-c/biyah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-8295921725671717206</id><published>2011-09-20T12:02:00.006+07:00</published><updated>2011-09-20T12:13:03.313+07:00</updated><title type='text'>Peduli Lingkungan, Pak Amru dan Mang Bandi Hijaukan Pesantren</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Sl1LjT78pb8/TngeoXQj7RI/AAAAAAAAAfs/-OMepuOlmI0/s1600/sibuk%2Bmenanam%2Bbunga.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 331px; height: 210px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Sl1LjT78pb8/TngeoXQj7RI/AAAAAAAAAfs/-OMepuOlmI0/s400/sibuk%2Bmenanam%2Bbunga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654303010950737170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebagai bagian dari proklamasi pelestarian lingkugan, Ustadz Ahmad Amrullah (Pak Amru) dan Mang Bandi tak mau ketinggalan berpartisipasi dengan menghijaukan pesantren. Di tengah terik matahari dan ditemani peluh yang bercucuran, mereka tampak serius menata taman pesantren, Selasa (20/9/2011) siang. Mencangkul, membawa pot beserta bunga-bunga, menyiram, menanam bunga, dan kerja-kerja pelestarian lingkungan lainnya dilakukan dengan semangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Wah, luar biasa. Pak Amru dan Mang Bandi menghijaukan pesantren nih, walau dengan menghitamkan dirinya di tengah terik matahari. Ini patut ditiru dan menjadi teladan yang baik bagi para santri,” ujar Ustadz Ahmad Turmudzi, di sela-sela mengajar praktik TIK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemui di sela-sela aktivitasnya, Pak Amru yang tampak lelah namun semangat dan sesekali mengusap peluhnya ini menyatakan, ia dan Mang Bandi ingin turut melestarikan lingkungan sebisanya “Ya, kita harus melestarikan alam raya ini. Ini tugas bersama,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Pak Amru juga berfilosofi dengan mengutip Hadis Rasulullah SAW. Menurutnya, sesuai sabda Nabi Muhammad, Allah SWT itu indah dan mencintai keindahan. “Itu sebabnya, kita juga harus memperindah diri kita dan lingkungan kita, supaya Allah SWS mencintai kita karena kita menjaga keindahan yang diberikan-Nya,” katanya berfilosofi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal rencana penghijauan pesantren ke depan, Pak Amru berharap, para santri memiliki kesadaran dan kepedulian yang tinggi dalam hal ini. “Ini kan tugas kita bersama. Ya guru, siswa, pengelola, semua harus punya kepedulian bersama,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal bunga apa saja yang akan ditanam, Pak Amru tidak bisa memastikannya. “Bunga banyak kok di pesantren ini. Insya Allah ada. Di salafi juga banyak, tinggal mengambil saja. Anak-anak santri juga bisa digerakkan untuk mencari bunga-bunga di rumahnya,” katanya lagi berharap. “Yang penting bunganya seragam, biar rapi,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah perlu menyelenggarakan deklarasi hari penghijauan pesantren? Menjawab pertanyaan ini, sembari menikmati Siomay, Pak Amru mengatakan, dirinya beserta siapapun yang peduli pelestarian lingkungan, akan menata taman pesantren terlebih dahulu hingga tampak bagus.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GXLTi7JKBAo/TngfFo1NFcI/AAAAAAAAAf0/iVc_7yLuPQ0/s1600/bandi%2Bnyangkul.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 191px; height: 179px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-GXLTi7JKBAo/TngfFo1NFcI/AAAAAAAAAf0/iVc_7yLuPQ0/s400/bandi%2Bnyangkul.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654303513884038594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Seteleh beres semua, baru kita akan melakukan deklarasi itu. Biar semuanya peduli dan memiliki kesadaran yang sama. Pastinya, untuk menuju ke sana butuh waktu yang tidak sebentar,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Siap Pak Amru dan Mang Bandi! Sudah saatnya kesadaran pelestarian lingkungan dimiliki semua santri. Kalau bukan kita yang peduli, lalu siapa lagi? Yang penting kita konsisten dan tekun. Jangan sampai global warming menjadi penyakit buat kita, padahal karena ulah kita sendiri yang acuh tak acuk pada lingkungan. “Peduli lingkungan ini ajaran Islam lho,” ujar Bunda nyeletuk.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-8295921725671717206?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/8295921725671717206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=8295921725671717206&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8295921725671717206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8295921725671717206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/09/peduli-lingkungan-pak-amru-dan-mang.html' title='Peduli Lingkungan, Pak Amru dan Mang Bandi Hijaukan Pesantren'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Sl1LjT78pb8/TngeoXQj7RI/AAAAAAAAAfs/-OMepuOlmI0/s72-c/sibuk%2Bmenanam%2Bbunga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-9091403290122957828</id><published>2011-09-20T11:01:00.000+07:00</published><updated>2011-09-20T11:03:08.933+07:00</updated><title type='text'>Tiga Pilar Santri</title><content type='html'>Seperti biasanya, setiap Senin, siswa-siswi MTs/SMA Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten menyelenggarakan kegiatan rutin Upacara Bendera. Pada pengibaran bendera yang berlangsung khidmat ini, yang bertugas sebagai pelaksana upacara adalah Kelas XI SMA QF dan bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Nurhasan, S.Pd., yang sekaligus Wali Kelas XI.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam tausiahnya, Pak Achonk – sapaan akrab Nurhasan S.Pd. – mengingatkan pentingnya menjaga tiga pilar santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Pertama, disiplin. Menurut Sarjana STKIP Rangkasbitung ini, disiplin itu cakupannya luas, baik disiplin waktu maupun kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Disiplin waktu itu misalnya, ketika proses pembelajaran sedang berlangsung, siswa jangan tidur. Dari sisi kegiatan, seharusnya tepat waktu untuk melaksanakannya, baik pada saat di kelas maupun shalat berjamaah,” ujar lajang asli Rangkasbitung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tanggungjawab dan dapat dipercaya. Menurut Pak Achonk, sebagai wali kelas, dirinya melihat saat ini perlu ada pembenahan kepengurusan kelas, baik oleh wali kelas maupun oleh siswa-siswi itu sendiri. “Misalnya, KBM sudah berjalan hampir setengah smester, maka atribut kelas seperti struktur harus dibereskan. Ini soal tanggung jawab dan dapat dipercaya,” katanya mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kebersihan. Dalam hal ini, Pak Achonk menggarisbawahi perlunya kepedulian siswa-siswi pada pelestarian lingkungan. “Buanglah sampah pada tempatnya! Apalagi dilihat dari sisi pelestarian lingkungan, kita sudah mencetuskan bahwa QF sebagai pondok hijau. Kita telah menyediakan pot bunga cukup banyak. Tugas kita mengisi dan merawatnya untuk pelestarian lingkungan,” pesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tiga pilar ini, harap Pak Achonk, santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah akan bisa menata dirinya untuk keberhasilan di masa yang akan datang, baik berhasil secara individual maupun sosial.[enha]    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-9091403290122957828?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/9091403290122957828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=9091403290122957828&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/9091403290122957828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/9091403290122957828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/09/tiga-pilar-santri.html' title='Tiga Pilar Santri'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-2111643905675783071</id><published>2011-09-16T17:32:00.001+07:00</published><updated>2011-09-16T17:32:55.030+07:00</updated><title type='text'>Santri Harus Mampu Menjadi Da’i</title><content type='html'>Muhadhoroh atau latihan berpidato, baik dengan menggunakan sarana Bahasa Arab, Inggris, maupun Indonesia, merupakan media pembentukan mental santri agar menjadi manusia-manusia yang mampu berdakwah Islam di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Malam Jum’at, adalah dituntutnya para santri untuk bisa berdiri dengan kemampuan berdakwah di depan seluruh kalangan santri. Inilah media penggodokan para santri untuk menjadi juru dakwah Islam, yang kelak akan menyampaikan ajaran Islam di tengah umat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian petuah yang disampaikan Koordinator Mejelis Pembimbing Santri (MPS), Ustadz Aang Abdurrahman S.E. saat memberikan sambutan pada Muhadhoroh Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ), Kamis (14/09/2011), malam, di Majelis Putera Qothrotul Falah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Ustadz Gaban – sapaan akrab putera Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten ini – menyatakan, pesantren senantiasa memberikan keseimbangan pengatahuan akhirat dan dunia. “Semoga santri di sini memiliki ilmu yang seimbang, dunia dan akhirat, sehingga juga beruntung di dunia dan akhirat,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya, orang yang diberi kebaikan oleh Allah adalah mereka yang diberi kesenangan mempelajari ilmu agama. “Rasulullah SAW bersabda: man yuridillah bihi khairan yufaqqihhu fi al-din. Siapa dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka dia akan diberi pemahaman yang baik di bidang agama,” jelasnya seraya mengutip sabda baginda Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang terus-menerus belajar agama sehingga menguasai tema-tema pokok agama, maka dia tidak akan mengalami kepikunan. “Juga jarang ada orang tua yang rabun, jika ia senantiasa membaca al-Qur’an,” terangnya. “Semoga kita termasuk di dalamnya,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan muhadhoroh ini, selain diisi sambutan dari pihak pesantren, juga diselenggarakan beragam kegiatan kesantrian. Semisal pembacaan ayat suci al-Qur’an, shalawat Ya Nabi Ya Min Qidam, dan latihan pidato atau public speaker. Untuk pidato bahasa Arab misalnya, dibawakan oleh Ahmad Dimyati (Siswa Kelas XII IPS) dan Khairunnisa (Siswa Kelas XII IPA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pidato Bahasa Inggris disampaikan oleh Amalil Wahid (Siswa Kelas XII IPA), Ima Halimatun Najiah (Siswa Kelas XII IPA) dan Moh. Bahri (Siswa Kelas XII IPS). Sedangkan untuk pidato Bahasa Indonesia diorasikan oleh Abdurrohim (Siswa Kelas XII IPA), Ahmad Fathoni (Siswa Kelas XII IPS) dan Munawaroh (Siswa Kelas XII IPA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas terselenggaranya muhadhoroh ini, Ketua OPPQ Putera Moh. Bahri mengutarakan kegembiraannya. “al-Hamdulillah, kegiatannya meriah. Apalagi sebagian penceramahnya ditembak, tanpa direncanakan,” ujarnya di sela-sela kesibukannya membuat absen shalat berjamaah dan absen sorogan kitab, Jum’at (16/09/2011) sore, di Ruang Guru MTs/SMA QF. “Biar berani. Siap nggak siap santri harus siap,” katanya mengakhiri.[enha] &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-2111643905675783071?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/2111643905675783071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=2111643905675783071&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/2111643905675783071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/2111643905675783071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/09/santri-harus-mampu-menjadi-dai.html' title='Santri Harus Mampu Menjadi Da’i'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-666395808717938728</id><published>2011-09-16T17:30:00.000+07:00</published><updated>2011-09-16T17:32:06.081+07:00</updated><title type='text'>Jumat Bersih, H. Agus Babat Habis Rerumputan</title><content type='html'>Setiap Jum’at pagi, ba’da shalat shubuh berjamaah, seluruh santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten menjalankan aktivitas olah raga. Kadang berlari-lari, main volley, futsal, bulu tangkis dan sebagainya. Usai menyehatkan diri, mereka lantas bebersih lingkungan, dengan menyapu, mengepel, mencabuti rumput dan membuang sampah yang nampak tak bertuan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Ini biar fisik mereka sehat dan lingkungan sehat. Islam kan senantiasa mengajarkan kesehatan. Misalnya, Rasulullah SAW menyatakan, muslim yang kuat itu lebih dicintainya dari muslim yang lembek atau lemah-lemot. Kebersihan juga bagian dari iman, kata Rasulullah SAW,” ujar Ahmad Fathoni, mudabbir yang mengawal jalannya olah raga dan bebersih itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasanya, untuk kegiatan bebersih, mereka dibagi dengan sistem kapling. Dibagi berkelompok, mereka diberi tugas bebersih sesuai wilayah yang ditentukan. Mereka dilarang beranjak dari wilayahnya, sebelum tugasnya usai ditunaikan. “Ini untuk mengajarkan disiplin dan tanggungjawab para mereka,” ujar mudabbir lainnya, Ahmad Dimyati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain santri, beberapa dewan guru juga tampak turut bebersih memotong rumput yang sudah tak enak dipandang mata menggunakan mesin pencukur rumput. Pengasuh juga tampak sibuk membantu mengisi bensin mesin pemotong itu, ditemani Koordinator Kebersihan, Ustadz H. Agus; sosok penting penjaga gawang kebersihan pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesinpun dinyalakkan dan H. Agus memulai aksinya. Dari satu tempat ke tempat lainnya, rumput-rumput yang mulai meninggi dibabatnya habis tanpa kompromi. Sesekali ia digantikan oleh Kepala SMA Qothrotul Falah. “Pekerjaan ini tidak mudah dilakukan. Capek lho. Makanya, kita harus menghargai kemuliaan setiap pekerjaan, apapun bentuknya. Kalau perlu, kita juga harus merasakannya langsung sebagai bentuk penjiwaan,” ujar kepsek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Agus sendiri tampak menikmati aksinya. Ia senantiasa meniatkan aksinya sebagai ibadah dan bukti bakti setianya pada pesantren. Iapun tak mau berkompromi dengan rerumputan dan sampah-sampah yang merusak pemandangan pesantren. Semua dilibasnya habis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Sifa dan Difa ini juga sosok yang tekun bercocok tanam. Saat Ramadhan, ia menanam timun suri di tanah belakang pesantren. Lantas, di depan gerbang pesantren, ia menanam tomat yang saat ini mulai berbuah. Ia juga berencana menanam cabe, untuk membantu kebutuhan dapur pesantren. “Insya Allah tanah belakang akan saya tanami pepaya. Kayaknya bagus. Lumayan bisa buat hiburan santri,” ujarnya di sela-sela membabat rerumputan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik, H. Agus! Babatlah tanaman yang mengganggu keindahan pesantren dan tumbuhkanlah tanaman yang bermafaat untuk santri. Insya Allah, Allah akan melihat baktimu pada pesantren ini dan memberimu hadiah terbaik di sisi-Nya kelak. Siapa mau menirunya? [enha]        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-666395808717938728?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/666395808717938728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=666395808717938728&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/666395808717938728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/666395808717938728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/09/jumat-bersih-h-agus-babat-habis.html' title='Jumat Bersih, H. Agus Babat Habis Rerumputan'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-2583217347921608394</id><published>2011-09-16T17:29:00.000+07:00</published><updated>2011-09-16T17:30:29.813+07:00</updated><title type='text'>Nasi Uduk Temenin Rapat Dewan Guru</title><content type='html'>Seperti biasanya, setiap sebulan sekali Dewan Guru Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten menggelar rapat koordinasi rutin, untuk membincangkan berbagai program yang telah dicanangkan. Rapat kali ini digelar Jum’at (15/09/2011) malam, di Majelis Puteri Qothrotul Falah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada rapat koordinasi yang dipimpin Ustadz Agus F. Awaluddin ini, hadir diantaranya, Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Ustadz Aang Abdurrahman, S.E., Kepala Madrasah Diniah Qothrotul Falah Ustadz Usep Khoiruddin, Kepala MTs Qothrotul Falah Tanto Haryanto, S.Si., Kepala SMA Qothrotul Falah Nurul H. Maarif, dan koordinator-koordinator bidang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti biasanya, rapat kali ini diselenggarakan dengan model progress and report. “Semacam penyampaian tahapan kerja dan evaluasi. Masing-masing koordinator bidang menyampaikan sejauh mana program kerjanya telah berjalan, apa kendala dan bagaimana solusinya. Harapannya, rapat seperti ini lebih efektif dan tepat sasaran,” ujar pemimpin rapat, Ustadz Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para koordinator bidangpun secara bergiliran menyampaikan progress and report-nya. Dimulai dari Koordinator MPS, sekolah SMA dan MTs, Diniah, pengajaran, bahasa, olah raga dan seterusnya. Usai penyampain hasil pelaksanaan program mereka, lantas dilanjutkan diskusi dan pemberian masukan-masukan yang konstruktif untuk kelangsungan program ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat yang dimulai sekira pukul 20.30 WIB itupun berjalan ramai dan hangat. Masing-masing peserta menyampaikan pandangan dan evaluasinya. Sesekali terdengar pekikan suara yang lantang, saat beradu argumen. Tak terasa, rapat berjalan hingga pukul 23.30. “Ayo dong nasi uduknya dikeluarkan, biar rapatnya makin hangat. Kian malam nih,” ujar seorang peserta rapat “menagih”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat lantas diselingi makan nasi uduk bersama, dengan lauk jengkol, tahu dan telor, yang rasanya maknyossssss itu dan berakhir menjelang pukul 24.00. Setelah memberikan hak makanan pada perut yang keroncongan itu, para peserta menyudahi rapat dan kembali ke markasnya masing-masing untuk beristirahat panjang sekaligus mengosongkan perutnya kembali.[enha].   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-2583217347921608394?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/2583217347921608394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=2583217347921608394&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/2583217347921608394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/2583217347921608394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/09/nasi-uduk-temenin-rapat-dewan-guru.html' title='Nasi Uduk Temenin Rapat Dewan Guru'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-4237979681718991681</id><published>2011-09-12T20:54:00.000+07:00</published><updated>2011-09-12T20:56:13.692+07:00</updated><title type='text'>Empat Syarat Menjadi Santri Beruntung*</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh KH. Achmad Syatibi Hambali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum, Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengelola, dewan guru, dan anak-anakku santri yang saya banggakan. Puji syukur kita panjatkan pada Allah SWT atas karunia rahmat-Nya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan untuk Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, shahabat, dan kita sebagai pengikutnya.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Anak-anakku santriawan dan santriawati yang berbahagia. Kita telah kembali dari libur panjang Idul Fithri 1432 H. Kira-kira selama 20 hari kita di rumah. Ke depan, selama tiga bulan, tidak ada lagi perijinan pulang, karena liburnya sudah cukup lama. Masak mau libur lagi? Kalau pulang lagi, ya waktu kita habis di jalan. Lantas kapan belajarnya? Karena rekreasi, ziarah, dan liburan sudah kita lalui semua, kini saatnya kita kembali belajar seperti biasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah kenyang bermain-main di rumah. Gegemblong sudah habis. Semur juga sudah tidak ada lagi. Sekarang, al-hamdulillah, kita telah sampai di pesantren tercinta ini lagi. Perlu diingat, ketika kita berada di pesantren, maka jangan sampai kita jadi orang atau santri yang merugi. Awas! Memangnya ada santri yang rugi? Banyak! Kalau di pesantren hanya tidur, makan, dan main, kita akan bangkrut. Karena itu saya harapkan, semuanya tidak menjadi santri yang rugi dan harus menjadi santri yang beruntung. Mau jadi santri yang berhasil? Ada empat syaratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kita harus percaya dan menaati peraturan pesantren. Juga menaati guru kita. Sebab, ketentuan pesantren itu bukan untuk asatidz atau asatidzah, tapi untuk kepentingan kita sebagai santri. Pesantren menyediakan peraturan, misalnya kita harus bangun subuh dan wajib shalat berjamaah, itu untuk kepentingan kita sendiri. Tidak boleh terlambat belajar dan harus berpakaian rapi, juga untuk kebaikan kita sendiri. Mudah-mudahan, kalau kita ikhlas mentaati peraturan yang ada, insya Allah kita akan berhasil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar. Jika datang ke pesantren al-hamdulillah tepat waktu, tapi ketika sekolah leat-leot atau loyo, tidak ada motivasi dan keinginan, lemah, tidak ada cita-cita, dan teu boga kahayang, maka jangan salah jika kita kelak akan merugi. Karenanya, kita harus kerja keras dalam mencari ilmu. Insya Allah kita akan beruntung. Tidak ada keberhasilan yang dicapai dengan leha-leha. Kalau saya dikatakan berhasil oleh kalian, saya bukan sombong, na’udzu billah, bukan berarti waktu kecil saya berpangku tangan. Saya sama seperti kalian meninggalkan rumah dan jauh dari orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 70, saya keluar SD, lalu digiring ayah dan ibu ke Baros Cangkudu. Karena saya anak satu-satunya, saya ingin menjadi orang yang berhasil dan berguna. Untuk itu, perintah orang tua saya taati. Saya masih ingat, pada 20 Syawal, saya diantar ayah dan ibu ke pesantren. Sampai lebaran haji saya dilarang pulang oleh guru, Alm Abuya Salam. Saya taati pesan itu, padahal orang tua saya kangen, karena anaknya cuma saya satu-satunya. Saya pun tidak pulang dan lebaran di sana. Habis lebaran, kedua orang tua datang menjenguk saya. Dan setelah itu, terus beberapa lama saya tidak pulang. Saya lalu ditinggal wafat ayah tahun 74. Yang ada hanya ibu saya. Harusnya saya berniat untuk nungguin ibu saja. Tapi saya malah mondok ke Sukabumi dan ibu saya tinggal sendirian di rumah. Kalian masih mending, ada adik-adik di rumah. Apa saya tidak kangen? Ya kangen, tapi saya harus taat pada orang tua dan tidak boleh durhaka. Orang tua ingin kita mondok, maka kita harus mondok dengan semangat dan belajar penuh motivasi. Tanpa motivasi, tidak akan ada hasilnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, sesungguhnya semua ini proses mendewasaakan kita. Di pesantren, kita juga belajar mengatasi persoalan hidup. Inilah pembelajaran yang tidak didapat di tempat lain. Karenanya, kalau ingin berhasil, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak betah di pesantren. Di sini, banyak pelajaran lain yang harus ditimba. Misalnya soal sopan santun dalam berbahasa dan berperilaku. Kalau kita baik pada kawan-kawan, insya Allah kita akan mendapat kebaikan juga. Di pesantren, kita jangan menjadi orang yang membuat jera orang lain. Apalagi sampai merugikan mereka. Ada uang ngagoler (tergeletak), jangan diambil. Itu tidak boleh, karena merugikan orang lain. Kalau dilakukan, ini akan menjadi hambatan buat kita. Na’udzu billah min dzalik. Sekalipun kita tidak punya jajan, janganlah berniat mengambil milik orang lain sekecil apapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pesantren, hidup kita harus hati-hati dan terus bekerja keras. Kalau mencari uang saja bekerja keras, masak mencari ilmu tidak? Insya Allah, kalau punya ilmu, di manapun kita bisa hidup dan pasti bermanfaat bagi orang lain. Burung bisa terbang dengan sayapnya. Orang bisa hidup dengan ilmunya. Kalau tidak punya ilmu, kita akan menjadi sampah masyarakat. Carilah ilmu mumpung masih banyak kesempatan. Ilmu apa saja. Di sini kita bisa belajar Bahasa Arab, Bahasa Inggris, nahw, fikih, tauhid, dll. Yang penting kemauan dan motivasi kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, saling mengingatkan satu sama lain. Kepada sesama teman, kita harus saling memberi manfaat. Kalau ada teman meninggalkan shalat, jangan ditemani, tapi kita tegur dan kita ingatkan. Kalau ada kawan kita yang belajarnya malas-malasan, harus kita tegur dan kita ingatkan. Kalau perlu, dengan ustadz kita juga sharing minta solusi jika ada persoalan. Dengan saya juga silahkan. Saya terbuka, sepanjang saya ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, memiliki kesabaran. al-Shabru miftahu kulli ma yurja’ wa kullu khairin bihi yakun. Sabar itu kunci untuk meraih cita-cita dan segala keberhaslan bisa didapat dengannya. Kita tidak punya uang wajar saja, karena di pesantren kita tidak mencari duit kok. Kita tidak punya jajan juga wajar, karena di sini kita tidak untuk jajan kok. Kita harus bersyukur, karena masih makan setiap pagi, siang, dan sore.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau semua ini kita miliki, insya Allah kita akan menjadi manusia yang tidak merugi atau berhasil. Ilmu agamanya hasil dan ilmu dunianya hasil. Mudah-mudahan, dunia didapat dan akhiratpun diraih. Man arada al-dunya fa ‘alaihi bi al-‘ilmi wa man arada al-akhirata fa ‘alaihi bi al-‘ilmi wa man aradahuma fa ‘alaihi bi al-ilmi. Mau dapat dunia, harus pakai ilmu. Mau dapat akhirat, juga harus pakai ilmu. Dan mau dapat dua-duanya, juga harus pakai ilmu. Kalau mau dapat ilmu, ya jangan tidur bae. Tidur kita cukup dari jam 22.00 sampai jam 04.00. Enam jam sudah sangat cukup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap malam Ahad, kita belajar Ta’lim al-Muta’allim karya Syeikh al-Zarnuji, yang isinya tentang proses belajar ilmu. Di sana dikatakan, kalau hayang boga ilmu, jangan suka tidur, jangan suka makan enak, jangan males-malesan, dan sebagainya. Mudah-mudahan mulai besok, kita kembali belajar dengan semangat dan mudah-mudahan semangat kita lebih tinggi lagi dari sebelum Idul Fithri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kesabaran misalnya, banyak orang yang mencari ilmu sampai ke Australia. Pulang jadi menteri, dirjen, dll. Ada yang sampai Amerika, Mesir, Madinah, Arab Saudi, atau tempat lainnya. Ada juga yang ke Jerman atau Belanda. Mereka begitu belajarnya. Kita hanya di sini. Makanya wajar kalau mereka berhasil, karena biayanya luar biasa, pengorbanannya juga berat. Rumusnya adalah kesabaran. Tidak ada alasan kita tidak sabar dan tidak betah, karena kita dekat orang tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah, besok mulai aktif lagi, baik sekolah maupun pengajian kitabnya. Karena itu, besok habis bangun, harus shalat shubuh berjamaah. Sekarang tidak ada alasan lagi tidak berjamaah, karena airnya mudah. Dulu ada alasan, sebab kadang-kadang airnya jauh dan jarang. Sekarang tinggal melangkah sedikit, air banyak. Dulu ambil air ke Pandeglang. Malam-malam seperti ini tidak ada air. Kita ambil air ke Pandeglang menggunakan lima motor. Saya kadang ikut. Berangkat jam 22.00 sampai di sana jam 02.00 malam. Sampai sini jam 10.00 pagi. Kadang air tidak sampai ke sini. Al-Hamdulillah kita bisa dan pada betah juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya saya harapkan, kita harus aktif dan sungguh-sungguh menjalankan kegiatan pesantren. Itulah syarat kesuksesan kita. Mudah-mudahan kita menjadi manusia yang berhasil dan berguna, al-Fatihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu saja barangkali sambutan saya. Dengan membaca bismillah, kegiatan di pesantren kita buka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wa Allah al-muwaffiq ila aqwami al-thariq. Wassalamu’alaikum, Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Sambutan Pengasuh disampaikan pada Malam Pembukaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Sabtu, 10 September 2011, di Majelis Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-4237979681718991681?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/4237979681718991681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=4237979681718991681&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4237979681718991681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4237979681718991681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/09/empat-syarat-menjadi-santri-beruntung.html' title='Empat Syarat Menjadi Santri Beruntung*'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-3640989065399323024</id><published>2011-09-12T09:28:00.001+07:00</published><updated>2011-09-12T09:33:23.330+07:00</updated><title type='text'>Jangan Menjadi Madesu!</title><content type='html'>Lebaran Idul Fithri identik dengan hal-hal yang baru; pakaian, sepatu, sandal, dll. Namun demikian, hendaknya yang lebih ditekankan adalah kebaruan hati dan tingkah laku, bukan kebaruan yang sifatnya fisik. Untuk para siswa MTs dan SMA Qothrotul Falah misalnya, maka semangat belajar untuk meraih ilmu itulah yang harus benar-benar baru, sebagai tanda semangat Idul Fithri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Jangan cuma baju yang baru. Semangat belajarnya juga harus baru,” demikian dikatakan Ustadz Agus Faiz Awaluddin, saat menjadi Pembina Upacara, Senin (12/9/2011) pagi, di Lapangan Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Selain para siswa, tampak hadir juga jajaran dewan guru Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Kegiatan pengibaran bendera ini rutin diselenggarakan tiap hari Senin, diikuti seluruh komponen pesantren. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Agus, yang juga guru Fisika dan Matematika ini berharap, dengan menjaga semangat belajarnya, para siswa tidak menjadi kelompok Madesu. “Jangan jadi Madesu alias masa depan suram. Belajar aja nggak mau misalnya. Karenanya, saya berharap, yang biasanya tidak konsentrasi di kelas, janjilah pada diri sendiri untuk tidak melakukannya lagi,” ujarnya berpesan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat bejarnya, kata Ustadz Agus, bagaimanapun caranya harus dipertahankan dan ditingkatkan terus-menerus. “Juga harus saling mendukung dan jangan saling menjatuhkan. Ada yang mau belajar jangan dikata-katain, sebab masa depan kamu ditentukan oleh belajarmu. Insya Allah kamu bisa bermanfaat bagi keluarga, masyarakat dan bangsa,” katanya lagi disambut amin peserta upacara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan pria asal Pemandian Cikole Pandeglang ini, anak muda yang cemerlang dan bermanfaat bagi orang lain, kendati hidupnya sebentar, itu lebih baik ketimbang orang yang hidupnya panjang, tapi tidak ada manfaatnya buat orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Umur pendek tapi bermanfaat, maka akan dikenang kebaikannya. Hidupnya pun jadi panjang. Lihat ulama-ulama kita. Walau sudah wafat, Jurumiah-nya tetap didipakai, penulisnya terus dihadaratin. Ulama lainnya juga begitu. Ada juga yang hidupnya ratusan tahun, tapi tak dikenang, karena tidak ada manfaatnya untuk orang lain,” imbuhnya mencontohkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berpesan soal semangat belajar, Ustadz Agus juga menyoroti kebiasaan atau trend berpakaian remaja di kota-kota besar. Menurutnya, cara berpakaian anak muda sekarang aneh-aneh dan di luar kewajaran. “Sabuk yang harusnya di pinggang, malah dipakai di pantat. Ini zalim. Berpakainlah yang wajar. Jangan aneh-aneh. Apalagi kita ini santri,” pesannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai upacara, dilakukan sidak kerapian pakaian para siswa, meliputi atribut, peci, dasi, kaos kaki, sepatu dan sebagainya. “Ini untuk kerapian kita dan bukti keseriusan kita dalam belajar,” kata Ustadz Ahmad Turmudzi, yang menjadi komandan sidak kerapian.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-3640989065399323024?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/3640989065399323024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=3640989065399323024&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/3640989065399323024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/3640989065399323024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/09/jangan-menjadi-madesu.html' title='Jangan Menjadi Madesu!'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-372085600379863307</id><published>2011-09-12T09:25:00.000+07:00</published><updated>2011-09-12T09:26:41.483+07:00</updated><title type='text'>Tausiah Pengasuh“Jadilah Santri Yang Beruntung”</title><content type='html'>Sebagaimana tradisi Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, permulaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) paska libur panjang senantiasa diawali dengan pembukaan resmi oleh pengasuh. Pembukaan KBM paska libur Idul Fithri 1432 H kali ini dilaksanakan di Majelis Qothrotul Falah, Sabtu (10/9/2011) malam, langsung oleh pengasuh, KH. Achmad Syatibi Hanbali.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam tausiahnya, Pengasuh yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Lebak ini berwanti-wanti kepada para santrinya untuk menjadi manusia yang beruntung. “Kalian harus jadi orang yang beruntung alias sukses. Jangan jadi orang yang merugi, apalagi menjadi beban masyarakat,” katanya berpesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya, untuk menjadi santri yang beruntung, maka ada empat syarat yang harus dipenuhi. Pertama, harus taat peraturan pesantren. Sebagai lembaga, banyak peraturan yang menjadi kebijakan pesantren. “Semua peraturan itu tujuannya untuk kebaikan kalian semua. Kalau tidak ada aturan, ya berantakan hidup ini,” katanya. “Untuk itu, kalian harus ikhlas menjalankan peraturan yang ada, termasuk harus bangun malam, jamaah, ngaji, dll,” imbuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, memiliki motivasi yang tinggi. Menurut Kiai Ibing – sapaan akrabnya – motivasi adalah penuntun arah menuju kesuksesan. “Sehebat apapun potensi kita, kalau kita tidak memiliki motivasi ya tidak ada maknanya. Kita tetap saja akan menjadi manusia yang merugi dan tidak akan mencapai kesuksesan,” katanya. “Ingatlah tujuan kalian ke sini untuk apa. Jadikan ini senagai modal dasar motivasi,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, saling mengingatkan satu sama lain. Kapasitas kemampuan dan potensai masing-masing santri itu berbeda-beda. Makanya harus saling mengingatkan satu sama lain. “Kalau ada yang kurang, ditambal. Ada yang nggak bener, dibenarkan dan seterusnya. Sehingga, kalian akan sukses bersama-sama,” ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, memiliki kesabaran tinggi. Bagi Kiai Ibing, kesabaran ini menjadi kunci kesuksesan, baik sabar dalam hal menjalankan peraturan, proses belajar, maupun sabar dari sisi durasi belajarnya. “al-shabru miftahu kulli ma yurja’ wa kullu khairin bih yakun. Sabar itu kunci segala harapan dan segala kebaikan dengannya dapat diraih. Karenanya, tidak ada alasan bagi kita kecuali harus sabar dalam proses belajar,” pesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau lantas menceritakan kesabaran orang-orang yang sukses. “Ada yang belajar ke Lirboyo Kediri, bahkan ke Amerika Serikat, Eropa, Madinah, Makkah, dll. Mereka meninggalkan keluarganya dalam waktu yang tidak sebentar. Di sana hidup di tengah orang asing. Ketika kembali mereka menjadi sukses, karena kesabaran dan keuletannya. Nah, kalian juga harus begitu, biar sukses. Semoga kalian semua menjadi orang sukses,” harapnya.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-372085600379863307?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/372085600379863307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=372085600379863307&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/372085600379863307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/372085600379863307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/09/tausiah-pengasuh-jadilah-santri-yang.html' title='Tausiah Pengasuh&lt;br&gt;“Jadilah Santri Yang Beruntung”&lt;br&gt;'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-1361775718367371553</id><published>2011-09-12T09:21:00.001+07:00</published><updated>2011-09-12T09:25:09.660+07:00</updated><title type='text'>Jadikan Seluruh Ibadah Sebagai Andalan!</title><content type='html'>Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak menyelenggarakan Silaturahim dan Halal Bi Halal 1432 H, di Majelis Qothrotul Falah, Sabtu (10/09/2011) pagi. Tampak hadir jajaran pengelola, dewan guru dan para santri. Misalnya, Supardan, SE., M.M.Pd., Nurul H. Maarif, Ahmad Turmudzi, Dede Saadah, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan halal bi halal diisi siraman ruhani dan diakhiri ilahi ya karim alias bersalam-salaman sebagai tanda saling memafkan, ini dipandu oleh Ahmad Turmudzi. Bertindak sebagai pentausiah adalah sesepuh dewan guru Supardan SE, M.M.Pd. dan Kepala SMA Qothrotul Falah Nurul H. Maarif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tausiahnya, Supardan menekankan pada para santri perihal pentingnya proses menuju keberhasilan. “Kalau kalian mau berhasil, maka harus komitmen dan konsekuen. Juga kontinyu dan manfaatin waktu sebaiknya. Dengan empat hal ini, kita akan bisa bersaing di tengah arus globalisasi,” katanya berpesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan guru asal Kota Udang Cirebon ini, kesuksesan tidak bisa diraih begitu saja. “Kesuksesan itu berangkat dari nol. Hari ini datang di QF, tidak bisa serta-merta besok sukses. Butuh waktu puluhan tahun, apalagi belajar agama,” ujarnya. “Juga harus ada perpaduan dari semua unsur yang terlibat proses belajar-mengajar ini. Pastinya, kesuksesan harus diprogramkan sejak dini,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kesuksesan diraih, urainya, maka kita akan bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. “Mau jadi apa saja, PNS, aktivis LSM, atau apapun, asalkan manfaat, itu tujuan pokoknya,” katanya mengakhiri tausiahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang Nurul H. Maarif lebih menyoroti makna kembali pada fithrah, paska idul fithri. Ia menjelaskan rangkaian ritual dari puasa Ramadhan, zakat, idul fithri dan syawalan. “Kita sering berbangga, setelah menjalankan puasa, kita kembali suci, bersih, laksana bayi yang baru dilahirkan. Saya tanya, siapa yang berani menjamin, puasa kita telah menjadikan kita suci laksana bayi?” tanyanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nurul, bukan puasa, zakat, idul fithti atau syawal yang menjadikan kita suci kembali, melainkan kualitas pelaksanaan semuanya. “Banyak yang berpuasa, zakat, idul fithrian, syawalan, tapi tak menyebabkannya kembali suci, karena kualitasnya yang nol. Rasul sendiri bilang, banyak yang berpuasa tapi hanya beraih lapar dan dahaga. Itu artinya puasa saja tidak jaminan,” ujarnya.&lt;br /&gt;Bagi Nurul, Ramadhan yang berkualitas adalah yang diiringi imanan wa ihtisaban (dilandasi keimanan dan ketulusan pengabdian hanya untuk Allah), dalam arti yang sesungguhnya. “Pasrah total pada Allah, itulah imanan wa ihtisaban, yang menjadikan dosa-dosa kita diampuni. Tidak semata menggugurkan kewajiban. Lalu zakat, syawalannya, juga dilaksanakan. Dan ini memang tidak mudah,” katanya. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idul fithri sendiri, ujarnya, tidak ditandai dengan hal-hal fisik atau ragawi, melainkan spiritual. Misalnya, id tidak identik dengan baju baru, melainkan ketaatan terus merangkak naik menuju puncak spiritualitas. Pengabdiannya pada Allah kian tulus tanpa batas. Efek sosialnya kian menampak di tengah masyarakat, dan seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semoga kita semua termasuk golongan yang benar-benar imanan wa ihtisaban, dan mendapat peningkatan pengabdian pada-Nya, sehingga klaim kembali menjadi bayi benar adanya,” ujarnya berharap. “Makanya setelah puasa, ibadah kita harus ditingkatkan, biar tidak hanya mengandalkan puasa dan zakat saja. Jadikan seluruh ibadah kita sebagai andalan,” imbuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halal bi halal pun ditutup dengan bersalam-salaman. Satu-persatu santri menjabat tangan guru dan rekan santri lainnya. Insya Allah dosa-dosapun dilebur. Lantunan Allahammu shalli ala Muhammad mengiringi.[enha] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-1361775718367371553?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/1361775718367371553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=1361775718367371553&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1361775718367371553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1361775718367371553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/09/jadikan-seluruh-ibadah-sebagai-andalan.html' title='Jadikan Seluruh Ibadah Sebagai Andalan!'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-5177678216644364809</id><published>2011-08-28T20:25:00.001+07:00</published><updated>2011-08-28T20:28:11.836+07:00</updated><title type='text'>JANGAN TINGGALKAN SHALAT, APAPUN ALASANNYA*</title><content type='html'>Oleh KH. Achmad Syatibi Hambali&lt;br /&gt;(Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum, Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur kita panjatkan pada Allah SWT atas karunia rahmat-Nya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan pada Rasulullah Muhammad SAW, shahabat, dan para pengikutnya. Para pengelola, dewan guru, dan para santri yang saya cintai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anakku, santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Qothrotul Falah yang saya cintai dan semoga senantiasa diberkahi Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pondok Pesantren Qothrotul Falah merupakan tempat pembelajaran buat kalian semua, untuk menghadapi persoalan yang lebih keras di tengah masyarakat. Insya Allah, kalau kalian telah terbiasa berlatih dan menempa diri di pesantren, kalian akan lebih siap menghadapi persoalan sekeras apapun. Di pesantren misalnya, kalian sibuk belajar, berkegiatan, dan sebagainya. Sementara makan dan pakaian kalian sederhana dan ala kadarnya. Itulah kehidupan santri yang penuh kesederhanaan. Dengan pembelajaran ini, kalian akan mampu menghadapi masalah apapun.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anakku… &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Insya Allah&lt;/span&gt; besok (Ahad, 21 Agustus 2011, red.) kalian akan pulang ke rumah masing-masing. Mungkin ada kebiasaan yang berbeda di rumah dengan di pesantren. Di pesantren kalian sering makan nasi yang keras dan tidak ada lauknya. Itulah kehidupan pesantren yang harus kalian hadapi. Ini berbeda dengan di rumah, yang seringkali serba enak. Namun insya Allah, kalau kalian bisa menghadapi kehidupan di pesantren, kalian akan mendapatkan hasil yang maksimal dalam proses pendidikan dan pematangan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Insya Allah&lt;/span&gt;, besok kalian akan berkumpul dengan orang tua, keluarga dan msayarakat yang kalian cintai. Saya berpesan, ketika kalian telah berkumpul dengan mereka, apa yang kalian lakukan selama di pesantren jangan pernah ditinggalkan. Kalau kalian di pesantren menjalankan tadarusan, maka di rumah juga harus melakukan tadarusan. Kalau di pesantren kalian belajar sendiri, di rumahpun kalian harus belajar sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kalian juga harus bisa mencerminkan akhlak yang baik sebagaimana Rasulullah SAW ajarkan. Beliau mengatakan; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;innama bu’itstu liutammima makarim al-akhlak&lt;/span&gt; (Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia). Karena kalian sekarang sudah menjadi santri, maka kalian harus bisa membedakan akhlak sebelum dan sesudah menjadi santri. Bagaimanapun, kalian harus mencerminkan akhlak yang mulia. Jangan terlalu berani berbicara di hadapan orang tua misalnya. Orang tua harus dihormati, ditakuti dan ditaati. Bahkan Allah SWT memerintahkan kita untuk bersyukur pada Allah SWT dan orang tua, berbuat baik pada keduanya, lebih-lebih ketia usia mereka menginjak tua. Kalian harus membuat mereka bahagia dengan prestasi. Jangan membuat mereka pusing tujuh keliling! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian juga jangan menuntut ini-itu pada mereka, meskipun tuntutan itu baik. Terima kasihlah, walaupun lebaran kali ini kalian tidak dibelikan baju baru. Kalau ekonomi mereka sempit, sehingga tidak bisa membelikan baju baru, tidak usahlah menuntut. Bicaralah pada orang tua, yang penting bulan Syawal kalian bisa berangkat lagi ke pesantren untuk menuntut ilmu. Itu yang penting! Sebab, apa artinya sekarang kalian gagah, tapi tidak bisa melanjutkan pendidikan dan malah jadi bodoh. Utamakan mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Itulah cara berfikir yang maju. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian juga tidak seharusnya menggantungkan segala sesuatunya pada orang tua. Sedikit-dikit orang tua misalnya. Ini akan membuat kalian manja dan ketergantungan. Kalian harus ingat, suatu saat kalian akan berpisah dengan mereka. Karena itu, kalian harus mempersiapkan mental dan kehidupan yang sederhana untuk menghadapi kepastian ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anakku… Kalian harus bisa mencerminkan akhlak yang mulia di hadapan orang tua. Di tengah teman-teman, kalianpun harus menunjukkan akhlak dan kepribadian yang mulia. Ibadah yang biasa dilakuakn di pesantren, kerjakanlah sebaik-baiknya! Jangan tidur melulu! Mentang-mentang libur, di rumah tidur saja. Itu tidak baik! Apa yang dilakukan di pesantren harus juga dilakukan di rumah. Misalnya ada diantara kalian yang belum khatam al-Qur’an, maka khatamkanlah di rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Qur’an itu kalamullah, yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;al-muta’abbad bi tilawatih &lt;/span&gt;(membacanya ibadah). Sekalipun kalian tidak memamahi isinya, itu sudah bernilai ibadah. Saya harapkan, kalian tidak hanya mengejar khatam, tapi bagaimana membaca al-Qur’an dengan baik dan benar. Karena itu, kalian di pesantren ini harus terus-menerus belajar al-Qur’an. Sebab membaca al-Qur’an itu ada aturannya. Ada ikhfa, idgham, panjang, syiddah, dll. Semoga kalian bisa membaca al-Qur’an dengan fasih, sesuai aturan makharij-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarawih yang biasa dilakukan di pesantren, juga harus dikerjakan di rumah. Jangan sampai di pesantren tarawih, di rumah tidak. Kalian tidak boleh berhenti tarawih sebelum sebulan. Mumpung kalian masih ketemu Ramadhan. Sebab, lepas Ramadhan tidak ada lagi waktu untuk tarawih. Jangan mentang-mentang di rumah, tarawih, baca al-Qur’an, dan shalat, tidak dikerjakan. Pesan saya, jangan pernah meninggalkan shalat, apapun alasannya! Jangan juga berani meninggalkan puasa tanpa udzur!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anakku… Kerjakan ibadah sebaik-baiknya. Semoga ibadah kalian bisa membantu proses belajar kalian, sehingga belajar kalian dimudahkan Allah SWT. Karena hakikatnya, yang memberi kalian ilmu itu Allah SWT. Guru atau kiai, itu hanya perantara. Karena itu, kalian harus mendekatkan diri pada Allah SWT dengan tarawih, tadarus, puasa, shalat, dan doa-doa.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, mohon sampaikan salam saya dan keluarga besar Pondok Pesantren Qothrotul Falah kepada keluarga kalian di rumah. Hanya itu yang bisa saya sampaikan. Kurang lebihnya mohon maaf sebesar-besarnya.&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum, Wr. Wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sambutan Pengasuh disampaikan pada Malam Perpulangan Santri, Sabtu, 20 Ramadhan 1432 H/20 Agustus 2011 M, di Lapangan Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-5177678216644364809?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/5177678216644364809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=5177678216644364809&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/5177678216644364809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/5177678216644364809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/08/jangan-tinggalkan-shalat-apapun.html' title='JANGAN TINGGALKAN SHALAT, APAPUN ALASANNYA*'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-2477811835168915715</id><published>2011-08-28T20:23:00.000+07:00</published><updated>2011-08-28T20:25:41.766+07:00</updated><title type='text'>MTs Juara Pertama Cerdas Cermat Ramadhan</title><content type='html'>MTs Qothrotul Falah Cikulur merebut Juara Pertama Lomba Cerdas Cermat Ramadhan 1432 H, yang diselenggarakan di YPI al-Hikmah Cipeucang Cikulur Lebak Banten, Selasa, 23 Agustus 2011. Untuk lomba cerdas cermat, Pondok Pesantren Qothrotul Falah mengirim dua regu; Regu 1 (Moh. Rofki, Ima Maftuhah dan Neng Elis Nur Fadhilah) dan Regu 2 (Egi Rojian Hakim, Rikawati dan Nining Sariningsih).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Juara Pertama Cerdas Cermat diraih Regu 1 dan Regu 2 mendapat Juara Ketiga. Ini cukup membanggakan, karena kita mengirim dua regu dan keduanya mendapatkan juara. Semoga ke depan kemampuan mereka bisa terus diasah dan ditingkatkan, termasuk di cabang-cabang yang lain. Apalagi mereka ini kan masih MTs semua,” ujar Pembimbing Santri, Ustadz Agus F. Awaluddin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Ustadz Agus, selain cerdas cermat, lomba yang diselenggarakan untuk memperingati bulan suci 1432 H ini, adalah ceramah/pidato dan murotal (baca al-Qur’an). Untuk lomba ceramah, Pondok Pesantren Qothrotul Falah mengirim TB Ah. Munawir dan Siti Khodijah. “al-Hamdulillah, keduanya belum berhasil mendapatkan juara. Insya Allah masih banyak kesempatan dan mereka memiliki potensi yang bagus,” ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk murotal atau baca al-Qur’an, yang dikirim Mohamad Rofki dan Mohamad Fahmi. “Untuk murotal, Mohamad Fahmi berhasil mendapatkan Juara Kedua. al-Hamdulillah, ini prestasi yang cukup baik baginya, apalagi ini kali pertama dia ikut lomba,” katanya.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ustadz Agus, apa yang mereka raih cukup membanggakan bagi lembaga. “Apalagi kan cerdas cermat diikuti 14 regu, pidato 12 peserta dan murotal 12 peserta. Tidak mudah bersaing dengan lawan yang jumlahnya tidak sedikit,” katanya. “Namun tidak ada yang mustahil, walaupun persiapan kita sangat mepet. Insya Allah kalau persiapan kita lebih baik lagi, kita akan mendapat yang terbaik,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Agus berharap, ke depan perlu ada pembinaan yang lebih serius dan intensif bagi para santri untuk dipersiapkan manyambut momen-momen seperti ini. “Dengan persiapan yang lebih baik, raihan pun akan lebih baik lagi,” harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Ustadz! Insya Allah, kita akan terus berbenah untuk kebaikan semuanya. Yang penting, semua harus bergerak. Thank Ustadz Agus![enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-2477811835168915715?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/2477811835168915715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=2477811835168915715&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/2477811835168915715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/2477811835168915715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/08/mts-juara-pertama-cerdas-cermat.html' title='MTs Juara Pertama Cerdas Cermat Ramadhan'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-4829839776942267747</id><published>2011-08-20T09:58:00.000+07:00</published><updated>2011-08-20T10:01:30.566+07:00</updated><title type='text'>KETUPAT QUNUT RAMADHAN</title><content type='html'>PERTANYAAN&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum, Wr. Wb.&lt;br /&gt;Saya berdoa semoga Pak Kiai dan keluarga senantiasa diberi-Nya kesehatan. Amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Kiai, setiap pertengahan Ramadhan, tepatnya pada 15 Ramadhan, masyarakat muslim di Banten melakukan kebiasaan “kunutan” atau membuat ketupat dengan lauk opor ayam. Ini sudah berjalan bertahun-tahun, dari nenek moyang. Yang ingin saya tanyakan, apakah kebiasaan ini ada pada zaman Nabi Muhammad SAW? Dan bagaimana hukumnya menurut Islam?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itu saja pertanyaan saya Pak Kiai. Semoga Pak Kiai berkenan meresponnya. Terima kasih.&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum, Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENANYA&lt;br /&gt;Siti Madaniah,&lt;br /&gt;Santri, Cikulur Lebak Banten &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN&lt;br /&gt;Wa’alaikumussalam Wr. Wb.&lt;br /&gt;al-Hamdulillah, saya dan keluarga sehat-sehat saja. Semoga anakku Siti Madaniah dan keluarga juga selalu sehat. Amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masyarakat kita memang banyak tradisi yang berkembang, termasuk tradisi kunutan atau ngunut, yaitu membuat ketupat dengan lauk opor ayam. Waktunya ketika puasa sudah memasuki hari ke-15 atau setengah jalan. Di wilayah Banten khususnya, kebiasaan ini terjadi di banyak daerah dan sudah turun-temurun. Kalau tidak ngunut, kayaknya ada yang kurang afdhol. Tidak tahu, apakah di daerah lain di luar Banten atau di luar negeri ada tradisi semacam ini. Biasanya kalau di Jakarta atau Jawa Barat, juga Jawa Tengah dan Jawa Timur, ketupat itu dibuat beberapa hari menjelang lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pada zaman Nabi Muhammad, ngupat tidak mungkin ada. Sebab di Makkah tidak ada ketupat. Kalau disebut bid’ah (sesuatu yang tidak pernah dilakukan Nabi SAW), ya memang bid’ah, tapi bukan bid’ah yang dhalalah (sesat). Ini kan tidak ada kaitannya dengan ibadah. Makanya saya tidak sepakat kalau ada yang mengatakan ngunut itu bid’ah dhalalah. Kebiasaan ngupat tidak perlu dipersoalkan, karena sifatnya ‘urf sahih (kebiasaan positif). Yang tidak boleh dilakukan itu ‘urf fasid (kebiasaan buruk yang tidak sesuai ajaran agama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku, Siti Madaniah yang baik. Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari kebiasaan ngunut ini. Pertama, ini bentuk syukur kita pada Allah SWT atas kasih sayang-Nya mempertemukan kita dengan Ramadhan. Lalu, ketupat opor ayam itu kita sedekahkan pada orang lain, tetangga atau santri. Salahkah bersyukur dengan cara seperti ini? Tentu saja tidak salah dan malah dianjurkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, filosofi ngunut ini untuk menandai peralihan dari tanggal 15 ke 16 Ramadhan, yang menunjukkan kita telah menjalankan separuh kewajiban ibadah puasa, Menurut Mazhab Syafi’i, mulai 16 Ramadhan kita disunnahkan membaca doa qunut ketika witiran. Karenanya, ngunut ini niatnya sebagai peringatan perpindahan dari witir yang tidak pakai qunut ke witir yang pakai qunut. Makanya, ketupat dan opor ayam itupun diistilahkan kunutan atau ngunut. Itu saja niatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, anakku Siti Madaniah, kunutan itu kebiasaan saja. Kalau kita tidak mengikutinya, ya tidak apa-apa. Tidak dosa. Ya, cuma kasian saja yang lain bikin ketupat, kita tidak bikin. Selain itu, ngunut juga bukan persyaratan puasa biar sah. Ini hanya kebiasaan yang kalau tidak dilakukan serasa ada yang kurang. Inilah yang dalam Ushul Fikih disebut al-‘adah muhakkamah (kebiasaan itu menjadi hukum). Siapa yang tidak menjalaninya dianggap salah, padahal tidak apa-apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian yang bisa saya sampaikan. Semoa bisa dimengerti dan ada manfaatnya. Wa Allah a’lam.[] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-4829839776942267747?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/4829839776942267747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=4829839776942267747&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4829839776942267747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4829839776942267747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/08/ketupat-qunut-ramadhan.html' title='KETUPAT QUNUT RAMADHAN'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-8492949195754035060</id><published>2011-08-20T09:50:00.002+07:00</published><updated>2011-08-20T09:53:28.115+07:00</updated><title type='text'>JADILAH SAPU LIDI</title><content type='html'>Dialog Imajiner dengan Rasulullah SAW&lt;br /&gt;JADILAH SAPU LIDI&lt;br /&gt;Oleh Amalil wahid*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog kali ini menceritakan pertemuan antara santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur, Amalil Wahid, dengan Rasulullah SAW, di alam maya. Mereka berbincang akrab tentang keimanan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Amalil	: Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul	: Wa'alaikumusssalam wa Rahmatullahi wa Barakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalil 	: Apa kabarmu, wahai utusan Allah SWT? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul	: al-Hamdulillah, Allah SWT senantiasa memberiku kesehatan. Bagaimana denganmu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalil	: al-Hamdulillah, wahai Rasul. Akupun diberi-Nya kesehatan dan kesempatan untuk menjumpaimu. Rasul, bolehkah aku menanya beberapa hal kepadamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul 	: Dengan senang hati, silahkan! Apa yang hendak engkau sampaikan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalil 	: Aku ingin bertanya soal keimanan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul	: Ooh, bagus..bagus! Inilah yang sekarang sedang krisis dalam diri kaum muslim dan aku prihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalil 	: Rasul, sejatinya iman itu apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul	: Iman itu mempercayai dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan mengerjakan dengan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalil 	: Bagaimana pandanganmu, sekarang kan zaman telah begitu berubah, apakah iman juga telah berubah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul	: Inilah kekhawatiranku! Dulu aku diberi perintah oleh Allah unuk mengimankan manusia, dengan memberi uswah yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalil 	: Rasul, apa perbedaan keimanan orang-oang waktu dulu dengan sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul 	: Waktu dulu, umatku cukup banyak dan iman mereka sangat tinggi. Ketika aku mengajak mereka berperang di bulan Ramadhan dan pada waktu itu kami dihadang beribu-ribu pasukan musuh, kami sangat risau dan bimbang, maka aku diperintah Allah SWT untuk memberi semangat kepada mereka. Mereka kembali bersemangat menegakkan la ilaha illa Allah. Ternyata iman mereka tinggi, walaupun dalam kondisi berpuasa dan terik panas matahari. Mereka tetap bersabar, sehingga kami dapat mengalahkan musuh kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalil 	: Sungguh perjuangan dan keimanan yang luar biasa hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul 	: Ya, mereka adalah umat yang disebut khairul qurun (sebaik-baik generasi). Mereka adalah para bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalil	: Lalu, bagaimana keimanan umatmu sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul 	: Sekarang saya lebih mengkhawatirkan kaum wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalil 	: Kenapa, ya Rasul?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul 	: Wanita sekarang sudah melewati dan melanggar perintah Allah SWT. Mereka telah membuka auratnya dan juga harga dirinya telah dijualbelikan. Banyak juga lelaki yang mau membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalil 	: Astaghfirullah al-'Adhim. Benar Rasul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul	: Kaum lelakinya juga telah banyak yang melenceng dari sunnah-sunnahku. Seakan mereka tidak lagi membutuhkan obor penerang di kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalil	: Benar Rasul. Bagaimana mengatasinya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul 	: Yang perlu kita lakukan adalah cara mengatasi yang menyimpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalil 	: Bagaimana itu? Bukankah yang menyimpang banyak dan mengaku Islam semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul 	: Dulu saya sudah menyatakan, umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Itu memang benar. Semua mengaku benar, padahal tidak. Di mana-mana, di belahan dunia, telah banyak terjadi penyimpangan ajaran. Ada yang mengakui rasul lagi setelahku. Padahal, aku Rasul terakhir yang diutus Allah SWT. La nabiyya ba'di. Aku sedih melihat umatku mengangkat rasulnya sendiri-sendiri, bukan atas petunjuk Allah. Mereka juga membuat kitab suci semaunya sendiri. Malah di Bojong Leles Lebak, ada umatku yang membuat al-Qur'an besar, yang konon turun bersamaan suara halilintar dan diiringi keris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalil	: Benar Rasul. Semua itu telah terjadi. Dan sabdamu 14 abad silam tidak meleset sedikitpun. Lantas, apa yang bisa aku lakukan Rasul?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul	: Amalil, anakku, mudah-mudahan Allah SWT menjaga imanmu sepanjang masa. Aku berwasiat padamu, selalulah berjama'ah (berkumpul dan bersatu dengan mayoritas umat Islam). Bukankah kamu telah mengaji kitab al-Futuhat al-Madaniah bersama Nurul H. Maarif, tentang kisah al-Hakim dan anaknya? Diceritakan, al-Hakim memerintahkan anaknya unuk selalu bersatu dengan umat Islam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalil 	: Benar Rasul. Al-Hakim mengibaratkan berjamaah itu seperti lidi-lidi yang diikat jadi satu. Lalu menjadi sapu. Kalau lidi itu cuma satu, maka mudah dipatahkan dan tidak akan bisa membersihkan lantai yang kotor. Kalau disatukan, ia akan menjadi kuat dan bisa membersihkan apa saja. Umat Islam harusnya seperti sapu ini. Bukankah begitu, wahai putera Abdullah?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul 	: Itulah pentingnya bersatu dalam akidah. Jangan mau dipecah-pecah oleh musuh-musuh Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalil 	: Baik Rasul, aku akan jaga wasiatmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul	: Semoga imanmu senantiasa kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalil	: Amin! Syukran atas doanya, Rasul. Ma'af Rasul, insya Allah lain kali aku akan ke sini lagi untuk berguru padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul	: Silahkan! Semoga Allah senantiasa memberi ghirah padamu untuk menuntut ilmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalil	: Amin! Terima kasih, Rasul. Sekali lagi saya mohon doanya supaya selalu ta'at pada Allah SWT dan rasul-Nya. Saya juga bermohon manfa'at darimu untukku, keluargaku, dan umat Islam lain yang setia padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul 	: Insya Allah, anakku. Tetaplah patuhi dan taati Allah SWT. Dan lindungi ajaranku dari musuh-musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalil 	: Insya Allah. Wassalamu'alaikum, Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul 	: Wa'alaikumussalam, Wr. Wb.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mencium berkali-kali tangan suci Rasulullah SAW yang harum itu, Amalil Wahid berpamitan. Keimanan di hatinya kembali tersiram air jernih wasiat rasulnya.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Siswa Kelas XII IPA SMA Qothrotul Falah Cikulur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-8492949195754035060?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/8492949195754035060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=8492949195754035060&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8492949195754035060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8492949195754035060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/08/jadilah-sapu-lidi.html' title='JADILAH SAPU LIDI'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-6177143111786400237</id><published>2011-08-17T11:13:00.005+07:00</published><updated>2011-08-17T11:43:11.905+07:00</updated><title type='text'>Kesan-Kesan Pasukan Pengibar Bendera</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-eeWZOn-rOD8/TktAjOqGTAI/AAAAAAAAAfk/FTcf2Hx0kBg/s1600/toni%252C%2Banwar%252C%2Bdini%252C%2Byessi%252C%2Byenni%252C%2Bbahri%2Bdan%2Basep.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 199px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-eeWZOn-rOD8/TktAjOqGTAI/AAAAAAAAAfk/FTcf2Hx0kBg/s400/toni%252C%2Banwar%252C%2Bdini%252C%2Byessi%252C%2Byenni%252C%2Bbahri%2Bdan%2Basep.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5641673932185947138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tujuh siswa-siswi SMA Qothrotul Falah terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kecamatan Cikulur, pada HUT RI ke-66. Banyak yang menyatakan, Paskibra kali ini sukses besar. Bahkan tak sedikit dari mereka yang menitikkan air mata tanda keharuan atas keberhasilan ini. Acungan jempolpun datang dari pihak Kecamatan, Polsek, Pembina dan banyak lagi. Apa kesan mereka sebagai Paskibra? Berikut petikannya:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Agus Faiz Awaluddin (Pembina Paskibra)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Saya bangga, terharu dan deg-degan. Soal hasilnya, itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ini Paskibra yang berbeda dari sebelumnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ahmad Fatoni (XII IPS, Komandan Peleton)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Baru pertama Toni jadi Danton dan ini sungguh sangat berhaga buat Toni. Ketika upacara sedang berlangsung, hati dan tubuh bergetar semua. Ini jadi pengalaman pertama Toni yang berharga. Benar kata pepatah, experience is the best teacher. Pengalaman ini tidak akan didapat di bangku sekolah dan hanya didapat sekali. Mudah-mudahan para pelajar QF bisa mengharumkan nama QF. Amin!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yessi Yusrina (XII IPA, Pengibar dan Pembawa Bendera)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Jadi seorang pengibar dan pembawa bendera sangat deg-degan, sebab takut tidak berhasil. Tapi setelah melihat hasil yang memuaskan, saya sangat senang dan bangga. Ternyata kita bisa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Moh. Asep Maulana (X, Pasukan 17)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak menyangkap setelah latihan berhari-hari, akhirnya sukses juga.”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Miftahul Anwar (X, Pasukan 45)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Walaupun saya di Pasukan 45, saya tetap terus semangat menjadi yang terbaik.”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Dini Auliatunisa (X, Pasukan 8)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Walaupun ketika latihan saya ketinggalan pelajaran sekolah, saya tetap semangat. Ini pengalaman pertama yang terindah.”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Yeni Khoirunisa (X, Pasukan 45) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Saya akan melakukan yang terbaik untuk kesuksesan Paskibra tahun ini.”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Mohamad Bahri (XII IPS, Pasukan 17)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Experience is the best teacher. Paskibra adalah pengalaman terbaikku, karena di sana terkandung kebersamaan dan kasih sayang.”[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-6177143111786400237?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/6177143111786400237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=6177143111786400237&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6177143111786400237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6177143111786400237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/08/kesan-kesan-pasukan-pengibar-bendera.html' title='Kesan-Kesan Pasukan Pengibar Bendera'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-eeWZOn-rOD8/TktAjOqGTAI/AAAAAAAAAfk/FTcf2Hx0kBg/s72-c/toni%252C%2Banwar%252C%2Bdini%252C%2Byessi%252C%2Byenni%252C%2Bbahri%2Bdan%2Basep.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-7361852705229101331</id><published>2011-08-17T11:01:00.002+07:00</published><updated>2011-08-17T11:41:24.523+07:00</updated><title type='text'>Tujuh Siswa SMA-QF Ikuti Paskibra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-LuB-vSu5ZGs/Tks9nprZ1CI/AAAAAAAAAfc/GcrUbWJbREo/s1600/paskibra%2Bkecamatan%2Bcikulur.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 224px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-LuB-vSu5ZGs/Tks9nprZ1CI/AAAAAAAAAfc/GcrUbWJbREo/s400/paskibra%2Bkecamatan%2Bcikulur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5641670709623772194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah tujuh siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak Propinsi Banten, pada Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) ke-66.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah Ahmad Fatoni (XII IPS), Mohammad Bahri (XII IPS), Yessi Yusrina (XII IPA), Miftahul Anwar (X), Moh. Asep Maulana (X), Yeni Khoirunisa (X) dan Dini Auliatunisa (X). Ahmad Fatoni bahkan terlipin sebagai Danton (Komandan Peleton) dan Yessi sebagai pembawa bendera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tampak bergembira dan bersemangat menjadi bagian dari personel kehormatan itu. Latihan pada bulan puasapun dijalaninya dengan tekun, sebagai bentuk pengabdian warga negara. “Ini sebentuk pengabdian kami sebagai siswa-siswi pada bangsa dan negara. Semoga apa yang kami lakukan ini bernilai bagi kita sendiri dan bagi bangsa ini. Selain itu, ini momen bagi kami untuk mendapatkan pengalaman tentang detik-detik proklamasi republik ini,” kata Yessi bangga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan itu sendiri diselenggarakan di Lapangan Simpati Cikulur Lebak, pukul 09.00 WIB, Rabu, 17 Agustus 2011 bertepatan dengan 17 Ramadhan 1432 H, dan diikuti oleh lembaga/yayasan pemerintah maupun nonpemerintah yang ada di lingkungan kewilayahan Kec. Cikulur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah momen yang jarang terjadi, Peringatan Kemerdekaan RI bertepatan dengan Peringatan Nuzulul Qur’an. “Ini sangat jarang lho. Makanya ini momen yang luar biasa istimewa, kendati para pengibar bendera dan peserta upacara sambil menjalankan ibadah puasa yang melelahkan,” ujar Pembina Paskibra, Agus Faiz Awaluddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui Pak Agus, momen peringatan HUT RI kali ini cukup berat dijalani, mengingat waktunya yang bersesuaian dengan pelaksanaan ibadah puasa. “Namun al-hamdulillah, puasa tidak menghalangi kami untuk tetap bersemangat. Apalagi dalam sejarah kemerdekaan, para pahlawan kita berjuang juga pada bulan Ramadhan dan kemerdekaan diumumkan juga pada Ramadhan. Inilah momen penting itu,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar, para peserta, lebih-lebih para petugas upacara, tampak tidak mudah menjalankan tugasnya di bawah teriknya matahari di siang Ramadhan. Namun sebagai pengabdian pada bangsa dan negera, hal ini tidak lantas menyurutkan semangat mereka. Lelah, letih, haus, dan lapar, seakan tiada terasa dan terkalahkan oleh kakhidmatan perenungan puncak sejarah bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai kegiatan, Ahmad Fatoni menyatakan, Paskibra kali ini tak bisa terlupakan. “Pengalaman adalah guru terbaik. Semoga adik-adik di QF bisa mengharumkan nama pesantren,” ujarnya. “Awalnya deg-degan. Namun setelah sukses menjalankan tugas, kami bangga luar biasa,” tambah Yessi. Pak Agus Paskibra sebagai Pembina juga mengungkapkan kebanggaannya. “Kita semua haru, sampai pada menangis melihat kesuksesan ini. Dan ini baru terjadi pada Paskibra kali ini saja,” terangnya berkaca-kaca.[enha] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-7361852705229101331?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/7361852705229101331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=7361852705229101331&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7361852705229101331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7361852705229101331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/08/tujuh-siswa-sma-qf-ikuti-paskibra.html' title='Tujuh Siswa SMA-QF Ikuti Paskibra'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-LuB-vSu5ZGs/Tks9nprZ1CI/AAAAAAAAAfc/GcrUbWJbREo/s72-c/paskibra%2Bkecamatan%2Bcikulur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-8619357916534912780</id><published>2011-08-15T17:44:00.000+07:00</published><updated>2011-08-15T17:46:32.349+07:00</updated><title type='text'>Santri Libur Panjang Lebaran</title><content type='html'>Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, akan menjalani liburan panjang pada Idul Fithri 1432 H ini. Setidaknya, mereka akan bersama keluarganya selama 20 hari, terhitung sejak 19 Agustus hingga 9 September 2011. Hal ini diputuskan berdasarkan rapat dewan guru di Ruang Majelis Pembimbing Santri (MPS) PondokPesantren Qothrotul Falah, Senin (14/8/2011) sore.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikan, mereka akan kembali aktiv menjalankan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) baik MTs, SMA, maupun Madrasah Diniah, mulai Sabtu, 10 September 2011. “Pada 10 September itu kita akan mengadakan kegiatan halal bi halal, dengan berbagai agendanya. Ini sekaligus memperingati momen Idul Fithri,” ujar Koordinator MPS, Ustadz Aang Abdurrahman, S.E.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menentukan durasi libur lebaran, rapat juga memutuskan kapan selesai pengajian pasaran, jadual kepulangan dan kedatangan santri, juga siapa yang akan menjadi khatib pada Idul Fithri 1432 H kali ini. “Seperti yang sudah-sudah, khatib idul fithri atau idul adha kan dari para guru. Mereka ditunjuk secara bergiliran,” imbuh putera Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas keputusan ini, dewan guru menyetujuinya dan tentunya santri senang, karena akan bisa berlama-lama bersua dengan orang tuanya. “Namun harus diingat, liburan bukan kesempatan untuk menghabiskan waktu. Liburan harus tetap diisi oleh kegiatan akademis yang bermanfaat,” harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dipulangkan, mereka diwajibkan khatam al-Qur’an sebagai password perizinan. Juga harus menghafalkan juz ‘amma. “Ini tradisi pesantren kita. Jadi, kepulangan mereka tidak begitu saja, namun harus melewati prosedur akademis yang ditentukan,” ujar Bunda, Pembimbing Santri Puteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okelah, selamat berlibur. Semoga menyenangkan dan tetap mendatangkan manfaat.[enha]   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-8619357916534912780?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/8619357916534912780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=8619357916534912780&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8619357916534912780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8619357916534912780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/08/santri-libur-panjang-lebaran.html' title='Santri Libur Panjang Lebaran'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-7559135758951830787</id><published>2011-08-15T17:29:00.000+07:00</published><updated>2011-08-15T17:30:14.967+07:00</updated><title type='text'>Kendati Puasa, Tim Drum Band Tetap Semangat</title><content type='html'>Tim Drum Band Pondok Pesantren Qothrotul Falah – yang dalam hitungan hari akan berubah menjadi marcing band – tetap terus berlatih keras kendati menjalankan puasa Ramadhan 1432 H. Perut yang lapar, kondisi fisik yang letih karena menjalani kegiatan KBM dan ngaji pasaran, tak mampu menyurutkan tekad mereka.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Puasa atau tidak, latihan tetap jalan terus. Capek? Nggak juga. Malah sambil berlatih drum band, waktu berbuka serasa semakin cepat. Nggak kerasa gitu loh,” ujar Pembina Drum Band, Ustdazah Rt Idoh Mardhotillah semangat, di sela-sela kegiatan latihan, Senin (14/8/2011) sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Ustadzah Idoh, puasa adalah berkah yang tidak seharusnya menghambat aktivitas para santri. Kalau puasa dijadikan hambatan, katanya, maka kita malu dengan spirit para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia dulu. “Kan banyak yang menyatakan, kemerdekaan itu terjadi pada bulan Ramadhan. Itu artinya, para leluhur kita berjuang sambil menjalankan puasa. Masak kita kalah?” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spirit inilah, sambung pembimbing Drum Band lainnya, Ustadzah Aat Rusmiati, yang harus ditanamkan kepada para santri. “Drum Band itu nggak bikin kita capek. Kita selalu enjoy-enjoy saja. Makanya kalau puasa dijadikan alasan untuk menghilangkan segala aktivitas, malu rasanya dengan para pahlawan kita,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, jika waktu latihan ditunda-tunda, maka untuk membentuk tim yang solid dan handal bisa memakan waktu lebih lama lagi. “Kita harus efektif berlatih. Setiap ada kesempatan, sesuai jadual tentunya, kita akan berlatih dan berlatih. Semoga tim yang solid dan handal lekas terwujud,” tambah asisten pembimbing, Ubaidillah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para santri sendiri tampak antusias mengikuti sesi latihan. Mereka tidak tampak mengeluh, karena kecapean misalnya. “Kita enjoy saja kok. Malah bisa sekalian ngabuburit menunggu saat berbuka puasa. Setiap sore kita latihanpun nggak masalah, biar cepet bisa,” ujar seorang peserta, Siti Muflihah, siswa SMS-QF asal Tenjo Lebak Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okelah kalau begitu, selamat berlatih. Semoga lekas bisa deh. Oh ya, tuh banyak orang tua yang datang membawa “kunut” (ketupat dan sayur opor ayam khas Sunda). Habis latihan, berbukanya lebih istimewa nih. Semoga bikin latihan lebih serius lagi.[enha]   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-7559135758951830787?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/7559135758951830787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=7559135758951830787&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7559135758951830787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7559135758951830787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/08/kendati-puasa-tim-drum-band-tetap.html' title='Kendati Puasa, Tim Drum Band Tetap Semangat'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-706917339462129323</id><published>2011-08-15T09:20:00.000+07:00</published><updated>2011-08-15T09:23:08.276+07:00</updated><title type='text'>Musim Kunut Tiba, Santri Kebanjiran Ketupat</title><content type='html'>Setiap 15 Ramadhan, santri dan warga sekitar Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak, selalu mengadakan tradisi kunutan, yaitu membuat ketupat lengkap dengan sayur opor ayam. Tradisi ini, oleh masyarakat setempat juga disebut “banjir bandang”, karena air rebusan di dalam panci membanjiri pucuk janur kelapa ketika ditanak/direbus.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Di sini sudah menjadi tradisi, jika kunutan masyarakat selalu membuat ketupat plus opor ayam. Ini ciri khas masyarakat Sunda yang sudah diwarisi secara turun temurun,” kata Ustadz Udong Khudori. “Mungkin tradisi ini tidak ada di belahan dunia lainnya,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara filosofi, ketupat itu kan dibuat dari daun pohon kelapa, yang bisa hidup di mana saja. Ia dibuat dengan rapat, sehingga beras di dalamnya tidak keluar, karena cangkang yang kokoh. Pada saat direbus beras pun akan menjadi nasi yang kenyal. Maknanya, kita harus bisa hidup di manapun layaknya pohon kelapa dan harus sekuat cangkang ketupat, sehingga keimanan yang ada dalam dada kita tidak keluar berserakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, santri dan masyarakat bisa bersilaturahim dengan bertukar ketupat dan sayurnya. Baik antar santri, antar warga maupun antar kerabat. Yang mampu bisa berbagi dengan yang tidak punya, walaupun hanya dengan sebiji ketupat. Pada tanggal itu juga, biasanya diadakan ngeriung (tahlilan bersama) di masjid. “Ada yang diadakan sebelum tarawih dan ada yang sesudahnya. Kita memohon pada Allah supaya diberi keberkahan,” sambung Ustadz Agus Faiz Awaluddin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, pada hari ke-14 puasa, santri-santri belajar membuat cangkang ketupat. Bahkan sering kali mereka saling berlomba membuat cangkang ketupat. Siapa yang paling banyak menyelesaikan cangkang ketupat, maka dia akan mendapat hadiah makan ketupat sepuasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ketupat, kunutan juga diperkaya oleh lepet dan salimpe. “Sepertinya kunutan itu tidak bisa lepas dari kebiasaan yang turun-temurun. Masyarakat setempat biasanya berbuka dengan menu yang biasa-biasa saja. Tapi pada saat kunutan, mereka membuat menu yang lebih istimewa, seperti memasak sayur opor sebagai pasangan ketupat,” sambung Ustadz Agus.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menyenangkan para santri, biasanya saat kunutan tiba, santri dibanjiri hadiah ketupat, lepet dan salimpe. “Mereka dikirimi oleh orang tua atau keluarganya. Minimal sekantung plastik. Subhanllah, berkah sekali kalau musim kunutan, karena berbuka dan sahur makan ketupat sayur opor ayam. Enak sekali euy,” ujar seorang santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa, kunutan ini dilakukan pada pertengahan puasa. Yang pasti, biasanya setelah kunutan, puasa akan terasa lebih cepat dan tak terasa Idul Fitri segera tiba.[dmg]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-706917339462129323?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/706917339462129323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=706917339462129323&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/706917339462129323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/706917339462129323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/08/musim-kunut-tiba-santri-kebanjiran.html' title='Musim Kunut Tiba, Santri Kebanjiran Ketupat'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-5513317859472642559</id><published>2011-08-14T08:51:00.000+07:00</published><updated>2011-08-14T08:55:09.257+07:00</updated><title type='text'>HAFAL JUZ' AMMA SEBAGAI PASSWORD KEPULANGAN</title><content type='html'>Setiap Idul Fithri, semua instansi diliburkan, tak terkecuali pesantren dan sekolah-sekolah formal. Seluruh santri dipulangkan sekedar untuk mudik dan bersilaturahim atau maaf-maafan pada orang tuanya. Demikian halnya santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten. Rencananya, terhitung sejak 20 Agustus hingga 5 September 2011, mereka diliburpanjangkan guna memeringati Idul Fithri 1432 H.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Insya Allah, sesuai musyawarah guru-guru, kita akan libur pada tanggal itu. Tentunya setelah semua kegiatan di pesantren selesai, baik kegiatan formal maupun pasaran kitab kuning," demikian dinyatakan Ahmad Amrullah, Bagian Pengasuhan Santri Putra. "Di pesantren lain, waktu liburnya juga kurang lebih sama," sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah, kendati semuanya mendapatkan jatah liburan Idul Fithri, namun tidak serta-merta mereka bisa pulang melenggang begitu saja ke kampung halaman. "Ada ketentuan-ketentuan akademis yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebagai persyaratan kepulangan," ujar orang Cirebon Jawa Barat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, mereka tidak akan diberikan hak izin pulang, jika belum mengkhatamkan al-Qur'an seminimalnya sekali. "Jadi, khataman al-Qur'an menjadi password kepulangan mereka," tambah Bunda, Bagian Pengasuhan Santri Puteri. Bahkan, biasanya yang khatam terbanyak akan mendapat hadiah tiket geratis dan pesangon kepulangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak hanya itu. Mereka juga diharuskan menghafalkan Juz 'Amma sebagai syarat kepulangan lainnya. Tentu saja disesuaikan dengan kelas mereka. Yang tertinggi, Kelas XII SMA, harus menghafalkan Juz 'Amma penuh ditambah Surah Yasin, Surah al-Waqiah dan Surah al-Mulk. Kalau nggak hafal, ya kepulangannya dipending saja. Silahkan nambah hari. Kalau tidak hafal juga, kita tunggu hingga lebaran," ujar Bunda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bunda, tujuan pemberian persyaratan ini adalah untuk oleh-oleh atau hadiah bagi orang tuanya di rumah. "Ketika orang tuanya bertanya, apa yang sudah didapatkan, maka mereka bisa berbangga memberikan oleh-oleh hafalan Juz 'Amma itu," ujarnya. "Selain itu juga untuk kepentingan masa depan mereka sendiri tentunya," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka di rumah kelak berlibur, merekapun tidak akan dibiarkan menyia-nyiakan waktunya. Mereka harus tetap menjalani disiplin pesantren; shalat tepat waktu, tadarusan al-Qur'an dan mendaras kitab kuning. Kalua perlu juga menambah hafalan surah-surah al-Qur'annya. "Harapannya, belajar para santri tidak hanya di lingkungan pesantren, tapi juga di rumah. Sayang jika waktunya terbuang sia-sia, karena alasan liburan," kata Bunda berharap.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-5513317859472642559?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/5513317859472642559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=5513317859472642559&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/5513317859472642559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/5513317859472642559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/08/hafal-juz-amma-sebagai-password.html' title='HAFAL JUZ&apos; AMMA SEBAGAI PASSWORD KEPULANGAN'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-6306255736153068715</id><published>2011-08-13T09:08:00.000+07:00</published><updated>2011-08-13T09:09:49.750+07:00</updated><title type='text'>Pengelola SMA-QF Ikut Pembinaan dan Pendampingan EDS</title><content type='html'>Empat unsur SMA Qothrotul Falah Cikulur mengikuti Program Pembinaan dan Pendampingan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) dan Monitoring Sekolah oleh Pemerintah Daerah (MSPD) yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Propinsi Banten, Selasa-Sabtu (9-13 Agustus 2011), di SMKN 1 Rangkasbitung. Mereka adalah Ahmad Amrullah (Waka Kesiswaan), Dede Saadah (Bendahara), Ahmad Turmudzi (Tata Usaha) dan Aang Abdurrahman (Komite). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sesuai penjelasan surat undangan yang ditandatangani Kepala Seksi Pemetaan Mutu dan Supervisi LPMP Prop. Banten Hj. Hergawati, M.Si. tertanggal 1391/J27/LL/2011, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kerja LPMP Tahun Anggaran 2011. Tujuannya, adalah untuk melatih, membimbing dan membina unsur-unsur sekolah guna melakukan evaluasi diri demi perbaikan sekolah ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Kabupaten Lebak, kegiatan ini dilakukan serempak di beberapa lokasi. Misalnya, di SMAN 1 Malingping, SMAN 2 Rangkasbitung, SMAN 1 Cipanas, SMK 1 Rangkasbitung dan SMKN 2 Rangkasbitung. Pesertanya adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Lebak, yang jumlahnya 50 sekolah lebih.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sekolah-sekolah yang bergabung di SMKN 1 Rangkasbitung, selain SMA Qothrotul Falah Cikulur, adalah SMKN 1 Rangkasbitung, SMAN 1 Cikulur, SMAN 1 Sajira, SMAS al-Hidayah Lebak Picung, SMAN 1 Warunggunung, SMKN 1 Cipanas, SMK Korpri, SMK PGRI, dan SMKS Matlaul Anwar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi unsur-unsur SMA Qothrotul Falah, semoga kegiatan yang diselenggarakan bertepatan pada Bulan Suci Ramadhan 1432 H ini bisa memberikan pengalaman berharga bagi pengembangan lembaga ke depan. “Kita di sana dilatih mengisi instrumen-instrumen kelengkapan sekolah. Insya Allah kita mendapatkan banyak pelajaran berharga dari pelatihan ini,” harap Ahmad Turmudzi, Kepala Tata Usaha SMA Qothrotul Falah.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-6306255736153068715?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/6306255736153068715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=6306255736153068715&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6306255736153068715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6306255736153068715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/08/pengelola-sma-qf-ikut-pembinaan-dan.html' title='Pengelola SMA-QF Ikut Pembinaan dan Pendampingan EDS'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-6282143308929957058</id><published>2011-08-13T09:04:00.000+07:00</published><updated>2011-08-13T09:06:27.914+07:00</updated><title type='text'>CIRI LAILATUL QADAR</title><content type='html'>PERTANYAAN&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum, Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Pak Kiai selalu sehat dan senantiasa diberi keberkahan oleh Allah SWT. Amin!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pak Kiai, saya Aziz Fatahuddin dari Sajira Lebak. Pak Kiai, setiap Ramadhan kita selalu diingatkan pada Lailatul Qadar, karena keutamaannya yang tinggi. Pak Kiai, apa sesungguhnya ciri-ciri Lailatul Qadar dan apakah setiap umat muslim bisa mendapatkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pertanyaan saya. Semoga Pak Kiai berkenan menjawabnya. Terima kasih atas penjelasannya.&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum, Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENANYA&lt;br /&gt;Aziz Fatahudin,&lt;br /&gt;Mahasiswa, Sajira Lebak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN&lt;br /&gt;Wa’alaikumussalam, Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Hamdulillah, saya dan keluarga sehat-sehat saja. Semoga Aziz dan keluarga di Sajira juga demikian adanya. Amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar, Ramadhan identik dengan Lailatul Qadar atau Lailatul Mubarakah (malam yang diberkahi), karena malam yang utama ini hanya ada pada Ramadhan. Sebagai malam yang utama, yang dikatakan lebih baik dari 1000 bulan atau setara 83,4 tahun (khairun min alfi syahrin/Qs. al-Qadr ayat 3), tak heran semua umat Islam berlomba-lomba mengejarnya.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lailatul Qadar disebut sebagai malam utama, yang khusus dirizkikan pada umat Muhammad, karena pada malam itulah kitab suci al-Qur’an diturunkan dari Lauh Mahfudh ke Baitul Izzah (langit dunia). Menurut Syeikh Nawawi Banten, penurunan al-Qur’an pada malam ini bersifat jum’latan wahidatan (utuh satu al-Qur’an, yang jumlah ayatnya enam ribu lebih). Inilah yang dalam ‘ulum al-Qur’an disebut al-tanazzul al-awwal (turun tahap pertama). Dari Baitul Izzah, Jibril a.s. menurunkannya kepada Muhammad SAW di dunia tahap demi tahap selama 23 tahun, sesuai kebutuhan. Ini disebut al-tanazzul al-tsani (turun tahap kedua).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aziz, yang dimuliakan Allah SWT. Kenapa malam itu disebut Lailatul Qadar? Menurut Syeikh Nawawi Banten dalam Marah Labid-nya (II/456), karena pada malam itu Allah SWT menetapkan takdir-takdir-Nya selama setahun, baik kematian, rizki maupun yang lain. Bahkan menurutnya, pada malam itulah Allah SWT menyerahkan mandat pengelolaan takdir-takdir itu pada mudabbiratul umur (para malaikat koordinator), yakni Israfil, Mikail, Izrail dan Jibril. Dengan demikian, keutamaan malam ini semakin kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, tidak seorang muslimpun tahu secara persis kapan Lailatul Qadar itu terjadi. Pendapat yang masyhur mengatakan, Lailatul Qadar terjadi pada tanggal ganjil sepuluh hari akhir Ramadhan. Bisa jadi tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29. Sebetulnya ada hikmah, kenapa kita tidak diberitahu kapan malam yang dinanti-nanti itu datang. Ya, biar ibadah kita tidak mengendor sepanjang sepuluh hari terakhir itu. Kalau kita tahu, misalnya tanggal 21, maka kita hanya sibuk ibadah pada hari itu. Pada hari lainnya, kita akan sepele, karena sudah mendapat malam 1000 bulan. Makanya Rasulullah SAW mengingatkan, pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, kita dianjurkan mengencangkan ikat pinggang untuk beribadah lebih giat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lailatul Qadar sebetulnya hanya diketahui oleh para wali Allah SWT, yaitu mereka yang berhati jernih. Kalau orang awam, paling-paling mengetahui tanda-tanda lahiriahnya saja. Misalnya, seperti dikutip Syeikh Nawawi Banten dari Abdullah bin ‘Abbas dan Abu Muslim, Lailatul Qadar itu sunyi dari angin, tiada halilintar, tiada mara bahaya dan seterusnya. Ibn Katsir, dalam Tafsir al-Qur’an al-Adhim (IV/536) menukil sabda Rasulullah SAW tentang tanda-tandanya. Misalnya, rembulan bersinar lembut, bintang-bintang tidak bersinar (tertutup cahaya rembulan) hingga pagi hari, matahari bersinar laksana bulan purnama, dan pada hari itu setan-setan bersembunyi di sarangnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian jawaban saya. Semoga shalat dan puasa kita diterima Allah SWT, sehingga kita diberi-Nya hadiah Lailatul Qadar. Karena ada keterangan, Lailatul Qadar diperuntukkan bagi orang-orang yang shalat dan puasanya dijalankan semata karena Allah SWT. Wa Allah a’lam.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cikulur, 11 Agustus 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-6282143308929957058?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/6282143308929957058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=6282143308929957058&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6282143308929957058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6282143308929957058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/08/ciri-lailatul-qadar.html' title='CIRI LAILATUL QADAR'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-1731858027288491933</id><published>2011-08-03T21:19:00.001+07:00</published><updated>2011-08-03T21:19:45.525+07:00</updated><title type='text'>TENTANG SUJUD TILAWAH</title><content type='html'>SOAL-JAWAB AGAMA, DIASUH KH. ACHMAD SYATIBI HAMBALI&lt;br /&gt;(Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah dan Ketua MUI Kab. Lebak).&lt;br /&gt;Pertanyaan bisa dilayangkan ke info@qothrotulfalah.com atau sms ke 081317773857/081910961388.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;TENTANG SUJUD TILAWAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTANYAAN&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum, Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Pak Kiai dan keluarga senantiasa diberi-Nya kesehatan. Amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Kiai, saya seorang mahasiswi PTAI di Rangkasbitung Lebak Banten. Saya ingin bertanya perihal sujud tilawah. Pak Kiai, sebenarnya apa yang dimaksud dengan sujud tilawah? Apa hukumnya dan bagaimana doanya?   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Pak Kiai berkenan menjawabnya. Terima kasih atas penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum, Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENANYA&lt;br /&gt;Aan Hasanah, &lt;br /&gt;Mahasiswi, Rangkasbitung Banten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum, Wr. Wb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh Aan yang baik. al-Hamdulillah, saya sekeluarga masih senantiasa diberi-Nya kesehatan. Semoga Teh Aan juga senantiasa semangat terus untuk menuntut ilmu di kampus. Tuntutlah ilmu sebanyak-banyaknya, selagi Allah SWT masih memberi kesempatan luas pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh Aan, dalam Islam memang dikenal banyak sujud. Ada sujud dalam shalat, sujud syukur, dan juga sujud tilawah. Secara bahasa, tilawah itu artinya bacaan. Misalnya, ada istilah tilawatil Qur’an. Maksudnya adalah  bacaan al-Qur’an. Musabaqah tilawatil qur’an berarti lomba bacaan (membaca) al-Qur’an. Lantas, apa yang dimaksud sujud tilawah? Sujud tilawah adalah sujud yang dilaksanakan karena kita membaca atau mendengar ayat yang mengandung sunnah sujud, biasanya disebut ayat sajdah. Misalnya, kita disunnahkan melakukan sujud ketika membaca Qs. al-Insyiqaq ayat 21, Qs. al-‘Alaq ayat 19, Qs. al-Sajdah ayat 15 atau yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu Teh Aan ketahui, pelaksanaan sujud tilawah itu bisa terjadi pada dua kondisi; di dalam dan di luar shalat. Pertama, di dalam shalat. Andaikan pembacaan ayat sajdah itu terjadi di dalam shalat, maka begitu kita membacanya, kita langsung saja sujud dengan niat melaksanakan sujud tilawah. Tidak perlu menggunakan ketentuan-ketentuan khusus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, di luar shalat. Andaikan pembacaan ayat sajdah itu di luar shalat, maka pelaksanaannya harus sesuai rukun sujud tilawah. Misalnya, dimulai dengan takbiratul ihram disertai niat sujud tilawah, lalu sujud disertai membaca doa sujud tilawah, dan ditutup dengan salam. Adapun doa sujud tilawah, seperti yang diajarkan Rasulullah SAW, adalah “sajada wajhi lilladzi khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam’ahu wa basharahu bi haulih wa quwwatih fa tabaraka Allah ahsanul khaliqin.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian jawaban singkat saya. Semoga Teh Aan Hasanah dapat memahaminya dan semoga jawaban saya ini ada manfaatnya. Terima kasih. Wa Allah a’lam.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cikulur, 2 Agustus 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-1731858027288491933?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/1731858027288491933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=1731858027288491933&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1731858027288491933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1731858027288491933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/08/tentang-sujud-tilawah.html' title='TENTANG SUJUD TILAWAH'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-6558869913572569562</id><published>2011-08-03T21:17:00.000+07:00</published><updated>2011-08-03T21:18:12.490+07:00</updated><title type='text'>MENYELA TARAWIH DAN WITIR</title><content type='html'>SOAL-JAWAB AGAMA, DIASUH KH. ACHMAD SYATIBI HAMBALI&lt;br /&gt;(Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah dan Ketua MUI Kab. Lebak).&lt;br /&gt;Pertanyaan bisa dilayangkan ke info@qothrotulfalah.com atau sms ke 081317773857/081910961388.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;MENYELA TARAWIH DAN WITIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENANYA&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum, Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam ta’dhim, Pak Kiai. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi Pak Kiai dalam setiap aktivitasnya. Amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Kiai, al-Hamdulillah, saat ini umat Islam di penjuru negeri kembali kedatangan tamu agung Bulan Suci Ramadhan. Sebagai rangkaian pelaksanaan ibadah Ramadhan, seluruh umat Islam tak terkecuali saya di Depok Jawa Barat, setiap malamnya menunaikan ibadah shalat tarawih (ada yang 8 rakaat, 20 rakaat, dll) yang disambung dengan shalat witir tiga rakaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Kiai, shalat witir itu kan biasanya dikerjakan setelah shalat tarawih. Yang saya tahu, shalat witir adalah shalat penutup, yang tidak ada lagi shalat setelahnya. Kalau shalat witir kita laksanakan setelah tarawih, lalu kita mau menjalankan shalat sunnah lainnya, semisal tahajud, apa boleh Pak Kiai? Artinya, kita menyela shalat tarawih dan witir dengan shalat sunnah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sampaikan terima kasih pada Pak Kiai atas penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum, Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENANYA&lt;br /&gt;Suryadi, &lt;br /&gt;Wiraswasta, Depok Jawa Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum, Wr. Wb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas doa dan pertanyaannya, Mas Suryadi. al-Hamdulillah, Allah SWT masih senantiasa memberi saya dan keluarga kesehatan. Semoga Mas Suryadi dan keluarga juga senantiasa sehat, sehingga bisa menjalankan ibadah Ramadhan 1432 H ini dengan tuntas dan tanpa kendala apapun.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Suryadi, banyak kaum muslim yang bertanya tentang boleh tidaknya memisah atau menyela shalat tarawih dengan shalat witirnya. Pertanyaan ini muncul, karena biasanya, kedua shalat itu dijalankan beriringan, sehingga terkesan keduanya satu paket yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Dan itu yang dilakukan oleh kaum muslim setiap malam Ramadhan, di berbagai wilayah Indonesia, bahkan di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Suryadi yang insya Allah dirahmati Allah SWT. Sependek pemahaman saya, shalat tarawih dan shalat witir itu bisa saja dipisah atau disela. Umpamanya, shalat tarawihnya setelah Isya’ dan shalat witirnya ditunda hingga tengah malam, disela tidur dulu. Karena memang, dalam banyak keterangan, shalat witir itu afdhol atau bagusnya dijadikan sebagai shalat penutup atau terakhir. Tidak ada shalat lagi setelahnya, hingga shalat shubuh. Ada penjelasan misalnya, kalau kita mau tidur dan kayaknya tidak akan bangun malam, maka kita dianjurkan menjalankan shalat witir terlebih dahulu sebagai shalat penutup. Namun andaikan kita yakin akan bangun malam harinya, maka kita dianjurkan melaksanakan shalat witir setelah tidur sebagai shalat penutup. Ini afdhol-nya.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Mas Suryadi bertanya lagi; andaikan kita terlanjur melaksanakan shalat witir, lalu bangun malam dan ingin mengerjakan shalat sunnah lainnya, itu caranya bagaimana? Ya, itu bisa saja dilakukan. Misalnya, kita sudah terlanjur shalat witir, lalu malam harinya kita bangun untuk mengerjakan shalat sunnah taubah, hajat, tahajjud atau lainnya, maka itu boleh-boleh saja. Namun, yang penting diingat, kita tidak perlu lagi menutupnya dengan witir, karena tidak ada shalat witir dua kali dalam semalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula misalnya, setelah shalat tarawih langsung shalat witir dua rakaat dulu, lalu malam harinya shalat sunnah dan ditutup dengan shalat witir satu rakaat, itu juga tidak ada penjelasannya. Ini sama halnya memotong-motong rangkaian shalat witir. Adabnya, shalat witir itu dilaksanakan sekaligus, tidak dipisah-pisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian jawaban singkat saya. Semoga Mas Suryadi memahaminya dan semoga ada manfaatnya. Wa Allah a’lam.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cikulur, 2 Agustus 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-6558869913572569562?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/6558869913572569562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=6558869913572569562&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6558869913572569562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6558869913572569562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/08/menyela-tarawih-dan-witir.html' title='MENYELA TARAWIH DAN WITIR'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-7483048122217271397</id><published>2011-08-03T21:14:00.001+07:00</published><updated>2011-08-03T21:15:51.859+07:00</updated><title type='text'>KERAMAS MENJELANG RAMADHAN</title><content type='html'>SOAL-JAWAB AGAMA, DIASUH KH. ACHMAD SYATIBI HAMBALI&lt;br /&gt;(Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah dan Ketua MUI Kab. Lebak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan bisa dilayangkan ke info@qothrotulfalah.com atau sms ke 081317773857/081910961388.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;KERAMAS MENJELANG RAMADHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTANYAAN&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum, Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Pak Kiai selalu sehat dan senantiasa diberi keberkahan oleh Allah SWT. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Kiai, saya Suryadi dari Depok, Jawa Barat. Saya ingin bertanya tentang kebiasaan mandi keramas menjelang puasa Ramadhan. Pak Kiai, masyarakat muslim di kampung saya, dan mungkin juga di daerah lain, biasanya melakukan mandi besar atau mandi keramas setiap menghadapi bulan suci Ramadhan. Saya jadi bertanya-tanya, apakah mandi keramas menjelang Ramadhan ini benar dan ada landasannya di dalam Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pertanyaan saya. Semoga Pak Kiai berkenan menjawabnya. Terima kasih atas penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum, Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENANYA&lt;br /&gt;Suryadi, &lt;br /&gt;Wiraswasta, Depok Jawa Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum, Wr. Wb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Hamdulillah, berkat doa Mas Suryadi, saya dan keluarga tetap diberi kesehatan oleh Allah SWT. Begitu juga aktivitas saya, juga diberi-Nya kelancaran dan kemudahan. Semoga Mas Suryadi dan keluarga juga senantiasa sehat, sehingga bisa menunaikan ibadah puasa dengan sempurna.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih banyak atas pertanyaan yang Mas Suryadi sampaikan, tentang mandi keramas menjelang Ramadhan. Mas Suryadi, mandi keramas menjelang Ramadhan rupanya tidak hanya dilakukan di Depok Jawa Barat, tapi juga di banyak wilayah negeri ini, termasuk juga di kampung saya, Koncang Cikulur Lebak Banten. Ini artinya, kebiasaan mandi keramas menjelang Ramadhan telah dilakukan oleh kaum muslim di mana-mana dan telah dijalankan turun-temurun dari nenek moyang kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya; apakah kebiasaan mandi keramas seperti ini benar dan adakah dasarnya dalam Islam? Sependek pemahaman saya, berdasarkan pembacaan saya pada kitab-kitab kuning, mandi keramas menjelang Ramadhan itu tidak ada dalil atau landasannya dalam Islam. Itu hanyalah tradisi yang baik dari orang-orang tua kita saja, yang terus-menerus kita lestarikan hingga sekarang. Dan ternyata, tradisi itu memiliki makna filosofis yang mendalam, jika kita merenungkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kesimpulan pemahaman saya, mandi keramas menjelang Ramadhan itu memiliki makna mendalam, yaitu untuk menghadapi puasa Ramadhan kita harus melakukan bebersih baik lahir maupun batin. Bebersih lahir dilakukan dengan mandi keramas dan bebersih batin dilakukan dengan menata niat kita dan meluruskannya karena Allah SWT semata. Dengan melakukan dua bebersih ini, diharapkan kita lebih siap menghadapi puasa Ramadhan, yang tujuannya memang untuk menjadikan kita sebagai orang bersih, yang terus-menerus bertakwa kepada Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Suryadi, jadi pada intinya, walaupun tidak ada dasarnya, mandi keramas menjelang Ramadhan itu baik-baik saja dilakukan, asalkan tidak mengandung unsur kemaksiatan dan kemusyrikan. Hanya itu jawaban yang bisa saya sampaikan. Semoga bisa dimaklumi dan semoga ada manfaatnya. Salam saya buat keluarga Mas Suryadi di Depok, terima kasih. Wa Allah a’lam.[]&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum, Wr. Wb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cikulur, 2 Agustus 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-7483048122217271397?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/7483048122217271397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=7483048122217271397&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7483048122217271397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7483048122217271397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/08/keramas-menjelang-ramadhan.html' title='KERAMAS MENJELANG RAMADHAN'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-4159834522999548129</id><published>2011-08-03T21:12:00.001+07:00</published><updated>2011-08-03T21:12:49.833+07:00</updated><title type='text'>TADABBUR RAMADHAN 1432 H"UPAYA MENGKUATILASKAN RITUAL SANTRI "</title><content type='html'>Untuk mengisi liburan awal Ramadhan 1432 H, para santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah, menjalani kegiatan "Tadabbur Ramadhan"  bertajuk Shalat sebagai Sarana Sentra Menuju-Nya. Tadabbur yang khusus mengupas shalat dan seluk-beluknya ini, dihelat selama tiga hari, Selasa-Kamis, 2-4 Agustus 2011, di Majelis Puteri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, dimulai pukul 08.00 s.d. 11.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Sengaja, tema yang kita suguhkan pada Tadabbur Ramadhan ini adalah shalat beserta seluk-beluknya. Tujuannya, supaya para santri kian mantap memahami makna filosofi shalat, sehingga mereka bisa bermunajat dengan Allah SWT secara lebih baik lagi," ujar Ketua Panitia Tadabbur Ramadhan 1432 H, Ustadz Ahmad Turmudzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan UT – sapaan akrab Ustadz Ahmad Turmudzi – selain karena alasan di atas, kegiatan ini diselenggarakan juga karena adanya masukan dari banyak kalangan, bahwa saat ini banyak lulusan pesantren yang tidak memiliki kepiawaian dalam menjalankan ritual keagamaannya, termasuk mengaji dan shalat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pesantren iya, shalat dan ngaji nggak bisa. Ini kan ironi, andaikan benar terjadi. Itu sebabnya, kita ingin melakukan langkah-langkah terbaik untuk mengantisipasi hal ini," ujarnya saat ditemui di sela-sela pengajian pasaran Ramadhan hari pertama. "Setidaknya, ada sesuatu yang kita lakukan untuk mengarahkan para santri menjadi lebih sempurna lagi dalam pelaksanaan ajaran agamanya," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut UT, baru Ramadhan 1432 H ini kegiatan tadabbur dihelat dengan tema khusus. Biasanya, tadabbur yang dilakukan bersifat general dan tidak menukik pada satu tema tertentu. "Ini biar tadabbur santri selama tiga hari ini memiliki arah dan fokus yang jelas, sehingga mereka benar-benar mendapatkan sesuatu yang bermanfaat," imbuhnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adapun tema yang disajikan selama tiga hari tadabbur, adalah, Shalat sebagai Tiang Agama dan Kewajiban Dasar Umat Islam (Ust. Aang Abdurrahman, S.E., alumni Ponpes Tebuireng Jombang dan Ponpes Lirboyo Kediri), Shalat, Jembatan Utama Bermunajat pada Allah SWT (Ust. Sufyan Sadeli, alumni Ponpes Lirboyo Kediri). "Ini baru untuk hari pertama," jelas UT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari kedua, temanya, adalah Shalat Primer (Wajib) dan Shalat Sekunder (Sunnah) (Ust. Mohammad Subhan, alumni Ponpes Bogor) dan Rukun Fi'li dan Rukun Qauli dalam Shalat (Ust. Damanhuri, alumni Ponpes Bogor). Sedang pada hari ketiga, tema yang diusung adalah, Shalat dan Upaya Mengolahragakan Raga (Nurul H. Maarif, alumni Ponpes Dar al-Tauhid Cirebon dan Ponpes Luhur Darus-Sunnah Jakarta), dan Efek Positif Shalat dalam Kehidupan Sosial-Kemasyarakatan (Ust. Agus Faiz Awaludin, alumni Ponpes Qothrotul Falah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan tema yang ditampilkan plus pemateri yang menyuguhkan, kami semua berharap, tadabbur kali ini benar-benar berkualitas dan mendatangkan manfaat jangka pendek dan jangka panjang bagi para santri," harap UT. Semoga! [enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-4159834522999548129?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/4159834522999548129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=4159834522999548129&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4159834522999548129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4159834522999548129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/08/tadabbur-ramadhan-1432-h-upaya.html' title='TADABBUR RAMADHAN 1432 H&lt;br&gt;&quot;UPAYA MENGKUATILASKAN RITUAL SANTRI &quot;'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-8294104933641245878</id><published>2011-08-03T21:11:00.002+07:00</published><updated>2011-08-03T21:23:33.290+07:00</updated><title type='text'>SANTRI ANTUSIAS SHALAT TARAWAIH PERDANA</title><content type='html'>Sesuai Sidang Isbat Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Ahad, 31 Juli 2011 petang, 1 Ramadhan 1432 H ditetapkan pada 1 Agustus 2011. Dengan demikian, jika mengacu pada keputusan resmi pemerintah itu, umat Islam Indonesia mulai menunaikan ibadah puasa terhitung sejak Senin, 1 Agustus. Demikian pula santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah tentunya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Momen hadirnya bulan suci umat Islam, yang ditunggu-tunggu setiap tahun ini, tidak disia-siakan oleh para santri dengan berdiam diri. Pada sore hari Ahad, mereka mengadakan pawai keliling kampung, sebagai tanda kegembiraan akan menjalani rukun Islam keempat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat pelaksanaan shalat tarawih perdana, santri dan masyarakat sekitar juga tampak antusias menjalaninya. Ini terlihat dari membludaknya jumlah jamaah shalat tarawih di Masjid Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Bahkan masjid yang cukup besar itu nyaris tidak mampu menampung jamaah yang hadir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini menunjukkan antusiasme mereka cukup bagus menyambut Ramadhan. Bahkan pada Ramadhan kali ini, para alumni tampak cukup banyak yang turut bergabung menjalankan shalat tarawih perdana," ujar Ubaidillah, alumni asal Cikulur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melengkapi kesempurnaan shalat tarawih yang diimami Ustadz Ahmad Hudaidi itu, Ustadz Aang Abdurrahman – putera Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah – menyampaikan kultumnya sebagai siraman ruhani. Beliau mengungkapkan kegembiraannya atas datangnya bulan Ramadhan kali ini. Beliau berharap, tidak ada satupun santri yang izin pulang kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di pesantren manapun, ketika bulan Ramadhan, santri dilarang pulang, karena mereka harus ngaji pasaran. Termasuk juga santri di sini, nggak usah pulang. Nanti kira-kira tanggal 22 Ramadhan, kalian baru akan dipulangkan. Itupun kalau ngaji pasarannya sudah selesai," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Gaban – sapaan akrabnya – juga menyampaikan program pasaran kitab kuning selama Ramadhan. Dikatakannya, diantara kitab yang akan dipasarkan, adalah Kasyifatussaja, Tafsir Yasin, 'Uqud al-Lujjain, Tanqih al-Qaul, dan sebagainya. "Semoga pasaran ini menambah ilmu dan aktivitas kita di bulan Ramadhan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir sambutannya, Ustadz Gaban berharap, para santri memanfaatkan momen Ramadhan ini sebaik-baiknya untuk kegiatan yang sesuai ajaran agama. "Jangan suka JJS (jalan-jalan subuh) sambil melakukan hal-hal yang tidak berguna. Di Jakarta misalnya, muda-muda suka JJS ke Monas dengan alasan menunggu subuh, padahal ya pacaran. Santri di sini harus mengisi momen Ramadhan dengan hal-hal positif, sehingga puasanya berkualitas," pesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai kegiatan tarawih perdana, para santri melakukan tadarus bersama lalu dilanjutkan pengajian kitab kuning, sesuai tema yang diminati. Akhirnya, selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga puasa kali ini lebih berkualitas dibanding sebelumnya. Marhaban ya Ramadhan.[enha] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-8294104933641245878?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/8294104933641245878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=8294104933641245878&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8294104933641245878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8294104933641245878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/08/santri-antusias-shalat-tarawaih-perdana.html' title='SANTRI ANTUSIAS SHALAT TARAWAIH PERDANA'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-3995082160683872161</id><published>2011-08-03T21:09:00.000+07:00</published><updated>2011-08-03T21:10:20.561+07:00</updated><title type='text'>Dialog Imajiner dengan Iblis II"MENANYAKAN GODAAN IBLIS"</title><content type='html'>Oleh Ahmad Dimyati*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog ini berkisah seputar pertemuan santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Ahmad Dimyati (AD), dengan raja diraja kejahatan Iblis (Ib), di suatu tempat rahasia. Pada pertemuan yang tak terencanakan itu, dialog menarik terjadi diantara mereka. AD yang telah mengenal sosok Iblis melalui berbagai informasi, menyapanya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;AD : Hei Tuan Iblis, bolehkah aku berkenalan denganmu?&lt;br /&gt;Ib : Hei juga, musuhku. Boleh…boleh saja, silahkan! &lt;br /&gt;AD  : Namaku Ahmad Dimyati, santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Jika tak keberatan, Tuan, aku ingin berbincang denganmu, walau sebentar.  Bolehkan, wahai Tuan?&lt;br /&gt;Ib : O….iya, ya…boleh saja. Apa gerangan yang hendak engkau sampaikan?&lt;br /&gt;AD : Tapi, mohon Tuan jangan marah ya?&lt;br /&gt;Ib : Oh tentu, saya nggak akan marah.&lt;br /&gt;AD : Terima kasih, Tuan. Begini Tuan, aku mau nanya, kenapa sih tuan mengganggu orang-orang yang berbuat baik saja? Tidak adakah pekerjaan lain yang lebih mulia? Padahal, andaikan Tuan tidak ada, aku akan tenang beribadah. Dan kenapa juga Tuan tidak mengganggu malaikat?&lt;br /&gt;Ib :  Ya..ya…Aku paham pertanyaanmu. Perlu engkau tahu, itu sudah menjadi kewajibanku untuk mengganggumu. Karena kamu itu orang yang gampang dirayu dan imanmu lemah. Harusnya, kamu bersyukur padaku. Andaikan tidak ada aku, kamu pasti tidak akan berusaha menjadi lebih baik dan tidak ada rintangan bagimu, dan kamu dengan yang lain derajatnya pasti sama. Tak ada yang lebih baik diantara satu dengan yang lain. Bukan hanya sama dengan teman kamu, tapi dengan Rasulmu juga akan sama. Sama-sama, semuanya jadi Rasul. &lt;br /&gt;Dan kalau aku mengganggu malaikat, aku akan kewalahan sendiri, karena mereka sudah istikomah dengan amaliahnya. Buktinya, Malaikat Jibril sudah istikomah melaksanakan tugasnya sebagai penyampai wahyu kepada Nabi Muhammad dan Rasul lainnya. Malaikat yang lain juga terus bertasbih, bersujud, ruku', tanpa henti secara istikomah. Mereka juga tidak punya nafsu apapun selain ibadah. Buat apa aku mengganggu mereka, kalau tak akan tergoyahkan?&lt;br /&gt;AD : Oh, begitu ya? Menurutku, imanku lemah itu karena gangguan-gangguan Tuan. Bahkan ketika aku mau bertemu kekasihku, Allah, Tuan juga yang menghalanginya. Andaikan tiada Tuan, niscaya imanku kuat dan pasti harapanku tercapai. Tuan, beritahukan kepadaku, siapa sesungguhnya yang suka mengganggu shalatku?&lt;br /&gt;Ib : Engkau mau tahu siapa yang mengganggu shalatmu? Dia prajuritku, namanya Khanzab. Dia aku tugaskan khusus untuk mengganggu manusia yang sedang shalat. &lt;br /&gt;AD : Lalu, siapa yang mengganggu aku ketika sedang berwudhu, tidur atau makan? Siapa dia?&lt;br /&gt;Ib : Yang mengganggu tidurmu itu namanya Wasnan. Dan yang mengganggumu ketika berwudhu namanya Walhan. Sedang yang  menggodamu dalam hal makanan, itu namanya Dasim. Bahkan ada juga yang tugas khususnya menggoda ahli ibadah atau wali-wali Allah. Namanya Abyad.&lt;br /&gt;AD : Jadi itu nama-namanya. Tuan, tolong bilang kepada mereka, kalau mengganggu aku, jangan berlebihan. Yang biasa-biasa saja ya!&lt;br /&gt;Ib : Tenang saja. Jangan kuatir, ntar malah aku ganggu kamu dengan gangguan yang berat lho.&lt;br /&gt;AD    : Kok Tuan begitu sih?&lt;br /&gt;Ib : Kan, kalau cobaan kamu ringan, nanti hidupmu akan biasa-biasa saja. Sebaliknya, kalau cobaanmu berat, nanti hidupmu jadi kuat dan kamu jadi orang besar di hadapan Allah. Itupun dengan syarat, kalau kamu kuat menghadapinya.&lt;br /&gt;AD : Ya sudah, boleh lah Tuan mengganggu aku seberat mungkin. Semoga aku bisa jadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. &lt;br /&gt;Ib : Apa lagi yang ingin kamu sampaikan? &lt;br /&gt;AD : Mungkin itu dulu, Tuan. Mudah-mudahan lain kali Tuan masih bersedia melanjutkan obrolan seperti ini denganku.&lt;br /&gt;Ib : Baik! Jangan lengah, godaanku akan datang setiap waktu.&lt;br /&gt;AD : Terima kasih, Tuan.[] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cikulur, 27 Maret 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Ahmad Dimyati, adalah santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah asal Cilutung Lebak, Kelas XII IPS SMA Qothrotul Falah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-3995082160683872161?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/3995082160683872161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=3995082160683872161&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/3995082160683872161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/3995082160683872161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/08/dialog-imajiner-dengan-iblis-ii.html' title='Dialog Imajiner dengan Iblis II&lt;br&gt;&quot;MENANYAKAN GODAAN IBLIS&quot;'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-4431059637153503320</id><published>2011-07-29T17:40:00.000+07:00</published><updated>2011-07-29T17:41:29.823+07:00</updated><title type='text'>Dialog Imajiner dengan Iblis"MENGISLAMKAN IBLIS"</title><content type='html'>Oleh Nurul H. Maarif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang tahu, Iblis adalah mbah-mbah-nya keingkaran pada Allah. Dialah sumber segala kejahatan di alam raya ini. Bagaimana Iblis (IB) didakwahi dan diislamkan? Itulah yang dilakukan Nurul H. Maarif (NHM), santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah, ketika menjumpainya secara imajiner di kerajaannya yang megah. Saat itu, musuh orang beriman itu tampak semakin renta. Pakaiannya lusuh. Janggutnya putih terurai tiada terawat. Gurat-gurat mukanya kian keriput. Namun ketika berbicara perihal program pengafiran atau buku induk kekafirannya, ia begitu antusias mengulasnya. Semangatnya kembali muda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;NHM : Salam, wahai Tuan Iblis. Apa kabar Tuan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Baik-baik saja, seperti yang engkau lihat, wahai musuhku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Tuan, engkau sudah setua umur alam raya ini. Bahkan lebih renta. Tiada kematian menimpamu. Padahal kami sudah hilir-mudik bergantian mengisi alam raya ini. Tuan, tidakkah lelah-letih atau sakit pernah menghinggapimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Puji Tuhan, kerja kerasku tak pernah membuatku sakit. Tipes karena capek, mag karena kurang makan, atau penyakit apapun, tak pernah datang padaku. Inilah karunia-Nya, untuk menopang dan melancarkan tugasku yang maha berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Engkau meyakini itu karunia-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Tentu saja. Aku juga "terlahir" dari-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Tuan, tidakkah rasa capek untuk menggoda anak cucu Adam hinggap di jiwamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Capek? Tidak ada kata capek untuk menggoda anak Adam, karena inilah tugasku sebagai al-rajim (makhluk terkutuk). Al-Qur'an juga melarang kita putus asa, bukan? Inilah titah-Nya kepadaku yang harus aku jalani penuh keikhlasan dan keridhaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Engkau mengenal keikhlasan dan keridhaan juga, Tuan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Tentu saja. Kita ini sama-sama menjalani amanah-Nya, dengan cara yang berbeda tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Tuan, berapa anak Adam yang engkau targetkan masuk perangkapmu dan menjadi penyembahmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Aku tak punya target khusus. Sebanyak-banyaknya, karena neraka cukup longgar untuk seluruh penghuni alam raya ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Tuan, adakah keinginan dalam lubuk hatimu tuk kembali menjadi sosok yang taat, seperti ketaatanmu sebelum Adam diciptakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : ????? (Iblis tampak merenung memikirkan jawabnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Apakah Tuan Iblis baik-baik saja? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Ya, tentu saja, aku baik-baik saja sebagaimana engkau lihat. Tapi soal pertaubatan, itu tak mungkin terjadi. Karena itulah tugasku, hingga akhir dunia ini. Dan Tuhanpun telah mengijinkanku hidup selamanya untuk mengemban misi penyesatan ini dan untuk mengganggu sebanyak mungkin anak Adam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Benarkah sama sekali Tuan tak terpikirkan untuk kembali menjalani ketaatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Sejujurnya, dalam lubuk hatiku, aku juga ingin menjadi seperti malaikat, nabi atau orang saleh lainnya. Bahkan dulu, sebelum Adam diciptakan, aku orang yang lebih saleh dibanding malaikat. Tapi, itulah takdirku sebagai hamba yang tunduk pada titah-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Maksudmu apa Tuan? Itu takdir Tuan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Ya, inilah takdirku. Aku harus menjadi al-rajim (terkutuk) dengan tugas azali menggoda manusia. Aku harus siap dicela, dicaci dan dimaki oleh orang beragama di seluruh alam raya ini, termasuk dimusuhi santri-santri Pesantren Qothrotul Falah, karena tugas ini. Di kitab suci, kitab kuning, ceramah, dan di manapun, aku selalu menjadi musuh mereka. Tanpa keberadaanku, kitab suci, kitab kuning, dan ceramah itu akan kering kerontang tiada berisi nilai-nilai. Harus ada yang menjadi musuh kesucian. Aku hanya menjalani ketentuan-Nya saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Berarti Tuan lelah menjalani takdir ini dengan segala resiko kehinaannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Mungkin iya. Tapi sebagai hamba-Nya, aku harus menjalani ketentuan azalinya ini dengan sebaik-baiknya. Inilah amanah-Nya padaku, yang harus aku tunaikan sebaik-baiknya, karena kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hari perhitungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Tuan, apa maksudmu dengan "ketentuan azali"nya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Coba engkau renungkan baik-baik, wahai santri Kiai Ibing. Sebelum aku diciptakan dari api, sebelum Adam dimunculkan, bukankah al-Qur'an yang kadim itu telah ada dan telah menceritakan tentang diriku yang terkutuk ini? Padahal, ketahuilah, aku belum diciptakan. Bagaimana menurutmu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : ????? Benar perkataanmu, Tuan. Jika itu yang dimaksud "ketentuan azali" Tuhan, itu memang benar adanya. Berarti, Tuan hanya menjalani ketentuan itu tanpa bisa membantah dan merobahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Benar belaka kata-katamu. Itu sebabnya, ketentuan azali itu harus aku jalani sebaik-baiknya. Biarlah aku rela menjadi petugas untuk amanah maha berat ini, dengan segala resiko kehinaannya. Belum tentu makhluk yang lain sanggup mengemban amanah ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Tuan menjalaninya dengan senang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Karena ini ketentuan azali dan titah-Nya, aku sebagai makhluk-Nya harus menerimanya dengan senang hati. Inilah cara beribadahku pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Sekali lagi aku Tanya padamu, Tuan. Tidakkah ada keinginanmu untuk menjadi muslim yang baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Haa.. (Iblis tertawa menyeringai, menampakkan gigi-giginya yang menyeramkan tanpa memberikan jawaban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Tuan, apa maksud tertawamu? Sungguh Tuan tak ingin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Haa… (Iblis lagi-lagi tertawa tiada memberi jawaban). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Baik Tuan, jika itu keinginanmu. Tuan, jika boleh berharap, sesungguhnya aku ingin engkau menjadi taat kembali dan menjadi mukmin lagi. Tapi Tuan, apa sesungguhnya yang dikehendaki Allah dengan ketentuan azali-Nya padamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Wahai santri Kiai Ibing, kalaupun aku mau bertaubat, Tuhan tak mungkin mengabulkannya, karena itulah ketentuan-Nya atasku. Inilah tugasku. Dengan keberadaanku ini, semua orang berlomba menjadi yang terbaik. Keimanan kian kokoh. Ketauhidan tambah kuat. Tanpaku, kalian akan statis. Tak ada tantangan apapun. Namun semua ini hanya berlaku bagi orang yang benar-benar ikhlas menyembah-Nya. Bagi orang-orang bodoh, yang tidak tahu akhir kehidupan ini sesungguhnya, mereka akan semakin terperosok dalam lembah kehinaan. Inilah ujian kalian: mau mengikuti Rasul dengan memusuhiku atau mengikutiku dengan memusuhi Rasul? Kalian telah diberi akal dan ajaran untuk memilihnya. Tuhanpun telah menyiapkan reward (surga) and punishment (neraka).* Karena itu, ya, tergantung kalian mau selamat atau kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Tuan, dalam simpulanku, entahlah benar apa tidak, pertaubatan itu tidak mungkin terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Tepat, jawabanmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Padahal Tuan, aku menemuimu dengan niatan ingin mendakwahimu dan mengajakmu kembali kepada ketaatan. Sukur-sukur Tuan mau menjadi santri di Pesantren Qothrotul Falah. Tapi jika itu ketentuan azali-Nya, aku tidak bisa berbuat apa-apa, Tuan. Aku hanya bisa mendoakanmu, Tuan, semoga tugasmu terlaksana dengan sebaik-baiknya dan Tuan senantiasa diberi-Nya kesehatan. Dan terima kasih Tuan, tugasmu membuat iman dan tauhidku semakin kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Terima kasih atas doamu. Semoga engkau tahu di mana aku menaruh perangkap-perangkapku, sehingga engkau bisa menghindarinya dan bisa selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Baik, Tuan. Satu lagi Tuan, yang ingin aku tanyakan. Benarkah engkau memiliki Buku Petunjuk Kekafiran atau Juklak Kekafiran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Apa maksudmu?   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Aku senantiasa membayangkankan, Tuan. Untuk menuju kebaikan dan meraih surga, kami diberi kitab pentunjuk berupa al-Qur'an. Apakah untuk menjalani kejahatan dan meraih neraka, juga ada kitab kekufuran yang menjadi pegangan wajibnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Ya, ada. Aku sudah membuatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Apa isinya, Tuan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Misalnya, jika engkau ingin mencuri secara aman, maka di sana ada langkah-langkah yang harus engkau lakukan. Kalau ingin zina yang aman, ada juga petunjuknya. Mabuk, korupsi, dan lainnya, semua telah ada petunjukknya di Buku Induk Kekafiran itu. Tinggal dijalani saja. Tapi tolong, jangan engkau ceritakan pada siapapun soal buku rahasia ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Berarti benar dugaanku, Tuan. Engkau punya buku induk kekafiran. Insya Allah Tuan, untuk menjaga amanahmu ini, aku tidak akan bercerita kepada siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IB : Bagus, dalam hal ini kamu mengikuti ucapanku. Ha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NHM : Ah Tuan, amanah ini dari manapun datangnya, harus dijaga, termasuk darimu. Ngomong-ngomong, Tuan, tak jadi lah aku mengislamkanmu. Aku urungkan rencana berdialog denganmu tentang tauhid, nabi, surga-neraka, dll. Rupanya Tuan lebih paham tentang semua itu ketimbang aku, karena kedekatanmu pada-Nya. Engkau lebih baik menjadi seperti sekarang ini. Makasih, Tuan. Salam buat kawan-kawan di kerajaanmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialogpun terhenti, ketika azan Subuh dikumandangkan. Iblis buru-buru pergi menjalankan tugas wajibnya. Membaca dialognya ini, mungkin Iblis hanya tersenyum simpul.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-4431059637153503320?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/4431059637153503320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=4431059637153503320&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4431059637153503320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4431059637153503320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/07/dialog-imajiner-dengan-iblis.html' title='Dialog Imajiner dengan Iblis&lt;br&gt;&quot;MENGISLAMKAN IBLIS&quot;'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-536013001661023512</id><published>2011-07-29T17:34:00.002+07:00</published><updated>2011-07-29T17:38:32.908+07:00</updated><title type='text'>PERSIAPAN MENYAMBUT RAMADHAN</title><content type='html'>RUBRIK DIALOG AGAMA&lt;br /&gt;BERSAMA KH. ACHMAD SYATIBI HAMBALI&lt;br /&gt;(Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah dan Ketua MUI Kab. Lebak)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;al-Nushush qad intahat wa al-waqa'i la tantahi. Teks agama telah selesai diproduksi, sementara persoalan sosial-kemasyarakatan terus berkembang. Pertanyaannya; bagaimana menyelesaikan persoalan sosial-kemasyarakatan yang terus muncul, sedangkan teks agama telah berhenti diturunkan dan selesai diproduksi. Di sinilah peran dan tugas ulawa pewaris Nabi Muhammad SAW, untuk berijtihad mencari solusinya. Untuk itulah, www.qothrotulfalah.com menyediakan rubrik dialog agama, yang diasuh Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Lebak, KH. Achmad Syatibi Hambali. Masyarakat yang memiliki problem sosial-kemasyarakatan, silahkan melayangkan pertanyaan ke info@qothrotulfalah.com, dengan menyebutkan identitas dan alamatnya. Insya Allah setiap pertanyaan yang masuk, akan direspon sebaik-baiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSIAPAN MENYAMBUT RAMADHAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTANYAAN&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum, Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Kiai yang terhomat. Semoga Pak Kiai dan keluarga senantiasa diberi kesehatan oleh Allah SWT, dan senantiasa diberi-Nya kesuksesan dalam menjalankan segala aktivitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Kiai, al-hamdulillah, sebentar lagi Bulan Suci Ramadhan 1432 H akan tiba. Pak Kiai, saya ingin bertanya tentang menyambut Ramadhan. Menurut Pak Kiai, bagaimana dan persiapan apa saja yang harus dilakukan oleh kaum muslim untuk menyambut kehadiran Bulan Suci Ramadhan yang kita rindukan selama ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum, Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENANYA&lt;br /&gt;Munawaroh (Santri Kelas XII IPA SMA Qothrotul Falah, asal Cikulur Lebak)&lt;br /&gt;Ima Halimatun Najiah (Santri Kelas XII IPA SMA Qothrotul Falah, asal Cikulur Lebak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa'alaikumussalam, Wr. Wb.&lt;br /&gt;al-Hamdulillah, saya dan keluarga sehat-sehat saja. Semoga, anak-anakku, Ima dan Muna, beserta keluarga, juga senantiasa sehat dan diberkahi Allah SWT dalam setiap aktivitasnya. Terima kasih atas pertanyaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul, anak-anakku, insya Allah Bulan Suci Ramadhan 1432 H, akan segera tiba. Kapan mulainya, kita harus menunggu Sidang Itsbat Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Mudah-mudahan, hasil sidang itu sesuai dengan yang telah banyak tertulis di kalender dan semoga tidak ada perbedaan di antara umat Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua, umat Islam di seluruh penjuru dunia, patut berbahagia, karena masih diberi kesempatan umur oleh Allah SWT untuk menjalankan rukun Islam yang keempat ini. Rasulullah SAW mengatakan: man fariha bi dukhuli Ramadhan, harrama Allah jasadahu ala al-niran. (Siapa yang bergembira karena datangnya Ramadhan, maka Allah SWT mengharamkan jasadnya masuk neraka). Semoga, kita termasuk orang-orang yang berbahagia atas kedatangan Ramadhan, sehingga Allah SWT mengharamkan jasad kita masuk neraka. Berarti, kalau jasad kita diharamkan masuk neraka, kita akan masuk surga. Amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait pertanyaan anak-anakku, Ima dan Muna, maka persiapan yang harus dilakukan untuk menyambut Ramadhan, antara lain; pertama, persiapan keimanan. Kalau ibadah didasari keimanan yang kuat, apapun bentuknya, baik yang berat apalagi yang ringan, maka ibadah itu akan terasa mudah dan menyenangkan. Karena itu, bulan Ramadhan harus disambut dengan keimanan yang kokoh, sebagai bagian dari implementasi keimanan kita sebagai mukmin. Harapannya, puasa Ramadhan kali ini bisa kita tunaikan dengan mudah dan menyenangkan, juga lebih baik dari tahun sebelumnya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, persiapan mental. Ramadhan tidak berarti menghentikan kegiatan-kegiatan sehari-hari kita. Yang kerja, tetap kerja. Yang sekolah, tetap sekolah. Yang dagang, tetap dagang. Yang nyangkul, juga tetap nyangkul. Yang PNS, juga tidak libur. Namun, tentu saja, Ramadhan harus dimaknai secara positif, serta tidak dijadikan alasan untuk malas-malasan apalagi meninggalkan kewajiban yang biasa dilakukan. Hanya saja, kita perlu mempersiapkan mental. Misalnya, yang biasanya kerja sambil makan, ngopi, ngerokok, sekarang tidak boleh dilakukan, karena sedang berpuasa. Emosi dan hawa nafsu, juga harus bisa dikendalikan sebaik-baiknya. Ini penting disiapkan, sehingga ketika menjalankan puasa, kita memiliki nilai-nilai yang lebih baik dibanding hari-hari biasa, supaya ibadah kita berkualitas dan dinilai plus oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, ini saja jawaban saya. Semoga ada manfaatnya. Dan semoga pula, ibadah puasa anak-anakku, Ima dan Muna, juga kaum muslim lainnya, berkualitas dan mendapatkan pahala yang setimpal dari Allah SWT. Wa Allah a'lam.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Cikulur, Jum'at, 28 Juli 2011)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-536013001661023512?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/536013001661023512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=536013001661023512&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/536013001661023512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/536013001661023512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/07/persiapan-menyambut-ramadhan.html' title='PERSIAPAN MENYAMBUT RAMADHAN'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-4709220427657724279</id><published>2011-07-29T17:33:00.001+07:00</published><updated>2011-07-29T17:33:55.097+07:00</updated><title type='text'>IKUTI PELATIHAN ASKESOS,BUNDA INGINKAN PESANTREN YANG PEDULI SOSIAL</title><content type='html'>Selama tiga hari, Rabu-Jum’at, 27-29 Juli 2011, Bendahara Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Dede Saadah alias Bunda, mendapat kepercayaan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) untuk mengikuti Pelatihan Program Asuransi Kesehatan Sosial (Askesos), di Hotel Pasundan, Bandung Jawa Barat. Pelatihan ini diikuti ratusan peserta dari seluruh wilayah Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“al-hamdulillah, saya bisa ikut kegiatan yang tidak semua orang bisa mengikutinya. Karena untuk tahun 2011 ini, dari Kab. Lebak hanya Ponpes Qothrotul Falah yang diberi kesempatan. Untuk itu, saya harus menjadikan pelatihan ini sebagai pengalaman dan titik momentum untuk melakukan hal-hal positif bagi banyak orang,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bunda, program Askesos ini penting bagi pesantren, yang keberadaannya di tengah-tengah masyarakat. “Pesantren tentunya harus memikirkan masyarakatnya. Termasuk jika ada yang sakit, pesantren harus memiliki kepedulian. Karenanya, kami bersyukur, Kemensos RI memberikan kepercayaan kepada kami untuk mengikuti kegiatan ini,” tambah Bunda Nilna Dina Hanifa ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara prinsip, Program Askesos Kemensos RI bertujuan untuk meringankan beban pembiayaan pengobatan keluarga miskin. Misalnya, jika ada anggota Askesos yang sakit dan meninggalkan pekerjaan dalam jangka waktu tertentu, sehingga pendapatannya hilang, maka Askesos akan membantu memberikan gantinya. “Sifatnya hanya membantu, bukan memenuhi seluruh pembiayaan,” kata Ketua Program Askesos Qothrotul Falah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya, sesuai ketentuan juknis dari Kemensos, pelaksanaan program kesehatan sosial ini harus melibatkan sedikitnya 200 anggota Askesos, yang nantinya berposisi sebagai “nasabah”. Mereka diwajibkan menabung senilai Rp. 5.000 perbulan selama beberapa tahun yang ditentukan. “Ini untuk melatih mereka hidup serba terencana dan terukur,” sambungnya. “Dan kalau mereka sakit, Program Askesos akan membantu meringankannya,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan program ini, kata Bunda, masyarakat ekonomi rendah akan terbantukan – kendati tidak sepenuhnya – dalam mendapatkan kesehatannya. Dan inilah sejatinya misi utama pesantren, yang keberadaannya tepat di jantung masyarakat. Semoga, program ini bisa menjadi bukti nyata, bahwa Ponpes Qothrotul Falah bergandengan dengan Kemensos RI, termasuk lembaga sosial-akademik yang tidak acuh pada masyarakatnya. Amin![enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-4709220427657724279?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/4709220427657724279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=4709220427657724279&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4709220427657724279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4709220427657724279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/07/ikuti-pelatihan-askesos-bunda-inginkan.html' title='IKUTI PELATIHAN ASKESOS,&lt;br&gt;BUNDA INGINKAN PESANTREN YANG PEDULI SOSIAL'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-5648708274008633242</id><published>2011-07-29T17:31:00.000+07:00</published><updated>2011-07-29T17:32:09.260+07:00</updated><title type='text'>HUT KEMERDEKAAN RI KE-66 KEC. CIKULURSI JAMBRONG SABET JUARA PERTAMA</title><content type='html'>Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia akan diperingati pada 17 Agustus 2011, bertepatan dengan 17 Ramadhan 1432 H. Namun seiring ketepatan bulan puasa, maka agenda-agenda keagustusan seperti perlombaan-perlombaan, waktunya dimajukan sebelum Ramadhan. Termasuk diantaranya perlombaan Gerak Jalan, yang diselenggarakan pada Senin, 25 Juli 2011, pagi, di Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak Propinsi Banten.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Gerak Jalan ini diikuti seluruh sekolah dasar, menengah pertama dan menengah atas se-Kecamatan Cikulur. Bahkan ibu-ibu Dharma Wanita atau PKK, juga guru-guru PNS tak ketinggalan turut serta meramaikan kegiatan tahunan yang dihelat mulai dari Lapangan Simpati dan finish di depan Kantor Kecamatan Cikulur ini. Berbagai aksesoris tampak ramai terlihat dan yel-yel riuh terdengar dari para regu peserta. Masing-masing institusi pendidikan memiliki kekhasan aksesoris dan yel-yelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meramaikan suasana itu, tak ketinggalan pula siswa-siswi MTs dan SMA Qothrotul Falah turut larut di dalamnya. Bahkan SMA-QF mengirimkan empat tim terbaiknya dan MTs mengirimkan dua regu. “al-Hamdulillah, untuk Gerak Jalan tingkat SMA, SMA Qothrotul Falah menyabet tiga gelar. Juara pertama putera, kedua putera dan kedua puteri. Untuk MTs, harus belajar lebih banyak lagi. Masih banyak waktu, tenang saja,” ujar Pembina LKBB QF, Agus Faiz Awaludin, di Majelis Putera Ponpes Qothrotul Falah, Rabu, 27 Juli 2011, malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Pak Agus, regu yang mendapat juara pertama adalah yang berjuluk Si Jambrong, yang mengenakan aksesoris serba hitam, bertopi koboi hitam, dan mengenakan rambut tali ravia jambrong. “Regu Si Jambrong ini dipimpin TB Didin Saiful Ali. Luar biasa, mereka mengalahkan sekolah-sekolah lain, dengan tampilannya yang unik dan humor,” kata Pak Agus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Jambrong, pasukan khusus SMA Qothrotul Falah, memang unik, baik dari sisi tampilan maupun yel-yel. Tampilan yang berbeda dari peserta lainnya, ini menarik perhatian para juri dan penonton. Yel-yelnya yang tak biasa, juga mengundang gelak tawa siapapun yang mendengarnya. Misalnya, ada yel-yel “Njih Mas Bro,” “Putra Keraton Sing Ora Neko-neko,” “Kumaha Damang” untuk hormat, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisa jadi karena keunikan dan kreatifitas tinggi inilah yang membuat mereka mendapat poin lebih dibanding regu lainnya. Dan saya sendiri tidak tahu, ide ini mereka dapatkan dari siapa. Pastinya, ini ide brilian yang patut diacungi jempol,” katanya bersemangat. “Namun regu lain, seperti Pucuk, juga tak kalah baiknya. Begitu juga yang MTs. Hanya nasib saja yang sedikit berbeda,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, Pak Agus dan Ustadz Ahmad Amrullah – Pembina yang lain – mengusulkan, yang dilombakan bukanlah gerak jalan melainkan LKBB (Lomba Kerapian Baris Berbaris). “Kalau LKBB, kita bisa beradu dengan lebih serius dan (relative) obyektif. Masing-masing regu akan benar-benar diuji sungguhan dan kita siap melakukannya,” ujar Pak Amru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan gerak jalan lagi. Sesekali harus ada LKBB. Sehari juga cukup kok,” sambung Pak Agus.[enha] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-5648708274008633242?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/5648708274008633242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=5648708274008633242&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/5648708274008633242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/5648708274008633242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/07/hut-kemerdekaan-ri-ke-66-kec-cikulur-si_29.html' title='HUT KEMERDEKAAN RI KE-66 KEC. CIKULUR&lt;br&gt;SI JAMBRONG SABET JUARA PERTAMA'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-5220506050187628638</id><published>2011-07-24T10:20:00.002+07:00</published><updated>2011-07-24T10:20:52.094+07:00</updated><title type='text'>Berita Duka</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-82XezKX_5mU/TiuPi0D4VwI/AAAAAAAAAfM/lAzDqDbspDY/s1600/beritaduka.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 381px; height: 304px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-82XezKX_5mU/TiuPi0D4VwI/AAAAAAAAAfM/lAzDqDbspDY/s400/beritaduka.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5632753587210180354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-5220506050187628638?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/5220506050187628638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=5220506050187628638&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/5220506050187628638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/5220506050187628638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/07/berita-duka.html' title='Berita Duka'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-82XezKX_5mU/TiuPi0D4VwI/AAAAAAAAAfM/lAzDqDbspDY/s72-c/beritaduka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-7271467560800241404</id><published>2011-07-19T14:28:00.000+07:00</published><updated>2011-07-19T14:29:03.300+07:00</updated><title type='text'>MAU SUKSES? LURUSKAN NIAT, TEKUN DAN SABAR!</title><content type='html'>Pembukaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) MTs/SMA Qothrotul Falah tahun pelajaran 2011/2012 ditandai dengan peringatan upacara bendera, Senin, 18 Juli 2011, di lapangan Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Kegiatan mingguan ini diikuti seluruh siswa-siswi MTs/SMA Qothrotul Falah. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala SMA Qothrotul Falah, Nurul H. Maarif. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya, pembantu umum Pondok Pesantren Qothrotul Falah ini menyatakan, kesuksesan itu “hampir” sepenuhnya tergantung di tangan kita. Orang sebrang menyatakan, our future depends on our struggle. “Namun ingat, di atas segalanya ada Allah, Yang Maha Kudrat. Itu sebabnya, Imam al-Ghazali menyatakan, jika ingin mendapat ilmu yang luas; tiga hal harus dijalani. Pertama, bertaqwa sungguh-sungguh pada Allah. Kedua, membaca sebanyak-banyaknya. Ketiga, sering-seringlah ber-tadabbur,” ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut al-Ghazali, prasayarat pertama mendapatkan ilmu, adalah kedekatan pada Allah dengan menjalankan seluruh perintah dan meninggalkan seluruh larangan-Nya, semampu kita. “Sebab, ilmu itu cahaya dan hanya akan masuk pada hati orang yang bercahaya. Sebisanya, tambah juga dengan dawam wudhu’. Karena dikatakan dalam Ta’lim al-Muta’allim, al-‘ilm nur wa al-wudhu’ nur fayazdadu nur al-‘ilm bih. Ilmu itu cahaya dan wudhu itu cahaya. Cahaya ilmu akan tambah berkilauan dengan wudhu,” sambungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya juga, yang tak kalah penting diperhatikan dalam proses menuntut ilmu adalah kelurusan niat. Niat, bagi Nurul, menjadi kunci utama kesuksesan seseorang. Menuntut ilmu misalnya, haruslah diniatkan semata untuk Allah, bukan untuk jabatan, prestis, harta dan hal-hal “non-Allah” lainnya. “Ilmu itu milik Allah. La ilma lana illa ma allamtana, kata Allah. Karenanya, belajarpun harus murni dengan niat li Allah semata,” katanya lagi.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, penuntut ilmu juga harus sungguh-sungguh dalam prosesnya dan sabar kendati dengan durasi waktu yang panjang. Orang bijak mengatakan, man jadda wajada (Siapa sungguh-sungguh, dia akan berhasil). “Itu sebabnya, tak ada alasan lain jika ingin berhasil, kecuali kalian, saya dan kita semua, harus berjuang sepenuh hati dan sabar sesabar-sabarnya,” harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alumni UIN Jakarta ini lantas mengutip bait syair gubahan Abdurrazaq al-Kasyani; wa qalla man jadda fi amr yuthalibuh # wastashhaba al-shabr illa faza bi al-dhufr. Sedikit orang yang sungguh-sungguh menggapai cita-citanya # dan dia sabar, kecuali dia akan berhasil maksimal. “So, mau sukses? Luruskan niat, tekun dan sabar. Saya optimis kalian bisa semua. Bahkan kalian bisa lebih baik dari saya, para guru, pengasuh, ulama di sini, asalkan tiga hal itu dijalani sepenuh hati,” katanya optimis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai upacara, lantas diselenggarakan pengabsenan masal dan cek kelengkapan atribut siswa, baik MTs maupun SMA. Termasuk juga dilakukan cek kerapian. “Insya Allah, kegiatan ini akan menjadi agenda mingguan untuk kerapian KBM ini,” ujar Ustadz Agus Faiz Awaluddin, yang memandu checking kelengkapan itu.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-7271467560800241404?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/7271467560800241404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=7271467560800241404&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7271467560800241404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7271467560800241404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/07/mau-sukses-luruskan-niat-tekun-dan.html' title='MAU SUKSES? LURUSKAN NIAT, TEKUN DAN SABAR!'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-121694684221323962</id><published>2011-07-19T14:27:00.000+07:00</published><updated>2011-07-19T14:28:07.451+07:00</updated><title type='text'>RAPAT PEMBAGIAN TUGAS MENGAJAR GURU MTS/SMA</title><content type='html'>Sabtu, 16 Juli 2011, Pondok Pesantren Qothrotul Falah menyelenggarakan rapat tahunan pembagian tugas mengajar bagi guru di lingkungan MTs/SMA Qothrotul Falah. Selain dihadiri para dewan guru, rapat yang diselenggarakan siang hari di Majelis Puteri Pondok Pesantren Qothrotul Falah ini, juga dihadiri tokoh senior yayasan. Antara lain, Drs. Engkus Kusnadi, M.Pd. (Kepala UPT Pendidikan Malingping), Drs. H. Suparto, M.Pd. (Pengawas Diknas Lebak), dan Supardan, S.E., M.M.Pd. (Kepsek SMA Qothrotul Falah 2008-2009).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hambali mengutarakan terima kasihnya yang mendalam atas kehadiran para guru. “Saya ucapkan terima kasih pada guru semua. Di tengah kesibukannya masing-masing, hanya untuk memenuhi undangan kami, bapak ibu berkenan meluangkan waktu hadir di sini. Semoga Allah memberikan kebaikan kepada bapak ibu sekalian,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengasuh yang juga Ketua MUI Kab. Lebak ini menyatakan kegembiraannya karena peningkatan penerimaan santri baru tahun 2011/2012. “Al-hamdulillah, tahun ini kita mengalami peningkatan yang cukup lumayan. Ini patut disyukuri. Dan ini tentu saja berkat kerja keras dan dukungan semuanya. Semoga, ke depan, peningkatan-peningkatan itu tetap kita dapatkan,” harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengasuh juga berharap, kinerja para dewan guru ditingkatkan, terutama beberapa guru yang masih belum maksimal dalam mengemban tugasnya. “Ini amanah dari Allah. Kita harus sungguh-sungguh menjalankannya. Di depan kita ada Allah, santri, wali santri dan masyarakat yang akan meminta pertanggungjawaban kita,” pesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah, optimis pengasuh, ke depan lembaga ini akan kian membaik dan kian dipercaya masyarakat. “Indikasi ini sudah tampak. Peningkatan penerimaan santri baru menjadi salah satu buktinya, apalagi sekarang kan SMA sudah terakreditasi B. Ini bukti kerja keras kita semua. Namun kita tidak boleh lengah. Kita harus terus memacu diri untuk lebih baik lagi,” harapnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai sambutan pengasuh, rapat umum dilanjutkan pengarahan oleh Drs. H. Suparto, M.Pd., Drs. Engkus Kusnadi, M.Pd., pembagian tugas mengajar oleh Waka Kurikulum Drs. Rachmat Arif Ibrahim, dan sharing bersama. Acara ditutup santap siang bersama ala kadarnya.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-121694684221323962?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/121694684221323962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=121694684221323962&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/121694684221323962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/121694684221323962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/07/rapat-pembagian-tugas-mengajar-guru.html' title='RAPAT PEMBAGIAN TUGAS MENGAJAR GURU MTS/SMA'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-3699739003723868281</id><published>2011-07-19T14:26:00.000+07:00</published><updated>2011-07-19T14:27:09.773+07:00</updated><title type='text'>SANTRI BARU ENJOY IKUTI RANGKAIAN AGENDA MABIS</title><content type='html'>Santri baru Pondok Pesantren Qothrotul Falah, baik yang MTs maupun SMA mengikuti kegiatan Masa Bimbingan Santri (MABIS) selama tiga hari, Rabu-Jum’at (13-15 Juli 2011). Dua hari berikutnya, Sabtu-Ahad (16-17 Juli 2011) mereka mengikuti perkemahan penerimanaan ambalan, yang diselenggarakan di bumi perkemahan pesantren.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada MABIS yang bertemakan “Membentuk Insan Kamil Melalui Pondok Pesantren” ini, para santri baru yang datang dari berbagai wilayah di Banten ini (Tangerang, Jakarta, Lebak, Pandeglang, Serang, dan sebagainya), terlihat enjoy dan menikmati agenda-agenda MABIS, karena MABIS tidak diisi materi an sich, melainkan juga kegiatan hiburan dan game-game.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua Panitia MABIS, Nurhasan S.Pd., tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan santri baru pada pesantren dan kegiatan yang dilakukan di dalamnya. “Kita mengenalkan sejarah pesantren, kegiatan-kegiatan baik yang formal maupun non-formal, juga saling berbagai pengalaman antara guru dengan santri baru. Ini tentunya kegiatan yang bermanfaat bagi mereka,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Pak Achonk – sapaan akrab sarjana Sastra Indonesia dari STKIP Lebak ini – pihaknya sengaja memberikan banyak game-game, supaya para peserta tidak jenuh. “Kita ingin mereka fresh. Apalagi mereka ini kan santri baru. Harus diberikan sesuatu yang menyegarkan pikiran dan hati mereka, bukannya malah bikin suntuk,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pemateri yang didaulat mengisi acara MABIS, antara lalin, Drs. Engkus Kusnadi, M.Pd. (Kepala UPT Pendidikan Malingping), Ade Bujhaerimi, S.Pd.I. (Anggota Komisi Transparansi dan Partisipasi/KTP Lebak), Aang Abdurrahman, S.E. (Koordinator MPS Ponpes Qothrotul Falah), Nurul H. Maarif (Mahasiswa S3 UIN Jakarta), Ahmad Amrullah (Alumni Ponpes Gontor Ponorogo dan Mahasiswa STAI La Tansa Lebak), Agus Faiz Awaludin (Mahasiswa STAISMAN Pandeglang) dan masih banyak lagi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti MABIS selama tiga hari plus perkemahan selama dua hari, ternyata tidak membuat santri baru jenuh. “al-hamdulillah, kita senang-senang saja, karena banyak hal bermanfaat yang kami dapatkan. Apalagi ketika perkemahan, kami menjalaninya dengan senang hati,” ujar santri asal Pandeglang, M. Iip Muflihin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembukaan KBM&lt;br /&gt;Usai menjalani MABIS dan perkemahan, mereka beristirahat selama sehari, yakni Ahad. Malam harinya, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), baik MTs, SMA, Diniah, maupun kegiatan ekstrakurikuler lainnya secara resmi dibuka oleh pihak pesantren, yang diwakili oleh Putera Pengaruh Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Ustadz Aang Abdurrahman, S.E. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya, Ustadz Gaban – sapaan akrab alumni Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dan Lirboyo Kediri ini – menyatakan, hanya orang-orang terpilih saja yang akan dikirimkan oleh Allah ke pesantren. “Man yuridillah bihi khairan yufaqqihhu fi al din. Siapa dikehendaki baik oleh Allah, maka akan diberi pemahaman di bidang agama. Jadi, kalian ini, para santri, adalah orang-orang yang dipilih dan dikirim oleh Allah ke pesantren ini,” ujarnya, di Majelis Putera Pondok Pesantren Qothrotul Falah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, sambung Ustadz Gaban, dirinya mewakili lembaga mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung. “Selamat datang. Semoga kalian di sini mendapatkan sesuatu yang bermanfaat, yang bisa menjadi bekal kehidupan dunia dan akhirat,” ujarnya lagi. “Dan secara resmi, KBM akan kita mulai besok (18 Juli 2011, red). Semoga semuanya berjalan lancar sesuai yang kita harapkan,” terangnya disambut riuh tepuk tangan para santri.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-3699739003723868281?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/3699739003723868281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=3699739003723868281&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/3699739003723868281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/3699739003723868281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/07/santri-baru-enjoy-ikuti-rangkaian.html' title='SANTRI BARU ENJOY IKUTI RANGKAIAN AGENDA MABIS'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-9150048267982069964</id><published>2011-07-01T17:41:00.005+07:00</published><updated>2011-07-01T17:50:15.875+07:00</updated><title type='text'>REFRESHING PLUS RAPAT TAHUNAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-C7nh30sX6BU/Tg2mDPQh3bI/AAAAAAAAAfE/km8xO7zt_4s/s1600/anak.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 165px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-C7nh30sX6BU/Tg2mDPQh3bI/AAAAAAAAAfE/km8xO7zt_4s/s200/anak.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5624334084221296050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selama dua hari penuh, dewan guru Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, mengadakan refreshing plus rapat tahunan, Sabtu-Ahad, 25-26 Juni 2011, di Pantai Carita Banten. Selama dua hari itu, mereka bermarkas di Villa Sambolo Carita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Agenda tahunan ini berbeda dengan yang sudah-sudah. Pertama, biasanya tidak pernah ada agenda menginap, namun kali ini menginap di tubir pantai nan indah itu dengan deburan ombak yang mengingatkan pada kekuasaan-Nya. Kedua, refreshing tahunan biasanya hanya diniatkan sebagai ajang&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; melepas lelah dan penat saja. Namun kali ini, refreshing ini juga digunakan sebagai forum rapat tahunan, untuk membahas AD/ART, peraturan santri dan program kerja tahunan dewan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya senang melihat kegiatan tahunan ini. Insya Allah ini akan sangat bermanfaat. Apalagi seluruh dewan guru saya lihat kompak dan semangat,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hanbali dalam sambutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya itu, Kiai Ibing – sapaan akrab pengasuh – juga berharap kerja keras para guru untuk memajukan pondok pesantren ke depan. “Saya optimis, jika kebersamaan seperti ini bisa dijaga terus, pondok kita akan lebih baik lagi ke depan. Pondok ini maju bukan karena saya, tapi kita semua. &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-UnY-Fq70tGU/Tg2l4oOBWiI/AAAAAAAAAe8/pLgSgTc1Lmc/s1600/carita.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 224px; height: 166px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-UnY-Fq70tGU/Tg2l4oOBWiI/AAAAAAAAAe8/pLgSgTc1Lmc/s200/carita.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5624333901943101986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Makanya, saya berharap momen ini terus terjaga,” ujarnya menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar, di sana dewan guru mencurahkan segala pikiran dan tenaganya untuk membuat agenda setahun ke depan Ponpes Qothrotul Falah. Dan al-hamdulillah, terbuatlan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), peraturan santri dan juga program kerja setahun. Bahkan, usai kepulangan dari sana, serentetan musyawarah masih terus dilakukan di asrama untuk kian memantapkan perjalan pondok setahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyiknya lagi, kendati pikiran dan tenaga terforsir untuk membuat agenda pesantren, namun refreshing tidak ditinggalkan. Sedatangnya di lokasi pada siang Sabtu, dewan guru langsung makan liwet bersama-sama di tubir pantai. Lalap petai, bakar ikan, dan lalapan lain menjadi menu yang kian meriangkan suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai makan bersama, siang itu juga sampai sore menjelang maghrib, dewan guru bersenang-senang di pantai; ada yang berenang dengan menyewa ban, ada yang main bola, ada yang naik Banana Boat, ada yang sekedar duduk-duduk di tepi pantai sembari menunggu sanset datang, dan banyak lagi. Asyik deehhh….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya, rapat tahunan dimulai sejak pukul 20.00 WIB diiringi deburan ombak dan angin dingin yang bikin suasana kian khidmat, hingga ditutup pukul 12.00 dengan pembahasan AD/ART. Lantas, bobo bersama, di ruang yang berbeda-beda tentunya. Pagi harinya, setelah shubuh, kegiatan refreshing dilakukan lagi. Ada yang renang, main bola, lari-larian, dan banyak lagi. Pukul 09.00 WIB rapat kembali dilanjutkan untuk membahas peraturan pondok  dan program kerja dewan guru. Al-hamdulillah, pada pukul 12.30 WIB semua berhasil dituntaskan. Dan setelah itu, refreshing kembali dilakukan. Baru sekira pukul 14.00 mereka come back ke pondok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini rapat tahunan yang luar biasa. Berkesan sekali. Baru kali ini kita terpuaskan dalam banyak hal; ya refreshingnya dan rapatnya yang maksimal,” ujar Ustadz Agus Faiz Awaluddin, Guru Teladan 2011. “Jarang lho kita rapat seserius ini. Malah setiap selesai rapat, kita tepuk tangan tanda kepuasan dan optimisme,” sambung Ustadzah Mulyanis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okelah Pak Bu, sukses atas agenda tahunannya. Semoga apa yang dihasilkan di Carita, bisa dibawa ke pondok dan menjadi sesuatu yang positif ke depan. Semoga juga, tradisi indah ini terus bisa diselenggarakan dengan format yang lebih bagus lagi. Oh ya, makasih Pak Sulis yang telah hadir beserta keluarganya.[enha]   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-9150048267982069964?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/9150048267982069964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=9150048267982069964&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/9150048267982069964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/9150048267982069964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/07/refreshing-plus-rapat-tahunan.html' title='REFRESHING PLUS RAPAT TAHUNAN'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-C7nh30sX6BU/Tg2mDPQh3bI/AAAAAAAAAfE/km8xO7zt_4s/s72-c/anak.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-659031457134804867</id><published>2011-06-30T19:10:00.002+07:00</published><updated>2011-06-30T19:14:16.132+07:00</updated><title type='text'>WAWANCARA DENGAN GURU TELADAN 2011 “GURU DAN SANTRI HARUS LEBIH MENINGKATKAN KEDISIPLINAN”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-bLE-SabvDTQ/TgxoZai4QII/AAAAAAAAAe0/8SXQAg5JvDM/s1600/pak%2Bagus-siapa%2Byang%2Bgak%2Bkepincut%2Bnih....JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 122px; height: 164px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-bLE-SabvDTQ/TgxoZai4QII/AAAAAAAAAe0/8SXQAg5JvDM/s200/pak%2Bagus-siapa%2Byang%2Bgak%2Bkepincut%2Bnih....JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5623984820510539906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;AGUS FAIZ AWALUDDIN dinobatkan sebagai Guru Teladan 2011, berdasarkan SK Pengasuh Nomor : 01/PP.QF/VI/2011 tentang Guru Teladan Ponpes Qothrotul Falah Tahun 2011. Penilaian sepenuhnya dilakukan oleh para santri Ponpes Qothrotul Falah, tanpa melibatkan pihak guru atau yayasan. Adapun kreteria yang dimunculkan, adalah, 1) Kedisiplinan dan kerajinan mengajar. 2) Keteladanan sikap. 3) Kedekatan dengan santri. 4) Keluasan intelektual. 5) Kerapian berpakaian. 6) Ketekunan beribadah. 7) Keaktifan dalam kegiatan santri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Guru asal Cikole Pandeglang ini sempat terkejut dan terbata-bata, karena tercekat suaranya ini, ketika diminta membacakan SK untuk dirinya, yang terbungkus amplop rapi. ”Kalau saya tahu sebagai yang terpilih, saya tidak akan mau membacakannya,” ujarnya di panggung Wisuda Ke-12 Ponpes Qothrotul Falah, Ahad, 12 Juni 2011, sembari malu-malu. Apa perasaan dan kiatnya bisa terpilih sebagai Guru Teladan 2011, berikut wawancara wartawan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;www.pondokbacaqifalah.blogspot.com&lt;/span&gt;, Enha, Ahad, 19 Juni 2011, di Sanggar Seni Ponpes Qothrotul Falah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa perasaan Anda usai dinobatkan sebagai Guru Teladan 2011?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kaget! Karena posisi saya ketika itu, justru sedang bertugas mengumumkan guru teladan itu. Benar-benar kejutan! Terus terang, al-hamdulillah, saya bersyukur, tahun ini dinobatkan sebagai guru teladan. Mudah-mudahan predikat ini tidak membuat saya besar kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kiat apa saja yang Anda lakukan sehingga bisa dicintai para santri?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada kiat khusus untuk bisa “dicintai” para santri. Saya hanya menciptakan suasana belajar, berkomunoikasi dan bergaul dengan santri, senyaman mungkin.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hal apa saja yang penting ditingkatkan oleh para guru dan santri ke depan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Harapan kita, ke depan para guru lebih disiplin, berdedikasi tinggi dan tetap menjaga nilai-nilai keikhlasan dalam mendidik para santri. Pun halnya dengan santri yang kita didik, mereka perlu memilki kedisiplinan yang tinggi, serta bisa terus menjngkatkan kualitas akhlak dan intelektualitasnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Untuk meningkatkan potensi diri Anda, apa yang ke depan akan dilakukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tentu banyak kekurangan yang ada pada diri saya. Terus terang, saya ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dan banyak mencari pengalaman untuk pengembangan diri dan tentunya untuk pondok pesantren ini.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagaimana dengan potensi santri-santri untuk bersaing di tingkat yang lebih luas?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita berharap santri kita mampu bersaing dengan siswa lain di luar. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menciptakan santri yang mampu bersaing di tingkat yang lebih luas. Dan saya percaya, santri kita bisa. Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya para alumni santri QF yang sudah berkiprah di masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebagai guru teladan, pastilah gerak gerik Anda akan dilihat banyak santri. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bagaimana menurut Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini lah yang saya khawatirkan. Tapi mudah-mudahan, ini menjadi motivasi bagi saya untuk berbuat lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Harapan Anda pada pesantren ini ke depan apa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semoga pesantren ini lebih baik lagi dan tetap diminati serta menjadi pilihan masyarakat luas. Amin.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-659031457134804867?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/659031457134804867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=659031457134804867&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/659031457134804867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/659031457134804867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/06/wawancara-dengan-guru-teladan-2011-guru_30.html' title='WAWANCARA DENGAN GURU TELADAN 2011&lt;br&gt; “GURU DAN SANTRI HARUS LEBIH MENINGKATKAN KEDISIPLINAN”'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-bLE-SabvDTQ/TgxoZai4QII/AAAAAAAAAe0/8SXQAg5JvDM/s72-c/pak%2Bagus-siapa%2Byang%2Bgak%2Bkepincut%2Bnih....JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-2560902454705093074</id><published>2011-06-22T19:21:00.000+07:00</published><updated>2011-06-22T19:22:27.170+07:00</updated><title type='text'>WISUDA SANTRI KE-12,MELELAHKAN BERENDING HAPPY</title><content type='html'>Gelaran Wisuda Santri Ponpes Qothrotul Falah ke-12 telah usai, berpuncak pada Ahad, 12 Juni 2011. “al-Hamdulillah, hajatan wisuda tahun ini telah usai dan berakhir happy. Semoga, wisuda yang akan datang kian baik lagi. Semoga juga, kekurangan yang ada bisa jadi pelajaran untuk kesempurnaan di masa depan,” ujar Ketua Panitia Wisuda ke-12, Ahmad Turmudzi, saat pembubaran kepanitiaan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wisuda kali ini, tidak seperti sebelumnya, diselenggarakan selama dua hari dua malam, dengan beragam agendanya. Misalnya, pada malam Sabtu, 10 Juni 2011, diselenggarakan haflah dan taswiran siswa Madrasah Diniah Awaliyah Takmiliah (diniah anak-anak) pimpinan Dede Sa’adah, S.TH.I. “Sekitar 80 siswa tampil taswiran. al-Hamdulillah ramai sekali dan berjalan lancar. Saya sendiri nggak kebayang seperti ini,” ujar Dede Sa’adah ceria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hingga sore Sabtu, 11 Juni 2011, diselenggarakan muhafadhah (hafalan) kitab kuning bagi seluruh santri. Kitab yang dihafal sesuai kelasnya; Awamil, Jurumiyah, Imriti dan lainnya. “Semoga kegiatan ini mentradisi di pesantren ini. Insya Allah ini positif, karena akan memacu semangat belajar santri kita. Sebagai kegiatan perdana, tentu banyak kekurangan. Semoga ke depan lebih baik lagi,” ujar Kepala Madrasah Diniah Qothrotul Falah, Ustadz Usep Sanding. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam Ahadnya, digelar Pensi (Pentas Seni Santri). Seni yang ditampilkan, antara lain, marawis, kasidah, cindai, tari saman, drama, tari kombinasi, berita tiga tema, dance, bahkan band,  dan banyak lagi. Setting penyelenggaraan Pensi kali ini juga sangat berbeda dari yang sudah-sudah. Penataan panggung, pencahayaan, susunan agenda, lebih menawan hati. “Banyak kejutan yang kita tampilkan. Dan al-hamdulillah, semua terpuaskan. Bahkan saya bisa katakan, acara ini 100 % sukses,” ujar penanggungjawab Pensi, Ahmad Amrullah, usai pagelaran Pensi, sekira pukul 01.30 dini hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paginya, Ahad, 12 Juni 2011, dilanjutkan acara inti, prosesi Wisuda ke-12 Siswa SMA Qothrotul Falah. Lag-lagi, tak seperti biasanya, prosesi inipun diselenggarakan penuh kejutan. Penataan panggung, susunan agenda, wisudawan yang mengenakan jas berdasi dan wisudawati yang mengenakan kebaya, pengumuman wisudawan dan guru terbaik, semua penuh kejutan. “Saya sendiri sampai nggak bisa ngomong ketika harus membacakan SK guru teladan dan itu saya sendiri. Maklum, saya tidak tahu dan SK-nya dibungkus amplop. Kalau tahu saya tidak akan mau membacanya,”  ujar Agus Faiz Awaludin, Guru Teladan 2011, yang tergaget-kaget saat membaca SK Guru Teladan “kejutan” itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Hamdulillah, acara-cara demi acarapun berjalan lancar. Tamu undangan yang hadir cukup melimpah. Tampak Camat Kec. Cikulur H. Tohir, S.Hi, Kapolsek Cikulur Syamsul Zubaidi, kepala sekolah, perwakilan dinas, anggota DPRD, para pejabat, wali santri dan banyak lagi. “al-Hamdulillah, pada wisuda kali ini tamu yang datang cukup banyak,” ujar Ahmad Turmudzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya selaku Ketua Panitia, Ahmad Turmudzi banyak menuturkan perihal kesiapan penyelenggaraan wisuda ini sekaligus rangkaian agendanya selama dua hari dua malam. Pada intinya, pihaknya telah berusaha melakukan yang terbaik. “Namun, jika ada kekurangan, mohon dimaklum dan bisa diperbaiki di kemudian hari,” ujarnya menghiba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengasuh Ponpes Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hanbali, dalam nasihat akhirnya menyatakan keharuannya atas penyelenggaraan kegiatan ini. “Ini bentuk kekompakan, baik dari pengurus, guru, maupun para santri. Insya Allah dengan kekompokan, semuanya akan berjalan baik,” ujarnya berkaca-kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada para wisudawan-wisudawati, Kiai Ibing – sapaan akrab Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Lebak – menasihati supaya tidak berhenti belajar. Jangan puas dengan raihan saat ini. “Belajar harus terus dilakukan, di mana dan kapanpun. Bahkan di dalam bus sekalipun, belajar bisa dilakukan dan banyak ilmu bisa kita dapat di sana,” ujarnya bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai Ibing juga berharap, bagi yang mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk melanjutkannya. “Yang tidak mampu, banyak cara bisa dilakukan untuk tetap belajar. Insya Allah, jika ada kemauan akan ada jalan yang Allah bukakan,” ujarnya optimis. “Banyak contohnya. Orang tidak mampu, karena ada kemauan dan upaya keras, akhirnya berhasil,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wasiatnya, Kiai Ibing juga mengungkapkan kebahagiaannya atas kelulusan santri-satrinya dalam Ujian Nasional (UN) beberapa waktu lalu. Kebahagiaan itu kian lengkap, karena dari mereka ada yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang kuliah secara geratis. “Ada yang dapat Bidik Misi, ada yang dikuliahkan secara swasta oleh dermawan, dan insya Allah ada yang kuliahnya dibiayai pesantren 100 %. Wa Allah a’lam dari mana biayanya. Insya Allah ada,” ujarnya bangga, disambut tepuk tangan hadiri. “Insya Allah ke depan pesantren akan menyekolahkan lebih banyak lagi lulusannya. Mohon doa dan dukungan dari semuanya,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara demi acarapun terus berjalan, hingga puncaknya pembacaan doa. Setelahnya, dilakukan pembagian raport dan ijazah. Dan al-hamdulillah, kegiatan selama dua hari yang melelahkan itu berending dengan happy. Thank, ya Allah.[enha]  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-2560902454705093074?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/2560902454705093074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=2560902454705093074&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/2560902454705093074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/2560902454705093074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/06/wisuda-santri-ke-12-melelahkan.html' title='WISUDA SANTRI KE-12,&lt;br&gt;MELELAHKAN BERENDING HAPPY'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-7484852491829452830</id><published>2011-06-07T17:00:00.001+07:00</published><updated>2011-06-07T17:02:16.106+07:00</updated><title type='text'>ALUMNI HARUS BANYAK YANG KULIAH GERATIS</title><content type='html'>Setahun belakangan, Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur bekerja keras untuk mencarikan link-link beasiswa untuk para alumni yang berlatar belakang keluarga tidak mampu. Tentu saja yang punya semangat belajar tinggi. Caranya, dengan mandaftarkan mereka ke program beasiswa formal maupun swasta alias perorangan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu misalnya, al-hamdulillah, ada pihak-pihak swasta yang mau menguliahkan seorang santri berinisial “AD”, santri lulusan 2010. Dia kini telah menginjak smester tiga di perguruan tinggi di Rangkasbitung. Al-hamdulillah, biaya UAS dan smesteran ada yang menanggungnya. Semoga kelak tanggungan ini bisa hingga selesai. Inilah sebentuk kenikmatan yang Allah berikan kepada pesantren maupun yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2001 ini, al-hamdulillah yang mendapatkan beasiswa bertambah lagi.  “M” misalnya, santri lulusan 2011 asal Cikulur. Al-Hamdulillah, dia berhasil mendapatkan beasiswa Bidik Misi Kemendiknas Tahun 2011 untuk kuliah di Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Maulana Hasanuddin Serang Banten. Biayapun tak perlu dikeluarkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga, santri lulusan 2001 berinisial “D”, al-hamdulillah juga mendapatkan rejeki yang serupa, dari perorangan. Insya Allah, “D” akan dikursuskan Bahasa Inggris sebelum dikuliahkan tahun depan. Ini semua, tentu saja menjadi nikmat untuk semuanya. Bahkan insya Allah, masih ada beberapa lagi yang akan dikuliahkan oleh beberapa orang yang peduli tahun ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapannya, tidak hanya lulusan saja, para gurupun kelak ada yang dikuliahkan geratis entah oleh siapapun. Insya Allah jalan menuju ke sana senantiasa terbuka. Bahkan ada rencana jangka panjang, pesantren membuat program beasiswa untuk santri dan alumni. Tentu saja, hal ini menjadi bagian dari rencana kaderisasi. Mohon doanya, semoga cita-cita mulia ini terlaksana, tentu dengan dukungan kita semua. Amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enak lho, kuliah geratis. Asal, niatnya semata untuk ibadah dan kedepankan rasa syukur pada-Nya. Siapa mau ikutan mendonasikan rejekinya untuk pendidikan santri dan alumni ini?[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-7484852491829452830?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/7484852491829452830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=7484852491829452830&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7484852491829452830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7484852491829452830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/06/alumni-harus-banyak-yang-kuliah-geratis.html' title='ALUMNI HARUS BANYAK YANG KULIAH GERATIS'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-7446933756230959460</id><published>2011-06-04T18:51:00.000+07:00</published><updated>2011-06-04T18:52:46.417+07:00</updated><title type='text'>DAG DIG DUG MUNAQASAH KARYA TULIS ILMIAH</title><content type='html'>Raut muka tegang tampak menyelimuti siswa-siswi Kelas XII IPA/IPS SMA Qothrotul Falah, Seragam almamater tak kuasa menyembunyikan kegelisahan mereka. Itulah yang terlihat pada suasana menjelang ujian munaqasah Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang diselenggarakan di Majelis Putera, Kamis, 2 Juni 2011, pagi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maklum saja, hasil akhir munaqasah ini menentukan kesempurnaan kelulusan mereka dari SMA Qothrotul Falah. “KTI ini menentukan dan bahkan menjadi persyaratan wajib pengambilan ijazah. Artinya, kalau KTI tidak lulus, maka ijazah tidak bisa diambil dan berarti tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi,” ujar panitia, Ahmad Turmudzi, yang tampak sibuk dan serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makanya, kami serius menghadapi munaqasah KTI ini. Semalaman kami menghafalkan materi yang kami teliti dan tulis,” ujar Ma’ani, siswa Kelas XII IPA asal Sanding Cikulur, yang membahas Pencak Silat Cimande di Cikulur. “Pokoknya kami harus sukses,” imbuh penerima Beasiswa Bidik Misi dari Kemendiknas Tahun 2011 ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sidang KTI kali ini, panitia sengaja membaginya menjadi dua model; tertutup dan terbuka. “Tertutup itu maksudnya munaqasah yang tanpa penonton. Ini kita selenggarakan di ruang-ruang kelas. Pengujinya pun cukup seorang. Sedangkan yang terbuka, ini ditonton oleh para santri, dewan guru dan diuji dua orang. Ini lebih serem,” ujar Ahmad Turmudzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ujian terbuka yang diselenggarakan di Majelis Putera, yang terpilih sebagai promovendus antara lain, Ahmad Lili (tentang desa siaga di Cikulur), Ma’ani (tentang Pencak Silat Cimande), Devis Maredona (tentang faktor kematian ikan lele), Nia Muadah Kurniasih (tentang prospek usaha ayam pedaging), dan Kurnia Habsari (tentang  Misteri Batu Tapak Curug Seeng dan Wali Djaya Bakti).  Adapun penguji yang hadir, antara lain, Abdurrahman SE, Drs. Rakhmat Arif Ibrahim, Tanto Haryanto S.Si, dan Nurul H. Maarif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman apa yang didapat para peserta? Devis Maredona mengaku mendapatkan banyak manfaat. “Misalnya, kita jadi tahu bagaimana meneliti, jadi tahu banyak informasi yang kita teliti dan penting buat pelajaran adik-adik kelas. Ternyata ujian KTI itu serius,” ujar siswa asli Cikulur, yang pernah beternak lele dan banyak yang mati ini. “Dan masukannya, semoga bimbingannya kelak lebih serius lagi dan mendalam,” ujarnya mengritik, k etika berbincang santai di ruangan Majelis Pembimbing Santri (MPS) Ponpes Qothrotul Falah, Kamis malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para penguji, hasil sidang KTI ini cukup baik dibanding tahun sebelumnya. “Ternyata anak-anak kita punya kemampuan juga. Kalau bisa dikembangkan lebih serius, insya Allah mereka akan menjadi matang. Sudah bagus,” ujar Drs. Rakhmat Arif Ibrahim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan tak disangka, hasil penelitian Kurnia Habsari perihal Batu Tapak Curug Seeng dan Djaya Sakti, mendapat apresiasi tinggi dari para penguji. “Andai saja penelitian ini diseriusi dan dikembangkan lebih lanjut, ini bisa menjadi sumbangsih dari anak SMA Qothrotul Falah bagi pelestarian budaya dan situs peninggalan nenek moyang. Situs batu bercap dua kaki Djaya Sakti ini belum ada yang menelitinya dan kamipun baru tahu dari hasil penelitian ini,” ujar penguji, NHM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi NHM, apa yang dilakukan Kurnia ini sangat menarik dan bermanfaat. Ternyata masih ada situs masa lalu yang teraibaikan oleh pihak yang berwenang mengelolanya. “Ini kritik juga buat pemerintah, yang luput melestarikan Batu Tapak ini. Kita harus kembangkan penelitian anak-anak kita ini menjadi lebih matang dan dalam,” ujarnya.  “Jujur saja, banyak informasi baru yang saya dapat dari karya anak-anak ini,” sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okelah, ini baru permulaan kalian menjadi peneliti. Semoga langkah kalian kian cepat menggapai dunia intelektulitas sesungguhnya. Dan a-hamdulillah, semua berjalan lancar sesuai harapan.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-7446933756230959460?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/7446933756230959460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=7446933756230959460&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7446933756230959460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7446933756230959460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/06/dag-dig-dug-munaqasah-karya-tulis.html' title='DAG DIG DUG MUNAQASAH KARYA TULIS ILMIAH'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-1453380283690975118</id><published>2011-05-28T16:31:00.000+07:00</published><updated>2011-05-28T16:32:25.336+07:00</updated><title type='text'>HIBAH BUKU DARI KICK ANDY-POCARI SWEAT</title><content type='html'>al-Hamdulillah, koleksi buku Pondok Baca Qi Falah bertambah lagi ratusan judul. Kali ini hadiah dari Kick Andy bekerja sama dengan minuman penyegar Pocari Sweat. Kepastian hibah buku ini diterima oleh pengelola Pondok Baca Qi Falah, NHM, Jum'at, 27 Mei 2011 malam, melalui telpon.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Sabtu, 28 Mei 2011, dua kru Kick Andy, mengenakan baju berwarna merah bertuliskan "Kick Andy" dan satu lagi mengenakan baju berwarna hitam bertuliskan "Media Indonesia", sekira pukul 10.15 WIB tiba di Pondok Baca Qi Falah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka diterima pengelola Pondok Baca Qi Falah, Ahmad Turmudzi, NHH, Nurhasan, dan beberapa santri. Mereka dibantu dua santri, tampak menggotong sekardus buku sekira berisi ratusan judul. "Ini hibah buku dari Kick Andy bekerja sama dengan Pocari Sweat," kata lelaki asal Luwidamar Lebak berbaju merah, bernama Marli, itu. "Terima kasih," sambut Ahmad Turmudzi, mewakili pengelola Pondok Baca Qi Falah. "Semoga ada kerja sama dalam bentuk lainnya," sambung UT tertawa ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serah terima pun lantas dilakukan, dengan ritual penandatanganan bukti penerimaan oleh pihak Qi Falah. Pihak Kick Andy pun lantas mengambil bukti photo penyerahan. "Semoga ada manfaatnya," ujar Marli, yang ditemani Bambang ini. "Amin," timpal para santri yang tampak gembira mendapat bahan bacaan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Bambang, pihaknya ditugasi berkeliling Banten untuk menghantarkan 14 paket buku dari Kick Andy untuk taman baca masyarakat dan perpustakaan lembaga formal. "Pondok Baca Qi Falah salah satu yang mendapatkannya," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama di Qi Falah, merekapun melanjutkan perjalanan ke Malingping dan Luwidamar, untuk membantu mencerdaskan anak bangsa ini. "Harus selesai hari ini juga. Makanya mohon maaf, kami tidak lama-lama," ujar Bambang menambahkan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, untaian selaksa terima kasih kami sampaikan kepada Kick Andy dan Pocari Sweat. Insya Allah, hibah buku ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Oh ya, kalau ada buku-buku yang bisa dihibahkan lagi, rak-rak Pondok Baca Qi Falah masih sangat cukup kok. He… [enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-1453380283690975118?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/1453380283690975118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=1453380283690975118&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1453380283690975118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1453380283690975118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/05/hibah-buku-dari-kick-andy-pocari-sweat.html' title='HIBAH BUKU DARI KICK ANDY-POCARI SWEAT'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-6525810016190916277</id><published>2011-05-28T16:27:00.000+07:00</published><updated>2011-05-28T16:28:13.225+07:00</updated><title type='text'>SANTRI JALANI UJIAN LISAN DAN TULISAN</title><content type='html'>Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, baik yang MTs maupun SMA, saat ini tengah menjalani serangkaian ujian akhir kenaikan kelas. Sejak 26 s.d. 28 Mei 2011, mereka menjalani ujian lisan dan praktik ibadah. Misalnya, ujian Bahasa Arab, Bahasa Inggris, praktik ibadah, baca al-Qur'an dan sebagainya. Mereka tampak antusias mengikuti uji kemampuan diri ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Usai menjalani ujian lisan selama tiga hari itu, mereka akan beristirahat sehari, untuk selanjutnya bertempur lagi menghadapi ujian tulisan, Senin-Selasa, 30 Mei s.d. 7 Juni 2011. Ujian ini sangat menentukan nasib mereka, apakah akan tinggal kelas atau naik kelas. Karenanya, sejak dini mereka tampak lebih serius belajar menelaah materi yang telah diajarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pihak panitia, tampaknya segala kelengpakan Ujian Akhir Smester (UAS) Genap Tahun Pelajaran 2010-2011 ini telah siap sedia. "Insya Allah tinggal pelaksanaannya saja. Semoga lancar tiada halangan dan hasilnya sesuai yang diharapakan," ujar panitia, Abdurrahman Domang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Domang, bedanya UAS kali ini dengan sebelumnya, adalah karena UAS Genap kali ini tidak diikuti kelas IX MTs dan XII SMA. "Mereka kan sudah menjalankan ujian sekolah sebelum ujian nasional. Karenanya, mereka saat ini sudah tidak ada KBM lagi. Untuk yang SMA, mereka tengah menikmati aktivitasnya mempersiapkan wisuda dan membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang akan diujikan Ahad besok," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan panitia lainnya, Ahmad Turmudzi, persiapan final UAS Genap ini akan dilakukan Sabtu-Ahad. "Ujian lisan kan Sabtu ini masih berjalan. Insya Allah setelah ujian lisan selesai, kita akan lakukan gladi resik UAS Genap sebagai bentuk kesiapan," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para santri juga kelihatan telah siap melakukan pertempuran tengah tahunan ini. Ini terbukti melalui antusiasme mereka. "Insya Allah kita sudah siap. Belajar kan seharusnya tidak menjelang UAS saja, tapi tiap saat. Karena itu, ya kita siap-siap saja kapanpun ujiannya," ujar Ahmad Dimyati, siswa Kelas XI IPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke Mas Bro! Semoga sukses kabeh.[enha]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-6525810016190916277?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/6525810016190916277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=6525810016190916277&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6525810016190916277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6525810016190916277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/05/santri-jalani-ujian-lisan-dan-tulisan.html' title='SANTRI JALANI UJIAN LISAN DAN TULISAN'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-5024406249715949508</id><published>2011-05-25T16:52:00.000+07:00</published><updated>2011-05-25T16:53:38.483+07:00</updated><title type='text'>LIMA SANTRI IKUTI SEMINAR PENDIDIKAN</title><content type='html'>Lima santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, berkesempatan mengikuti seminar pendidikan bertema "Kiat Sukses Belajar Mengajar" yang diselenggarakan Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdhatul Ulama (IPPNU), Ahad, 22 Mei 2011, di Gedung Bangkit Rangkasbitung Lebak Banten. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan seminar ini, yang diikuti oleh  Ahmad Lili (Siswa Kelas XII SMA-QF), Moh. Bahri (Ketua OPPQ Putera), Nani Najihah (Ketua OPPQ Puteri), Ahmad Fathoni (Siswa Kelas XI IPS) dan Ima Halimatun Najiah (Siswa Kelas XI IPA), dihelat sekaitan dengan rentetan suksesi Ketua IPNU dan IPPNU Cabang Lebak, untuk empat tahun ke depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain santri-santri QF, seminar pendidikan ini juga dihadiri oleh santri-santri dari pesantren lainnya dan mahasiswa-mahasiswi dari perguruan tinggi di Kab. Lebak, yang konsen dengan tradisi Nahdhatul Ulama (NU). Tradisi Islam NU ini, di Lebak, sejatinya telah mendarah daging di kalangan umat Islam, namun secara struktural masih belum menampak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merespon kegiatan ini, Ahmad Lili menyatakan, banyak manfaat yang didapatkannya. "Kita mendapatkan pengetahuan dan juga menyerap pengalaman penting dalam berorganisasi, semisal tehnik persidangan dan sebagainya. Ini akan kian mematangkan kami ke depan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, ada saja komentar ketidakpuasan atas jalannya seminar yang singkat ini. Misalnya seperti yang dilontarkan Ima Halimatun Najiah. "Waktunya terlalu singkat, sehingga kami tidak punya kesempatan untuk berinteraksi lebih jauh dengan para nara sumber. Hanya tiga penanya yang diberi kesempatan. Itupun kelihatannya dari para mahasiswa," ujarnya kurang puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, setidaknya, kalian dapat pengalaman lah. Semoga apa yang kalian lihat dan saksikan, bisa menjadi motivasi bagi kemajuan kalian.[nhm]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-5024406249715949508?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/5024406249715949508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=5024406249715949508&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/5024406249715949508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/5024406249715949508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/05/lima-santri-ikuti-seminar-pendidikan.html' title='LIMA SANTRI IKUTI SEMINAR PENDIDIKAN'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-1559825002430738969</id><published>2011-05-25T16:50:00.000+07:00</published><updated>2011-05-25T16:51:51.488+07:00</updated><title type='text'>HASIL UJIAN NASIONAL,SISWA SMA-QF TIDAK ADA YANG TERTINGGAL</title><content type='html'>Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Atas (SMA) Tahun Pelajaran 2010/2011 yang diselenggarakan serentak secara nasional pada 18-21 April 2011, telah diumumkan hasilnya, juga secara serentak pada Senin, 16 Mei 2011. Al-hamdulillah, seperti tahun sebelumnya, siswa-siswi SMA Qothrotul Falah pun lulus semuanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"al-hamdulillah, hasil ujian nasional kali ini sesuai harapan kita semua. Ini tentu saja menggembirakan civitas akademik SMA Qothrotul Falah, mulai dari pengelola, guru, siswa-siswi, orang tua dan semuanya. Semoga ini menjadi kebaikan buat kita," ujar Wali Kelas XII IPS, Drs. Kamilin, saat hadir pada pengumuman kelulusan pada Senin, 16 Mei 2011 sore, di Aula Serba Guna Ponpes Qothrotul Falah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak hadir juga Pengasuh Ponpes Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hanbali, Kepala SMA Qothrotul Falah, Nurul H. Maarif, Wakasek Kesiswaan, Ahmad Amrullah, Kepala Tata Usaha, Ahmad Turmudzi, Bendahara Dede Saadah, Wali Kelas XII IPA Abdurrahman SE, Wali Kelas XI IPS Nurhasan S.Pd., dewan guru, wali santri dan para peserta ujian nasional SMA QF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti biasanya, pengumuman ujian nasional kali ini sengaja disampaikan langsung kepada orang tuanya. "Mereka kita panggil untuk menerima hasil kelulusan putera-puterinya. Dan, al-hamdulillah, semua sesuai harapan," ujar Kepala TU, Ahmad Turmudzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya, Pengasuh Ponpes Qothrotul Falah tidak banyak menyinggung soal kelulusan siswa-siswinya. "Itu biar Kepala SMA QF saja yang mengumumkan, karena dialah yang tahu mekanisme pengumumannya," ujarnya. "Semoga saja hasilnya sesuai yang diharapkan," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengasuh lebih banyak memotivasi anak-anaknya untuk terus belajar sampai kapan dan di manapun. Baginya, kelulusan hanyalah satu bagian dari proses belajar yang panjang itu. "Belajar itu harus panjang dan serius. Dan ini melibatkan orang tua, guru dan anak didik. Kalau salah satunya tidak mendukung, maka tidak akan ada keberhasilan," katanya berharap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga komponen ini, katanya, harus terus-menerus bahu membahu secara serius. Guru serius, demikian juga orang tua, namun anak tidak, maka keberhasilan akan jauh di angan. Anak sungguh-sungguh, guru semaunya, maka juga omong kosong. "Pokoknya, mari kita bekerja bersama untuk anak-anak kita semuanya," katanya lagi. "Dan jangan lupa, kalau ada yang lulus, itu atas kehendak Allah dan kalaupun ada yang tidak lulus, juga atas kehendak-Nya dan kita harus mengikhlaskannya," imbuhnya membuat suasana jadi seram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai sambutan dan motivasi pengasuh, yang dikhidmati oleh seluruh yang hadir, maka pengumuman dan SK Kelulusan langsung diserahkan kepada orang tua siswa secara bergelombang oleh Kepala SMA QF dan Walas XII IPS, sesuai arahan Waka Kesiswaan Ahmad Amrullah. "Ya, biar kita lebih khidmat saja menyampaikan pengumumnnya. Dan lagi, kalau ada apa-apa kan kita bisa langsung ngobrol baik-baik dengan orang tuanya," alasannya saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan al-hamdulillah, saat hasil pengumuman disampaikan, semua gembira dan senang, karena tidak ada satupun yang tertinggal alias tidak lulus. Kegembiraan ini seakan menghapus kecemasan di wajah anak-anak kita, yang telah menanti kelulusan selama sebulan dengan hati tak menentu. Ada yang hingga menangis dan ada yang tak enak makan, karena kuatir gagal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hasilnya memuaskan, saking gembiranya, ada yang langsung sujud sukur, memeluk ayahnya (padahal seumur-umur tidak pernah melakukannya), ada yang lompat-lompat dan banyak lagi ekspresi lainnya. "Inilah ekspresi kegembiraan setelah lama memendam kecemasan. Dan semuanya kami abadikan dalam video. Yang jelas, tidak ada corat coret," ujar Wali Kelas XI IPA, Nurhasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya pun tertawa riang. Semoga ke depan, raihan kesuksesan terus menaungi perjalanan mereka. Kuliah setinggi-tingginya harus menjadi cita-cita sepanjang hidupnya. Oke, anak-anak, selamat untuk kalian. Satu langkah telah kalian ayunkan. Siapkan langkah-langkah berikutnya untuk berjalan lebih jauh lagi menggapai cita.[nhm] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-1559825002430738969?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/1559825002430738969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=1559825002430738969&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1559825002430738969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1559825002430738969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/05/hasil-ujian-nasional-siswa-sma-qf-tidak.html' title='HASIL UJIAN NASIONAL,&lt;br&gt;SISWA SMA-QF TIDAK ADA YANG TERTINGGAL&lt;br&gt;'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-6450290281226695004</id><published>2011-05-06T16:46:00.000+07:00</published><updated>2011-05-06T16:47:19.886+07:00</updated><title type='text'>JELANG WISUDA, KELAS XII KEJAR KARYA TULIS ILMIAH</title><content type='html'>Sebulan menjelang wisuda, 12 Juni 2011, Kelas XII IPA/IPS SMA Qothrotul Falah diburu waktu untuk menyelesaikan tugas Karya Tulis Ilmiah (KTI). “Ini sudah mentradisi di SMA QF. Sudah bertahun-tahun. Karenanya, sesuai tradisinya, menjelang wisuda dan sebagai persyaratan kelulusan paska Ujian Nasional (UN), mereka diwajibkan membuat karya tulis ilmiah sebagai hasil penelitiannya,” ujar Ketua Panitia KTI, Ustadz Nurhasan, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Insya Allah, pelaksanaan KTI kali ini lebih baik dan lebih matang dari yang sebelumnya. Bahkan, sekarang telah dibuat panduan khusus yang lebih komplet dan lebih baik. Harapannya, out putnya pun sesuai dengan yang diharapkan,” tambah Pak Achonk – sapaan akrab Ustadz Nurhasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembimbing, penyusunan, dan hal-hal lain yang terkait KTI memang telah mengalami banyak perubahan ke arah yang lebih positif. Sebagai contoh kecil, ujar Pak Achonk, KTI yang dulu hanya berbasis perpustakaan, kini dibarengi dengan penelitian lapangan. Siswa-siswa diterjunkan langsung ke lokasi penelitian; ada di kecamatan, batu keramat Curug Seeng, padepokan pencak silat dan sebagainya. “Ini untuk menambah bekal mereka ketika kelak berhadapan dengan dunia lapangan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal sama diamini panitia lainnya, Ustadz Ahmad Turmudzi. Menurut UT – sapaan akrabnya – karya tulis ilmiah ini sengaja diwajibkan dengan beberapa alasan. Pertama,  sebagai kenangan bagi mereka sebelum meninggalkan pesantren dan terjun di tengah masyarakat atau melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya. “Tulisan itu kan tidak akan lapuk dimakan zaman. Semoga KTI ini bisa menjadi kenangan di hari tua. Dengan menimang anak atau cucu, mereka bisa terkenang kembali belajarnya dulu ketika melihat hasil KTI-nya,” ujar UT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, khusus bagi yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi, KTI dimaksudkan sebagai bahan atau bekal menempuh pendidikan dunia kampus yang sarat tugas makalah, atau bahkan skripsi. Ini tentu saja kewajiban akademis kampus yang tak bisa dihindarkan. “Itu sebabnya, sedini mungkin kita berupaya menyiapkan mereka di bidang tulis-menulis. Harapannya, dengan pengalaman pembuatan KTI ini, mereka akan termudahkan membuat makalah atau skripsi, karena ini sering kali jadi kendala anak kampus. Dan ini jarang ditemukan di sekolah lain,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, ini upaya mendekat siswa dengan dunia aktivisme akademis dan dunia perbukuan. Dalam banyak hal, kegagalan mahasiswa tingkat akhir terjadi karena ketidakakraban mereka dengan tulis-menulis dan dengan buku-buku. “Hambatan serius ini juga ingin kita minimalisir melalui kegiatan ini,” ujar UT.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk kian menyukseskan kegiatan ilmiah ini,  agenda pra KTI juga diselenggarakan. Misalnya, pada Rabu, 4 Mei 2011 malam, dilaksanakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dengan menghadirkan pemateri dan pembimbing. Tampak hadir misalnya, Nurul H. Maarif, Nurhasan S.Pd., Dede Saadah S.Th.I, Nurjanah S.Pd.I, Mulyanis, Ahmad Turmudzi, dll. Di sini, dengan menggunakan media infokus, detail-detail penyelenggaraan KTI dan proses penelitian plus penulisannya diulas secara memadai. “Pokoknya tahun ini ingin yang terbaik lah,” ujar UT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, siswa Kelas XII sudah mulai tampak bergerak memulai aksi penelitiannya. Tampak di sudut-sudut pesantren, mereka bergerombol didampingi guru pembimbingnya untuk mendiskusikan jalannya penelitian, penulisan dan analisanya. Denyut nadi intelektualpun nampak berdetak di sana. “Ini menarik, karena baru bagi kami. Insya Allah akan kami jalankan sebaik-baiknya, karena ini pembekalan penting bagi kami ke depan. Dan kami yakin, manfaat yang didapat akan sangat banyak. Ketemu masyarakat, latihan meneliti, menganalisa, dan bahkan menuliskan kesimpulan. Inilah tugas pelajar sesungguhnya,” ujar Ahmad Lili, siswa Kelas XII IPA asal Gunung Kencana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke anak-anak, selamat bertugas. Niatkan KTI sebagai pintu masuk menjadi intelektual dan akademisi sesungguhnya. Ini baru satu langkah. Siapkan kakimu untuk langkah kedua, ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya. Hiduplah dengan membaca, meneliti dan menulis. Setelah itu, silahkan kalian tidur-tiduran. [nhm]  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-6450290281226695004?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/6450290281226695004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=6450290281226695004&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6450290281226695004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6450290281226695004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/05/jelang-wisuda-kelas-xii-kejar-karya.html' title='JELANG WISUDA, KELAS XII KEJAR KARYA TULIS ILMIAH'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-4312450593736795109</id><published>2011-04-28T15:26:00.002+07:00</published><updated>2011-04-28T15:28:07.989+07:00</updated><title type='text'>OPPQ UDARAKAN RADIO KOMUNITAS SANTRI</title><content type='html'>Organisasi Pelajar Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ) membuat program kreatif berupa pengudaraan Radio Komunitas (Rakom) Santri. Radio yang bermarkas di Kantor OPPQ Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten ini mengudara sejak pertengahan April 2011 lalu. Rakom Santri ini diniatkan untuk memberikan hiburan yang bermanfaat bagi para santri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Mereka kan setiap saat harus belajar. Otak diperas. Tenaga dikuras. Karenanya, kami pengurus OPPQ ingin memberikan sedikit refresing buat mereka, sehingga akan terus enjoy belajar. Namun, hiburan yang kami berikan tentu saja yang bermanfaat dan sejalan dengan semangan pesantren,” ujar Abdurrahim, pengurus OPPQ yang giat nongkrongi markas Rakom Santri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rohim, Rakom Santri ini tidak mengudara setiap saat, karena bisa mengganggu jalannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pesantren. “Paling ketika mereka makan kita hidupkan radio, senggang waktu siang hari dan sore hari,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja kegiatan yang diselenggarakan? Menurut Ahmad Fathoni, pegiat Rakom Santri lainnya, diantaranya ada request musik oleh para santri. “Tentu musik yang positif dan sejalur dengan nafas pesantren. Misalnya marawis, shalawat, hadrah, atau juga musik pop dan dangdut yang isinya mengajak pada kebaikan,” ujar pensponsor laptop buat rakom ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pemuteran lagu, menurut penyiar rakom ini, kegiatan lain yang bernuansa intelektualisme juga diselenggarakan. Misalnya, ada kegiatan pembacaan kitab kuning oleh dewan guru secara bergilir, diskusi tematik untuk mendiskusikan persoalan kekinian, dan ada pula ulasan buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Harapannya, dengan tidur-tiduran di kobong atau ngobrol sana sini di asrama, santri tetap bisa mendapatkan pengetahuan yang bisa menjadi bekal hidup mereka,” ujar Toni. “Makanya soundsystemnya dipasang di kobong-kobong para santri,” tambah Rohim. Sebagai teknisi, Ustadz Udong Khudori juga dilibatkan secara aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi pengudaraan Rakom Santri  ini, para santri tampak antusias. Mereka berduyun-duyun memesan lagu, sekedar untuk dihadiahkan kepada rekan-rekannya sekobong atau yang lain. Apalagi Rakom Santri ini kan lingkupnya masih sangat lokal. “Al-hamdulillah, kita tambah ramai saja. Harus sering up date lagu-lagu nih penyelenggaranya,” ujar Mizan, santri dari Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan Rakom Santri ini tampaknya membuat gairah baru, tidak hanya bagi santri tapi juga bagi para guru. Tampak mereka mangacungkan jempol untuk kreatifitas yang dibangun di atas keterbatasan ini. Semoga kian mantap, kawan! Siapa tahu kelak menjadi Rakom Santri terbesar dan terbaik di Banten.[nhm]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-4312450593736795109?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/4312450593736795109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=4312450593736795109&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4312450593736795109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4312450593736795109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/04/oppq-udarakan-radio-komunitas-santri.html' title='OPPQ UDARAKAN RADIO KOMUNITAS SANTRI'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-4009518769004832411</id><published>2011-04-28T15:06:00.000+07:00</published><updated>2011-04-28T15:07:18.228+07:00</updated><title type='text'>IKUTI UN, SISWA SMA-MTS QF LAKUKAN DOBEL IKHTIAR</title><content type='html'>“Al-hamdulillah, akhirnya Ujian Nasional (UN) Tahun 2011 berhasil kita lewati dengan dag dig dug,” ujar Devis Maredona, siswa Kelas XII IPA SMA Qothrotul Falah, Cikulur Lebak Banten. “Mohon doanya, semoga hasil yang kami dapatkan sesuai yang kami harapkan,” tambah Nia Muadah Kurniasih, siswi Jurusan IPS SMA QF.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah ungkapan kesyukuran yang mewakili rekan-rekan lainnya, yang telah mengikuti Ujian Nasional (UN) Tahun 2011, yang diselenggarakan sejak 18 s.d. 21 April 2011 di SMA Qothrotul Falah. Rencananya, usai lulus dari SMA QF, mereka hendak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Amin! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahkan diantara mereka ada yang sudah mendaftar melalui jalur PMDK ke beberapa universitas kenamaan dan ada juga yang mendaftar melalui jalur beasiswa, seperti Beasiswa Santri Berprestasi Kemenag RI maupun Beasiswa Bidik Misi Kemendiknas RI. Semoga semuanya berhasil sesuai cita-citanya,” ujar Bunda, guru di SMA Qothrotul Falah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai UN SMA kelar, seminggu berikutnya dilanjutkan dengan Ujian Nasional (UN) MTs Qothrotul Falah, tepatnya sejak 25 s.d. 28 April 2011. “Mohon doanya juga, semoga anak-anak Kelas IX MTs QF juga menuai hasil yang maksimal, dan mereka bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya,” ujar Kepala MTs QF, Tanto Haryanto, S.Si.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menunjang kesuksesan ujian nasional itu, para siswa melakukan ikhitiar dhahir dan batin. Dhahir berupa bimbel, try out, belajar kelompok lainnya maupun belajar individual. Sedangkan ikhtiar batin meliputi doa, istigatsah (termasuk yang diselenggarakan Kemendiknas Kabupaten), tahlil bersama pengasuh, minta restu orang tua dan sebagainya. “Dengan doubel ikhtiar ini, insya Allah harapan akan lebih mudah tercapai. Semoga saja hasilnya maksimal,” ujar Ahmad Turmudzi, panitia UN SMA-MTs QF. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Kelas XII SMA-QF, usai penyelenggaran ujian nasional , sembari menunggu gelaran wisuda yang insya Allah akan dilaksanakan Juni 2011, waktu luang mereka diisi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Umpamanya, pengajian kitab kuning bersama pengasuh, pengajian diniah, Karya Tulis Ilmiah (KTI), amaliatudtadris, dll. “Ini sebagai bekal akhir bagi mereka sebelum pulang ke rumahnya masing-masing,” ujar Ustadz Amrullah, pembina santri.[nhm]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-4009518769004832411?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/4009518769004832411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=4009518769004832411&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4009518769004832411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4009518769004832411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/04/ikuti-un-siswa-sma-mts-qf-lakukan-dobel_28.html' title='IKUTI UN, SISWA SMA-MTS QF LAKUKAN DOBEL IKHTIAR'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-1238234781211770035</id><published>2011-04-16T11:51:00.004+07:00</published><updated>2011-04-16T11:57:11.757+07:00</updated><title type='text'>Ponpes Qothrotul Falah Menerima Santri Baru Tahun Ajaran 2011/2012 Jenjang MTs/SMA/MADIN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-zRsn0ynArq0/Takg2RoRk-I/AAAAAAAAAeg/su7y7VpzbEk/s1600/Banner%2Bpenerimaan%2Bsantri%2B2011.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 360px; height: 512px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-zRsn0ynArq0/Takg2RoRk-I/AAAAAAAAAeg/su7y7VpzbEk/s400/Banner%2Bpenerimaan%2Bsantri%2B2011.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596040128801903586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ponpes Qothrotul Falah Menerima Santri Baru&lt;br /&gt;Tahun Ajaran 2011/2012.&lt;br /&gt;Jenjang MTs/SMA/MADIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telp.&lt;br /&gt;0813 1825 5511 &lt;br /&gt;0878 5893 9547  &lt;br /&gt;0856 9747 76002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat:&lt;br /&gt;Jl. Sampay, Cileles Km. 5.&lt;br /&gt;Ds. Sumurbandung&lt;br /&gt;Kec. Cikulur, Kab. Lebak, Prop. Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-1238234781211770035?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/1238234781211770035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=1238234781211770035&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1238234781211770035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1238234781211770035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/04/ponpes-qothrotul-falah-menerima-santri.html' title='Ponpes Qothrotul Falah Menerima Santri Baru Tahun Ajaran 2011/2012&lt;br/&gt; Jenjang MTs/SMA/MADIN'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-zRsn0ynArq0/Takg2RoRk-I/AAAAAAAAAeg/su7y7VpzbEk/s72-c/Banner%2Bpenerimaan%2Bsantri%2B2011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-8183047640124218130</id><published>2011-04-15T16:50:00.001+07:00</published><updated>2011-04-15T16:50:43.359+07:00</updated><title type='text'>KANG GABAN AKHIRI MASA LAJANG,BUPATI DAN WAKIL MENJADI SAKSINYA</title><content type='html'>Akhirnya, masa status lajang Ustadz Aang Abdurrahman SE berakhir sudah, tepat pada Sabtu, 9 April 2011. Kang Gaban – sapaan akrabnya – mengakhiri kesendiriannya dengan mempersunting gadis penghafal al-Qur’an dari Sumurpicung Warunggunung Lebak, Ratu Mawaddah, puteri Pengasuh Pondok Pesantren Darul Qur’an, KH. Abdul Ahamid. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kang Gaban, yang juga putera Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur KH. Achmad Syatibi Hanbali ini tampak sumringah menjalani kehidupannya yang baru. Semoga harapan mencapai keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah bisa terlaksana. “Doakan, saya dan isteri bisa meraih harapan semua orang itu,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari H pernikahan putera Ketua MUI Kab. Lebak ini, tetamu tampak riuh hadir. Puluhan kiai dari berbagai pondok pesantren menjadi “saksi” nonformalnya. Sedang saksi formalnya, adalah Bupati Lebak H. Mulyadi Jayabaya SE (saksi pihak lelaki) dan Wakil Bupati Lebak Ir. H. Amir Hamzah, M.Si (saksi pihak perempuan). Akad nikah yang dilaksanakan pukul 09.30-an itupun kian ramai dan khidmat diiringi hujan ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke Kang Gaban, selamat menempuh hidup baru. Semoga tercapai harapan dan keinginanmu. Amin![nhm]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-8183047640124218130?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/8183047640124218130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=8183047640124218130&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8183047640124218130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8183047640124218130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/04/kang-gaban-akhiri-masa-lajang-bupati.html' title='KANG GABAN AKHIRI MASA LAJANG,&lt;br&gt;BUPATI DAN WAKIL MENJADI SAKSINYA'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-1269624490777049045</id><published>2011-03-30T17:47:00.002+07:00</published><updated>2011-03-30T17:50:16.906+07:00</updated><title type='text'>SUMBANGAN AL-QUR'AN DARI DERMAWAN</title><content type='html'>Banyak hal tak terduga di dunia ini. Itulah rahasia Allah SWT, untuk mengejutkan hamba-hamba-Nya. Beberapa waktu lalu misalnya, tanpa pernah disangka dan diduga, seorang bapak yang beralamat di Rawamangun Jakarta, berisinial ATN, menelpon pengurus Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten. Entah, siapa sesungguhnya beliau ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam telponnya yang singkat, dia menyatakan: "Pesantren ini butuh al-Qur'an ya? Berapa?" "Santri kami ratusan. Berapapun yang disedekahkan untuk mereka, insya Allah itulah yang menjadi rejeki kami," jawab seorang pengurus kala itu. Entah juga, beliau ini tahu nomor telpon kami dari mana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"100 buah cukup?" tanyanya lagi. "Berapapun yang disedekahkan, kami senang hati menerimanya," ujar si pengurus lagi. "Ya sudah, insya Allah akan saya belikan 100 buah," jawabnya ringan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus pondok masih tetap tak mengerti; orang tak dikenal menelpon lalu mau menyedekahkan al-Qur'an dengan jumlah yang cukup lumayan. Siapa dia? Yang pasti, apa yang diucapkannya benar adanya. Beberapa hari usai dialog singkat itu, sms kembali muncul yang berisi pesan: "al-Qur'an sudah dibelikan. 100 buah. Silahkan diambil di Masjid Syuhada di Jalan Lodan Raya No, 6 Rawamangun." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah bunyi sms yang memastikan bahwa sang dermawan itu memang ingin menyedekahkan al-Qur'an sejumlah 100 buah, untuk kepentingan santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah, yang memang membutuhkannya. Kamipun berangkat ke alamat yang disebutkan, ditemani Kang Ulum Zulvaton, penggagas blog Pondok Baca Qi Falah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar belaka, di Masjid Syuhada, ditemui Ustadz Didin dan Ustadz Rakhmat -- keduanya pengelola masjid -- kami telah disiapkan dua kardus berisi 100 buah al-Qur'an. Sebelum kami membawanya, kami berniat menemui sang dermawan yang ternyata belum rejekinya, karena yang bersangkutan tiada di tempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudah, akhirnya kami pulang dengan membawa al-Qur'an yang cukup berat digotong dua orang itu, ditemani supir taksi asal Kali Wedi Cirebon. Ala kulli hal, terima kasih banyak Pak ATN yang dermawan. Semoga berkah Allah senantiasa melimpahimu dan keluargamu. Rizkimu semoga kian berlimpah pula. Jazaka Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang akan turut mengikuti tradisi kedermawanannya ini? [nhm] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-1269624490777049045?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/1269624490777049045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=1269624490777049045&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1269624490777049045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/1269624490777049045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/03/sumbangan-al-quran-dari-dermawan.html' title='SUMBANGAN AL-QUR&apos;AN DARI DERMAWAN'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-218749216371703913</id><published>2011-03-26T19:09:00.001+07:00</published><updated>2011-03-26T19:12:14.433+07:00</updated><title type='text'>OPPQ SELENGGARAKAN LATIHAN KEPEMIMPINAN</title><content type='html'>Selama dua hari, Kamis-Jumat (24-25/3/2011), Organisasi Pelajar Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ) Masa Bhakti 2011-2012 menyelenggarakan Latihan Manajemen Organisasi (LMO). Bertempat di Kelas XII IPA SMA Qothrotul Falah, acara yang dikhususkan bagi pengurus OPPQ ini dimotori Ustadz Nurhasan, mantan Ketua KUMALA Lebak. Acarapun berjalan semangat dan menggembirakan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diantara tutor yang dihadirkan, adalah para alumni 2009-2010, Acepudin AR, Liandi  Kaputra, Deden Fathurrahman, Abdurrahman, juga beberapa dewan guru semisal Aang Abdurrahman (Kepala MADIN QF), Tanto Haryanto (Kepala MTs QF), Nurul H. Maarif (Kepala SMA QF) dan beberapa lagi. Bahkan, aktivis dari KUMALA Lebak pun turut dihadirkan untuk kian mengayakan penginjeksian materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara tujuan digelarnya acara ini, adalah untuk memberikan motivasi, semangat dan teori-teori tentang keorganisasian; semisal teknik persidangan, konsep organisasi yang ideal, kepemimpinan sejati, dan sebagainya. “Biar anak-anak kita mampu menjadi pemimpin yang sesungguhnya, yang benar-benar bisa bermanfaat untuk orang banyak yang dipimpinnya,” ujar Nurhasan alias Pak Achonk.com berharap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengurus OPPQ-pun tampak antusias mengikuti agenda ini. Dari sejak pembukaan oleh Ustadz Aang Abdurrahman hingga penutupan, mereka tak kenal lelah. Seluruh materi dilahapnya dengan semangat 45. “Kegiatan seperti ini memang sangat kita butuhkan. Apalagi kami kan belum punya pengalaman apa-apa, sehingga harus sering-sering dan banyak-banyak menimba pengalaman dari orang lain,” ujar Ahmad Dimyati, Pengurus OPPQ Putera. Ketua OPPQ Putera sendiri berhalangan hadir karena kondisi kesehatan fisiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banyak materi menarik yang kita dapatkan selama dua hari ini. Insya Allah, semakin sering diselenggarakan kegiatan semacam ini, kamipun akan semakin banyak pengalaman dan pada akhirnya akan lebih siap menjadi seorang pemimpin sesungguhnya,” ujar Nani Najihah, Ketua OPPQ Puteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga, kegiatan ini benar-benar dirasakan ada manfaatnya dan bisa kian mematangkan para calon pemimpin itu. Sukses[ [nhm]  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-218749216371703913?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/218749216371703913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=218749216371703913&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/218749216371703913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/218749216371703913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/03/oppq-selenggarakan-latihan-kepemimpinan.html' title='OPPQ SELENGGARAKAN LATIHAN KEPEMIMPINAN'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-7425990628225904389</id><published>2011-03-11T17:48:00.001+07:00</published><updated>2011-03-11T17:48:49.192+07:00</updated><title type='text'>Pelantikan Pengurus OPPQ 2011-2012JADIKAN KENDALA SEBAGAI PEMBELAJARAN KEDEWASAAN</title><content type='html'>Setelah terpilih sebagai Ketua OPPQ 2011-2012 pada Pemilu Santri, Sabtu (5/3/2011) lalu, Muhammad Bahri dan Nani Najihah resmi dikukuhkan melalui SK Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Pembacaan SK sekaligus pelantikan itu diselenggarakan Kamis, 10/3/2011 malam. Dengan demikian, terhitung pembacaan SK itu, keduanya resmi menjadi nahkoda OPPQ yang baru dan telah sah secara hukum untuk menjalankan program kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pelantikan yang dihadiri santriwan dan santriwati, pengurus OPPQ demisioner, keluarga pesantren dan dewan guru, itu diselenggarakan di Majelis Putera Ponddok Pesantren Qothrotul Falah, Jl. Sampay-Cileles Km. 05 Ds. Sumurbandung Kec. Cikulur Kab. Lebak Prop. Banten. Suasana pelantikan tampak haru, ramai dan hangat. Bahkan, usai pelantikan, digelar nonton film dokumentasi kegiatan diskusi santri tentang Ke-OPPQ-an, Pondok Baca Qi Falah dan Sejarah Koperasi. Nonton bareng yang diprakarsai Pak Acong ini kian menjadikan suasana ramai riuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara resmi, SK Pengasuh itu dibacakan oleh Ustadz Agus Faiz Awaludin dan pelantikan dilakukan oleh Pembina OPPQ, Ustadz Abdurrahman, S.E. yang sekaligus membacakan sumpah jabatan. Dalam sambutannya, Ustadz Gaban – sapaan akrab Ustadz Abdurrahman – berharap agar seluruh santri mengambil banyak pelajaran di pesantren ini. “Termasuk juga menjadikan OPPQ 2010-2011, yang baru diganti, sebagai pelajaran dan kenangan yang indah,” ujar putera pertama Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya, tanpa pengalaman masa lalu atau kisah klasik, maka tidak akan ada pelajaran kehidupan. “Semoga dengan pengabdian ini, ilmu dan amal kita semua dicatat oleh Allah SWT,” harapnya. “Dan untuk OPPQ yang baru terpilih, janganlah kalian berkecil hati. Insya Allah masih banyak ustadz yang akan membantu. Makanya harus tetap semangat. Jadikanlah kendala sebagai pembelajaran kedewasaan,” imbuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Maani, mewakili pengurus OPPQ lama menyatakan permintaan maafnya atas roda kepemimpinannya selama ini. “Misalnya program kami ada yang menyakitkan hati, kami minta maaf. Itu terjadi karena kebodohan kami. Juga, mohon maaf bila kami telah berbuat zalim dan terimalah apa yang telah kami perbuat,” harapnya merendah. “Mudah-mudahan adik-adik semua bisa melanjutkan perjuangan yang telah kami emban selama ini dan semoga semuanya menjadi lebih baik,” katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan legowo, Maani berharap kepada para penggantinya untuk tidak sungkan-sungkan bertanya, andaikan ada hal-hal yang perlu dibantu. “Kita harus disiap dipuji dan dicaci. Kalau tak ingin ketiup angin, janganlan menjadi pohon. Jadilah rumput, tapi akan terinjak-injak. Insya Allah di balik kesulitan ada kemudahan,” ujarnya bak seorang filosoh tulen sekelas Nietzhe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Bahri, yang mewakili pejabat OPPQ baru, dalam sambutannya menyatakan, amanah yang diterimanya ini adalah musibah. “Ini amanah berat. Kenapa harus kami? Padahal banyak yang lebih perpotensi dibanding kami,” katanya, bak Khalifah Abu Bakar al-Shiddiq usai ditetapkan sebagai khalifah pertama. “Ini mungkin tanda sayang Allah. Itu sebabnya, kami minta dukungan dari semuanya,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Bahri, dan semoga bagi pengurus lainnya, amanah ini tidak main-main karena akan dimintai pertanggungjawaban tidak hanya di dunia, tapi juga kelak di hadapan Allah SWT. “Semoga semuanya berpartisipasi dengan sebaiknya, sehingga kami menjadi pengurus yang baik dan punya semangat plus untuk bekerja optimal,” harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, Bahri dan Nani, sukses. Sayangi hidup ini. Tanamkan kesadaran, bahwa sekecil apapun kepemimpinan kita, kelak Allah SWT akan menanyainya. [nhm]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-7425990628225904389?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/7425990628225904389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=7425990628225904389&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7425990628225904389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7425990628225904389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/03/pelantikan-pengurus-oppq-2011-2012.html' title='Pelantikan Pengurus OPPQ 2011-2012&lt;br&gt;JADIKAN KENDALA SEBAGAI PEMBELAJARAN KEDEWASAAN'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-4909776333438472710</id><published>2011-03-11T17:06:00.001+07:00</published><updated>2011-03-11T17:06:57.010+07:00</updated><title type='text'>Nani Jahihah, Ketua OPPQ Puteri 2011-2012KAMI AKAN BUAT PESANTREN INI BANGGA</title><content type='html'>Organisasi Pelajar Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ) telah sukses menjalankan suksesi kepengurusan 2011-2012, Sabtu, 5 Maret 2011, lalu. Semua berjalan lancar, tiada kendala berarti. Muhammad Bahri, terpilih menjadi nahkoda OPPQ Putera dan Nani Najihah, didaulat menjadi nahkoda OPPQ Puteri. Perihal perasaan, rencana/program dan cita-cita mereka untuk memajukan OPPQ, berikut ini wawancara wartawan www.pondokbacaqifalah.blogspot.com, NHM, dengan Nani Najihah:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana perasaan Anda setelah terpilih menjadi Ketua OPPQ 2011-2012?&lt;br /&gt;Ketika terpilih, saya sangat terharu, karena saya diberikan kepercayaan yang sangat besar dan tanggungjawab yang harus saya emban. Bagi saya, itu musibah, yang di dunia dan di akhirat harus dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda berhasil mengalahkan para pesaing. Apa yang akan Anda lakukan untuk merangkul mereka?&lt;br /&gt;Setiap orang mempunyai kepercayaan masing-masing dan mungkin orang yang menang itu orang yang paling terpercaya. Dan kepercayaan ini insya Allah akan saya jaga sebaik-baiknya dan semampu saya. Mereka yang kalah harus kita beri motivasi agar tidak putus asa dan tidak kecewa dengan kekalahan itu dan yang menang tidak boleh besar kepala (sombong), dan sewenang-wenang dalam organisasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Anda melihat kondisi OPPQ saat ini?&lt;br /&gt;Saat ini, alhamdulillah, kondisi OPPQ baik-baik saja dan al-hamdulillah juga dalam melaksanakan shalat lima waktu makin banyak jamaahnya alias tidak pada malas-malas lagi. Itu karena para dewan guru membantu kami para pengurus untuk meningkatkan kedisiplinan santri, terutama disiplin waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, program apa saja yang akan Anda lakukan untuk masa depan OPPQ?&lt;br /&gt;Insya Allah, saya akan meningkatkan kedisiplinan santri, terutama disiplin waktu sehari-hari, walaupuan dalam shalat mereka sudah aktif. Tapi saya ingin lebih meningkatkan lagi kedisiplinan itu, agar mereka aktif bukan karena gebrakan para pengurus atau dewan guru, melainkan atas kesadaran diri sendiri masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target utama kepemimpinan Anda untuk memajukan OPPQ apa?&lt;br /&gt;Yang saya inginkan untuk memajukan OPPQ, itu akhlaknya. Saya ingin bagaimana caranya membuat akhlak mereka menjadi sopan. Itu semua tidak mudah bagi saya, tapi  saya akan berusaha bagaimana caranya agar bisa merubah akhlak mereka. Yang jelas, para pengurus membutuhkan bantuan dan dukungan dari dewan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa harapan Anda pada pengurus pondok, dewan guru, pengurus dan anggota OPPQ?&lt;br /&gt;Harapan kami ingin lebih meningkatkan lagi pesantren ini dari yang baik menjadi lebih baik. Kenapa? Agar santri mempunyai bekal untuk hidup di luar atau di masyarakat nanti, ketika sudah keluar dari pesantren. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan dalam dua tiga bulan ke depan, kepemimpinan Anda tidak menghasilkan apapun alias program Anda tidak jalan, apa yang akan Anda lakukan?&lt;br /&gt;Mungkin kami para pengurus OPPQ hanya bisa berharap agar semua itu tidak terjadi dan mungkin kalau terjadi kami hanya bisa bersedih, karena yang kami lakukan percuma dan sia-sia saja. Tapi kami para pengurus, insya Allah tidak akan membiarkan itu terjadi dan tidak akan putus asa membuat pesantren ini bangga dan tidak akan menyerah untuk melawan musuh (ibaratnya), tapi kami juga memerlukan dukungan dari dewan guru semua agar kami bisa melakukannya. Ada pepatah mengatakan "jangan mengalah atau menyerah sebelum perang". Ok! Wahai guru-guruku, doakan kami para pengurus 2011-2012 agar bisa memajukan pesantren tercinta ini menjadi lebih baik lagi. Semoga pengurus tahun ini bisa menjadi lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.[nhm]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIODATA NANI JAHIHAH&lt;br /&gt;Nama  : Nani Najihah&lt;br /&gt;TTL  : Cikulur, 3 Agustus 1993&lt;br /&gt;Kelas  : XI (IPS) SMA QOTHROTUL FALAH&lt;br /&gt;Pengalaman : 1. Ketua Kelas &lt;br /&gt;2. Panitia Scoutfal 2010&lt;br /&gt;3. Dewan Kerja Pramuka SMS-QF&lt;br /&gt;Motto  : Where there is a will there is a way&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-4909776333438472710?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/4909776333438472710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=4909776333438472710&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4909776333438472710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4909776333438472710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/03/nani-jahihah-ketua-oppq-puteri-2011.html' title='Nani Jahihah, Ketua OPPQ Puteri 2011-2012&lt;br&gt;KAMI AKAN BUAT PESANTREN INI BANGGA'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-5526151246233162379</id><published>2011-03-11T17:03:00.001+07:00</published><updated>2011-03-11T17:05:01.968+07:00</updated><title type='text'>Muhammad Bahri, Ketua OPPQ Putera 2011-2012TODAY MUST BETTER THAN YESTERDAY</title><content type='html'>Organisasi Pelajar Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ) telah sukses menjalankan suksesi kepengurusan 2011-2012, Sabtu, 5 Maret 2011, lalu. Semua berjalan lancar, tiada kendala berarti. Muhammad Bahri, terpilih menjadi nahkoda OPPQ Putera dan Nani Najihah, didaulat menjadi nahkoda OPPQ Puteri. Perihal perasaan, rencana/program dan cita-cita mereka untuk memajukan OPPQ, berikut ini wawancara wartawan www.pondokbacaqifalah.blogspot.com, NHM, dengan Muhammad Bahri:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana perasaan Anda setelah terpilih menjadi Ketua OPPQ 2011-2012?&lt;br /&gt;Saat itu, rasa sedih, senang, haru, takut, bahagia, bercampur menjadi satu. Ini musibah buatku. Ini tugas sulit bagiku dan ini amanah berat untukku. Namun aku berfikir, mungkin ini ujian, sebagai tanda sayang Allah padaku. Karena itu, sebelumnya aku meminta doa kepada semua masyarakat Qothrotul Falah (QF) agar aku bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, karena semua itu akan dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda berhasil mengalahkan para pesaing. Apa yang akan Anda lakukan untuk merangkul mereka?&lt;br /&gt;Sebelum Pemilu itu berlangsung, kami para kandidat sudah berkomitmen untuk saling men-support dan akan bersikap legowo apabila salah satu diantara kami ada yang menang dan ada yang kalah. Ketika salah satu diantara kami kalah, maka otomatis komitmen kami itu berlangsung. Selain itu, saya akan selalu memberi motivasi dan nasihat yang baik untuknya, karena sesungguhnya sebaik-baik hadiah adalah nasihat yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Anda melihat kondisi OPPQ saat ini?&lt;br /&gt;Untuk saat ini, saya melihat OPPQ adalah suatu organisasi yang dihuni oleh pengurus-pengurus yang bermoral minus (-) dibandingkan dengan anggotanya. Karena itu, banyak anggota melanggar peraturan, pun program kerja yang telah dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, program apa saja yang akan Anda lakukan untuk masa depan OPPQ?&lt;br /&gt;Langkah yang insya Allah akan saya lakukan adalah meningkatkan ketegasan dan keadilan, tanpa memandang pengurus maupun anggota, sehingga pandangan anggota terhadap para pengurus OPPQ tidak jelek lagi, malah sebaliknya anggota akan melihat keteladanan yang baik dari OPPQ, sehingga mereka akan mengikuti apa yang telah OPPQ rencanakan untuk mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target utama kepemimpinan Anda untuk memajukan OPPQ apa?&lt;br /&gt;Insya Allah, saya akan mensosialisasikan arti pondok bagi kehidupan sehari-hari dan akan merealisasikan tipologi (trilogi?, red) QF, yaitu akhlakul karimah, disiplin tinggi dan ukhuwah islamiyah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa harapan Anda pada pengurus pondok, dewan guru, pengurus dan anggota OPPQ?&lt;br /&gt;Harapan saya, semoga mereka semua mau berpartisipasi dengan baik dan optimal, sehingga para pengurus memiliki semangat plus (+) untuk menjalankan program-program yang telah dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan dalam dua tiga bulan ke depan, kepemimpinan Anda tidak menghasilkan apapun alias program Anda tidak jalan, apa yang akan Anda lakukan?&lt;br /&gt;Jika hal itu terjadi, maka dengan rasa ikhlas kami akan menitipkan kepengurusan OPPQ kepada pihak yang lebih mampu dari pada kami. Namun sebelum hal itu terjadi, kami para pengurus OPPQ akan berjuang dengan sekuat tenaga agar hal tersebut bisa kami antisipasi dan tidak akan pernah terjadi, karena kami yakin "today must better than yesterday". Itu sebabnya, kami akan meniti sedikit demi sedikit agar QF bisa maju. Namun hal itu tidak akan terjadi tanpa partisipasi dari semua masyarakat QF. Karenanya, saya harapkan partisipasi yang baik dari mereka semua. [nhm]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIODATA MUHAMMAD BAHRI &lt;br /&gt;Nama  : Muhammad Bahri&lt;br /&gt;TTL  : Jakarta, 5 Juli 1994&lt;br /&gt;Kelas  : XI (IPS) SMA QOTHROTUL FALAH&lt;br /&gt;Pengalaman : 1. Seksi Pendidikan OSIS SMP &lt;br /&gt;                  2. Menjadi KM (dua kali) &lt;br /&gt;                  3. Anggota PMR QF &lt;br /&gt;                  4. Anggota Dewan Kerja Pramuka QF&lt;br /&gt;Motto  : Kemarin adalah kenangan. Sekarang adalah kenyataan. &lt;br /&gt;                  Besok adalah harapan; harapan untuk menggapai semua cita-cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-5526151246233162379?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/5526151246233162379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=5526151246233162379&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/5526151246233162379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/5526151246233162379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/03/muhammad-bahri-ketua-oppq-putera-2011.html' title='Muhammad Bahri, Ketua OPPQ Putera 2011-2012&lt;br&gt;TODAY MUST BETTER THAN YESTERDAY'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-2478509293357865382</id><published>2011-03-05T14:11:00.001+07:00</published><updated>2011-03-05T14:12:24.612+07:00</updated><title type='text'>TERPILIH SEBAGAI KETUA,  BAHRI DAN NANI BERJANJI MAJUKAN OPPQ</title><content type='html'>Bertepatan dengan Hari Nyepi Umat Hindu, Sabtu (5/3/2011) pagi, Organisasi Pelajar Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ) Cikulur Lebak Banten menggelar kegiatan suksesi kepemimpinan OPPQ masa khidmat 2011-2012. Moh. Bahri terpilih sebagai Ketua OPPQ Putera dan Nani Najihah terpilih sebagai Ketua OPPQ Puteri, masing-masing mengalahkan saingan terberatnya, Ahmad Dimyati dan Ima Halimatun Najiah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suksesi yang berjalan ramai riuh itu, diselenggarakan di Majelis Putera Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Jl. Sampay-Cileles Km. 5 Ds. Sumurbandung Kec. Cikulur Kab. Lebak Prop. Banten dan dihariri seluruh eleman pesantren, baik santri, dewan guru, maupun keluarga pengasuh. Ini tak lain untuk memberikan pendidikan demokrasi atau permusyawaratan kepada seluruh santri yang hadir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para santri, yang terdiri dari siswa-siswi MTs dan SMA Qothrotul Falah, tampak antusias menyambut gelaran tahunan ini. Kegiatan yang dimulai jam 09.00 WIB dan diiringi gerimis hujan ini berjalan lancar tiada kendala. “al-Hamdulillah, semua berjalan lancar, sesuai harapan. Semoga ketua terpilih, baik Kang Bahri maupun Teh Nani, bisa membawa OPPQ lebih baik lagi,” ujar Ustadz Agus F. Awaludin, yang mengawal kegiatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutan politiknya usai terpilih, Kang Bahri menyatakan, keterpilihan dirinya ini benar-benar musibah. “Astaghfirullah,” katanya. Namun demikian, ia dengan jajarannya bertekad sebisanya mengemban dan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. “Suksesnya OPPQ bukan karena kepengurusan OPPQ, melainkan karena kerja sama pengurus, anggota, dewan guru, dan seluruh warga pesantren. Itu sebabnya, mohon doa dari semuanya supaya saya bisa menjalankan amanah ini secara maksimal,” ujar siswa Kelas XI IPS SMA QF itu diplomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmadi Dimyati, sebagai calon yang terkalahkan, juga mendukung apapun program kerja pesaingnya itu. Siswa Kelas XI IPS yang bervisi memperbaiki moralitas anggotanya ini mengatakan, dirinya tidak kecewa ataupun kesal sedikitpun atas kekalahannya. “Ini proses yang fair dan layak diapresiasi secara tinggi. Saya akan mendukung sepenuhnya kepemimpinan Kang Bahri, sebagai ketua terpilih. Semoga dukungan ini bisa memuluskan program kerjanya untuk memajukan OPPQ,” ujarnya legowo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nani, Ketua OPPQ Puteri terpilih, juga menyatakan hal yang sama. “Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun,” ujarnya, menyiratkan beratnya tugas sebagai nahkoda kapal OPPQ. Itu sebabnya, Nani yang juga siswa Kelas XI IPS SMA QF itu memohon kepada semua pihak untuk membantu kepemimpinannya. “Tanpa bantuan dari semua, apalah arti kepemimpinan saya ini. Dengan bekerja sama, insya Allah kita akan sukses bersama. Kenapa tidak?,” kata santriwati jangkung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukunganpun lantas mengalir dari pesaingnya, Ima Halimah Najiah. Siswi kelas XI IPA SMA-QF ini tak sungkan-sungkan mendukung program kerja ketua terpilih. “Saya berharap, semuanya mendukung siapapun yang terpilih sebagai ketua. Insya Allah, itulah yang terbaik. Kita lupakan persaingan dan mari kita bekerja memajukan OPPQ,” ujarnya dewasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah cerminan kedewasaan sikap para santri, yang dari sisi umur sejatinya masih sangat belia. Mereka tetap sportif dengan persaingan yang terjadi. Yang menang berusaha mengayomi yang kalah dan yang kalah akan terus mendukung yang menang. “Kedewasaan seperti inilah yang ingin kita ajarkan kepada mereka. Dan seharusnya, para politisi kita di atas sana meniru kedewasaan anak-anak kita ini, sehingga mereka menjadi politisi yang elegan dan terhormat. Jangan kalah sama anak-anak kecil di sini,” ujar Ustadz Agus yang juga ketua Komisi Pemilihan Santri (KPS) ini sembari menyindir sana sini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Agus juga menyatakan, mudah-mudahan ketua terpilih adalah yang terbaik untuk OPPQ. “Saya berharap dan saya yakin, yang kalah bisa legowo. Kita lupakan segala persaingan yang telah lewat dan kita dukung ketua yang baru. Ini yang paling penting kita lakukan sekarang,” katanya mengingatkan, sembari meminta ketua baru untuk segera menyusun tim kabinetnya supaya lekas bekerja.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai informasi, malam menjelang suksesi, KPS menyelenggarakan debat kandidat, disaksikan warga Popes Qothrotul Falah. Agenda ini, tiada lain, untuk mengetahui visi dan misi calon ketua OPPQ dan sekaligus untuk mengubrak-abrik program-program kerja yang akan ditawarkan. Suasana saling menjatuhkan (dalam pengertian yang positif) dan aneka pertanyaan dari para dewan guru dan santripun bermunculan. Para kandidatpun menjawabnya sebisa mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tentu ada kelemahan di sana sini, baik dari sisi penyelenggaraan maupun argumentasi yang ditawarkan para calon. Namun, ini sudah sangat maju dan positif untuk pembelajaran kehidupan yang demokratis,” ujar Ustadzah Dede Saadah, yang turut mengawal debat kandidat itu. Bahkan, selain debat, juga digelar yel-yel dukungan dari masing-masing pendukung calon, dengan membawa spanduk-spanduk bertuliskan dukungan pada calon tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ala kulli hal, inilah miniatur kehidupan bermasyarakat yang penuh kewibawaan: menang kalah tidak masalah dan tetap saling mendukung, karena itulah satu-satunya jalan menggapai kemajuan yang diasakan. Amin dan sukses! [nhm, penonton]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-2478509293357865382?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/2478509293357865382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=2478509293357865382&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/2478509293357865382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/2478509293357865382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/03/terpilih-sebagai-ketua-bahri-dan-nani.html' title='TERPILIH SEBAGAI KETUA,&lt;br&gt;  BAHRI DAN NANI BERJANJI MAJUKAN OPPQ'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-949143672482266963</id><published>2011-03-04T16:55:00.001+07:00</published><updated>2011-03-04T16:56:30.330+07:00</updated><title type='text'>Seri Kearifan Wong Cilik 7ANTARA MUSA R.A. DAN SAMIRI L.A.</title><content type='html'>Oleh Nurul H. Maarif*&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perjumpaan dengan wong cilik yang telah mendapat kearifan dan pencerahan dari-Nya, memang tak bisa direncanakan. Disangka-sangkapun tidak sama sekali. Pun bisa terjadi di mana saja, tanpa mengenal tempat. Dan kali ini terjadi di Masjid al-Taubah, di bilangan Asemka Pasar Pagi Jakarta. Tepatnya pada Kamis, 24 Februari 2011, sekira pukul 13.30. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Siang itu, aku menyusul isteri ke Asemka, yang telah ke sana terlebih dahulu, untuk berbelanja kebutuhan toko. Di sana, aku menunggu di masjid, di bawah jembatan layang dan menyatu dengan keramaian pasar. Emperan masjid pun lantas menjadi tempat penungguan yang menyenangkan. Bagiku, masjid adalah tempat paling nyaman di kolong langit ini – kendati di masjid itu juga HP, uang, dan celanaku raib. Tapi toh masjid tetap menjadi pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di emperan masjid itu, sembari menanti kedatangan isteri yang tengah asyik berbelanja, aku duduk di samping seorang berkopyah hitam, bersandal jepit, dan berpakaian ala kadarnya. Di hadapannya tampak onggokan plastik hitam, berisi topi untuk diperdagangkan. Seperti lumrahnya orang yang belum saling kenal, kamipun diam tanpa bahasa. Aku juga menganggap ia laiknya ratusan orang yang berseliweran di sekitar masjid itu. Belum ada ketertarikan untuk mengajaknya ngobrol – ini mungkin kesombonganku yang harus dihilangkan. Akupun asyik dengan khayalanku. Entahlah ia.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama berselang, pria itu menjawil pahaku sembari menanya hajatku di sana, dengan ramahnya. Jawaban apa adanya pun meluncur dari mulutku. Perbincanganpun mulai mengalir, seiring mencairnya suasana kebekuan itu. Tema awalnya juga ngelantur ke segala arah. Ia, lelaki berputera satu asal Kuningan Jawa Barat itu, lantas menceritakan dirinya tinggal di Luar Batang. “Luar Batang?” tanyaku serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, Luar Batang adalah “tempat suci” sekaligus peziarahan bagi al-sawad al-a’dham – yang dalam Hadis Nabi Muhammad, berarti kelompok yang memiliki tradisi mayoritas, termasuk di dalamnya kelompok peziarah. Dan Luar Batang, markasnya para habib itu, adalah tempat favorit untuk obyek wisata spiritual. Wisatawan spiritual dari berbagai penjuru bumi hilir mudik ke sana, termasuk para habib, wali Allah, kiai, dan selainnya. Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan Jawa Tengah, Ketua JATMAN NU, pun konon rutin berwisata ke sana setiap minggunya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun lantas bertanya beberapa nama habib di sana, juga makam Mbah Priok yang beberapa waktu lalu hendak dibongkar untuk kepentingan ekonomi (duniawi), yang posisinya tak jauh dari Luar Batang. Dari situlah, perbincangan mengalir, laksana dua orang yang telah lama mengikat tali persahabatan. Inilah pintu masuk keakraban kami; spiritualitas memang tidak mengenal batas dan meniadakan sekat-sekat kecanggungan. Kesamaan sebagai hamba Allah-lah pemersatunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia, yang juga pengikut Tarikat Naqsabandiah-Qadiriah Abah Sukanta Pandeglang Banten sejak dua tahun silam itu, telah melanglang buana berziarah ke orang-orang suci, baik yang telah meninggal maupun yang masih hidup. Iapun bercerita panjang lebar perihal gurunya, Abah Sukanta, dengan keteguhan, keistiqamahan, dan terkadang khawariq al-adah-nya. Juga tentang Kiai Mufassir Ciomas, Abuya Syar’i – penghuni rumah mewah berwarna ungu – di Ciomas, Abah Fuad Pandeglang, dan sebagainya. Mimpinya bertemu Habib Luthfi juga diceritakan. “Saya ingin menjadi penumpang gerbong mereka,” katanya beralasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, kitab-kitab besar di dunia pesantrenpun disebutnya, termasuk Jimjim alias Jam’ al-Jawami’, dan bahkan kitab sufisme terkenal Qut al-Qulub karya Abu Thalib al-Makky. Ia pun terus berlanglang buana mencerita pengalaman dan hasrat spiritualnya yang tinggi. Sungguh, cerita bijaksana, yang menghilangkan dahaga jiwa, menyuburkan ketandusan dan kegersangan bumi spiritual setiap manusia. Mungkin terlalu banyak untuk dituliskan di lembaran ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, diantara hal penting yang diceritakannya, adalah soal pemberian hidayah Allah kepada hamba yang dikehendaki-Nya, yang tidak bisa diprediksi dan direncanakan oleh siapapun. Yang awalnya buruk, bisa menjadi saleh. Sebaliknya, yang awalnya saleh, bisa menjadi buruk baik di mata manusia maupun Allah. Ia lantas bercerita, sekaligus membandingkan pengalaman Musa Alaihissalam (AS) dan Samiri La’natullah ‘alaih (LA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut tuturannya, Musa kecil berada di bawah pengawasan dan pengajaran Fir’aun (Raja Mesir yang memproklamirkan dirinya sebagai ana rabbukum al-a’la, aku Tuhan kalian yang agung, dan simbol penentang ajaran Tuhan kala itu). Sebaliknya, Samiri berada di bawah pengawasan dan pengajaran Jibril ‘alaihissalam (“tangan kanan” Allah pembawa kebenaran sejati). Dalam perjalanan karirnya sebagai manusia, Musa lantas menjadi Rasulullah yang membawa syariat baru melalui Taurat dan mengajak manusia menyembah Allah, sedang Samiri menjadi nabi gadungan dan mengajak manusia menyembah al-‘ijla (patung sapi terbuat dari emas). Samiri, seperti diterangkan Tafsir Jalalain, konon berhasil mengajak 70 ribu orang menjadi pengikutnya – yang semuanya lantas membunuh diri sebagai ujud penebusan dosanya atas pengingkaran ajaran Musa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini menunjukkan, hidayah itu urusan Allah SWT semata. Siapapun tak bisa mencampurinya. Innaka la tahdi man ahbabta wa lakinna Allah yahdi man yasya’ (Sesungguhnya kamu [Muhammad], tidak dapat memberikan hidayah kepada orang yang kamu cintai, namun Allah memberikan hidayah kepada siapapun yang dikehendaki-Nya, Qs. al-Qashshash). Kita tidak bisa berbuat apapun untuk memberikan hidayah – dalam pengertian taufiq, bukan irsyad, karena itu semata hak prerogative Allah. Itu sebabnya, kisah Musa dan Samiri menunjukkan kebenaran hak Allah itu, yang berlaku terus sepanjang masa. Itulah rahasia besar Allah, bagi kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita lelaki bernama Toto ini lantas mengingatkanku pada alur kisah sinetron Pesantren &amp; Rock N’ Roll, yang ditayangkan salah satu televisi swasta. Dikisahkan, ada dua anak muda bernama Abdullah dan Ibrahim. Abdullah anak yang nakal, suka mencuri karena kebutuhan ekonominya, dan sebaliknya Ibrahim santri yang taat dan kelak menjadi menantu kiai. Pada ujung kisahnya, Abdullah yang pencuri itu menjadi Pengasuh Pesantren Darus-Salam dengan santri ribuan dan Ibrahim menjadi pejabat tinggi. Padahal, yang “kayak”nya akan menjadi kiai sejak kecil adalah Ibrahim dengan kesantriannya yang tulen, dan Abdullah sebaliknya, yang tampak badung ketika kecil malah menjadi kiai besar yang berwibawa. Itulah rahasia Allah, yang tak seorangpun kuasa menebaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang diisyaratkan Nabi Muhammad dalam Hadisnya; ada orang beramal saleh sepanjang hidupnya, sehingga seakann ia paling layak menghuni surga, namun suatu ketika, ia melakukan amalan ahli neraka dan iapun masuk neraka. Sebaliknya, ada orang beramal buruk sepanjang hidupnya, sehingga seakan ia paling layak masuk neraka, namun suatu ketika ia melakukan amalan ahli surga dan iapun masuk surga. Bayangan kita tentang keduanya, terbalik 180 derajat, karena takdir-Nya yang tak terprediksi.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, tak seharusnya kita mencap  seseorang “ini-itu” hanya dari perbuatannya yang tampak selintas, sementara kita tidak tahu apa yang kelak  akan terjadi. “Secara hakikat begitu,” ujar Pak Toto. Inilah kearifan yang saya dapati dari wong cilik di bilangan Pasar Pagi itu; kearifan yang sulit ditemukan padanannya, hatta dalam diri orang-orang yang secara dhahir menampakkan keislaman ketat atau bahkan kelompok berjubah sekalipun. “Semoga pertemuan kita jadi hikmah dan berkah. Amin!,” tulisnya dalam pesan singkat kepadaku. Wa Allah a’lam.[] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cikulur, 4 Maret 2011 &lt;br /&gt;Pukul 05.55 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-949143672482266963?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/949143672482266963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=949143672482266963&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/949143672482266963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/949143672482266963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/03/seri-kearifan-wong-cilik-7-antara-musa_04.html' title='Seri Kearifan Wong Cilik 7&lt;br&gt;ANTARA MUSA R.A. DAN SAMIRI L.A.'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-7200977632313935261</id><published>2011-02-16T12:08:00.001+07:00</published><updated>2011-02-16T12:08:52.605+07:00</updated><title type='text'>Peringatan Maulid Nabi SAW “SEMBELIH KEYAKINAN YANG SALAH”</title><content type='html'>Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Pondok Pesantren Qothrotul Falah, menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1432 H, Senin (14/2/2011) malam, di Majelis Qothrotul Falah, Jl. Sampay-Cileles Km. 5 Ds. Sumurbandung Kec. Cikulur Kab. Lebak Prop. Banten. Tampak hadir para santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah, baik putera maupun puteri, juga para guru. Aapun tema yang dipilih, adalah“Bentengi Diri, Teladani Nabi.” &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tema ini dipilih, menurut panitia, karena untuk meredam gejolak anak-anak muda sekarang yang menggandrungi Hari Valentine, sebagai simbol kasih sayang. Ini karena kebetulan, Peringatan Maulid Nabi jatuh bersamaan dengan (konon) hari kasih sayang itu. Sering kali efeknya, anak-anak lebih memilih merayakan valentine – yang simbol dunia itu – dengan meninggalkan perayaan maulid – yang simbol akhirat itu --. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Peringatan maulid ini diselenggarakan supaya kita bisa meneladani Muhammad sebagai contoh kehidupan, sehingga kita bisa membentengi diri dari hal-hal yang negatif akibat pengaruh-pengaruh pergaulan yang tidak benar. Inilah filosofi dari tema yang diambil,” ujar Ketua Panitia, Abdurrahman Domang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didaulat sebagai penceramah, KH. Asep Saifullah, M.Pd., dai muda asal Kota Rangkasbitung, yang juga dosen STAI La Tansa Mashiro dan STAI Wasilatul Falah Rangkasbitung. Dalam ceramahnya, yang sempat tertunda karena turunnya hujan lebat plus mati lampu, Pengasuh Ponpes Cisalam Lebak, itu bercerita perihal kelahiran hingga kematian Muhammad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang penting diteladani, diantaranya, adalah soal ajaran shalat. Kita sebagai umatnya, tidak boleh meninggalkan shalat. Orang yang meninggalkan shalat, itu lebih hina ketimbang babi,” ujarnya menerangkan pentingnya shalat bagi umat Islam. “Shalat juga akan mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar. Inilah diantara tanda ibadurrahman (hamba Allah yang sejati),” sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengulas ajaran agung Muhammad, Kang Asep – sapaan akrabnya – yang juga Sekretaris GP Anshor PCNU Kab. Lebak ini juga menyinggung fenomena Ahmadiyah. Menurutnya, pemahaman Ahmadiayah perihal kenabian Mirza Ghulam Ahmad, itu salah. “Tidak ada nabi lagi setelah Muhammad. Cuma kan orang Ahmadiyah memahami kata khatamul anbiya dalam al-Qur’an, bukan sebagai pemungkas para nabi, melainkan cincin para nabi. Sehingga menurut mereka, ada nabi Mirza setelah Muhammad. Ini pemahaman yang salah,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, Kang Asep menyayangkan terjadinya tragedi di Cikeusik Pandeglang Banten beberapa waktu lalu, yang menewaskan tiga pengikut Ahmadiyah. “Ahmadiyah itu salah dan memang harus “disembelih”. Tapi, yang disembelih keyakinannya yang salah, bukan orangnya. Kalau orangnya ya kasian,” katanya. Ketidaksetujuan, dengan demikian, tidak lantas menjadikan kita beringas dengan membunuh mereka yang tak sama.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kegiatan maulidan, Panitia PHBI juga menyelenggarakan beberapa perlombaan, semisal cerdas cermat antar kobong seputar kehidupan Nabi Muhammad, pembacaan shalawat dan sebagainya. Semua agenda ini, diniatkan untuk kian membangkitkan kecintaan santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah pada nabinya yang agung. Semoga! [nhm]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-7200977632313935261?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/7200977632313935261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=7200977632313935261&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7200977632313935261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7200977632313935261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/02/peringatan-maulid-nabi-saw-sembelih.html' title='Peringatan Maulid Nabi SAW&lt;br&gt; “SEMBELIH KEYAKINAN YANG SALAH”'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-390164120529702887</id><published>2011-02-16T11:15:00.001+07:00</published><updated>2011-02-16T11:18:25.759+07:00</updated><title type='text'>Seri Kearifan Wong Cilik 6ZAMAN SEKARANG KRISIS ETIKA</title><content type='html'>Oleh Nurul H. Maarif*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 1 Februari 2011 lalu, saya, isteri dan si kecil, silaturahim ke Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, di Jl. Kaliurang Km. 12, Sleman Jogjakarta. Perjalanan dari Lebak Banten, kami jalani pada 27 Januari 2011, menggunakan jasa kereta api, menuju Pekalongan. Dari Pekalongan itulah, kami melanjutkan perjalanan ke Sunan Pandanaran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kala itu, perjalanan menuju Kota Pendidikan kami tempuh menggunakan travel, yang tak biasanya kami lakukan. Sesuai transaksi via telpon, dengan agen travel di Pekalongan, kami diminta menunggu di Pasar Subah. Beberapa jam kami menunggu, sekira pukul 10.30 WIB, travel KIA Travello yang akan mengangkut kami ke propinsi kesultanan itupun tiba.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di lokasi penungguan kami, driver travel itu turun menghampiri kami dengan penuh keramahan. Jujur saja, bagi kami, ada kejanggalan yang kami lihat dari sosok driver yang satu ini. Tak seperti biasanya, dia mengenakan peci haji dan berjenggot panjang. Teroris? Ah, ini ngelantur. Teroris atau bukan, sama sekali tidak bisa dilihat dari cara berpakaiannya. Inilah, barangkali, pengaruh media, yang membombardir pemahaman pembacanya dengan asumsi; peci-jenggot panjang = teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Driver, yang berusia sekira 60 tahun asal Jetis Jogjakarta, ini sama sekali bukan teroris. Sebaliknya, dia pengecam aneka tindak kekerasan dan bahkan penyetuju kerukunan umat beragama. Obrolan demi obrolanpun berlangsung lancar sepanjang Pekalongan-Jogjakarta, yang ditempuh selama 6 jam, karena posisi duduk kami bersebelahan dengannya. Tema yang dominan saat itu, adalah akhlak. Maklum saja, driver ini ternyata santri sekaligus pengajar Estetika di sebuah pesantren tasawuf di Mojokerto Jawa Timur, sejak beberapa tahun silam sepeninggal isterinya. Sumber materinya tak lain  pengalaman hidupnya bergaul dan bersentuhan dengan banyak orang.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Driver yang pernah menjadi pegawai Menparpostel sebelum dibubarkan Presiden RI ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ini tak dinyana ternyata juga pengamal tarekat Naqsabandiyah, di bawah bimbingan Musryid KH. Abdul Jalil Mustaqim – beliau belajar pada murid Kiai Abdul Jalil, tidak langsung kepada yang bersangkutan. Beliau juga rutin mengikuti haul (peringatan setahun meninggal) nya Kiai Abdul Jalil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mantan asisten menteri Job Ave ini, ajaran tasawuf alias spiritualitas atau lebih luasnya estetika itulah yang penting dikedepankan. Beliau lantas mengritik kebanyakan anak muda di negeri ini yang tidak lagi mengindahkan estetika. Misalnya, cara mereka berkomunikasi dengan yang lebih tua, sudah tidak ada lagi anggah-ungguh (sopan santun). Kromo inggil, dalam istilah Jawa, sudah tidak lagi dipentingkan. Orang tua disamakan dengan sebayanya, sehingga jarak keengganan menjadi hilang. Ini baru satu dari sekian banyak tanda krisis moral itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Rasulullah SAW jauh-jauh hari telah mengingatkan: bukan golongan kami orang yang tidak menyayangi yang lebih muda dan tidak memahami kemuliaan yang lebih tua. Ini garis anggah-ungguh pergaulan antara yang muda dengan yang tua, yang sudah dicanangkan sejak zaman dini dan kini mulai pudar ditelan kemodernan zaman. Anggah-ungguh mungkin saja dinilai telah ketinggalan zaman dan menggambarkan kehidupan masyarakat primitif. Ini, tentu saja, anggapan yang tidak tepat, karena anggah-ungguh itu cerminan karakter manusia yang sesungguhnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan dengan Pak Haji yang terus istiqamah berdzikir sembari mengendalikan kendaraannya, ini masih terus berlanjut. Beliau lantas berbicara perihal dzikir kepada Allah SWT. Menurut pria empat putera dan kakek lima anak ini, dzikir tidak mesti menggunakan perangkat semisal tasbih, pelafalan, dan material sejenisnya. “Dengan ngobrol-pun kita tetap berdzikir, karena dzikir itu tempatnya di hati,” katanya. Inilah yang menjadikan hati sejuk. Bukankah dengan berdzikir pada Allah, maka tathmainnu al-qulub (hati menjadi damai)? Inilah pesan al-Qur’an, yang kembali diingatkan olehnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah asyiknya ngobrol, perjalanan kami yang melewati jalur alternatif ini ternyata telah sampai Ngadirejo Magelang, sekira pukul 13.00. Perjalanan kami terhenti di Rumah Makan Niki, untuk sekedar mengganjal perut yang mulai keroncongan. Ini sebentuk kerjasama antara pihak travel dengan rumah makan, dengan kompensasi tertentu bagi driver. Di tempat yang asri ini, ada kolam ikan, beberapa kelinci, kami shalat dhuhur berjamaah. Pengamal tarekat itu menjadi imam bagi kami. Ini pengalaman yang jarang; karena biasanya antara driver dan penumpangnya ya masing-masing saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai menjalankan kewajiban kedua sebagai pemeluk Islam, perjalanan dilanjutkan diiringi langit yang kian mendung. Hujanpun sesekali turun tidak teratur. Terus berjalan, kamipun tiba di Kali Putih Muntilan Magelang, jalur utama lahar dingin Merapi. Tepat di atas jembatan Kali Putih, hujan turun sangat lebat. Ditambah kondisi lalu lintas yang macet, akibat material Merapi yang menumpuk di kanan kiri jalan, suasana menjadi kian mencekam, karena lahar dingin itu sewaktu-waktu bisa datang mengancam. Lahar ini konon baru akan habis dalam rentang waktu sepuluh tahunan. Kepasrahanpun menjadi kunci ketenangan kala itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, kami hanya mendengar informasi Merapi dan sejuta ancamannya itu dari media, baik televisi maupun koran. Tapi hari itu, kami langsung melihatnya di lokasi. Pasir dengan ketinggian dua meteran tampak di sekitar Kali Putih. Pasar, rumah, gedung-gedung lainnya hancur diterjang pasir dan bebatuan besar. Tak sedikit yang juga tertimbun pasir. Aktivitas perekonomian lumpuh, kecuali beberapa pekerja dadakan jasa pengangkutan pasir. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Inilah setitik pertunjukan kekuasaan Tuhan – yang mengandung dualisme makna, berkah sekaligus musibah – bagi umat ini. Satu gunung yang bergeliat saja, ribuan, bahkan ratusan ribu orang panik dan ketakutan. Kejiwaan anak-anak terganggu. Ratusan bahkan meninggal dunia. Ribuan sapi tewas. Kerugian material lebih dari Rp. 5 triliun. Pembenahan atau rehabilitasipun, baik pada aspek fisik maupun psikis, menelan dana besar dan waktu panjang. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kami lantas tersadarkan pada ayat idza waqa’at al-waqiah (ketika kiamat datang). Bukan satu gunung, tapi ribuan gunung berguncang. Lautan meluap. Kekacauan terjadi di mana-mana. Ketakutan melanda siapa saja, hatta ibu hamil tidak sadar melahirkan janinnya. Inilah kehancuran yang menjadi penanda berakhirnya kisah perjalanan dunia ini. Na’udzu billah min dzalik. Setelahnya, seluruh manusia dimintai pertanggungjawaban atas amalnya di dunia ini. Yang lulus, mendapat reward dan yang gagal meraih punishment. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khayalan kami pada situasi masa depan itu, harus kami hentikan, karena perjalanan telah kian mendekati tujuan. Sekira pukul 16.00, kendaraan kami sampai di lokasi, dan kami penumpang pertama yang dihantar ke tujuan. Barang-barang bawaan lantas kami turunkan, sembari tak lupa menyalami driver yang senantiasa pasrah pada-Nya ini, sebagai penanda pamitan. Tak lupa, kami menanyatakan nama beliau untuk kian mengakrabkan. “Saya Widi,” jawabnya sembari melanjutkan tugas mulianya itu.[]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lebak, 14 Februari 2011&lt;br /&gt;Pukul 05.59&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-390164120529702887?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/390164120529702887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=390164120529702887&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/390164120529702887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/390164120529702887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/02/seri-kearifan-wong-cilik-6-zaman.html' title='Seri Kearifan Wong Cilik 6&lt;br&gt;ZAMAN SEKARANG KRISIS ETIKA'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-498045874524438132</id><published>2011-02-16T11:10:00.002+07:00</published><updated>2011-02-16T11:15:13.112+07:00</updated><title type='text'>AJAKAN DAMAI MUHAMMAD UNTUK MUSAILAMAH</title><content type='html'>Oleh Nurul H. Maarif*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERNYATAAN Imam al-Khattabi, beberapa abad silam, terbukti ketepatannya; perbedaan keyakinan, itu bahaya dan rentan konflik. Inilah yang terjadi di Cikeusik Pandeglang beberapa waktu lalu; tragedi berdarah yang menewaskan tiga pengikut Ahmadiyah, karena alasan keyakinan – terlepas ada tidaknya “something” non keyakinan di baliknya yang turut menjadi bumbu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, apa sesungguhnya yang tengah dan bahkan terus terjadi pada bangsa ini. Kekerasan menjadi tren untuk menyikapi perbedaan. Jalan dialog seakan tiada lagi makna. Padahal, al-Qur’an memberi tiga langkah kreatif untuk menyeru pada jalan Allah SWT; melalui kebijaksanaan (bi al-hikmah), nasihat positif (wa al-mau’idhah al-hasanah) dan dialog elegan (wa jadilhum bi allati hiya ahsan) (al-Nahl; 125).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada anjuran, apalagi perintah penyelenggaraan kekerasan – lebih-lebih melalui jalan pembantaian keji – untuk menuju kebaikan. Dalam al-Qur’an disebutkan, kekerasan hanya tepat ditimpakan pada pelaku kekerasan pula, dengan catatan wa la ta’tadu (tidak melampaui batasan). (al-Baqarah; 190). Kondisi ini biasanya terjadi dan dibenarkan dalam situasi peperangan dan tidak di luarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kerahmatan Islam. Dan itulah teladan Rasul. Lihat saja misalnya, bagaimana Muhammad SAW mereaksi Musailamah bin Habib al-Kadzdzab, pria keturunan Bani Hanifah di Yamamah, yang mendakwahkan dirinya sebagai nabi! Apakah beliau lantas membantainya secara beringas – seperti dilakukan sekelompok orang yang mengaku muslim di Cikeusik?    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kemuliaan dan keagungan beliau tidak menghendaki kekerasan ditimpakan pada Musailamah maupun pengikutnya. Kepada seorang pengikut setianya, beliau berkata: “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Demi Allah, kalau tidak karena kerasulanku, sudah aku pukul dagumu&lt;/span&gt;.” (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tarikh al-Thabari&lt;/span&gt;, juz II, h. 199). Secara pribadi, sangat mungkin beliau marah dan geram. Namun sebagai rasul, yang mengemban misi damai bagi alam, kemarahan dan kegeraman yang berpotensi kekerasan itu diredamnya. Geram tanpa memukul dan marah tanpa membantai. Inilah ajarannya yang adiluhung  – hatta kepada Fira’un yang nyata kekafirannya sekalipun, Musa dan Harun dititah bertutur kata dengan lemah lembut (Thaha: 43-44) –.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Musailamah sendiri, yang secara intelektual disokong mantan sahabat nabi Nahar al-Rajjal, Muhammad hanya berkirim surat. Isinya: “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dari Muhammad Rasulullah untuk Musailamah al-Kadzdzab. Semoga keselamatan bagi orang yang mau menerima petunjuk Allah, amma ba’du. Bumi ini milik Allah yang diperuntukkan bagi hamba-Nya yang bertakwa.&lt;/span&gt;” Hanya itu, tanpa intimidasi, kekerasan, apalagi pembantaian secara keji. Inilah reaksi damai Nabi asli pada nabi palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang lantas diikuti para sahabatnya. Kendati geram dan marah, mereka tidak lantas main hakim sendiri atau membuat gerakan-gerakan di luar komando Muhammad. Ini berbeda dengan (sekelompok) umat Islam di negeri ini, yang gemar melangkah di luar jalur komando nabinya. Efeknya, tentu saja, menegatifkan citra Islam sebagai agama damai dan rahmat semesta. Kita sendiri, yang akhirnya dirugikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, untuk merespon Ahmadiyah, langkah apa yang sebaiknya dilakukan? Ada beberapa langkah yang penting dijalankan; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pertama&lt;/span&gt;, dialog dan musyawarah secara tuntas, dengan melibatkan semua elemen, tanpa kebencian dan prasangka negatif. Muhammad, adalah katsir al-musyawarah (orang yang banyak berdialog) atas persoalan apapun, termasuk dengan mereka yang menentangnya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tafsir Jalalain&lt;/span&gt;, juz I, h. 64). Dari sinilah akan muncul kesepahaman dan kemufakatan, dengan penuh kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;,  andaipun kita tidak sepakat dengan Ahmadiyah, karena beberapa doktrinnya dinilai menyalahi mainstream, maka tunjukkanlah kekeliruannya dan sebarkan kepada masyarakat seluas-luasnya, tanpa unsur provokatif tentunya. Biarkan mereka menilai dan memilih mana yang harus diikuti. Inilah yang dinyatakan seorang sahabat Nabi, pamanda al-Ahnaf bin Qais, usai berdialog dengan Musailamah: “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dia tidak boleh diikuti penduduk. Dia lelaki pendusta yang munafik&lt;/span&gt;.” Ia hanya menghimbau umat untuk tidak menuruti keliruannya, tanpa mengiringinya dengan tindak kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, pandanglah mereka sebagai sesama keluarga Allah (‘iyal Allah) (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Risalah al-Mu’awanah&lt;/span&gt;, h. 3), yang tidak boleh disakiti secara fisik dan psikologis. Dengan cara pandang ini, kita akan melihat mereka penuh kasih sayang. Jika kita menilai mereka salah, justeru tugas kitalah merangkul mereka dengan senyuman menuju kebenaran yang kita dakwahkan. Sebab, keramahan memunculkan simpati dan kekerasan melahirkan antipati. Inilah kekuatan sejati ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seumpana langkah-langkah ini tidak mempan, serahkan urusan dan akibatnya pada Allah SWT, lalu tinggalkanlah mereka secara teologis. Dan, tugas kita berdakwah telah selesai. Toh, Muhammad tidak lantas membantai Musailamah al-Kadzdzab karena keingkarannya, bukan? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wa Allah a’lam.&lt;/span&gt;[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebak, 10 Februari 2011&lt;br /&gt;Pengajar Ponpes Qothrotul Falah Cikulur Lebak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-498045874524438132?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/498045874524438132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=498045874524438132&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/498045874524438132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/498045874524438132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/02/ajakan-damai-muhammad-untuk-musailamah.html' title='AJAKAN DAMAI MUHAMMAD UNTUK MUSAILAMAH'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-4688743477418486311</id><published>2011-02-09T10:40:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T11:12:11.274+07:00</updated><title type='text'>KINI SMA QF TERAKREDITASI B</title><content type='html'>Puji syukur kepada Allah SWT, kini Sekolah Menengah Atas (SMA) Qothrotul Falah telah mendapatkan peringkat akreditasi B, sesuai Piagam Badan Akreditasi Propinsi (BAP) Banten No. 28.00.SMA/MA.0013.10. Tentu saja, hal ini membahagiakan sekaligus menjadi tantangan bagi SMA swasta yang beralamat di Jl. Sampay-Cileles Km. 5 Ds. Sumurbanding Kec. Cikulur Kab. Lebak ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Ini tantangan bagi SMA-QF untuk lebih baik ke depan. Untuk saat ini, peringkat ini cukup bagi kita. Tapi ke depan, tak ada alasan lain kecuali lebih baik lagi dalam segala hal. Tentunya, ini butuh kerja keras dan dukungan dari semua eleman sekolah,” ujar Wakasek Kurikulum, Drs. Rakhmat Arif Ibrahim, yang rela bercapek-capek menyiapkan segala sesuatunya untuk proses akreditasi tahun 2010 silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Pak Rakhmat, hasil apapun yang diraih, tak lain berkat kerja keras semuanya. Ini bukti, jika telah terjadi perubahan di lingkungan SMA QF, kendati belum seberapa dan masih sangat minimal. “KBM harus terus ditingkatkan dan dimaksimalkan tentunya. Lab komputer, perpustakaan, sarana lain yang sudah ada perlu dimaksimalkan program-programnya. Sedang sarana yang belum ada, semoga bisa diadakan di kemudian hari,” harapannya. “Insya Allah, kita akan lebih baik lagi,” sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar kata Pak Rakhmat. Kendati SMA-QF mengalami setitik peningkatan di satu sisi, tetap saja masih memiliki banyak kekurangan di sisi lainnya. Inilah tugas mulia para pengelola ke depan, untuk menambal dan memperbaiki kekurangan yang ada. “Ini bisa dilakukan asalkan kita bekerja sama secara baik, dari semua unsurnya, baik pengelola, guru maupun siswa-siswinya,” ujar Tanto Haryanto S.Si., salah satu anggota panitia akreditasi SMA-QF. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai ketentuan yang ada, akreditasi ini berlaku selama lima tahun ke depan, tepatnya pada 2015. Dengan demikian, ada rentang waktu kerja lima tahun untuk menyiapkan SMA QF menjadi lebih baik lagi, sehingga diharapkan kelak bisa meraih predikat akreditasi A. Siapapun pemimpin dan pengelolanya, dengan semangat kerja yang tinggi dan penuh kebersamaan plus amanah, predikat A tidak mustahil diraih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja, raihan apapun, akan selalu memicu dan memacu lembaga ke arah yang lebih baik, sehingga niatan menciptakan kader-kader yang berintegritas tinggi dan memiliki kemampuan intelektual baik bisa terwujudkan. Kenapa tidak? [nhm]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-4688743477418486311?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/4688743477418486311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=4688743477418486311&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4688743477418486311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4688743477418486311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/02/kini-sma-qf-terakreditasi-b.html' title='KINI SMA QF TERAKREDITASI B'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-8150875373280759327</id><published>2011-01-21T15:23:00.000+07:00</published><updated>2011-01-21T15:24:10.615+07:00</updated><title type='text'>NONTON BARENG SANG PEMIMPI</title><content type='html'>Bioskop Qi Falah menyelenggarakan nonton bareng (nobar) Sang Pemimpi, Jum'at (21/1/2011) di Pondok Baca Qi Falah Jl. Sampay-Cileles Km. 5 Ds. Sumurbandung Kec. Cikulur Kab. Lebak. Para santri, baik putera maupun puteri tampak antusias menyaksikan film layar lebar yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Filmnya menarik dan membuat kita tergugah untuk menjadi yang terbaik. Tak ada yang mustahil kita raih dan semua berawal dari hayalan-halayan," ujar Sifa Rahmawati, santri kelas X SMA Qothrotul Falah asal Tenjo yang menyaksikan pemutaran film itu. "Itu sebabnya, kita tak boleh berhenti berhayal," sambung Komariah, teman sekelas Sifa, asal Muncang Kopong Cikulur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pihak Pondok Baca Qi Falah, Ahmad Turmudzi, film ini sengaja diputar untuk merangsang semangat para santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah untuk kian bersemangat meraih cita-citanya. "Ini untuk memberikan dan menyuntikkan motivasi tambahan bagi para santri. Membaca saja tidak cukup, namun harus dibarengi penimbaan pada pengalaman orang lain, termasuk film yang positif," ujar mahasiswa PTAI di Lebak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menunjang kegiatan ini, yang senantiasa diselenggarakan berkala, pihak pengelola Pondok Baca Qi Falah menggunakan media infokus dan laptop. Tampilan filmpun seperti di bioskop sungguhan. "Ini memang agenda rutin Pondok Baca Qi Falah. Ya, selain memompa semangat santri, juga untuk media refreshing," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat antusiasme penonton, Ustadz Ahmad Turmudzi tampak sumringah. "Inilah yang diharapkan. Sehingga, agenda nonton bareng ini benar-benar bisa membawa manfaat buat para santri. Tentu saja hanya film-film yang berkualitas, yang akan kami tampilkan, bukan film ecek-ecek," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke Ustadz, semoga kegiatan ini kian sukses dan ramai saja. Semoga juga, harapannya memompa semangat santri kian terwujudkan. Kita semua mendukung usahamu. [nhm]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-8150875373280759327?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/8150875373280759327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=8150875373280759327&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8150875373280759327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/8150875373280759327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/01/nonton-bareng-sang-pemimpi.html' title='NONTON BARENG SANG PEMIMPI'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-6927085440457415202</id><published>2011-01-14T15:00:00.002+07:00</published><updated>2011-01-14T15:05:10.812+07:00</updated><title type='text'>Seri Kearifan Wong CilikDELAPAN TAHUN HANYA DAPAT BISMILLAH</title><content type='html'>Oleh Nurul H. Maarif*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampangnya (mohon maaf) lusuh. Ngerokoknya kuat. Tampilan dan pakaian, sekenanya. Malahan hari itu, Senin (8/11/2010) pria asal Tanjung Priok berusia 30-an tahun ini, tak mengenakan sehelai bajupun. Celana pendeknya tampak robek. Tampilan fisik yang apa adanya ini, tidak menggambarkan “suasana batin”nya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, seperti biasanya, aku berangkat menuju UIN Jakarta, dari Lebak Banten sekira pukul 09.00, untuk menunaikan tugas studi. Pukul 12.30 aku nyampai di kontrakan kawan, pejabat di STAI Wiralodra Inderamayu. Di sana, aku bertemu seorang tak berbaju dan bercelana robek itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita bertemu karena al-Qur’an. Dan aku tahu seminggu sebelumnya, kamu akan ke sini,” katanya spontan, tanpa aku memahami maksudnya. Akupun berfikir keras (hanya) untuk mengetahui makna ucapan pria yang pernah menghafal al-Qur’an di pesantren Kiai Arwani Kudus, ini. Ragam tafsir muncul darinya. Mungkin saja, maksudnya, karena dia mencintai al-Qur’an dan akupun demikian. Kecintaan inilah yang mempertemukan kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, ke manapun pergi, biasanya aku membawa al-Qur’an kecil terbitan Dar al-Rasyid Beirut. Di kanan kiri lembarannya, tertera tafsir singkat dan di bawahnya tercantum sabab al-nuzul tulisan Jalaluddin al-Suyuti (w. 911 H). Sesekali aku membacanya di stasiun kereta, usai menunaikan shalat. Tak ada motivasi apapun, selain ingin selalu dekat dengannya. Tapi, entahlah! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan ringan hingga serius lantas mengalir, bak banjir bandang karena illegal logging. Keakraban ini seperti dua shahabat lama. Padahal baru sekali aku bertemunya. Kuakui, aku bisa langsung akrab dengan orang yang baru kukenal. Sebaliknya, bisa nggak akrap dengan orang yang telah bertahun-tahun kukenal. Ini soal kecocokan batin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu, materi yang diobrolkan lumayan padat, ibarat perkuliahan sekian SKS. Mahasiswa UIN Jakarta dan pernah nyantri di Tebuireng Jombang inipun bercerita pengalaman studi dan spiritualnya. Misalnya, perkuliahannya yang telah memasuki tahun kedelapan. Baginya, kuliah bukanlah tujuan. Dia hanya menjalani ketetapan Allah SWT atas dirinya. Berapapun masa kuliahnya, itu terserah pada-Nya. “Saya yakin, pada saatnya kuliah akan selesai,” katanya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginya, tak ada pelajaran apapun yang didapat selama rentang waktu kualiahnya. “Delapan tahun kuliah, saya hanya dapat bismillah,” ujar cowok yang mengaku pernah meninggal dunia ini. Lagi-lagi, aku kesulitan memahami ungkapannya ini. Ragam tafsir bermunculan dalam benakku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi, maksudnya (ini semata pemaknaan nisbi dari seorang “pemaham”), karena seluruh ilmu Allah SWT terkumpul dalam bismillah; dalam pengertian teks, ucapan dan maknanya. Ilmu yang ada, (seharusnya) diniatkan untuk bismillah, semata untuk mengabdi-Nya. Caranya, dengan terus menyebut asma-Nya dalam lisan, hati dan perbuatan, sepanjang hayat ini. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Dalam kitab tafsir acap dinyatakan, seluruh ilmu al-Qur’an yang tak akan habis ditulis dengan lautan tinta (Qs. al-Kahf: 109), itu terkumpul dalam al-Fatihah. Ilmu al-Fatihah terkumpul dalam bismillahirrahmanirrahim. Ilmu bismillahirrahmanirrahim terkumpul dalam bismillah. Ilmu bismillah terkumpul dalam huruf ba’. Ilmu ba’ terkumpul dalam “titik”. Apapun yang ada di dunia ini, hanyalah penjabaran dari “titik” huruf ba’ itu. Itulah “titik” ilahiah. Apakah ini maksudnya? Entahlah! Bagiku, apapun maknanya, ucapan itu mengguratkan nilai spiritualitas mendalam: kepasrahan dan pengabdian tulus pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okelah, kita (pura-pura) lupakan pernyataannya itu, sembari terus menghayalkan apa maksudnya. Namun, keluar dari satu pernyataannya yang sulit terpahami, aku masuk ke pernyataan lainnya yang juga tak mudah dimengerti. Ibarat selamat dari mulut harimau, lalu masuk mulut buaya. “Alfiah karya Ibn Malik itu intinya satu, yaitu lafal qala,” ujarnya. Apa lagi maksudnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Alfiah yang sakral di kalangan santri, berisi ribuan bait syair gramatika Bahasa Arab itu, baginya tak lebih berisi qala (berkata, perkataan Ibn Malik). Yang ada dan diulas di dalamnya, hanya tentang qala, yang dalam istilah al-Ajrumiyah disebut al-kalam. al-Qur’an, Hadis, teks Arab lainnya, tak lebih perkataan saja, dengan kesakralan yang berbeda-beda. Ilmu nahwu, dengan segala bentuknya, semata menguliti seluk-beluk al-kalam ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi entahlah, apa sesungguhnya yang dimaksud, dan akupun tak bertanya lebih. Yang jelas, setiap karya, baginya ada kunci pembukanya. Kunci al-Qur’an itu bismillah, kunci Alfiah itu qala, dan seterusnya. Inilah yang dalam bahasanya disebut pusaka dan setiap pembaca karya, idealnya mengkriya pusaka bagi dirinya, sehingga ia mampu menyibak makna yang tersirat.   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Diapun, entahlah kebenarannya,  lantas bercerita pertemuannya dengan Nabi Muhammad, Nabi Khidir, Sunan Ampel, termasuk Sunan Kalijaga, yang konon memberinya wayang kulit. Sesuai amanat, wayang ini diberikan pada seorang dekan di UIN Jakarta. Pemberian ini dimaknai, perkuliahannya akan segera kelar, yang ditandai penandatanganan ijazah oleh sang dekan. Benar saja, tahun ini dia menyelesaikan tugas formalnya di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang juga mengagetkan, dia bercerita pertemuan spiritualnya dengan Fir’aun, Raja Mesir pada zaman Nabi Musa dan Nabi Harun, di kerajaannya. Menurutnya, Fir’aun sesungguhnya memiliki sebuah kitab suci, yang dijaga para jin. Sulit menembus penjagaan, apalagi membuka kitab suci itu. Namun, atas bantuan Nabi Khidir, ia berhasil membukanya. “Di dalamnya ada keterangan tentang Muhammad, namun disembunyikan,” jelasnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita dan pengalamannya, bisa benar dan bisa sebaliknya. Memang benar, informasi kedatangan Muhammad terdapat dalam kitab terdahulu; Zabur, Taurat, Injil, dan lembaran lainnya. Dan, semua itu kini banyak disembunyikan, barangkali saja termasuk oleh penguasa Sungai Nil itu. Jika apa yang disampaikan pria di hadapanku ini benar, maka sungguh benarlah Allah SWT dan benarlah Muhammad SAW. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada lagi yang diceritakannya, tentang syajarah al-khuld (buah keabadian), yang “menyebabkan” Adam dan Hawa diturunkan ke dunia fana ini. Menurutnya, entah informasi ini didapat dari mana, pohon ini adalah sebaik-sebaik penciptaan Allah SWT di surga. Adampun, dan seluruh makhluk yang ada di sana waktu itu, tahu hal ini. Sebab itu, Adampun sudah ingin mencicipinya, jauh sebelum “tergoda” rayuan gombal Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya bagiku, kenapa pohon itu dinilai sebaik-baik ciptaan Allah di surga? “Inilah bahan penciptaan Nabi Khidir,” terangnya, yang membuatku kaget. Sepengetahuanku, selain Muhammad SAW yang dicipta dari cahaya (sebagai simbol rahmatan lil ‘alamin), manusia diciptakan dari tanah (min thin, sebagai simbol kehinaan) sebagaimana nenek moyangnya. Apa Khidir lain dan ciptaan khusus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khidir adalah simbol spiritual. Hidupnya menyatu dengan-Nya. Siapapun yang ditemuinya, dalam tradisi sufisme, lantas diyakini akan mengalami kenaikan spiritual menuju-Nya. Barangkali saja, inilah simbol pohon, yang terus naik dan naik menuju puncaknya. Darinyalah Khidir diciptakan. Wa Allah a’lam.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Itulah, sekilas cerita lelaki bernama Muhammad Yusuf al-Kaff. Sejatinya masih banyak hal lain yang tak kalah menarik, yang muncul pada pertemuan pertamaku itu. Akupun berharap menggali lagi informasi langitnya. Tapi, setelah itu aku belum berhasil menemuinya. “Pertemuan kita ada yang ngatur. Nggak tahu kapan ketemu lagi,” katanya waktu itu. Aku memahaminya.[] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cikulur, 8 Desember 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-6927085440457415202?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/6927085440457415202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=6927085440457415202&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6927085440457415202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/6927085440457415202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/01/seri-kearifan-wong-cilik-delapan-tahun.html' title='Seri Kearifan Wong Cilik&lt;br&gt;DELAPAN TAHUN HANYA DAPAT BISMILLAH'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-7872714102392415113</id><published>2011-01-14T14:58:00.001+07:00</published><updated>2011-01-16T09:29:45.177+07:00</updated><title type='text'>PEMERIKSAAN KESEHATAN SANTRI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8KeZ4TsAo9M/TTJYAXgohEI/AAAAAAAAAeM/xOSSqiKPQFQ/s1600/Foto00171.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 190px; height: 142px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8KeZ4TsAo9M/TTJYAXgohEI/AAAAAAAAAeM/xOSSqiKPQFQ/s200/Foto00171.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562605253090116674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bekerjasama dengan Puskesmas Cikulur, melalui program JPKM, Pondok Pesantren Qothrotul Falah menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan seluruh santri, selama dua hari, Rabu dan Jum’at (12 dan 14/1/2011), bertempat di Ruang Palang Merah Remaja (PMR) SMA Qothrotul Falah. Kegiatan ini merupakan satu dari beberapa paket kerjasama yang telah disepakati kedua belah pihak, semenjak tahun 2010 silam.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari pihak pesantren, tampak hadir Ustadzah Dede Sa’adah (Ketua Kerjasama Pesantren dengan Puskesmas), Ustadzah Mulyanis (Pembina PMR-QF) dan beberapa ustadz maupun ustadzah. Sedangkan dari pihak Puskesmas, sebagai pihak pemeriksa kesehatan, tampak hadir Ibu Yuyun, Ibu Retno Wisanti, dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kegiatan kali ini, diantara materi pemeriksaan yang dilakukan, adalah pengecekan tekanan darah, pelayanan keluhan-keluhan santri, diagnosa penyakit-penyakit ringan, dan lainnya. “Mudah-mudahan kegiatan ini bisa meningkatkan motivasi kesehatan santri, sehingga mereka menjadi anak-anak yang sehat dan semangat belajar,” ujar Ustadzah Dede Saadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa diungkapkan Ustadzah Mulyanis, yang tampak telaten mendampingi proses pemeriksaan ratusan santri putera puteri itu. “Selama ini kan pesantren dikesankan tidak bersih atau bahkan jorok. Tentu saja kesan ini tidak tepat sepenuhnya. Melalui kerja sama di bidang kesehatan dengan Puskesmas ini, pesantren ingin berupaya menghilangkan kesan itu. Pesantren sejatinya sangat peduli pada kesehatan santri. Kegiatan ini buktinya,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kegiatan ini juga kian menyadarkan kita semua, khususnya para santri, betapa pentingnya kesehatan. Belajar serius tanpa diiringi kondisi yang fit dan sehat, maka hasilnya tidak akan maksimal, karena seluruh alat-alat pembelajaran dalam tubuh kita tidak akan bekerja maksimal. Namun diakui, dalam hal ini kita harus melakukan peningkatan terus-menerus,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ustadzah Mulyanis, kegiatan check up umum ini insya Allah akan dilakukan secara berkala, minimal enam bulan sekali atau setahun dua kali. Dikatakannya juga, selain pemeriksaan umum ini, bentuk kerja sama yang diselenggarakan adalah rawat jalan bagi santri yang terkena penyakit ringan, pemeriksaan darah dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjalani pemeriksaan ini, para santri tampak antusias. Mereka ramai berduyun-duyun mengantri di ruang pemeriksaan. Toni misalnya, santri kelas XI IPS asal Cileles Lebak, memeriksakan keluhan di kakinya. “Saya tanya ke dokter perihal keluhan di kaki saya bagian belakang. Oleh mereka diberi penjalasan yang membuat kita kian tahu pentingnya menjaga kesehatan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau bisa kegiatan ini sering dijalankan, biar kita bisa menjaga kesehatan benar-benar. Apalagi kita tidak dipungut biaya mahal, berbeda jika harus check up di tempat-tempat umum lainnya. Semoga juga, kerjasama di bidang kesehatan lainnya bisa ditingkatkan,” imbuhnya. [nhm]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-7872714102392415113?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/7872714102392415113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=7872714102392415113&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7872714102392415113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/7872714102392415113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/01/pemeriksaan-kesehatan-santri.html' title='PEMERIKSAAN KESEHATAN SANTRI'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8KeZ4TsAo9M/TTJYAXgohEI/AAAAAAAAAeM/xOSSqiKPQFQ/s72-c/Foto00171.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-4299734941433704798</id><published>2011-01-14T14:56:00.000+07:00</published><updated>2011-01-14T14:57:40.816+07:00</updated><title type='text'>Kemah Akbar 2010 Kegiatan Out Bond Jadi Menu Favorit</title><content type='html'>Selama tiga hari, Jum’at-Ahad (31 Desember 2010-2 Januari 2011), santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak menyelenggarakan Kemah Akbar di Bumi Perkemahan (Buper) Pasir Kopo Cibuah Lebak Banten. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap akhir tahun, sebagai agenda penutup tahun dan penanda datangnya tahun baru.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kemah Akbar kali ini, bahkan diselenggarakan bertepatan dengan malam tahun baru Masehi 2011. Ini membuat suasana Buper kian ramai dan gempita, apalagi diiringi bunyu-bunyian terompet penanda pergantian tahun oleh masyarakat sekitar. “Kemah kali ini ramai sekali. Pas malam tahun baru, semua tidak tidur dan ramai-ramai meniup terompet,” kata Dimyati, Bantara baru SMA Qothrotul Falah yang turut pada kegiatan itu, dibenarkan rekan-rekan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendampingi mereka, tampak hadir dewan guru Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Semisal Ustadz Ahmad Amrullah, Pak Nurhasan, dan Pak Herdiana, yang tidak pernah alfa pada setiap kegiatannya. Tampak juga Pak Tanto Haryanto (Kepala MTs Qothrotul Falah), Ustadz Agus Faiz Awaludin, Ustadz Udong Khudori, Bu Nur Jannah, Ustadz Ahmad Turmudzi, dan masih banyak lagi. Bahkan para senior yang sekarang sibuk di luar pesantren seperti Drs. H. Suparto (pengawas Diknas Lebak), Drs. Puspito (Waka Kurikulum SMAN 1 Warunggunung) dan Ade Bujhaerimi, S.Pd.I. (anggota KTP Lebak), juga tampak menyambangi Buper.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kegiatan malam tahun baruan itu, Kemah Akbar juga diisi kegiatan lainnya, semisal perlombaan kecerdasan, ketangkasan, juga tausiah oleh guru-guru Pondok Pesantren Qothrotul Falah, baik tausiah keagamaan maupun tausiah lingkungan alias kealaman. Sedangkan lomba-lomba yang diselenggarakan, antara lain, lomba pentas seni, cerdas cermat, tiup balon, tebak-tebakan, dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara kegiatan Kemah Akbar yang menjadi menu favorit para peserta adalah out bond, terutama playing fox (terbang di atas kawat dari ketinggian) yang diarsiteki Ustadz Amru dan Mang Dobler. “Tujuan kegiatan ini untuk membangkitkan nyali atau keberanian anak-anak. Sehingga diharapkan, mereka sebagai pramuka tidak kecut melihat tantangan yang ada di depannya. Dan al-hamdulillah, semuanya berani dan bahkan senang menjalaninya,” ujar Ustadz Amrullah yang juga Pembina ini senang, kendati raut mukanya menampakkan kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya santri-santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah yang menjajal adrenalinnya, melainkan juga siswa-siswi bantara SMAN 1 Cikulur. Dikomandani Pak Tanto, mereka diboyong ramai-ramai untuk mencoba nikmatnya terbang melintasi kawat dari ketinggian. Rata-rata responnya positif dan semua menampakkan kegembiraan, kendati saat itu suasana hujan menjadikan pakaian mereka belepotan lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Asyik dan menyenangkan. Sayang cuma sekali. Padahal masih pingin lagi lho. Tapi kan harus bergantian dengan ratusan peserta lainnya,” ujar Rohim, Bantara baru kelas XI IPA SMA Qothrotul Falah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Ahad sore, merekapun ramai-ramai kembali ke Pondok Pesantren Qothrotul Falah untuk kembali menjalani kegiatan sekolah dan pesantren sebagaimana biasanya. Pokoknya, terima kasih banyak kepada seluruh kru yang berjuang keras mensukseskan kegiatan rutin tahunan ini. Sukses! [nhm] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1330671404094115042-4299734941433704798?l=pondokbacaqifalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/feeds/4299734941433704798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1330671404094115042&amp;postID=4299734941433704798&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4299734941433704798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1330671404094115042/posts/default/4299734941433704798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokbacaqifalah.blogspot.com/2011/01/kemah-akbar-2010-kegiatan-out-bond-jadi.html' title='Kemah Akbar 2010&lt;br&gt; Kegiatan Out Bond Jadi Menu Favorit'/><author><name>pondok baca qi falah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16295038276805269713</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1330671404094115042.post-4649450358144525026</id><published>2010-12-12T20:03:00.002+07:00</published><updated>2010-12-12T20:30:47.075+07:00</updated><title type='text'>Seri Kearifan Wong CilikBERIKAN PENGHAPUSNYA PADA ALLAH</title><content type='html'>Oleh Nurul H. Maarif&lt;br /&gt;(Pengelola Pondok Baca Qi Falah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, Ahad, 28/11/2010, sekira pukul 06.30, aku tiba di Bogor. Entahlah, apa nama persis daerah itu. Dari Depok, perjalanan aku tempuh sekitar 1 jam, berkendara motor. Aku, di sana, ingin bersilaturahim dengan seorang, yang cukup dikenal di kalangan orang yang memerlukan bantuan penyembuhan penyakit. Akupun sekalian ingin berkonsultasi perihal beberapa keluhan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di rumahnya yang luas dan asri, dihiasi aneka tanaman bunga, tampak juga burung Poksai di halaman, pagi itu ramai pengunjung. Mobil berjajar, termasuk Mercedes. Keramaian itu, menurut informasi, bahkan terjadi sejak sebelum adzan subuh dikumandangkan. Tamu datang dari berbagai wilayah; Bekasi, Banten, Tangerang, bahkan luar Jawa Barat. Pagi itu, tampak juga seorang keturunan Arab, ditemani pria asal Bangkalan Madura.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekira jam 08.00, orang berkoko putih dan berkopiah haji yang ditunggu-tunggu itupun muncul, langsung menuju ruang khusus, tepatnya ruang praktik. Satu persatu tetamu memasuki ruang itu, sesuai nomor antrian yang didapatkan sebulan sebelumnya, untuk menanya keluhan-keluhan medisnya. Ada yang struk, matanya bermasalah, ambien, hernia, dan sebagainya. Semua dilayani dan digembirakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun, dengan nomor antrian 16, yang aku peroleh sebulan sebelumnya melalui seorang pelayan wanita, harus mengantri. Kesabaran dan ketabahan menunggu menjadi tema utama kala itu. Setelah satu persatu urusan tetamu terselesaikan, tibalah giliranku menghadapnya. Aku lihat jarum jam dinding, yang berbunyi setiap 15 menit sekali itu, menunjuk pukul 15.15 sore; dan aku baru bisa menemuinya. Aku geleng kepala. Tak kurang 8 jam aku harus sabar menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah – orang memanggilnya – Abah Heriansyah, dengan kesibukannya melayani tetamu yang membutuhkan pertolongannya. Pria santun, yang dulunya menjadi “pengobat” salah satu Presiden Republik Indonesia itu, melayani semuanya tanpa mengenal lelah. Waktu untuk keluarganya kian sempit, kendati ruang praktiknya menyambung dengan kediamannya. Beliau, Abah, hanya beranjak pulang sebentar sekedar untuk makan
